Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 20


__ADS_3

Hari ini adalah kali pertama Ave akan menjalani hari-harinya tanpa Shakeil.Untuk hari pertama masih bisalah ia lalui dengan mudah.Belum merasa beratnya rindu.Hingga siang ini ia belum merasa rindu pada Shakeil.


Siang hari saat istirahat kedua,Ave sedang duduk sendirian didepan kelas.


Dikelas XII ini ia terpisah dengan Gita dan Manda.Sehingga ia masih belum mendapatkan teman mengobrol yang cocok.


Satu-satunya teman yang dulu satu kelas dengannya ialah,laki-laki yang terkenal tidak mau peduli dengan orang lain.


Hah.Sial banget nasib gue.Pikirnya.


Ave mengaktifkn ponselnya.Sebagai walpaper ialah fotonya bersama Shakeil saat keduanya menghabiskan malam dialun-alun Boyolali.


Ia tersenyum.Ia yakin,pasti tidak akan mudah menjalani hari-harinya.Tapi ia tetap harus yakin jika ia sanggup.


Ia ingin menunjukkan jika disini ia juga sednag berjuang untuk menjadi lebih baik,agar ia bisa lulus dan masuk keperguruan tinggi sesuai dengan cita-citanya.Dokter.


Kesempatannya untuk berkomunikasi dengan Shakeil hanya saat malam hari.Dan itupun ia belum tahu jam berapa.Keduanya memang sepakat tidak saling menghubungi disiang hari,agar tidak menganggu proses belajar keduanya.


"Sendirian aja?"Tanya seseorang.Dari suaranya sepertinya ia laki-laki.


Dan benar,saat Ave mendongakkan kepalanya yang menyapanya ialah teman satu kelasnya dulu yang terkenal tidak peduli dengan orang lain.


"Tumben lo nyapa gue?Biasanya juga mau gue teriak-teriak elo kagak peduli."Sarkas Ave.Laki-laki itu tersenyum.


"Lo aja yang belum kenal sama gue.Kalau udah kenal gue orangnya baik kok."Imbuhnya.Lalu duduk disamping Ave.


Ave menghela napas.Tak menyangka jika makhluk disampingnya ini juga mempunyai rasa kepercayaan diri yang kelewat batas.


"Ck.Dan gue juga baru tahu kalau elo itu orangnya narsis."Sahut Ave lalu tertawa.


"Eshan itu kagak pernah narsis.Tapi percaya diri."Belanya pada diri sendiri."Sama aja ogeb."Jawab Ave cepat.


Ini adalah kali pertama dua makhluk itu duduk berdampingan dan mengobrol bercanda ria.Biasanya juga sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.


Tidak terasa sudah waktunya pulang sekolah.Ave segera mamacu gas motornya menuju rumah.Seperti biasa ia tidak suka mampir kemana-mana kecuali itu karena memang ada keperluan yang sangat penting.Atau itu jalan dengan Shakeil.


Baginya Shakeil adalah hal terpenting dalam hidupnya.


Sesampainya dirumah,Ave langsung menuju kekamarnya.Mandi dan berganti pakaian.Begittu selesai ia keluar dan mencari keberadaan Arka.


Kebetulan saat itu Azka,Dean dan Kanaya baru saja tiba,Ave pun langsung ikut bergabung dengan ketiganya.


Ia juga menyampaikan keinginannya untuk mengikuti les agar saat ujian nanti ia bisa mendapat nilai yang memuaskan.

__ADS_1


"Mama."Sapa Ave.Arka,Azka,Dean dan Kanaya pun menoleh."Eh ada ayah sama ibu juga."Lanjut Ave.Ia lantas mencium punggung tangan kedua orang yang ia anggap sudah seperti orang tuanya sendiri.


Lalu ia menyalami Kanaya dan memaksakan agar tangannya dicium oleh Kanaya."Ceh.Berasa dah tua ya minta banget dicium?"Sindir Kanaya.


Ave menatap tajam Kanaya.Dan Kanaya cengengesan mendapat tatapan itu.Ave memang lebih dekat dengan Kanaya dibanding Kirana yang memang orangnya sangat menutup diri.


"Dasar adik durhaka lo."Sahut Ave.Ia lalu duduk disamping Arka,memeluk lengan mamanya dengan manja."Ada apa?Hem?Tumben kamu manja sekali sama mama?"Tanya Arka.Ave tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.


"Ma,Ave pengen les dong.Biar Ave sedikit lebih sibuk dan besok kalau ujian nilainya bagus."Ucap Ave.Arka tersenyum.Sedari dulu ia selalu meminta anak bungsunya itu untuk ikut les,tetapi selalu ia tolak.Dan kini tiba-tiba ia minta didaftarkan les.


"Tempat aku aja ma.Bagus hlo."Sahut Kanaya sambil mngacungkan kedua ibu jarinya."Kirana juga les disana."Lanjutnya lagi.


Ave mencoba memikirkan usulan Kanaya.Dan setelah ia pikir-pikir tidak salah juga.Dia tidak harus mencari teman baru disana.


"Naya ikut gue."Ajak Ave pada Kanaya.Meski belum mendapat jawaban,Ave sudah lebih dulu menarik tangan Kanaya.


Ave membawa Kabaya untuk duduk digazebo taman.Hanya sekadar untuk mengobrol dan sharing saja.


"Nay,lo cinta kan sama bang Agam?"Tanya Ave langsung pada intinya.Kanaya terhenyak karena pertanyaan yang sebenarnya ia sendiri tak tahu jawabannya.


Kanaya diam,terus sibuk dengan pikirannya,apakah ia mencintai Agam atau hanya sekedar suka dan menganggap Agam sebagai kakaknya.


Ave mendapari Kanaya diam langsung menyadarkn Kanaya dari lamunannya.


"Kagak tahu juga sih."Jawab Kanaya jujur."Kalau elo suka,perjuangin Nay!Jangan sampai elo nyesel kemudian hari.Tapi seandainya hasilnya tidak sesuai kemauanmu pun,elo kudu siap-siap merasakan sakit."Ucap Ave.


"Saingan elo Kirana.Inget Kirana anaknya ayah Asen!Jangan sampai hal itu merusak hubungan persaudaraan kita.Kalau memang bang Agam tetap milih Kirana ya elo kudu terima."Kata Ave lagi.


"Takut sakit hati kak."Sahut Kanaya polos.Ave tersenyum.Ia sendiri bahkan tak pernh merasakan sakit hati karena cinta.Sebab Shakeil sampai saat ini tidak akan pernah membiarkan Ave sakit hati.


"Sakit hati gimana rasanya kak?"Tanya Kanaya lagi.Ave terkejut saat mendapat pertanyaan itu.Ia bingung harus bagaimana menjawabnya.


"Em.Gue juga kagak ngarti Nay.Sebab pacar gue kagak bakal ngebiarin gue sakit hati.Dia cinta pertama gue,dan kita udah pacaran 3 tahun lebih "Jelas Ave.


"Wah kakak luar biasa.Mau dong kayak kakak.Sekali pacaran ntar langsung jodohnya."Kanaya berucap sambil menerawang melihat keatas.


Kanaya saja yang tidak tahu jika cinta keduanya saat ini sedang diuji oleh jarak.Apakah keduanya sanggup untuk menjalani dan masih tetap setia meski jarak dan kesibukan memisahkan keduanya.


Ave dan Kanaya tidak lagi membicarakan perihal  Agam.Biarlah itu semua menjadi masalah pribadi Agam.


♡♡♡


Ini adalah hari pertama Shakeil menjalani pendidikan.

__ADS_1


Segalanya terasa sangat berbeda dibanding dengan saat ia masih SMK.


Tetapi ia tetap semangat menjalaninya jika mengingat mereka semua yang mendukungnya.


Apalagi mengingat Ave yang selalu berada dibelakangnya untuk mendukung setiap keputusan yang ia ambil.


Ave memanglah salah satu alasan ia memilih menempuh pendidikan disini.


Seberat apapun itu semua akan tetap ia jalani.


Malam hari saat ia menjelang tidur,ia membuka ponselnya.Yang pertama kali ia lihat adlah fotonya bersama Ave.Ia tersenyum melihat foto itu.


Ia bahkan tak sadar jika salah seorang temannya meliriknya sejak tadi.


"Ehm.Baru hari pertama ya ini.Udah ada yang kangen sama yang dirumah aja nih."Sindir Theo,sambil menyenggol pundak Shakeil menggunakan sikunya.


"Apa sih lo The."Sangkal Shakeil.


"Pacar?"Tanya Theo.Shakeil mengangguk sambil tersenyum bangga.


"Udah 3 tahun lebih."Sahut Shakeil.Theo membelalakkan matanya.Sungguh ua terkejut mendengar teman satu angkatannya itu ternyata sudah menjalin hubungan sangat lama.


"Kuliah dimana dia sekarang?"Tanya Theo lagi."Dia bahkan dua tahun lebih muda dari gue.Tapi tahun ini sudah kelas XII,pas SMP dia ikut kelas akselerasi."Jelas Shakeil.


Theo kembali dikejutkan dengan fakta jika pacar Shakeil ternyata masih bocah.


"Lo yakin dia bisa setia?Secar elo jauh dari dia."Theo terus saja kepo dengan hubungan Shakeil dan Ave.


"Bahkan ketakutan gue bukan karena jika dia akan selingkuh.Dia tipe orng yang setia.Tapi yang gue takutin banyaknya cowok yanh bakal suka sama dia."Kali ini Theo sudah tidak tahu harus bertanya apa lagi.


"Bahkan dia yang takut gue bakal selingkuh."Jelas Shakeil.Theo hanya geleng-geleng kepala mendengar semua fakta itu.


"Nih orangnya."Ucap Shakeil lalu menunjukkan fotonya bersama Ave.


"Njirrr cantik banget."Sahut Theo langsung.


Shakeil tersenyum bangga.Ia selalu merasa bangga jika ada mengatakan kalau Ave cantik.Ia merasa jika dirinya beruntung bisa memiliki Ave sebagai kekasihnya.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.

__ADS_1


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2