
3 tahun kemudian
Tidak terasa sudah 4 tahun mereka lalui hubungan jarak jauh.Banyak yang sudah mereka lewati.
Suka duka itu pasti ada.Pertengkaran dan salah paham juga tidak luput dari hubungan mereka.
Seringnya miskomunikasi karena kesibukan masing-masing membuat peluang keduanya bertengkar lebih banyak.
Kesibukan yang sangat berbeda dibanding saat keduanya masih duduk di bangku SMA,benar-benar mereka rasakan selama menjalani LDR itu.
Tetapi seberat apapun masalah yang menerpa hubungan mereka,tak pernah sekalipun kata 'putus' atau 'cukup sampai disini' terucap dari mulut keduanya.
Dan semakin kesini,keduanya terlihat semakin dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada.
Tidak terasa Shakeil akan segera lulus.Dan sebentar lagi waktu pelantikan.
Andri,Amel,Dody dan Hana sudah pasti akan datang.Sebab mereka adalah anggota keluarga Shakeil.
Tetapi sebagai seorang kekasih pun,ia juga sangat mengharapkan kedatangan Ave.
Dan sebagai sebuah kejutan,Shakeil mengirimkan undangan untuk datang ke acara pelantikannya kepada Ave melalui kantor pos.
Ditambah,beberapa hari ini,Shakeil yang sibuk akan gladi resik untuk acara pelantikan itu membuatnya sangat kesulitan mencari waktu untuk menghubungi Ave.
Dilain sisi,Ave sudah uring-uringan tidak jelas karena Shakeil masih belum ada kabar.Padahal sudah hampir satu minggu Shakeil bahkan tak sempat memberi kabar.
“Sumpah pengen gue bejek-bejek itu orang.“Omelnya.
Tak lama terdengar suara bel pintu terdengar.
Saat ia baru ingin berdiri,Agam sudah berdiri terlebih dahulu.
Semenjak tragedi itu,hubungan antara Agra-Agam dan Ave memang sedikit merenggang.
Bukan hanya satu keluarga itu,tapi juga keluarga Azka serta keluarga Asen.Meskipun kini sudah membaik,tetapi semua tidak bisa seperti semula.
Apalagi Agra dan Agam.Entah masih bisa diperbaiki atau tidak.Dan entah akan sampai kapan dua saudara itu akan seperti ini.
Layaknya air dan minyak,mereka dapat berdampingan tetapi tidak bisa bersatu.Begitu pula Agra dan Agam,masih bersaudara hanya saja sudah tidak selayaknya saudara.
Musuhpun tidak sampai seperti ini.
“Nih.”Ucap Agam sambil menyerahkan amplop coklat kepada Ave.
Ave mengernyitkan alisnya.
Amplop coklat?Dari mana?
“Punya hutang dimana Lo?Jangan bilang itu tagihan hutang Lo?”Tuduh Agam.
“Sialan.Gue nggak sebe*ok itu ya bang.”Jawab Ave ketus.Agam mendengus pelan.
Ia sendiri bingung bagaimana caranya agar mereka bisa kembali seperti dulu.Tidak seperti ini,berdampingan tapi terasa sangat jauh.
Ave lantas membuka amplop itu.
Sebuah surat undangan.
Matanya membulat sempurna saat selesaimembaca isi surat undangan itu.Senyum bahagia terukir jelas diwajah Ave.
Entah ini adalah kejutan yang keberapa dari Shakeil.Semenjak ia menjalani pendidikan di Magelang.Shakeil sering sekali memberikan kejutan untuk dirinya.Mulai hal sepele hingga hal yang sangat tidak terduga.
“Bang Agra.”Teriak Ave tanpa sadar.Ia lupa jika Agra sudah tidak tinggal lagi dirumah itu.
Deg
Hati Agam terasa nyeri melihat bagaimana adiknya seakan tidak menganggap keberadaannya.
Setiap saat ia selalu merutuki kebodohannya dimasa lalu.Sungguh,andai ia bisa mengulang sedikitpun tak akan ia biarkan semua menjadi seperti ini.
__ADS_1
Ave sendiri setelah sadar akan tindakannya barusan langsung menghampiri Agam dan meminta maaf.
“Maaf ya bang."Ucap Ave pelan disertai rasa tidak enak hati.Sebenci apapun ia pada Agam,ia tidak mempunyai hak untuk memusuhi kakaknya.
"Ave dapat undangan buat pelantikan Shakeil bang.Dan kali ini Ave yang akan membuat kejutan buat Shakeil.”Jelas Ave dengan mata berbinar.
Ia sudah merencanakan sebuah kejutan yang menarik untuk Shakeil.
Agam mengangguk dan tersenyum.Tak lupa ia mengusap lembut kepala Ave.
“Kapan?”Tanyanya.
“Minggu depan.Ave mau berangkat sama orang tuanya Shakeil dan bang Dody juga.”Jelas Ave masih disertai tawa riangnya.
Lagi Agam hanya bisa mengangguk disertai senyum yang dipaksakan.
"Abang ikut senang untuk itu."Jawab Agam lembut.Ave mengangguk antusias.
Tak lama terdengar suara pintu dibuka,ternyata itu adalah Arka dan Althaf yang baru pulang dari bepergian.
Saat melihat Agam,seketika pandangan Arka berubah menjadi sendu dan langsung melengos meninggalkan mereka.
Rasa kecewa itu masih membekas jelas dihati Arka.Entah seberapa lama lagi ia harus menunggu sang mama memaafkannya.
Tetapi yang jelas itu sangat menyiksanya.
Ya,memang suasana rumah itu kini berubah seakan seperti dineraka.Suram,dan tidak ada kebahagiaan.
Keharmonisan itu,kini hanya tinggal kenangan,angan-angan,dan harapan saja.
Jangankan keharmonisan,bahkan tawa bahagia dan berkumpul bersama saja itu sangat mustahil.
Melihat kepergian Arka,Agam menunduk merasa bersalah.Air mata menetes begitu saja diwajah seorang Agam.Ia bingung harus seperti apa lagi agar keluarga ini bisa kembali seperti dulu.
“Mamamu hanya butuh waktu.Tenang saja!”Ucap Althaf menenangkan pikiran anaknya.Ia lalu meninggalkan Agam dan langsung menyusul Arka.
Ave menghela napas pelan.Ia sendiri juga heran kenapa keluarganya jadi seperti ini.Dalam bayangan atau mimpipun ia enggan untuk menerima hal ini.Apalagi didunia nyata seperti ini,rasanya ia ingin sekali protes dan memohon untuk mengembalikan semuanya.
Agam tersenyum.Senyum tulus yang sudah lama tak ia tunjukkan.
∆∆∆
Malam harinya Ave mengirimkan pesan pada Shakeil jika saat ini ia sedang sibuk dikampus dan tidak bisa ditinggalkan.Sehingga ia tidak bisa datang keacara pelantikan Shakeil.
Mendapati kabar itu,Shakeil langsung terlihat lesu dan tak bersemangat lagi.
Impiannya bahkan tidak akan pernah terwujud.
Dan menyadari perubahan raut wajah Shakeil,kedua sahabatnya lantas bertanya pada Shakeil.
“Bocah,lo kenapa sih?”Tanya Theo yang kesal melihat Shakeil terus saja mondar mandir dari tadi.
“Paling banter sama Ave.”Sahut Soga pelan.
“Ya kalee diacara pelantikan gue tuh bocah kagak ada.Kan nggak yes banget.”Curhat Shakeil disertai wajah memelas ya.
“Kesibukan Ave bukan perihal tentang elo doang Sha.Sedangkan dulu pas dia lulusan Lo bohongin dia.”Soga lagi-lagi menambahi.
“Beda urusan ogeb itu mah.Lo kenapa sih dari tadi nyautnya ketus amat?”Tanya Shakeil kesal.
“Iya.Tumben-tumbenan Lo kayak gitu.”Imbuh Theo.
“Kagak.Gue lagi rada gabut aja.”Kilah Soga.
Sebenarnya ia tahu akan perihal rencana Ave untuk memberi kejutan pada Shakeil.Tetapi ia sengaja memanas-manasi Shakeil agar saat pelantikan esok semua terasa lebih menyenangkan.
“Sha,udah lo tenang aja.Kan keluarga Lo juga bakal datang.Nih ya,Ave emang cewek lo.Tapi lo juga kudu inget,dia belom jadi istri Lo.
Itu artinya,kuliahnya masih lebih penting dibanding elo.”Jelas Soga.Untuk kali ini dia usul dari suara hatinya.Ia lantas meninggalkan kedua orang tua itu didalam kamar.
__ADS_1
Soga melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak sekitar kamar mereka.Angin malam yang dingin tak membuatnya merasa kedinginan.
Saat ini pikirannya sedang kacau karena keadaan keluarganya yang sudah tidak karuan.
Tidak ada yang tahu alasan utama Soga bisa sampai di Magelang karena ia hanya mau menghindari keluarganya saja.
Beruntung fisiknya memenuhi syarat untuk masuk keakademi.Sehingga ia bisa diterima dipendidikan ini
Tetapi semua berubah saat ia bertemu dengan Theo dan Shakeil.Ia tulus menjalani pendidikannya itu.Dan keluarganya juga tidak ada satupun yang mengetahui kegiatan Soga yang sebenarnya saat ini
Setahu mereka,Soga sedang berada diJawa.Hanya sebatas itu.
Ia duduk disalah satu kursi yang yang ada.Bersandar pada pohon yang ada disabelakang kursi itu,Soga mendongakkan kepalanya sambil menutup mata.Laku membukanya menatap bintang yang kerlap-kerlip menghiasi langit malam.
Entah kenapa tiba-tiba bayangan Ave yang selalu membuatnya naik darah muncul.
Menyadari hal itu,ia langsung menampar pipinya berulang kali.Bisa habis tinggal nama dia kalau Shakeil sampai tahu apa yang ada dipikirannya saat ini.
Ia kembali teringat akan ketidakhadiran keluarganya nanti.Ia kesal,sangat kesal.Ayahnya kini lebih sibuk dengan istri mudanya.Sedang ibunya,ia sangat gila pekerjaan.
Sehingga ia menjadi korban dari keluarga yang brokenhome dan tak mendapat perhatian dari kedua orang tuanya.
Ia memang berasal dari keluarga yang berada.Hanya saja didepan kedua temannya ia berlagak sepeti orang biasa.
“Lo anggep kita teman kan?”Tanya seseorang yang langsung duduk disamping Soga.
Soga menaikkan sebelah alisnya.Tanda tak mengerti apa yang diucapkan salah satu temannya itu.
“Lo kagak tahu apa yang gue rasakan.”Jawab Soga datar.Untuk saat seperti ini ia sangat tidak mau untuk becanda.
“Gimana mau tahu,emang lo pernah cerita?”Sahut satu temannya lagi.
“Keluar dari sini gue pengen belajar jadi koki juga.Sambil jalani tugas gue pengen raih cita-cita gue.”Jawab Soga mengalihkan pembicaraan.
“Lo jangan ngalihin topik!”Ucap Shakeil.Ya,mereka adalah Shakeil dan Theo.
“Gue bingung,pelantikan nanti kagak bakal ada keluarga yang datang.”Jawab Soga akhirnya.Wajahnya seketika berubah menjadi sendu.
“Lo udah coba hubungin mereka?”Tanya Theo.
Soga menggeleng.Ia memang tidak memberi tahu keluarganya.Bahkan ia lupa,kapan terakhir kali ia berkomunikasi dengan keluarganya.
“Kalau emang lo nggak mau hubungin keluarga Lo.Besok biar papa sama mama yang nyamperin elo.Gue cukup bang Dody.”Usul Shakeil.
“Ceh.Mereka orang tua lo,kagak afdol kalau menemui gue.”Jawab Soga masih dengan mode datar.
“Bang Dody udah kayak orang tua gue juga.Gue ngarepin paling banter si Ave.Tapi dia kagak ada kabar.Padahal udah gue kirimin undangan lewat pos.
Tapi mungkin emang bener kata Lo.Dia masih sibuk dengan kuliahnya.”Jawab Shakeil.
“Udah Lo terima tawaran Shakeil.Besok keluarga gue juga bakal nemuin elo.Percaya,keluarga gue juga keluarga Shakeil,udah anggep elo keluarga juga.Sans aja.”Sahut Theo sambil menepuk-nepuk pundak Soga.
Soga akhirnya menerima usulan kedua temannya.Ia bersyukur,sangat bersyukur karena ia memiliki dua sahabat yang sangat mengerti akan dirinya.
Disisi lain,siang tadi Ave disibukkan dengan pergi membeli dress untuk pergi keacara pelantikannya Shakeil nanti.
Siang tadi,ia pergi kesalah satu pusat perbelanjaan yang ada dikota Solo.
Sudah pasti Ave ditemani Eshan.
Persahabatan keduanya semakin kesini semakin erat.
Terkadang Ave merasa tidak percaya memiliki sahabat macam Eshan.Bahkan sedekat itu.
Meskipun tidak sama persis dengan persahabatan kedua orang tuanya,tapi ia tetap bersyukur bisa memiliki sahabat seperti Eshan.
MAAF YA SENSLEM TUH CERITANYA MATA ASELI KAGAK BISA MELEK,UDAH GAK KUAT.JADI LMLLYA LANGSUNG DIKIRIM AJA.PAS PAGI AUTHOR BACA BANYAK KATA YANG TYPO.
AKHIRNYA SIANG INI AUTHOR EDIT LAGI TEKSNYA.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKE
SALAM LOPHES AUTHOR