Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 11


__ADS_3

Dengan memamerkan deretan gigi putihnya.Anjas tak memberi jawaban.Ia justru melihat penampilan Arka yang tomboi dan tidak meyakinkan jika bisa bermain gitar.


"Noh lo pilih salah satu temen gue buat lo jadiin jaminan dah."Lanjut Arka.Ketiganya sontak memasang wajah cengo mereka.


"Nih!"Ucap Anjas lalu menyerahkan gitarnya.


Arkapun kembali kemejanya.Sembari menunggu makanan pesanannya,ia ingin menyanyikan lagu yang saat ini seakan mewakili isi hatinya.Meskipun ada beberapa lirik yang tidak masuk dikisahnya bersama Rhandra.


Lagu berbahasa jawa yang sangat faseh ia bawakan.


Sambil matanya menatap penuh benci pada pasangan Rhandra dan Kay yang sedang makan berdua dalam satu meja.


Saat baru mulai,Arka sudah menarik perhatian murid-murid yang ada dikantin.


Atiku loro njobo njerone ambyar


Hatiku sakit luar dalam hancur


Nyawang sliramu


Melihat kamu


Andang nduwe gandengan


Sudah punya gandengan


Iki ati udu bahan nggo dolanan


Ini hati bukan bahan untuk mainan


Aku trimo ngalah mugo kowe bungah


Aku trima mengalah semoga kamu senang


Dengan penuh perasaan ia menyanyikan lagu itu.Sambil menutup mata ia terus bernyanyi.Seakan ia sangat ingin meluapkan emosinya.


Mbok yo tulung sadaro


Tapi yang tolong sadarlah


Ojo sepenak e dewe


Jangan seenaknya sendiri


Kiro kiro ra tresno


Kiranya tak cinta


Ora ko ngene carane


Bukan seperti ini caranya


Waton ninggal lungo


Asal ninggal pergi


Gandeng karo wong liyo


Gandeng dengan orang lain


Yowes ora popo karma iseh ono


Ya sudah tak apa karma masih ada


Yowes moda*o


Ya sudah matilah


Sepenggal lirik yang sangat menggambarkan betapa sakitnya hari Arka karena ulah Rhandra.


Dan tak terasa air mata berkumpul dipelupuk matanya.


Hatinya terasa pilu.Tergambar semua pendekatan yang Rhandra lakukan selama ini terhadapnya.Dan ternyata semua hanya ilusi semata.Tidak nyata.


Saat ia membuka mata terdengar riuh tepuk tangan dari para siswa.


"Lagu lo dalam amat dah."Ucap Althaf.


"Bagus nggak suara gue?"Tanya Arka.


"Suara lo sih biasa aja cenderung buruk."Sahut Azka.


"Cuma lagu lo yang keren."Imbuh Asen.


"***** lo berdua."Umpat Arka.Lalu ia menoleh kearah Rhandra dan Kay.Melihat keduanya,Arka tersenyum kecut.


Apakah ia iri?Jelas,dan itu sangat.


"Gaes lo pernah dengar nggak quotes yang mengatakan jika 'obat luka patah hati yang paling ampuh adalah jatuh cinta lagi?Kalau gue sih ya percaya,nggak percaya'.”Tanya Althaf tiba-tiba.


" Cih ! Bagaimana jika justru cinta itu lagi yang membuatmu merasakan sakit lagi bahkan luka sebelumnya yang belum benar-benar hilang."Sahut Arka sedikit emosi karna saat ini ia sedang melihat kearah Kay.Bahkan nada bicara sedikit keras berharap Rhandra mendengarnya.


Dan benar,Rhandra tersenyum kecut mendengar ucapan Arka.


" Buat yang udah kaya bendera upacara,sering diperhatiin dan ditinggiin sampai terbuai tertiup angin


Dan akhirnya bubar lalu ditinggalin,sendiri sepi dan gak ada yang nemenin

__ADS_1


Yak ! Bubar jalan ! Kamu bukan kesayangan.Eak PHP itu mah.****** nggak lo.Hahaha...”Azka kali ini ikut bersuara.Bahkan dengan gelak tawa yang keras.Mengundang perhatian banyak siswa


" Hanya kepasrahan sederhana yang aku punya,yang sedang aku pupuk menjadi luar biasa,agar aku bisa merayu-Nya untuk menyatukanku denganmu suatu hari nanti." Imbuh Asen tak mau kalah mendramatisir


Lalu keduanya bertos ria sambil tertawa.


“Nyindir gue Ka?”Nyinyir Arka.


“Masya Allah Ar,siapa juga yang nyindir Lo.”Sahut Azka.


“Itu barusan?”


“Buat pembelajaran agar kedepannya kalo beg*k jangan kebangeten.”Sahut Asen.


“Emang gue Sebeg*k itu ya?”Gumam Arka.


“Kelewat batas kalau elo mah.”Celetuk Althaf.


"Asli gila gue lama-lama ngobrol sama lo semua."Ucap Arka.Lalu ia memakan makanan yang sedari ia tunggu.


Tak sampai sepuluh menit keempatnya sudah selesai.


“Bayarin milik gue?”Ucap Arka dengan tatapan memohon dan senyum tak berdosa.


“Pagi gue yang bayarin,siang gantian.Ibu nggak ngasih uang saku keelo?”Selidik Azka.


“Ikhlas kagak nih?”


“Udah sono buruan bayar.Besok giliran dia yang bayarin kita.”Tutur Althaf cepat sebel terjadi perdebatan.


Bruk


“Noh Njas gitar lo.Gue balikin.”Ucap Arka mengembalikan gitar Anjas dengan sedikit kesal.


“Thank’s”Ucap Arka.


“Elo yang balikin.Tapi kesannya kek gue yang minjem.”Sarkas Anjas.


“Sama teman sendiri gitu amat Lo.”


“Kita?Teman?Sejak kapan?Bukannya teman Lo Cuma mereka bertiga?”Jawab Anjas lagi.


“Berisik Lo.”


Tetttt tettttt tettttt


Bel tanda masuk berbunyi.Dan kebetulan jam kosong.


Arka meminjam gitar pada Dewi.


"Perhatian netizen adhek mau nyanyi dengerin adhek nyanyi yak."Arka bersuara keras.


"Adhek dari hongkong."


"Arka halu lo."


Sahutan beberapa siswa pada Arka.Arka nyengir kuda mendengar omelan beberapa siswa itu.


"Beuh ini lagi dalem amat.Buat yang sudah berjuang tapi ternyata cuma dianggep teman masok ini lagu.Yang sudah lama menanti tapi tidak pasti.Matek aja manusia jenis kek gitu.”Lanjut Arka cengengesan.


“Buat yang sudah berjuang,ekh ternyata Cuma temenan kasian banget kalian.Dikiran sudah pacaran ekh ternyata Cuma friendzone.****** Lo semua.Hahahah...”Ucap Arka lagi.


Ia mulai memetik gitar.


Sebatas teman


'Aku wong sek pernah


Aku orang yang pernah


Teko neng uripmu


Datang di hidupmu'


Arka mulai bernyanyi.Para penghuni kelas pun mulai memfokuskan atensinya pada Arka.


‘Nanging aku durung iso


Tapi aku belum bisa


Dadi pilihanmu


Jadi pilihanmu'


Suasana kelas yang awalnya cukup riuh seketika menjadi hening saat Arka mulai mengucapkan lirik itu.


Keadaan pintu yang terbuka lebar,membuat para siswa berhenti mendengar Arka bernyanyi.Ditambah Arka yang duduk dimeja guru saat itu.


‘Aku wong sek pernah


Aku orang yang pernah


Merjuangke ati


Memperjuangkan hati


Dinggo koe cah bagus

__ADS_1


Dibuat kamu lelaki tampan


Sing wes tak gemateni


Yang sudah ku idamkan'


Hatinya sakit sekali.Harusnya siapapun itu tahu,dari suara Arka saja sudah dipastikan jika ia sedang merasa sakit hati.


Dan seakan terhipnotis dengan lagunya bukan suaranya penghuni kelas ikut memejamkan mata menikmati makna dari lagu itu.


‘Koe ra tau ngerasakke


Kamu tak pernah merasakan


Kabeh wes tak perjuangke


Semua sudah ku perjuangkan


Namun kenyataan engkau sia-siakan


Dan setelahnya hanya kau anggap teman


Dan kali ini Arka bernyanyi lebih emosi dibanding saat dikantin.Ia bernyanyi lebih keras.


Dari jauh,lagi sepasang mata itu dapat melihat luka didiri Arka.


‘Pancen kabeh salahku mbuka ati nggo sliramu


Tentu semua salahku membuka hati buat kamu


Sek jelas-jelas raiso nompo pengarepanku


Yang jelas-jelas tak bisa menerima keinginanku


Yen pancen koe raiso nompo opo anane


Yang tentu kamu tak bisa menerima apa adanya


Tak milih lungo wae


Ku memilih pergi saja


Arep sak gedene opo aku merjuangke


Mau sebesar apa aku memperjuangkan.’


Disini dia sadar,jika Rhandra datang hanya untuk mempermainkannya saja.Tidak untuk ingin memiliki.Dia datang datang hanya untuk singgah bukan untuk tinggal.


‘Tresnaku dinggo koe mung tok sepelekke


Cintaku dibuat kamu hanya disepelehkan


Mungkin hanya dalam mimpi


Kudapat memiliki


Dirimu sepenuh hati


Memang suaranya biasa-biasa saja,tapi mengingat bagaimana isi dari lagu itu membuat mereka-mereka suka mendengarkan lagu yang Arka nyanyikan.


Dan saat ia membuka mata ia terkejut melihat suasana kelas yang sudah cukup ramai karena ada siswa dari kelas lain.


"Astaghfirulloh."Ucap Arka benar-benar terkejut.


"Kalian pada ngapain dah dikelas gue.Hus hus sono.Belum cukup umur kalian."Usir Arka pada adik kelasnya.


"Yaelah kak.Kita kan cuma numpang denger aja."Jawab salah satu murid.


"Iya.Lagunya bagus kak."Sahut teman satunya.


"Jelaslah bagus.Pilihan gue.Dari hati gue nyanyinya yang paling penting."Bangga Arka.


"Udah sono balik kekelas.Jam pelajaran malah pada ngelayap."Usir Arka lagi.


"Guru pada rapat keles."Timpal seseorang yang entah siapa.


Merekapun akhirnya membubarkan diri.Setelah mereka pergi Arka kembali berulah.


Awalnya ia memetik gitarnya dengan epik.Tetapi lama-lama petikan gitarnya menjadi tak karuan.


"Auk ah bete gue."Ucap Arka lalu meninggalkan gitar Dewi dimeja guru begitu saja.


"Oi Arka.Lo sakit yak?Mana cuma minjem,balikin donk!"Omel Dewi karena Arka sedikit membanting saat meletakkan gitar itu.


Arka sendiri jangan ditanya,dia sudah cengengesan nggak jelas.


Arka keluar kelas.Ia berjalan sendirian menuju perpustakaan.Sebelumnya ia sudah berpesan pada tiga temannya untuk tidak mengikutinya.


“Galau?”Tanya seseorang yang tiba-tiba sudah disamping Arka.Arka mengernyitkan alisnya bingung.


Arka yang bingung langsung berdiri meninggalkan orang itu.


“Lah tuh anak kenapa sih?”Omel orang tersebut.


Arka segera kembali ke kelasnya.Sedikit tak percaya dengan kejadian beberapa detik yang lalu.


“Bener nggak sih tadi itu yang nanya pak Dedy?”Gumam Arka.Arka secepat kilat menggelengkan kepalanya tidak mau terlalu larut dalam pikiran itu.

__ADS_1


“Mungkin hanya kebetulan.”Kilahnya pada diri sendiri.


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA....SWDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU


__ADS_2