Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 57


__ADS_3

Usai operasi Afsheen beristirahat diruangannya.Agra dan sikembar sudah tidak terlihat,itu artinya mereka pasti sudah berada dipenginapan mereka.


Tumben sekali Afsheen merasa kepalanya hari ini terasa sakit.


Afsheen memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak.


Flashback On


Aura kekecewaan tergambar jelas diwajah seorang gadis saat ia baru saja masuk kedalam pintu sebuah cafe.Ia bahkan sampai melangkah mundur beberapa langkah karena tak percaya akan apa yang ia lihat.


Matanya menatap tak percaya akan apa yang ia saksikan didepan sana.


Apakah ini mimpi?


Jika memang iya,please ia ingin segera terbangun dari tidurnya.


Tidak ada hal yang lebih menyakitkan dan mengecewakan selain apa yang sedang menjadi objek penglihatannya saat ini.


‘Mungkin kau anggap dia lebih segalanya


Biarlah 'ku mengalah agar kau bahagia


Meski hati ini tak bisa menerima'


Lirik lagu yang dinyanyikan penyanyi cafe seolah menambah suasana hati gadis itu menjadi semakin terasa sedih dan menyakitkan.


Sungguh ia sangat tidak ingin percaya akan apa yang sedang ia lihat.


Ia menoleh sejenak untuk menyembunyikan air mata yang sedari masuk tadi langsung mengalir deras.


Sebisa mungkin ia terus mengusap air matanya agar tidak terlihat oleh orang lain.


‘Inilah akhir cerita kita


Setelah sekian lama


kita bersama


Kau khianati cintaku dengannya


Mungkin kau anggap dia lebih segalanya’


Dari sini ia sadar ternyata ia bukanlah prioritasnya.Mungkin pula kisah cintanya akan berakhir cukup sampai disini saja.


Dari sekian banyak kesalahan seorang pasangan,kesalahan yang paling tidak bisa ia mengerti adalah perselingkuhan.


‘Biarlah 'ku mengalah agar kau bahagia


Meski hati ini tak bisa menerima'


Gadis itu memilih untuk mengalah.Merelakan kekasihnya bersama wanita lain yang mungkin membuatnya jauh lebih bahagia.


‘***Selamat jalan,sayang


Semoga kau bahagia


Aku 'kan pergi untuk selama-lamanya'


Selamat jalan, sayang


Kudoakan kau bahagia


Jaga dirimu baik-baik di sana


Kau khianati cintaku dengannya


Mungkin kau anggap dia lebih segalanya***'


Pergi bukan berarti berhenti mencintai.Mengalah bukan berarti kalah.Daripada terus tersakiti lebih baik ia mundur.


‘Mungkin gadis itu memang bisa membuatmu lebih bahagia Sha.Aku mengalah.’Lirih gadis itu.


‘Aku melepaskanmu dengan ikhlas.’Lanjutnya.Meski hanya dalam hati ia merasa sangat sulit mengatakan kalimat itu.


Ya,siapa lagi kalau bukan Ave gadis itu.Dan laki-laki yang sedang ia lihat adalah Shakeil,bersama seorang perempuan yang sepertinya Ave kenal.

__ADS_1


Perlahan Ave mendekat.Shakeil tentu belum menyadari keberadaan Ave yang tak jauh darinya.


“Al, kamu bahagia kan sama aku?Yeah meskipun aku cuma selingan aja sih.”Tanya perempuan itu.


“Ya bahagialah sayang.”Jawab Shakeil dengan senyum manisnya.


Senyum manis yang Ave kira hanya miliknya saja.Nyatanya,senyum itu juga Shakeil berikan pada gadis lain.


Mendadak dada Ave terasa sesak.Hatinya terasa sakit.Ia merasa untuk bernapas pun sangat sulit.


Ia terus memegang cincin sederhana namun sangat berarti untuknya yang melingkar dijari manisnya.Ia putar-putar memikirkan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.


Ia pejamkan matanya sejenak.Ia dongakkan kepalanya agar bisa menahan rasa sakit yang kini menyerangnya.


Ia bingung apa salahnya.Apa kurangnya ia selama ini sehingga hanya dalam jangka waktu dua bulan,Shakeil bisa mengambil keputusan sedemikian.


Meski hatinya hancur.perasaannya remuk,bahkan tulang-tulang kakinya terasa lemas saat ia mencoba berjalan semakin mendekat.


Ia tersenyum kecut saat melihat tangan Shakeil yang menggenggam tangan gadis itu.


Tetapi tetap ia kuatkan untuk mendekat.


“Ekhem...boleh gabung?”Tanya Ave tiba-tiba yang langsung duduk disebelah Shakeil dan gadis itu.


Melihat Ave datang Shakeil menjadi kalang kabut.Ia tidak menyangka jika Ave akan pulang tanpa memberi kabar seperti ini.


Ave menatap Shakeil dalam-dalam.Mungkin ini terakhir kalinya ia akan menatap Shakeil sedekat itu.


Sedangkan Shakeil,ia merasa sangat bersalah karena sudah bermain api dibelakang Ave.


Ave tersenyum kearah Shakeil.Bukan senyum bahagia karena bisa membuat kajutan untuk Shakeil,tetapi senyum keterpaksaan karena ia yang justru mendapat kejutan dari Shakeil.


‘Biarlah aku pergi


Jangan lagi kau tangisi


Semoga pilihanmu


Yang terbaik untukmu'


‘Memang berat bagiku


Berpisah denganmu


Tapi harus kurelakan


Cinta tak bisa dipaksakan'


Dibawah meja Ave masih terus memutar-mutar cincinnya sebelum akhirnya ia lepaskan juga.


Cincin itu ia genggam erat-erat sejenak.Sekali lagi ia memejamkan matanya,seolah mencari kekuatan untuk mengatakan apa yang sudah ada dipikirannya.


‘Mungkin kau bukan cinta sejatiku


Mungkin kau bukan belahan jiwaku


Yang diturunkan Tuhan 'tuk menjadi


Pendamping hidupku


Mungkin kau bukan cinta sejatiku


Mungkin kau bukan belahan jiwaku


Yang diturunkan Tuhan 'tuk menjadi


Pendamping hidupku'


Disaat bersamaan dengan lirik lagu yang dinyanyikan penyanyi cafe,Ave mengembalikan cincin lamarannya.


‘Sudahlah jangan menangis


Sudahlah jangan bersedih


Mungkin benar apa katamu

__ADS_1


'Ku bukan cinta sejatimu'


“Aku kembalikan.Mungkin kisah kebersamaan kita memang hanya sampai disini.Terimakasih untuk semua warna dan rasa yang pernah kamu ukur dikisahku Sha.


Mungkin memang bahagiamu sama dia.Aku mundur.Aku melepasmu dengan ikhlas.”Ucap Ave yang sudah tidak sanggup berlama-lama disana.


Ia segera berdiri.Lalu beranjak dari meja itu.Tetapi tangannya dicekal oleh Shakeil.


Ave menatap cekakan tangan itu.Lalu ia kembali menatap Shakeil.Ia menggelengkan kepalanya.Dan dengan lembut ia lepaskan cekakan itu.


“Dari sekian banyak kesalahan yang pernah kamu perbuat,hanya satu yang tidak bisa aku terima Sha.Perselingkuhan.Apapun alasannya,selingkuh tetap akan membawa suatu hubungan kejurang perpisahan.”Jelas Ave.


Sebelum membalikkan badannya,ia berucap satu hal lagi.


“Aku ada lagu buat kamu.Kamu dengerin,aku bakal nyanyi disana.”Ucap Ave sambil menunjuk tempat para penyanyi cafe bernyanyi.


Setelah berbicara sedikit,Ave duduk dikursi penyanyi.Diiringi salah seorang gitaris ia bernyanyi bahkan tanpa membuka mata.


'Takkan pernah kisah ini 'kan terjadi


Bila cinta ini tak pernah kau khianati


Kau dustai aku, kau bohongi aku


Sungguh tega kau sakiti aku'


Bayangan beberapa menit yang lalu saat ia baru saja membuka pintu cafe tergambar jelas dingatannya.Saat matanya menangkap sosok pujaan hatinya sedang bermesraan dengan perempuan lain.


‘Tak pernahkah kau sadari cinta ini?


Tulus dan suci yang tak pernah 'ku khianati


Kau dustai aku (kau dustai),


Kau bohongi aku (kau bohongi)


Sungguh tega kau buat 'ku begitu'


Ingatan saat Shakeil memanggil gadis itu dengan sebutan sayang semakin membuat hatinya terasa sakit.


Air mata sudah jelas mengiringi Ave dalam bernyanyi.


Suaranya sudah tidak terlalu jelas terdengar.Menandakan betapa terlukanya hatinya.


Penampilan Ave menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung cafe.Banyak dari mereka yang seolah terbawa emosi sehingga ikut meneteskan air mata tatkala melihat Ave yang terus menangis.


‘Betapa indah kisah cinta kita yang dulu


Berbagi cerita, semua tentang kita


Tapi kini kau tak lagi seperti yang dulu


Kau telah berubah padaku'


Kenangan saat awal-awal mereka menjalin hubungan.Saat perjuangan mereka.Saat mereka jalan berdua sebelum Shakeil menjalani pendidikan.Juga saat Shakeil yang datang kewisuda Ave,padahal Ave kira Shakeil sudah tiada.


Sudah senang,suka bahagia,tangis tawa dan masih banyak lagi.Semua kejutan yang pernah Shakeil berikan untuk Ave.


Semua tergambar jelas dalam memorinya.Bahkan ia seolah sedang menyaksikan perjalanan hidup seseorang yang berjalan terlalu cepat.


‘Sakit, sungguh sakit


Kau khianati kisah cinta suciku


Tak pernahkah engkau menyadari itu?


Buat 'ku terjatuh


Sakit, sungguh sakit


Kau khianati kisah cinta suciku


Tak sadarkah engkau bila hati


Ini sungguh mencintaimu?’

__ADS_1


Beberapa lirik lagu bahkan tak mampu ia nyanyikan dengan baik.Hanya isakan yang terdengar.Isakan seorang perempuan yang sangat terluka.


__ADS_2