Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 39


__ADS_3

Setelah kemarin puas pergi bersama Ave hingga larut malam,dan berakhir Ave harus menginap dirumah Shakeil.


Hari ini jadwal Shakeil untuk bertemu dengan Angga,Agra dan Enggar.Tentunya ditemani Theo dan Soga.


Mereka berjanji untuk bertemu ditempat biasa mereka nongkrong sewaktu sekolah.


Pukul 10.13 Shakeil sudah tiba ditempat mereka janjian.Teryata Agra,Angga dan Enggar sudah tiba terlebih dahulu.


Begitu mereka bertemu,mereka berjabat tangan selayaknya para laki-laki bertemu.


“Theo”


“Soga”


Ucap Theo dan Soga bergantian.


“Gue Agra.Ini Angga dan dia Enggar.”Jawab Agra.


“Kakaknya Ave?”Sahut Soga cepat.Seperti biasa ia selalu bersikap menyebalkan.


“Kenal Ave juga?”Tanya Agra sedikit bingung saat Soga menyebut nama Ave dengan begitu akrab.


“Mereka sama gilanya kalau dipertemukan.”Sahut Shakeil santai.


Semalam ia sudah dijelaskan oleh Ave perihal jika ia adalah adiknya Agra.


“Bentar,Sha Lo kenal Ave juga?”Tanya Angga.


“Ave,dia cewek gue.”Jelas Shakeil pasti.


JEDUERRRR


Bagai tersambar petir disiang bolong menerima kenyataan itu.Angga benar-benar tidak menyangka jika dua orang itu ternyata sudah berpacaran.


“Sejak?”Tanya Angga menggantung.


“Ya sampe sekarang cuma dia cewek gue dari jaman kita masih sekolah dia cewek yang selalu gue ceritain.”Jelas Shakeil.


Satu lagi kenyataan yang emmbuat Angga benar-benar terkejut.


“Ogh.”Jawab Angga disertai wajah yang sedih.


“Lo kenal Ave juga Ngga?”Tanya Shakeil.


“Bahkan dia cewek yang gue suka.Tapi sumpah gue kagak tahu kalau dia cewek lo Sha.Pantes dia nolak gue mentah-mentah.Ternyata elo pacarnya “Jawab Angga disertai tawa ambigunya.


Suasana tiba-tiba berubah menjadi canggung karena kenyataan itu.


“Laper tau nggak sih.Belum dikasih sarapan.”Celetuk Soga tanpa malu.


Pletak


Theo menjitak kepala Soga keras.


“Auww...Theo sakit.”Teriak Soga.


“Makan mulu yang lo pikirin.”Jawab Theo kesal.


“Gue pergi dulu.”Ucap Angga tiba-tiba.Ia langsung melenggang pergi begitu saja.


“Sudah biarkan saja.Bahkan Agra sudah ia diamkan semenjak kita lulus.”Sahut Enggar sambil menepuk pundak Shakeil.


“Ah...iya.”Jaeab Shakeil.

__ADS_1


Mereka langsung nongkrong ditempat itu.Mengobrol kesibukan masing-masing.


Agra juga bercerita perihal usahanya yang baru ia mulai setelah lulus sekolah.


Memang masih terlalu muda,tapi dari kakek dan neneknya dari Arka.Ia sudah bertekad untuk berani mengambil keputusan demikian.


“Lo mau gue investasi tabungan gue nggak?”Tanya Shakeil tiba-tiba.


“Gue belum siap nanggung kalau terjadi apa-apa.”Jawab Agra.


“Lo calon abang ipar gue.Santai aja.”Ucap Shakeil.


“Najong denger omongan lo.”Jawab Agra.


“Terima aja sih menurut gue.”Soga kembali ikut campur dengan omongan yang tidak ada sangkut pautnya dengannya itu.


“Iya sih.Bismillah aja berhasil!”Kali ini Theo satu usulan dengan Soga.


“Tumben kalian sependapat?”Celetuk Shakeil.


“Berisik lo Sha.”Sahut Theo.


“Ok.Tapi kita tanggung sama-sama ya.”Ucap Agra akhirnya.


Siang itu,Agra kembali mendapat suntikan dana untuk investasinya diusaha yang baru ia rintis.Sebelumnya ia sudah meminjam uang tabungan milik Ave juga Adam.


Mengapa Agam tidak?Karena ia masih tidak suka dengan sikapnya terhadap Kanaya.


(KISAH AGRA,KANAYA,AGAM DAN KIRANA BAKAL AUTHOR BIKININ NOVEL SENDIRI AJA.SOALNYA KEDEPANNYA BAKAL PANJANG.


DAN MAAF KARENA DULU AUTHOR SEMPAT BILANG BAKAL FOKUS SAMA CERITANYA AFSHEEN DAN ADAM SAJA.


TAPI SEMAKIN KESINI AUTHOR PIKIR CERITA MEREKA BEREMPAT MALAH SEMAKIN SERU.


Setelah sore hari,Shakeil pulang.Untuk sore ini dan besok hingga sore,Shakeil bakal menghabiskan waktunya dengan keluarganya.


Ia harus pandai membagi waktu untuk keluarga,sahabat dan pacarnya.


Sebab besok sore sudah waktunya mereka kembali.


∆∆∆


Malam ini Shakeil dan kedua temannya memilih akan tidur didepan tv saja.


Setelah makan malam,mereka berkumpul diruang keluarga untuk sekadar ngobrol-ngobrol dan melepas rindu.


“Sha,kami tahu ternyata keluarga Ave adalah keluarga yang selama ini papa kamu cari.


Kami ingat dengan keluarga yang anaknya akan dijodohkan dengan Dody abang kamu?”Ucap Amel.Shakeil mengangguk.


“Itu keluarganya Ave.Beruntung Dody sudah menikah sehingga Ave tetap menjadi pacar kamu.”Sahut Andri.


“Emang mama sama papa sudah pernah ketemu sama keluarganya Ave?”Tanya Shakeil.


Bahkan sampai sekarangpun,seorang Shakeil belum berani untuk dipertemukan dengan Arka dan Althaf.


Bukan karena takut,ia hanya ingin memantaskan dirinya terlebih dulu untuk bisa mendampingi Ave,baru ia menemui kedua orang tua Ave.


Ia hanya ingin membuat Ave merasa bangga karena sudah mempunyai pilihan seperti dia.


“Sudah Sha.”Jawab Andri dengan wajah sendunya.


Shakeil bingung dengan perubahan raut wajah papanya.Ia lantas bertanya pada mamanya.

__ADS_1


“Kenapa sih ma?Kok papa tiba-tiba murung gitu?”Tanya Shakeil.


Amel diam.Ia merasa untuk hal ini,adalah hak Andri untuk bercerita atau tidak.


Dan malam itu,Andri putuskan untuk menceritakan semuanya pada keluarganya.


“Mamanya Ave,namanya Arka,ia adalah wanita yang pernah dibawa pulang almarhum om kalian.Om Dedy.


Saat Arka masih duduk di bangku SMA,dan om Dedy mengajar disekolah itu, om Dedy dan Arka menjalin kedekatan lebih dari seorang guru dan murid.


Karena kedakatan itulah,mereka saling jatuh cinta.Karena status dan mereka berdua berada pada satu lingkungan sekolah,om Dedy terpaksa tidak memberikan status yang jelas pada Arka.


Tetapi keduanya sama-sama tahu jika mereka saling mencintai.


Hingga suatu hari,om Dedy memutuskan untuk mengenalkan Arka pada kakek dan nenek kalian.


Disitu om Dedy terlihat jika ia sangat mencintai Arka.Dia juga mengutarakan keinginannya untuk melamar Arka usai Arka lulus.


Ia mengatakan jika Arka sudah lulus ia ingin segera menikahi Arka.Kakek dan nenek kalian sangat menyetujui hal itu.Mereka senang,anaknya sudah kembali jatuh pada orang lain setelah sebelumnya ia tetsakiti oleh pasangannya.


Setelah dari rumah,mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan hingga malam.”Jelas Andri.


Untuk sejenak,Andri menghela napasnya berulang kali.Seakan akan menceritakan suatu kenangan yang buruk.


Andri memejamkan matanya sambil mendongakkan wajahnya.Air matar mengalir begitu saja di wajah Andri.


“Malam itu,menjadi malam yang begitu buruk bagi keluarga papa.Hiks...Hiks...”


Beberapa kali ia menarik napasnya dakam-dakam lalu menghembuskannya lagi.Seolah sedang mencari kekuatan untuk melanjutkan ceritanya.


“Om Dedy mengalami kecelakaan usai mengantarkan Arka.


Om Dedy meninggal bertepatan adzan subuh terdengar.


Paginya,begitu tahu Dedy kecelakaan Arka langsung tancap gas menuju rumah kakek.


Dia histeris,menangis,dan pingsan beberapa kali.


Seusai kepergian Dedy,Arka masih sering datang kerumah.


Dan saat itu,papa masih mempunyai Dody,Arka berkata jika ia mempunyai anak perempuan maukah Dody menikah dengan anaknya?


Dan Dody mengangguk semangat.


Setelah itu,papa pindah rumah dadakan.Tidak sempat hanya sekadar memberi kabar pada Arka.


Semenjak saat itu,keluarga papa kehilangan komunikasi dengan Arka.”


"*Sampai papa berusaha untuk mencari kesana kemari dan papa mendengar kabar jika ternyata Aria serta suaminya sedang ditugaskan di Kalimantan.


Papa menyerah.Hingga kemarin,saat kami memutuskan untuk mengadakan acara makan malam bersama.


Papa bertemu dengan Arka*."


Jelas Andri.Ia menangis karena teringat akan adiknya.Tidak menyangka jika adiknya akan pergi terlebih dahulu dibandingkan dirinya ataupun kedua tuanya.


Baik Shakeil,Dody ataupun Amel bahkan Theo dan Soga dapat melihat betapa seorang Andri merasa begitu kehilangan seseorang.


“Om Dedy orangnya seperti apa sih pa?”Tanya Shakeil penasaran akan sosok omnya yang sangat dicintai mama dari kekasihnya itu,dulu.


JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKE


SALAM LOPHES AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2