Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 48


__ADS_3

Sore hari setelah mengantarkan Shakeil,Ave memutuskan untuk langsung pergi kekostnya saja.


Dengan segala perdebatan panjang dengan kedua orang tuanya,Ave akhirnya diijinkan untuk tinggal dikost.


Alasan utama Ave memilih untuk tinggal dikost ialah ia ingin menghindari Soga dulu.


Godaan terbesar dalam kisah cintanya bukanlah perbedaan jarak dan waktu antara Indonesia dengan Lebanon.


Melainkan Soga yang saat pulang dari bandara secara terang-terangan mengibarkan bendera perjuangan atas perasaannya pada Ave.


Ave sendiri juga merasa bingung pada dirinya sendiri.Dulu saat dicintai Angga ia merasa sangat tidak nyaman dan selalu berusaha untuk menghindarinya.


Tetapi mengapa dengan Soga berbeda?Ia merasa biasa saja.Justru ia takut jika ia akan benar-benar jatuh cinta pada Soga.


Terkadang ia merasa bahagia sendiri saat mengingat keakrabannya dengan Soga.Tetapi kadang ia merasa takut kehilangan Shakeil.


Kahilangan Shakeil adalah mimpi buruk baginya.Semenarik apapun Soga, nyatanya Shakeil lah yang ada disampingnya sejak ia masih duduk di bangku SMP.


Kebebasan komunikasi dengan Shakeil tentu sangat berbeda ketika Shakeil masih pendidikan.


Dulu ketika masih pendidikan,Shakeil setiap ada waktu luang selalu menghubungi Ave.


Tetapi tidak dengan saat ini,mereka hanya bisa berkomunikasi dimalam hari.Itupun usai pukul 21.00 waktu Lebanon.Dan itupun hanya satu jam.Sungguh,benar-benar suatu cobaan.


Pagi ini Ave dibuat kalang kabut karena ia bangun kesiangan.Setelah semalam ia video call dengan Shakeil,tak lama setelahnya,Soga menghubunginya melalui video call juga.Ia meminta Ave untuk menemaninya mengobrol karena Soga ada jadwal jaga.


Karena terlalu mengantuk bahkan Ave tak sadar tertidur pukul berapa.


“Sial.Gara-gara bang Soga ini.”Gerutu Ave.


Ia hanya mandi bebek kurang dari 5 menit.Setelahnya ia bahkan tak sempat memakai make up seperti biasanya.Meskipun tak berbeda jauh dengan yang ia pakai saat ini.


Ave menyemprotkan minyak wangi cukup banyak agar tidak bau badan.Pikirnya.


Padahal ia tidak mandi dan hanya cuci muka pun tidak ada yang tahu.


Sesampainya dikampus ia berlari kencang.Dijam dosen yang super killer itu ia terlambat.


Brakkkk


Ave membuka pintu dengan keras.Napasnya bahkan masih ngos-ngosan karena berlari cukup jauh.


Ekspresi orang bingung tergambar jelas diwajah Ave.


ZONK.Itulah yang ia dapat.Ia tidak mendapati satupun orang didalam kelasnya.


Ia mengerutkan keningnya bingung.Lalu ia membuka ponselnya.


Ia tak sempat melihat notifikasi diponselnya pada grup kelas yang mengatakan jika dosen dijam ini kosong.


Dan benar saja,dosen dijam ini kosong sehingga diundur sore nanti.


“Doble shittty sial.”Umpat Ave.


Ia menutup kembali pintu kelas dengan lebih keras.Rasa kesalnya kali ini melebihi apapun yang ada di kepalanya.

__ADS_1


BRAKKKK


Karena kebetulan dia juga belum sarapan,i


karena lapar iaa memutuskan untuk pergi ke kantin saja.


Dikantin sambil menunggu pesanannya datang,ia memutuskan untuk menelfon Agra melalui panggilan video


Matanya membulat sempurna saat Agra mengangkat telponnya dan terdengar suara bayi menangis bersautan.


Curiga?Sudah pasti.Ave sangat curiga dengan suara bayi itu.Untuk suara bayi tetangga sangat tidak mungkin,karena Ave tahu betul itu berada didalam kamar Agra.


“Kenapa mata lo kek gitu?”Tanya Agra sedikit gugup.


“Bayi siapa bang?Bukan anak lo kan?”Tufuh Ave dengan tatapan mengintimidasi.Nafa bicaranyapun masih terlihat biasa saja.


“What?Anak gue?Kapan gue kawinnya coba?”Jawab Agra.


“Lalu bayi siapa itu bang?”Teriak Ave kali ini.


Seketika pandangan penghuni kantin tertuju pada Ave.Ave sendiri tidak peduli dengan tatapan penuh tanya dari banyak orang itu.


“Santuy dong!”Jawab Agra tak ngalah ngegas.


Sebenarnya ia bingung harus mencari alasan apa.


Tidak mungkin jika ia katakan anaknya pembantu ataupun tetangga.Ia terlalu merasa kasihan pada bayi kembar itu.


“Nggak usah ngegas bang!Gue kagak budek.”Ketus Ave.


Ave mendengus kesal karena hal itu.Tak lama pesanannya datang.


Ia juga langsung lupa akan perihal suara bayi itu


Jangan ditanya,porsi makan Ave murni menuruni semua porsi makannya Arka.


Banyak tapi tidak gemuk.


Saat ia sedang menikmati sarapannya,ia cukup dikejutkan dengan pemandangan dimana tak jauh darinya terlihat Eshan sedang bergandengan tangan dengan seorang wanita.


Bukan bergandengan tangannya yang membuatnya terkejut,melainkan siapa wanita itu yang membuatnya terkejut.


Keduanya berjalan mendekat kearah Ave.Si perempuan terlihat sangat bahagia,berbanding terbalik dengan Eshan yang terlihat sedikit murung.


Ave pura-pura tidak menyadari kedatangan mereka.Hingga suara gebrakan meja membuat kuah dari makanannya sedikit tumpah kemeja,ia terkejut dan merasa kesal.


Wanita yang bernama Rosa itu memandang Ave dengan pandangan mengejek dan merendakan.


Ave tidak mau berurusan dengan perempuan yang notabenenya tidak penting itu.Ia mencoba memilih untuk menghindar.


Karena bermasalah dengannya hanya akan membuatnya masuk keruangan dosen.


Bagaimana tidak,Rosa merupakan anak salah satu dosen yang mempunyai kedudukan cukup penting didosen itu.


“Mau kemana lo?”Tanyanya sok berkuasa.

__ADS_1


“Shan mata L


lo buta gandengan tangan sama dia?Gue aja yang lihat mata gue langsung gatal.”Ucap Ave.


“Maksud lo apaan?Hah?”Bentak Rosa.


Meskipun awalnya ia enggan berurusan dengan Rosa,tetapi setelah ia berpikir ia tidak mau membiarkan Eshan menjadi boneka cintanya Rosa.


“Emang tadi lo nggak denger apa yang gue ucapin?Periksain tuh kuping takutnya budegnya udah akut.”Ucap Ave santai.


“Bosan lo kuliah disini?Hah?”Teriak Rosa lagi.


Kali ini pertengkaran mereka sudah menjadi pusat perhatian banyak orang.


“Gue nggak takut.Shan ikut gue!Ini kali pertama dan terakhir gue lihat Lo gandengan sama nih ulet.”Ucap Ave lalu pergi dari kantin.Ia tak lupa menarik tangan Eshan agar mengikutinya.


Mereka berhenti diparkiran tempat Ave memarkirkan mobilnya.


Bugh


Ave meninju perut Eshan.Meskipun tidak terlalu keras tetapi pukulan itu cukup terasa diperutnya.


“Dia ngancem pakai nama bokap dia,lah ya gue takut.Gue kagak punya sponsor dibelakang gue.Ya gue nurut aja.”Jelas Eshan.


“Masuk!”Perintah Ave.Eshan menuruti apa kata Ave dan masuk ke kursi samping kemudi.


Pletak


Ave menjitak kepala Eshan dengan keras.


“Auww...sakit ogeb.”Gerutu Eshan sambil mengusap-usap kepalanya yang baru saja kena jitak.


“Lo ada gue ogeb dibelakang lo.Harusnyal ingat sponsor gue banyak.Lo bisa cerita ke gue.Minta tolong kegue.Kagak ada dosanya laki-laki minta tolong sama perempuan.”Jelas Ave.


“Ulangi aja teross!”Lanjutnya masih dipenuhi dengan amarah.


“Cerewet amat sih lo?Heran ya Shakeil bisa gitu betah sama elo."Ucap Eshan.


Ave hanya menyengir kuda karena ucapan itu.


Setiap mendengar nama Shakeil hatinyal langsung bahagia.Kekesalan seperti apapun akan langsung hilang setiap kali mendengar nama Shakeil


JANGAN LUPA,VOTE,KOMENTAR.PLEASE TINGGALIN JEJAK KALIAN.


ALAM LOPHES UTHOR


Nih bang Theo



(Curhat dikit.Author tuh teri.spirasi nama Theo ya karena pak polisi ini.)


Bang Soga


__ADS_1


Anggap sajalah bang Soga visualnya sama kayak yang author tulis.


__ADS_2