Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
35


__ADS_3

Keesokan harinya,


Semalaman Arka menangis.Matanya terlihat sembab dan bengkak.


Pagi-pagi ia sudah mengirimkan pesan digrup 4A sebuah foto dirinya bersama Althaf saat masing-masing sedamasingangku Adam dan Agam.


Ia sudah memutuskan untuk terus berjuang agar Azka dan Asen memaafkannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡


Waktu berlalu,ternyata sudah berlalu beberapa bulan sikembar merasakan udara dunia.


Hingga saat ini,baik Arka maupun Althaf masih belum mendapatkan maaf dari kedua sahabatnya.


Setiap hari Arka menyapa keduanya melalui grup  4A dengan mengirimkan foto sikembar.Ia tetap membiasakan untuk memanggil Asen dan Azka dengan panggilang ayah.


Entahlah apa yang ada didalam pikiran Asen dan Azka sehingga mereka bisa marah selama itu.


Bukan tidak mau pulang keBoyolali untuk meminta maaf,tetapi karena keadaan yang tidak memungkinkan,ia tidak bisa pulang keBoyolali.


Ya,kini Althaf dipindah tugas keKalimantan sebagai General manager sejak sikembar umur 50 hari.


Meskipun bukan perkara mudah,Arka tetap mengikuti kemanapun Althaf bekerja.


Sikembar yang sudah mulai aktif memang membuat Arka terkadang kelelahan mengurus dua bayi itu.Beruntung,assisten rumah tangga yang ia pekerjakan sering membantu jika pekerjaannya selesai.


Saat twins baru saja bangun,Arka sengaja memvideonya.Hanya beberapa detik saja.Lalu ia kirimkan kegrup 4A.


'Morning ayah.Kakak Adam dan adik Agam balu bangun.Love you.Muach.'


Tulisnya menyertai video itu.Meskipun tidak sekalipun mendapat respon,Arka tetap berusaha agar semua kembali seperti dulu.


Harapan itu selalu ia letakkan dalam hatinya yang paling awal.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Disisi lain,Asen dan Azka yang hari ini kebetulan libur sedang ngopi bersama didepan kost mereka.


Ting


Terdengar notifikasi diponsel keduanya berbunyi.


Keduanya sama-same mengernyitkan alis membaca dan melihat pesan itu.


"Kita keterlaluan nggak sih Sen?"Tanya Azka dengan tatapan kosongnya.


"Sebenarnya salah kita apa ya Sen,kok Arka bisa gitu bohongi kita."Imbuhnya lagi.


Wajahnya berubah menjadi sendu,setiap membahas Arka dan Althaf,keduanya memang berubah menjadi lebih sensitif perihal kedua oramg itu.


"Entahlah Ka.Gue sendiri bingung.Ada rasa ingin memaafkan lalu seperti kemarin-kemarin lagi.Tapi rasa kecewa masih mendominasi hati gue."Jelas Asen.

__ADS_1


"Gue rindu dia.Pengen banget liat wajahnya yang saban hari dulu selalu buat kita tersenyum."Tambah Asen."Tapi gue belum siap lihat wajahnya."Lanjut Asen.


"Nggak nyangka ya,kita belom nikah udah punya anak kembar.Hahaha."Tawa Azka pecah mengingat Arka selalu memanggilnya ayah untuk kedua anaknya.


"Wah berapa aja ntar anak kita yak."Ssmbung Asen.


Keduanya terus larut dalam candaan yang memang biasa mereka lakukan.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tak terasa sudah hampir 8 tahun berlalu Arka dan Althaf berada dikalimantan.


Kini ia sudah mempunyai 2 orang anak kembar yang lucu-lucu.Yang kesemuanya laki-laki.Lalu satu anak laki-laki lagi.Dan satu anak perempuan sebagai sibungsu.


Anak pertamanya bernama Adam Rayyan Atthafarist.Kembarannya bernama Agam Rayyan Atthafarist.Anak ketiganya bernama Agra Atthafarist Herdinata.Dan sibungsu Afsheen Meyshyana Orlin.


Adam dan Agam kini berusia 6 tahun 7 bulan.Dan Agra yang berumur 4 ,Afsheen sibungsu berumur 1 tahun  8 bulan.


Hari ini,satu keluarga itu akan pulang kampung keBoyolali.


Pengajuan surat pindah yang diajukan Althaf disetujui oleh atasannya karena kinerja Althaf yang bagus.


Sudah 8 tahun pula ia putus komunikasi dengan Azka dan Asen.


Beberapa tahun yang lalu,saat Arka masih terus mencoba meminta maaf kepada dua orang itu,tiba-tiba nomor keduanya tidak bisa dihubungi.Semua akun sosial medianya juga tidak ada yang aktif.


Hal itu sukses membuat Arka drop dan harus tidur dirumah sakit karena stress memikirkan hal itu.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Keduanya sengaja tidak memberi kabar terlebih dahulu kepada keluarga karena sengaja ingin memberikan kejutan.


Pertama yang mereka datangi adalah rumah mama Althaf.Sudah cukup lama mereka tak saling tak saling kokomunuki.Bahkan tak mengetahui jika Arka sudah mempunyai anak kelimanya.


"Pa,kita kerumah papa atau mama?"Tanya Agam.Dia memang sedikit lebih cerewet dibanding Adam.


"Rumah papa dulu sayang."Jawab Althaf.


Drrt drrt drrt


Ponsel Arka bergetar.Ia melihat nama Verdian tertera dilayar ponselnya.Terlihat wajah girang dari Arka.


Sampai saat ini,persahabatannya dengan Verdian masih terjalin dengan baik.Saat Verdian ganti nomor ponselpun,ia mengabari Arka.


"Perdian."Pekiknya.


"Selow dong!Toa banget lo."Omel Verdian begitu mendengar teriakan Arka.


"Video call ya."Ucap Arka,ia langsung mematikan telponnya.Dan menghubungi Verdian melalui video call.


Begitu tersambung,ponsel Arka sudah jadi rebutan Afsheen,Agra dan Agam.Sedangkan sisulung Adam,ia memang selalu nempel dengan papanya.

__ADS_1


"Om kakak."Begitulah panggilan Asheen dan Agra untuk Verdian.


"Hallo anak-anak.Baik?"Tanya Verdian.Ketigannya mengangguk semangat.


"Hallo ayah Perdi."Sahut Agam.Satu-satunya anak Arka yang memanggil Verdian dengan panggilan 'ayah Perdi'.


"Hallo sayang.Kalian dimana?"Tanya Verdian.


"Dimobil om kakak."Jawab Afsheen polos.Mendengar jawaban itu Verdian menepuk jidatnya.Anak Arka yang satu ini memang terlampau polos.


"Kapan kalian akan kerumah ayah?"Tanya Verdian mengalihkan pembicaraan.


"Kapan ma?"Tanya Agam pada mamanya.Agra juga melihat mamanya penuh tanya.


"Diem lo Per.Ngerecokin anak gue buat tiap hari ngajakin kerumah lo tahu nggak."Omel Arka.Verdia tertawa lebar.


Semenjak ia mempunyai anak perempuan,ia langsung menghubungi Althaf untuk membicarakan perihal perjodohan anak mereka.


Dan karena sudah janji,Althafpun menepati janjinya.Salah satu diantara Adam,Agam ataupun Agra harus ada yang mau dijodohkan.


"Dah Per.Gue capek.Mau tidur ntar sampe rumah.Babay."Ucap Arka.


Padahal poerjalann masih cukup lama.Ia hanya tak mau,anak-anaknya membocorkan jika kini mereka sudah diboyolali.


30 menit berlalu kini mereka sudah berada didepan rumah.


Rumah yang sudah 6 tahun tak ia lihat.Rumah yang penuh dengan kenangan masa kecil hingga ia remaja.Rumah yang sudah berubah banyak tentunya.


Tok tok tok


Althaf mengetuk pintu.Cukup lama mereka harus menunggu.Dan setelah itu pintu terbuka.Terlihat wanita yang umurnya sudah menginjak kepala 6 yang membukakan pintu.


Kulitnya sudah mulai mengendor.Rambut yang sudah memutih.Tetapi senyumnya tetap selalu Althaf rindukan.


"Ma."Sapa Althaf.Ia terlebih dahulu sudah mencium punggung tangan sang mama.


Kemudian Arka juga ikut mencoba mencium punggung tangan sang mertua.Ia terlihat sedikit kesulitan.


"Althaf,Arka.Anak-anak mama."Ucap sang mama yang menangis bahagia.


"Ma,ini kenalin anak-anak Althaf.Sikembar Adam dan Agam,lalu ini Agra.Dan terakhir sicantik Afsheen."Jelas Althaf.Anak-anak itupun langsung mencium punggung tangan sang nenek.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA

__ADS_1


__ADS_2