
Hati sudah berganti,tetapi belum dengan suasana hati Arka.
Sedikit banyak Asen tahu penyebab Arka berubah menjadi demikian.Sudah pasti karena Rhandra.Tetapi untuk memberi tahu kepada Althaf dan Azka rasanya ia juga masih pikir-pikir.Emosi dua manusia itu sangat mudah terpancing,ia tidak mau saja kejadian dulu terulang lagi.
“Bocah Lo kenapa dah?Jelek banget.”Tanya Althaf saat baru saja duduk disamping Arka.Arka tak menjawab.Pikirannya masih jauh melayang ke Rhandra yang menjadikannya alat untuk membuat Kay cemburu.
“Udah jelek,murung kek gitu tambah jelek aja Lo.”Imbuh Azka.
Arka mendelik.Entah kenapa hanya karena ucapan sesepele itu kemarahan Arka terpancing.
“Iya gue emang jelek.Makanya nggak pantes bahagia.Elo kalau malu berteman sama gue minggat sono!”Jawab Arka.
Azka dan Althaf melongo mendengar jawaban Arka yang ternyata marah.
“Bocah Lo kenapa?Kesambet Lo?Kenapa gitu aja marah?”Jawab Azka yang juga terpancing kemarahannya.
“Gue cewek Ka,jelas gue marah Lo hina kek gitu.Mikir dikit!”
“Biasanya juga kagak kenapa-napa,lalu sekarang kenapa pakai acara marah?”
“STOP!”Bentak Althaf.
“Kenapa Lo juga mau marah sama gue?Salah kalau gue nggak terima dihina.Sama aja Lo berdua.”Ucap Arka lalu bergegas meninggalkan Althaf dan Azka.
“Suasana hatinya lagi nggak bagus Lo bercandain.”Tutur Asen yang hanya jadi penonton pertengkaran itu.
“Kenapa sih dia?”Tanya Althaf.
“Patah hati.”Ucap Asen.
“Rhandra bastard.”Umat Azka.
Meskipun tidak terlalu paham seperti apa kedekatan mereka,setidaknya ia sedikit tahu jika Rhandra akhir-akhir ini sedang berusaha mendekati Arka.
“Lo jangan berbuat nekat Ka,Arka nggak mau cerita sama kalian karena dia nggak mau Lo berdua emosi dan berbuat yang nggak-nggak.”Tegur Asen ketika melihat kilatan kemarahan dimata Azka.
“Terus kita kudu gimana?”Tanya Althaf yang tiba-tiba berubah jadi beg*k.
“Kasih dia waktu buat sendiri!Ntar kalau udah waras juga kek biasanya dia.”Jawab Asen.Ia lalu bergegas masuk kedalam kelas.
“Nggak habis pikir gue sama Arka.Udah gue peringatkan,masih aja ngebuka hatinya buat Rhandra.Beg*k banget sih Ka teman lo. “Tutur Althaf.
“Hati kalau dibaperin saban hari siapa juga yang kagak cinta Alt,elo aja yang beg*k.Peka dikit sama teman.”Omel Azka ia juga berdiri hendak pergi mencari minuman dingin.
“Mau kemana lo?”Tanya Althaf.
“Nyari yang seger-seger.”Jawab Azka tanpa melihat Althaf.
Hari-hari yang Arka jalani terasa membosankan tanpa kehadiran ketiga temannya,ia masih kesal dengan Azka.
__ADS_1
Padahal biasanya ia juga tidak apa-apa diledek sampai seperti apapun oleh teman-temannya.Mungkin karena suasana hatinya sedang tidak baik sehingga ia lebih mudah tersinggung.
“Gue kok rasanya beg*k banget ya,marah sama mereka hanya karena Rhandra.Shiit.Beg*k Lo Ar.”Umpat Arka.
“Aish...kelihatan banget beg*knya.”
“Sudahlah.Besok gue minta maaf ma tuh anak.”
Setelah hampir satu minggu saling diam dengan ketiga temannya.Lama-lama Arka sadar jika tidak seharusnya persahabatannya dengan ketiga temannya menjadi korban hanya karena rasa kesalnya terhadap Rhandra.
Sehingg pagi ini ia memutuskan untuk kembali menjadi Arka yang dulu.Masa bodo’ dengan masalah Rhandra,jika ada kesempatan ia ingin sekali membalaskan dendam pada Rhandra.Semoga saja ada.
Saat smapai dikelas,kebetulan Azka sedang duduk didepan kelas sambil memakan camilan.Langsung saja Arka duduk disamping Azka dan ikut mencomot camilan itu.
“Hayati belum sarapan.Traktir gue yuk Az.”Ajak Arka sudah seperti biasa.
Azka mengernyit heran dengan sikap Arka yang tiba-tiba sudah kembali.
“Napa Lo?Kesambet?”Tanya Arka karena tidak mendapat jawaban dari Azka.
“Nggak kebalik?Kayaknya harusnya gue deh yang ngomong kek gitu.”Jawab Azka acuh.
“Lo masih marah sama gue?Yaelah gitu aja ngambek.Kek cewek PMS Lo.”Cibir Arka.
Ingin sekali Azka membenturkan kepala Arka ketembok.Tetapi ia masih terlalu sayang terhadap anak itu.
“Ayuk lah Az.Traktir gue.Hayati laper.”Ucap Arka sambil menarik tangan Azka.
“Udah nggak sakit hati sama tuh anak?”Tanya Azka.Arka tersenyum seolah tak berdosa.
“Anggap aja gue khilap kemaren marah sama Lo.Mon mangap ya.”Jawab Arka sambil menyeruput es teh miliknya.
“Mulut Lo sendiri aja sono yang Lo mangapin!”Jawab Azka.
“Udah,nggak usah bahas banci kaleng macam dia,ntar mood makan gue hilang.”
“Yakin,mood makan Lo bisa ilang?”Tanya Azka tak percaya.
Arka memamerkan deretan gigi putihnya sebagai jawaban.
Disaat yang bersamaan,datanglah Dedy guru fisika mereka yang membeli air mineral.
“Eh,pak Dedy.Pagi pak.”Sapa Arka.
“Ya.”Jawab Dedy datar.
“Busyet pak.Bapak datang saya berasa dikutub.”Celetuk Arka.Mendengar itu Azka membulatkan matanya tanda berhenti berbicara.Tetapi sayang Arka tak mengindahkan itu semua.
“Kenapa memangnya?”Tanya Dedy sambil menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
“Dingin banget.”Cibir Arka seolah tak takut dengan guru itu.
“Saya setiap ketemu sama kamu berasa dirumah sakit.”Ucap Dedy.
“Lah bapak sakit apa?”
“Pusing kepala saya.”Jawabnya lalu meninggalkan Arka dan Azka.
Azka seketika terbahak-bahak mendengar ucapan Dedy tersebut.
“Nasib Lo Ar.”Ledek Azka.”Dasar tembok,kulkas dua pintu,balok es.”Kesal Arka.
“Hati-hati cinta loh nanti.Hahaha....”Azka masih terus meledek Arka.
“Yang ada gue mati membeku.”Jawab Arka.
Tidak keduanya ketahui,tak jauh dari sana,ada sepasang mata yang melihat keduanya dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Tak lama keduanya kembali kekelas.Sepanjang jalan menuju kelas,ia memikirkan apa yang tadi malam ia renungkan.
Semalaman Arka berpikir perihal hal ini.Dan ia memutuskan untuk melupakan semua.Meski tidak mudah.Tapi berusaha bukan hal yang salah.
Dan mulai hari ini dia harus kembali menjadi Arka yang dulu.Bukan yang cengeng.
"Dah baikan?"Tanya Asen.
"Baikan salah.Marahan salah.Hayati memang selalu salah."Ucap Arka penuh drama.
"Drama Lo."Sahut Althaf sambil mengusap kasar wajah Arka.
"Nuur,tangan Lo bau terasi."Omel Arka.Althaf terbahak-bahak karena hal itu.
Tet tet tet
Bel tanda istirahat berbunyi.Arka dkk segera pergi kekantin karena cacing diperut mereka sudah bernyanyi minta diisi makanan.Arka sudah baikan dengan ketiganya.Semydah dan secepat itu mereka baikan.
"Azka,Asen giliran kalian yang pesen.Gue pesen soto satu,mie ayam satu bakso jumbo satu,minumnya es teh sama es lemon tea."Pesan Arka.
Ketiganya melongo mendengar pesanan Arka.Padahal pagi tadi ia sudah makan dikantin,dan sekarang ia jajan lagi bahkan dengan porsi yang lebih besar?Luar biasa.
Sebelum mereka menjawab,Arka sudah terlebih dahulu mengatakan agar mereka cepat memesan.Bukan hal baru memang,tetapi mereka masih suka bingung kemana semua makanan itu.Sebab tubuh Arka tidak ada gemuk-gemuknya.
"Udah sono buruan!Udah laper mode akut ini."Perintah Arka.Keduanya lantas mengantri pesanan.
Sambil menunggu pesanan,Arka menghampiri Anjas salah satu kakak tingkatnya.
"Oi Njas pinjem tuh gitar."Ucap Arka.
"Buat apaan coba?Kayak bisa aja."Sahut Anjas meremehkan.
__ADS_1
"Buat mukul kepala lo.Buruan gih!"Jawab Arka sedikit memaksa.
JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU