
Mata Ave berubah menjadi berbinar-binar tatkala melihat wajah mamanya Shakeil tiba.Sayang Shakeil dan papanya tidak bisa datang karena ada urusan dengan Dody.
Ave langsung menghampiri mamanya Shakeil.
"Ma."Sapa Ave lalu mencium punggunh tangan wanita itu.Mamanya Shakeil tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Ave pelan."Ayo ma Ave anterin ketemu mama sama papa."Ajak Ave.Ave menuntun mamanya Shakeil menuju atas panggung.Dari kejauhan,Arka terheran-heran dengan Ave yang terlihat sedang menggandeng seorang wanita yang lebih dewasa dari dirinya.
Mamanya Shakeil dan Arka tidak saling mengenal.Dulu mereka hanya beberapa kali bertemu.Dan itu sudah lebih dari 20 tahun yang lalu.Pantas jika keduanya tidak saling mengenal.
"Selamat ya bu atas pernikahan putranya."Ucap mamanya Shakeil.Arka terlihat bingung karena hal itu.
"Sayang,siapa?"Tanya Arka pelan.
"Calon besan mama."Jawab Ave sambil cengengesan.Arka memaksakan senyumnya karena terkejut.
"Afsheen memang seperti itu mbak maklum ya."Ucap Arka merasa tak enak hati.Mamanya Shakeil tersenyum.
"Udah biasa digituin sama Ave.Tapi dia anak yang baik."Ucap mamanya Shakeil sambil mengelus kepala Ave.
"Makasih ma udah dibelain."Ucap Ave."Mama turun dulu ya?Maaf mama buru-buru."Pamit mamanya Shakeil.
Arka benar-bemar heran siapa wanita itu.Kenapa Ave dekat sekali
Usai menyalamami kedua orang tua Ave dan juga pengantin,mamanya Shakeil harus buru-buru pulang.Sebab neneknya Shakeil baru saja tiba dan tidak bisa masuk kerumah.
"Sampaikan salamku buat Shakeil ya ma."Tulus lembut seorang Shakeil.
Mamanya Shakeil mengangguk.Lalu meninggalkan Ave sendirian.Ave kembali gabung dengan Asen dan Azka.
Waktu terus berjalan.Tidak terasa Ave sudah naik kekelas XII.Itu artinya,jika lolos seleksi Shakeil akan segera menempuh pendidikan diakmil magelang.
Sudah sejak satu bulan yang lalu ia disibukkan dengar berbagai tes untuk seleksinya masuk ke akademi.
Bukan perkara mudah,berbagai macam tes pun ia jalani dengan susah payah.Beruntung ia lulus dan tinggal menunggu hari untuk berangkat ketempat pendidikan.
Sebisa mungkin Ave bersikap biasa saja.Ia tidak ingin memperlihatkan kesedihannya.Ia memang mendukung segala keputusan Shakeil,termasuk masuk akademi militer.
Hanya saja ia belum siap untuk terpisah jauh dalam waktu yang lama.
Seperti minggu disiang hari saat ini,ia sudah ada janji dengan Shakeil untuk bertemu sebelum ia berangkat pendidikan.Tetapi ia merasa malas sekali untuk beranjak.
Tok tok tok
Suara pintu kamar Ave diketuk.Ave lantas berteriak menyuruh orang itu masuk.
Ternyata Althaf yang mengetuk pintu kamar Ave.
"Papa."Ucap Ave.Ave terkejut mengapa papanya tiba-tiba datang kekamarnya.
"Masih kepikiran pacar kamu yang mau pendidikan?"Tanya Althaf.Ave mengangguk.Tak lama air matanya menetes.
__ADS_1
"Kamu tahu,bahkan papa bisa melewati hal yang lebih dari ini.Bahkan kedekatan papa dan mama lebih dari kami dengan pacar kamu.Ya,mama sama papa memang tidak terpisah jarak,tapi terpisah hati dan perasaan.Bahkan saat mama dan papa sudah menikah.
Tapi papa yakin,buah dari kesabaran itu pasti indah.Dan terbukti,mama bisa mencintai papa sepenuhnya.
Sayang,berikan kepercayaan pada pacar kamu.Percayalah dia melakukan ini semua demi masa depan kamu juga.
Anggap ini sebagai ujian untuk lebih mempererat cinta kalian!"Ucap Althaf.Ave memandang wajah papanya yang tersenyum.
"Cinta itu bukan karena kita bisa selalu berdekatan.Bukan karena dia yang bisa selalu disamping kita.Tidak sayang.Tidak.Saat terpisahpun asal kita bisa menjaga cinta itu tidak masalah.Kamu bisa menyibukkan diri kamu dengan belajar untuk membuat dia bangga meski kamu jaih dari dia,kamu bisa lebih baik.."Lanjut Althaf.Ave mengangguk.Mengusap air matanya.
"Mandi gih.Buruan temuin dia.Pasti dia merasa bersalah karena kamu udah ngurung diri sampe setengah hari gini dan dia juga pasti nungguin kamu."Ucap Althaf.Ave bergegas menuju kamar mandi.
Melihat tingkah putrinya ia jadi tersenyum sendiri.Tidak terasa putri satu-satunya itu sudah besar dan sudah berpikir perihal cinta.
'Semoga dia memang kebahagiaan kamu sayang.Papa berharap jangan sampai kamu terluka oleh cinta.'Batin Althaf.
Setelah 60 menit Ave sudah keluar dari kamar.Dia sudah siap untuk melajukan motornya menuju rumah Shakeil.
Jarang keduanya janjian diluar rumah,lebih sering dirumah Shakeil,itupun jika ada kedua orang tuanya.
"Loh mau kemana dhek?"Tanya Meidina.Ya,meski sudah menikah Arka memang tak mengizinkan anaknya tinggal berbeda rumah.Rumah sebesar itu memang ia dan Althaf siapakan untuknya dan juga anak menantunya,serta cucu-cucunya.
"Menjemput masa depan mbak.Nanti pulang mau dibeliin apa dedek bayinya?"Tanya Ave sambil sediki membungkukkan badannya tepat didepat perut Meidina.
Saat ini Meidina sedang mengandung anak pertamanya,dan usia kandungannya sudah masuk kebulan ke-3.
"Dibawakan om saja tante."Goda Meidina sambil menirukan suara anak kecil.
"Masih lama sayang.Tunggu dulu sampai dia jadi tentara.Tentara tampan."Bisik Ave dengan lebih mendekatkan wajahnya keperut Meidina.
"Kalian ngapain?"Tanya Agra saat berada diambamg pintu kamarnya.
"Makan mas."Sahut Ave santai.Meidina menepuk pelan lengan Ave dan menggelengkan kepalanya.
"Udah berangkat dulu.Da-dah sayang-sayangkuh."Pamit Ave.
Ia segera mamacu gas agar bisa segera bertemu dengan Shakeil.
3o mrnit berlalu,Ave sudah sampai didepan rumah Shakeil.Dan benar saja,Shakeil terlihat gelisah karena Ave tak kunjung datang.
Ia tak menyadari kedatangan Ave,dan Ave mempunyai ide jahil untuk mengagetkan pacarnya itu.
Ia berjalan mengandap-endap.Lalu memegang pundak Shakeil secara tiba-tiba.
"DOORRRRRR"Teriak Ave.Shakeil terlonjak karena hal itu.Dan Ave tertawa girang bisa mengerjai pacarnya itu.
"Mau ta ngejanda sebelum nikah?"Tanya Shakeil kesal.(Persis gombalanya pak Dedy dulu ya?Heheheh...Ya iya orang dia ponakannya.)
"Halu kamu Sha."Jawab Ave."Kenapa terlambat?"Tanya Shakeil.
__ADS_1
"Ck.Kamu kangen sama aku?Huh."Jawab Ave.
"Khawatir Av."Jelas Shakeil.Ave mengangguk sambil bertopang dagu.
"Kita ngobrol didepan aja.Kagak usah masuk.Biar lebih adem."Ajak Ave.Ia sudah duduk dilantai teras rumah Shakeil."
"Lebih adem?Emang panas ya?"Sahut Shakeil.
"Hati gue yang panas karena kamu nggak nyambung-nyambung."Sungut Ave.Shakeil tersenyum.
"Ya udah ambil tali buat nyambungin."Santai Shakeil.
"Lo gue tenggelemin keempang deh Sha lama-lama."Sungut ave kesal.Kini giliran Shakeil yabg tertawa.
Seperti itulah gaya pacaran keduanya.Hanya mengobrol.Paling jauh cuma pelukan.Itupun saat ada anggota keluarganya.Bagi keduanya pelukan disaat tidak ada orang lain akan menimbulkan masalah yang lebih besar.
Biar saja dibilang gaya pacaran mereka terlalu kuno,tidak berani berciuman atau apalah.Mereka tak peduli.Mereka sama-sama berusaha saling menjaga.
Bahkan ketika tidak ada anggota keluarga dirumah,keduanya lebih memilih untuk berbincang diteras saja.
Keduanya terus mengobrol hingga lupa waktu.Tak sadar jika waktu sudah semakin sore.Dan dua manusia itu masih disibukkan dengan obrolan yang entah membicarakan tentang apa.
Kalau saja Dody tidak menggangguu mungkin mereka akan berada diteras rumah sampai malam.
Ave pamitan pulang.Ia bahkan tidak bicara jika akan pulang sesore ini.
"Hati-hati ya Av."Ucap Shakeil.Ave tersenyum tulus sambil mengangguk.
Ucapa papanya benar-benar membuatnya sadar jika ia tidak boleh egois.
"Kapan pendidikan?"Tanya Ave."Bulan depan."Jawab Shakeil lirih."Aku boleh ikut nganterin kan?"Tanya Ave lagi.
Shakeil terkejut.Ia bahkan tidak berani mengatakan hal itu,tetapi Ave justru bertanya boleh ikut tidak.
Shakeil mengangguk antusias.Ia senang karena Ave mau mengantarnya.
"Izinnya?"Tanya Shakeil.Ia teringat bagaimana gadis itu akan mendapat izin dari kedua orang tuanya.
"Gampang.Ada bang Adam sama mbak Meidina juga papa mereka pasti bisa bantu."Jawa Ave meyakinkan Shakeil.
Shakeil mengangguk lagi.
"Pulang ya?"Ucap Ave."Iya.Hati-hati."Jawab Shakeil.
PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.
ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.
JANGAN LUPA VOTE JUGA.
__ADS_1
BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.