Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 67


__ADS_3

“Orang kalau sok-sokan ya macam anak bungsu mama.”Ledek Agra setelah ia mendengar suara mesin mobilnya berlalu.


“Masih cinta,tapi sok-sokan milih yang lain.”Ledek Agra lagi.


"Gaya banget sih.Nasehatim Agra aja pinter banget,urusan cinta sendiri,zonk."Ucapnya lagi.


“Biar adikmu sendiri yang menyelesaikan masalahnya.Kamu jangan nambah-nambahin masalah!”Jawab Arka.


“Lalu kamu sendiri,kapan akan nikah?Adam anaknya sudah 2 hampir 3 malahan,karena Meidina sedang hamil.Lalu Agam,sudah hampir 2 tahun ini ia menikah,adikmu Afsheen sebentar lagi,lalu kamu kapan?”Tanya Arka.


Agra hanya tersenyum sambil cengengesan mendengar pertanyaan sang mama.


Menikah?Entah dalam perencanaan hidupnya ada atau tidak.


“Belum nemu yang pas ma.”Jawabnya asal.


"Kamu kira beli baju?"Dengus Arka.Agra hanya cengengesan.


“Oh ya ma,Kirana belum hamil?Atau memang mau ditunda dulu?”Tanya Agra penasaran.Ia juga mau mengalihkan pembicaraan tentang dirinya.


Ya,Kirana dan Agam sudah menikah hampir 2 tahun ini.


Tetapi sampai saat ini mereka bel diberi kepercayaan untuk memiliki momongan.


“Belum dikasih.Sudah program dan tidak ditunda katanya,tapi belum dikasih.”Jelas Arka


Agra tersenyum getir mendengar penjelasan sang mama.Entah emmang belum dikasih atau karena karma.Agra tidak mengerti,hanya Tuhan yang tahu.(Serta author pastinya)


“Ma,nanti Agra nggak nginep loh.Malam ini mau meeting sama klien.”Jelas Agra.Selalu hal itu yang ia gunakan sebagai alasan jika ia tidak akan menginap.


“Kamu kenapa sih Gra,mama merasa kamu seperti tidak nyaman dengan rumah ini?”Tanya Arka.Agra menggelengkan kepalanya.


“Kapan-kapan ya ma.”Jawab Agra.”Agra mau istirahat dulu.”Pamitnya.


"Apa kamu masih menganggap kami keluarga kamu?"Tanya Arka menohok hati Agra.Agra seketika menghentikan langkahnya.Ia membalikkan badannya dan berlutut didepan sang mama.


"Bukan seperti itu ma,Agra punya alasan untuk itu.Tapi maaf Agra belum bisa mengatakannya."Lirih Agra.


"Sudahlah!Mama lelah."Jawab Arka.Ia segera berdiri dan meninggalkan Agra.


Dilain sisi, Afsheen langsung mengendarai mobilnya menuju tempat pemakaman umum tak jauh dari rumah Shakeil.


Beberapa menit yang lalu,saat ia mencoba menelpon Shakeil,ada seorang bapak-bapak yang mengatakan jika Shakeil sedang tertidur disamping sebuah makam.


“Ini neng,yang punya hp ketiduran ditempat pemakaman umum.”Katanya tadi.

__ADS_1


“Baik pak.Saya akan langsung kesana.”Jawab Afsheen.


Saat sampai diTPU,Afsheen segera berlari menuju makam Dedy.Melihat keadaan Shakeil yang sudah seperti orang gila,Afsheen menghela napas.


Afsheen coba membangunkan Shakeil tetapi sudah berulang kali ia memanggil nama Shakeil tidak ada sahutan.Saat ia mencoba menyentuh tangan Shakeil,Afsheen terkejut dengan suhu badan Shakeil yang tinggi.Fix,Shakeil demam.


Ia akhirnya meminta penjaga makam untuk membantunya memapah Shakeil menuju mobil milik Shakeil.


“Pak,bapak bisa nyetir?”Tanya Afsheen ragu.


“Biar bapak panggilkan anak bapak neng yang kebetulan sopir taksi online.”Jawabnya.


“Cepet ya pak.Jangan lama-lama!”


Penjaga makam tersebut langsung berlari menuju rumahnya yang tak jauh dari tempat pemakaman.


Setelah hampir 20 menit,bapak tersebut datang bersama dengan seorang anaknya yang masih cukup muda.


“Mas, alamatnya sudah saya tulis,nanti saya ikuti dari belakang.”Ucap Afsheen.Oramg tersebut mengangguk.


Kedua mobil tersebut akhirnya meninggalkan tempat pemakaman.


Saat sudah sampai didepan gerbang rumah Shakeil,Afsheen membunyikan klakson mobilnya agar orang yang menyetir mobil Shakeil berhenti.


“Mas,saya lihat dari sini saja.Ini ada sedikit uang buat mas karena sudah mau saya repotkan.Saya melihat dari sini saja.”Ucap Afsheen sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu.


“Kebanyakan mbak.”Ucap orang tersebut.


“Anggap saja rejeki mas”Jawab Afsheen.


Akhirnya Afsheen hanya menyaksikan hal itu dari kejauhan.Dengan seperti itu saja ia sudah cukup merasa senang.


Saat orang yang mengantarkan Shakeil keluar dari pekarangan rumah orang tua Shakeil,Afsheen menghampiri orang tersebut.


"Mari mas saya antar."Ajak Afsheen.


"Tidak usah neng.Kan tadi sudah dikasih ongkos."Jawabnya menolak secara halus tawaran Afsheen.


"Ya sudah,duluan ya pak saya.Mari."Pamit Afsheen.


Orang tersebut hanya mengangguk.


Afsheen sendiri langsung melajuka. mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya.Diteras terlihat Agra sudah menunggu dengan wajah yang sedikit suram.


Andai saja suasana hati Afsheen sedang dalam keadaan yang baik,sudah pasti ia akan mengganggu Agra.Tetapi sayang, suasana hatinya bahkan masih belum jelas.

__ADS_1


Tanpa berucap sepatah katapun Afsheen menyerahkan kunci mobil Agra kepada pemiliknya.Ia sendiri langsung masuk kedalam kamar.


Didalam kamar,Afsheen menatap langit-langit kamarnya.Lagi dan lagi semua kenangan indah bersama Shakeil terkenang indah dalam benaknya.


"Apa keputusan yang gue ambil salah?Apa gue harusnya tidak menerima Boby?God,beri hamba petunjuk."Lirihnya.Tanpa sadar matanya terpejam karena Afsheen merasa kelelahan atas semua yang baru saja terjadi.


Dirumah Andri,


Amel terkejut bukan main saat ia mendapati Shakeil diantar boleh seorang laki-laki yang tidak keluarganya kenal.


Ditambah keadaan Shakeil yanguar biasa membuat siapa saja terkejut.Lalu juga keadaannya yang sedang demam.


"Makasih ya mas."Ucap Amel.Orang tersebut tersenyum dan mengangguk.Lalu setelahnya ia pergi dari rumah tersebut.


"Pa,papa."Teriak Amel.


Andri langsung mendekat.


"Pa,Shakeil demam.Ia juga tadi diantar seseorang yang mama tidak tahu siapa."Jelas Amel.


"Biar papa telpon dokter."


Setelah hampir 60 menit,dokter keluarga mereka sudah tiba.


Shakeil sendiri dalam tidurnya terlihat jelas jika ia sedang banyak pikiran dan tekanan.


Tidurnya tidak merasa nyenyak.Janganjan nyenyak,tenang saja tidak bisa.Sedari tadi Shakeil terlihat sangat gelisah meski ia sedang tertidur.


"Anak bapak sepertinya sedang ada suatu masalah yamg mampu membuatnya terlihat sedemikian.Demam yang terjadi pada anak bapak karena ia berpikir terlalu keras."Jelas dokter tersebut.


"Akan saya tuliskan resep untuk anak bapak.Mohon segera ditebus diapotek ya pak!"Ucap dokter tersebut.Andri hanya menganggukkan kepalanya.


Melihat keadaan Shakeil yang snagat memprihatinkan,Amel dengan telaten merawat Shakeil.


Setelah demam selama 3 hari,Shakeil sudah sembuh dan sudah seperti semula.


Fisiknya yang sepeti semula.Hati dan pikirannya melayang entah kemana.


Yang lebih buruk,dua hari ini Shakeil terus-menerus izin untuk tidak berangkat dinas terlebih dahulu.


Diruang kerjaannya hanya melamun.Parahnya,ia hanya melamun sambil terus meneguk minuman keras.


Banyak hal sudah Andri,Amel juga Dody lakukan.Tetapi tetap saja tidak bisa membuat Shakeil seperti semula.


Memang dahsyat kekuatan cinta.Dalam sekejap ia bahkan bisa merusak hidup seseorang.Salah satunya Shakeil.

__ADS_1


MAAF YA BARU BISA UP, SOALNYA KEMARIN LAGI TAZIAH.MERTUANYA MBAK AKU MENINGGAL.JADI SIBUK TAZIAH DULU.


__ADS_2