Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 36


__ADS_3

Hari ini Shakeil akan pulang kerumah bersama dua sahabatnya.Ia bahkan tak memberi kabar pada Ave jika ia akan akan pulang.Ini adalah kejutan yang Shakeil berikan untuk Ave.


Beberapa hari ini,melalui akun sosmed Ave,Shakeil dapat menemukan akun sosmed Eshan.Dan dari sana Shakeil dapat memiliki nomor telfon Eshan.


Eshan sendiri juga terlibat dalam kejutan Ave nanti.


Pukul 07.45 Shakeil,Theo dan Soga berangkat dari stasiun.Sepanjang perjalanan ia sudah merasa sangat bahagia,akhirnya ia bisa segera melepas rindu pada kekasih hatinya.


Shakeil juga sudah meminta Eshan untuk mengajak Ave pergi kesuatu tempat.


Dilain sisi,Ave terus saja menggerutu karena pagi-pagi Eshan sudah datang dan memaksanya untuk menemaninya pergi kesuatu tempat.


Padahal hari ini rencananya ia ingin rebahan dikamar seharian.Kekesalannya bertambah karena hingga pagi ini Shakeil tak juga ada kabar.


Eshan mengajak Ave untuk sarapan terlebih dahulu.Sebab tadi saat ia datang,Avepun belum bangun.


Dan disinilah sekarang,keduanya tengah menyantap sarapan disebuah warung sederhana dipinggir kota.


Sebagai bentuk balas dendam terhadap Eshan,Ave memesan beberapa menu.Biarkan saja toh Eshan juga yang membayar.


Cukup lama keduanya berada ditempat itu.Dan dalam hati sebenarnya Eshan terus mengumpati Ave yang terlihat sangat tenang saat menyantap sarapannya.


Sedangkan tempat tujuannya masih cukup jauh.


"Kalau nggak ingat nih anak temen gue.Udah gue ceburin kesumur.”Gerutu Eshan.


“Kenapa?Kesel gue makannya lama?”Tanya Ave seakan mengetahui isi hati Eshan.


“Kagak usah gue omongin harusnya paham dan peka.”Jetus Eshan.


“Ck.Gue berada tawanan yang disuruh makan dalam sekali suap.”Cibir Ave.


“Elo bahkan duduk disini hampir 2 jam.Dan waktu kita nggak banyak lagi.Ayolah Av Lo ngertiin gue.”Kali ini Eshan benar-benar kesal pada Ave.


“Iya-iya.Udah sono Lo bayar.Gue juga udah selesai.”Ucap Ave.


Eshan segera berdiri dan berjalan menuju kasir.Setelahnya ia melajukan mobilnya menuju tempat tujuan dengan kecepatan penuh.Akan sangat tidak lucu jika Shakeil sampai disana terlebih dulu.


“Woy,gue masih pengen hidup.”Teriak Ave saat Eshan terus melakukan kendaraannya dengan ngebut.


“Salah sendiri.Makan dah kayak orang disuruh kawin.”Sahut Eshan santai.


"Nikah dulu ogeb.Baru kawin."Sahut AveEshan lantas terbahak-bahak karena hal itu.


Setelah hampir 60 menit,mereka sampai.Begitu mobil diparkirkan Ave langsung keluar dan memuntahkan seluruh makanan yang ia santap saat sarapan tadi.


Melihat itu,Esha jadi tidak enak sendiri.Ia jadi merasa bersalah.Tapi ini semua juga demi dirinya.


“Sorry Av.Gue kagak maksudt bikin Lo kek gini.”Lirih Esha dengan nada menyesal.Ia tak lupa memijit tengkuk Ave agar lebih enakan.


Melihat ada stand penjual minuman dingin,Eshan segera membeli untuk Ave.


“Nih!Minum dulu!”Ucap Eshan sambil menyodorkan minuman dingin itu.


Ave langsung meneguk minuman itu hingga tandas.


“Ahhhh...”Ucap Ave setelah minum.Ia menatap tajam Eshan yang berdiri disampingnya.Eshan justru tersenyum seperti tak punya dosa.


“Kalau kagak ikhlas traktir gue ya kagak usah ntraktir gue.”Omel Ave.


“Sorry.”Jawab Eshan sambil menunduk.


Ave sudah tidak peduli.Ia justru terheran karena Eshan membawanya ketempat ini.Seingatnya ia tak pernah mengajak Eshan untuk ketempat ini.

__ADS_1


Mendapati tatapan penuh tanya dari Ave,Eshan segera menarik tangan Ave untuk masuk kedalam rumah makan itu.


“Jangan gitu banget lihatinnya.Takutnya jatuh cinta nanti.”Canda Eshan.


“Ceh.Kagak bakal.”Jawab Ave.Ia mengikuti kemana langkah Eshan berjalan.


Eshan berhenti disalah satu meja yang sekitarnya cukup ramai.


Terletak di bagian pinggir,dinding penutupnya hanya setengah badan,sehingga mereka bisa langsung melihat indahnya pemandangan diluar kafe.


Keduanya hanya memesan minuman lalu mengobrol bersama.


Tak lama setelah itu terlihat Shakeil sedang berjalan mendekat bersama dua orang yang berdiri rada jauh dari Shakeil.


Saat ini Shakeil sudah berada dibelakang Ave.Tetapi Ave tak menyadari sama sekali.


“Av,gimana cowok Lo udah ada kabar?”Tanya Eshan.


“Kagak.Lagi sama gebetannya mungkin.”Jawab Ave acuh tak acuh.shakeil tersenyum mendengar betapa kesalnya Ave saat ia tak ada kabar.


“Gue yakin Lo bakal nangis darah semisal dia main api dibelakang Lo.”Kata Eshan lagi.Ia sedang mencoba memprovokator Ave.


“Ck.Selingkuhannya yang gue bunuh.Untuk Shakeil,gue percaya rmentah berapa persen,kalau dia kagak bakal selingkuh.”Jawab Ave.


“Eh Lo lihat wajah Lo deh lewat kamera gue.Kayak ada seseuatu gitu.”Ucap Eshan.


Ave yang terkejut langsung meraba-meraba wajahnya.


Saat Eshan menyodorkan kameranya,dan ia melihat kearah kamera,ia melihat wajah seseorang yang amat ia cintai.


Dia berpikir hanya mimpi atau halusinasi saja sosok dibelakangnya.


Tetapi saat sosok itu tak kunjung pergi,Ave berdiri dan menoleh kebelakang.Dia semakin terkejut saat Shakeil benar-benar dibelakangnya.


“Shakeil.”Teriaknya.Ia tidak peduli para Pengunjung yang mulai menatap kearahnya.


Ave langsung melompat kegendongan Shakeil dan memeluknya erat.Shakeio sendiri merasa sangat senang bisa memberikan kejutan untuk Ave.


Dari jarak yang tak jauh,Theo dan Soga cukup terkejut dengan adegan yang mereka lihat secara langsung itu.


Mereka jadi percaya,betapa perempuan itu sangat mencintai Shakeil.Bahkan bisa bertemu dengannya saja ia sudah sebahagia itu.


Benar-benar beruntung Shakeil bisa dicintai hingga sedemikian oleh gadis itu.


Setelah cukup lama,Ave melepaskan pelukannya dan turun dari gendongan Shakeil.


Perlahan keduanya mendekat kearah Shakeil.


“Jahat banget sih?”Lirih Ave sambil mengusap air matanya.Bukan air mata kesedihan,melainkan air mata bahagia.


“Kejutan sayang.Gimana suka?”Tanya Shakeil lembut.Lembut sekali.Sikap lembut yang hanya ia tunjukkan kepada Ave seorang.


Ave mengangguk.Ia kembali mengusap air matanya dan memeluk Shakeil lagi.


"Eshan terlibat dalam hal ini?"Tanya Ave.Dan Shakeil mengangguk.


"Hutang penjelasan lo Shan sama gue."Ucap Ave meski masih berada dalam pelukan Shakeil.


Rasanya begitu luar biasa ketika kita merasakan rindu yang teramat,tiba-tiba orang itu datang untuk mengobati rindu kita.Sungguh,seperti mendapat keajaiban.


"Gilas,bening batt dah ceweknya Shakeil.Oantesan Dinda lewat orang ceweknya kek gitu."Bisik Soga ditelinga Theo.


Theo mengangguk srletuju dengan pendapat Soga.

__ADS_1


“Duduk yuk!”Ucap Shakeil.Ia lantas menarik tangan Ave untuk mengikutinya.Ave duduk disebelah Shakeil.Dengan tangan terus menggenggam tangan Shakeil.Seolah Shakeil akan pergi menghilang setelah ini.


Tak lama,Theo dan Soga bergabung dimeja yang sama.Melihat Ave yang benar-benar menangis dan wajahnya yang berubah merah membuat mereka sadar,masih ada seorang wanita yang mau tulus mencintai prianya.Dan menemani berjuang dari nol.


Shakeil merasa sebal sendiri melihat bagaimana cara kedua sahabatnya menatap Ave.


“Ck.Woy.Cewek gue.”Ucap Shakeil cukup keras.Ia bahkan sampai mengusap wajah Theo dan Soga dengan menggunakan kedua tangannya.


“Sialan Lo Sha.Bau bang*e tangan Lo.”Omel Soga.


Ave juga ikut memandang kedua sahabat Shakeil dengan bergantian.


“Mbak biasa aja lihatinnya.Jangan sampai mbak terpesona sama saya dan mengkhianati Shakeil.”Ucap Soga sangat percaya diri.


Pletak


Shakeil menyentil kening Soga dengan cukup keras.


“Sakit ogeb.Lo mah ya kekerasan mulu sama gue.”Omel Soga sambil mengusap-usap keningnya yang terasa sakit karena mendapat sentilan cukup keras itu.


“Gue kalau mau ngelirik ya mendingan yang disebelahnya.”Sahut Ave santai.


Shakeil dan Theo seketika tertawa keras mendengar penuturan Ave barusan.


“Nasib lo Ga.Bahkan dia lebih milih gue ketimbang elo.”Ucap Theo.Soga terlihat kesal.Ternyata kekasih sahabatnya itu sama mengesalkannya juga dengan Shakeil dan Theo.


“Bukan situ ya.Sebelah kanannya.”Lanjut Ave.Yang dimaksud Ave sudah pasti Eshan.


Kini giliran Soga yang tertawa keras.


“Makanya jangan keliwat PD lo.”Ucap Soga.


“Tapi sebagai teman atau abang gue.Pan pujaan hati gue Cuma Shakeil seorang.”Kata Ave lagi.Ia mengedipkan sebelah matanya saat melihat kearah Shakeil.


Shakeil tersenyum puas.Pacarnya itu selalu saja bisa membuatnya tersenyum.


“Kita pindah meja aja ya.Lo berdua baek-baek jangan sampai ada KDRT.”Canda Eshan.Iapun langsung berdiri dan beranjak dari tempat itu.


Theo dan Soga juga ikut berdiri dan mengikuti langkah Eshan.


“Libur kok nggak bilang-bilang sih?”Tanya Ave begitu mereka tinggal berdua.


“Kan kejutan sayang.”Jawab Shakeil sambil terus menggenggam tangan Ave.


Mendengar hal itu Ave menjadi tersipu malu.Bahkan diumur pacaran mereka yang sudah lamapun Ave masih sering tersipu malu karena ucapan-ucapan dari Shakeil.


“Kamu diet Av?”Tanya Shakeil.


Ave langsung menatap Shakeil mendapat pertanyaan itu.Menurutnya selama ini porsi makanannya biasa saja.Meski jika sudah belajar suka lupa makan.Tapi bukan berarti dia diet.


“Enggak.”Jawab Ave.”Kok kurusan sih?”Tanya Shakeil lagi.


“Buka gue yang kurusan.Tapi elo yang lebih berisi.Jadi lihatin guenya kayak kurusan.Orang berat badan aku aja stabil kok.”Jelas Ave.Shakeil mengangguk tanda mengerti.


Memang,saat ini Shakeil terlihat lebih berisi badannya.


“Sha,pulang yuk.Dirumah aja ngobrolnya.”Ajak Ave.Setiap kali berpacaran,Ave memang lebih suka mengobrol dirumah Shakeil.


“Ayok.”Ajak Shakeil.Ia langsung berdiri dan menghampiri Eshan,Theo dan Soga.


“Elo mau ikut gue apa pulang Shan?”Tanya Ave.”Gue kagak Sudi jadi obat nyamuk.Mending gue pulang.Lo yang bayar ya Sha.”Ucap Eshan langsung meninggalkan tempat itu.


JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR,DAN LIKE YA....

__ADS_1


SALAM LOPHES AUTHOR


__ADS_2