
Acara lamaran berjalan lama.Lebih lama saat Ave mengantarkan Adam lamaran dulu.Sebab lamaran Dody hari ini sekaligus memutuskan hari pernikahan Dody.
Dan semua akan dilaksanakan sebulan kedepan.
Setelah lamaran,acara dilanjutkan dengan berbincang-bincang sebentar.
"Sha tanyain kamar mandi mana?"Bisik Ave.
"Mbak Hana kamar mandi mana?"Tanya Shakeil."Ngapain Sha?"Sahut DodyaShakeil menunjuk kearah Ave menggunakan wajahnya.
"Kenapa?Hem?"Tanya Dody lembut.Hana jujur saja terkejut melihat pemandangan itu.Selama ini Dody berbicara lembut hanya padanya.Dan kini dia melihat dengan matanya sendiri Dody bersikap manis pada perempuan lain.
"Abang anterin.Yuk."Tarik Dody.Shakeil dapat melihat aura kecemburuan dimata Hana.Dan Shakeil segera menjelaskan kedekatan dan keakraban mereka.
"Dia pacar aku mbak.dia sudah lama dekat dengan keluarga kami.Maaf sebelumnya,bahkan jauh sebelum bang Dody cerita kalau punya pacar.Jadi jangan cemburu.Rugi sih cemburu sama mereka."Jelas Shakeil.Terlihat raut kelegaan diwajah Hana.
Tak lama keduanya kembali.Ave langsung ikut nimbrung pembicaraan Dody dengan Hana.
Dody merasa kesal karena waktu berduaannya harus diganggu Avr dan Shakeil.
"Mbak,kok mau sih sama bang Dody?Kan tentara yang cakep banyak.Atau mau sama salah satu kakak aku.Mereka ganteng-ganteng banget loh."Tawar Ave.Dia mengedipkan mata kepada Hana berharao Hana mengerti maksutdnya.
Beruntung Hana mengerti maksudt Ave.
"Kamu sih ngomongnya sekarang.Kalau kemarin-kemarin atau tadi sebelum lamaran pasti mbak mau.Kepaksa juga sih sama dia."Jawab Hana smabil menahan tawa melihat wajah kesal Dody.Ave dan Shakeil menahan tawa mendengar obrolan mereka.
"Gantengan juga gue kan mbak?"Tanya Shakeil.Hana mengangguk.Untuk kali ini dia tidak berbohong.
"Janur kuning belom melengking kalee mbak."Canda Ave.
Pletak
Shakeil menjitak kening Ave.Membuat Ave mengaduh kesakitan.Dan menatap Shakeil tajam.
"Melengkung ogeb.Bukan melengking.Dikira suara apa melengking."Ucap Shakeil.Sedari tadi Dody hanya diam saja.
"Elah,beda u sama i doang juga."Sahut Ave.
"Kalian pergi sono.Atau kelak nggak bakalan gue restuin."Ancam Dody."Mulut lo bang."Sungut Shakeil kesal.
Ia segera menarik Ave dari samping Dody.
"Jangan gitu.Omongan adalah doa."Tegur Hana.Dody hanya tersenyum.memamerkan deretan gigi putihnya.
Setelah cukup lama berbincang-bincang rombongan memutuskan untuk pulang.Ave yang mudah akrab dengan siapa saja langsung akrab dengan Hana.
"Mbak kalau mau tanya rahasianya bang Dody,hubungi Ave.Ini nomor Ave."Bisik Ave disamping telinga Hana sambil tertawa.Ave menyerahkan selembar kertas kepada Hana.Hana juga ikut tertawa mendengar ucapan Ave.
"Nggak usah kompor ya."Sarkas Dody.
"Cih.Yuk Sha kita duluan.Pamitannya kita sama yang baru lamaran mah beda."Sindir Ave."Hati-hati mbak.Dia taringnya banyak."Goda Ave.Ia lalu menarik Shakeil untuk berlari.Sebelum mendengar teriakan Dody.
"Afsheen."Teriak Dody kesal."Jangan percaya.Dia emang gitu."Jelas Dody.
"Kayaknya asik dia ya Dy.Boleh jadi teman."Ucap Hana.
"Terserah.Aku pamit dulu."Pamit Dody."Love you."Bisik Dody ditelingan Hana.Membuat wajah Hana terasa panas dan terlihat merah.
__ADS_1
Setelah semuanya pulang,Hana membuka gulungan kertas yang Ave berikan tadi.
'*Jaga bang Dodu mbak.Dia emang temtsra tapi aslinya dia berhati lembek.Dia benar-benar cinta sama mbak Hana.
Gue sayang sama dia seperti sayang gue keabang-abang gue.Jangan cemburu.
Besok kalau ditanya bang Dody isi kertas ini apa,jawab aja nomor telfon gue.Kan ini memang gue beri nomor telpon.
082xxxxxxxxx*'
Ave dan Shakeil langsung tancap gas menuju rumah Shakeil.Waktu sudah sore ia takut orang tuanya bakal bingung memikirkan keberadaan anak bungsunya.
Dan sesampainya dirumah,Ave berniat langsung pulang saja.Tetapi harus diundur karena neneknya Shakeil menahan Ave agar tidak langsung pulang.
"Sha pikiran gue tuh nggak enak banget."Ucap Ave.Wajahnya terlihat gusar.
"Bentar aja Av."Bujuk Shakeil.Ave menghela napas.Akhirnya ia menuruti permintaan neneknya Shakeil.
"Sore nek."Sapa Ave.
"Sore sayang.Kamu cantik sekali.Mirip seseorang."Ucap neneknya Shakeil.
"Siapa nek?"Tanya Ave penasaran."Buk."Sahut Andri.Ia memberikan isyarat supaya tidak memberi tahu.
Neneknya Shakeil tersenyum.Mengelus lembut puncak kepala Ave.Tak lama terdengar suara ponsel berbunyi tanda ada yang menelfon diponsel Ave.Tertara nama Adam dilayar ponselnya.
"Ya bang."Jawab Ave.
"Pulang!Nenek sakit."Ucap Adam."APA?OK.Ave pulang sekarang."Ucap Ave.
Ia harus menunda obrolannya bersama neneknya Shakeil karena keadaan neneknya sendiri yang saat ini sedang berada dirumah sakit.
Ave langsung memacukan gas mobilnya menuju rumah.
30 menit berlalu,Ave sudah sampai dirumah.Ia langsung berlari masuk kedala
Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul.
"Mandi bentar."Teriaknya.Ave mengahapus make up nya dan hanya mandi bebek.15 menit kemudian dia sudah siapa dan bergabung dengan keluarganya.
"Lo mandi apa basuh muka doang?"Tanya Agra.
"Mandi kok mas."Jawab Ave
"Sudah-sudah.Kita langsung kerumah sakit."Ucap Arka.
Jarak antara rumah dengan rumah sakit tidak terlalu jauh,ditambah keadaan jalan yang tidak terlalu ramai membuat mereka sampai lebih cepat.
Dirumah sakit,seluruh anggota keluarga Althaf sudah berkumpul.
Diusia senjanya mama Althaf mengidap penyakit komplikasi.Dan siang tadi mamanya mengalami kambuh dan harus dibawa kerumah sakit.
Padahal minggu lalu masih menemani Adam lamaran.
Ternyata keadaan mamanya Althaf sudah buruk.Harus bersiap menerima segala kemungkinan yang akan terjadi.
Dari 4 bersaudara itu,Agam lah yang paling dekat dengan mamanya Althaf.
__ADS_1
Hingga malam hari keadaan mamanya Althaf belum membaik,karena esok harus sekolah,Althaf meminta Adam untuk pulang dengan adik-adiknya.
Merekapun pulang bersama.Sebelum sampai kerumah,mereka mampir dulu untuk makan.
Keesokan harinya.
Hari ini Ave bertukar motor dengan Agra.Dengan embel-embel kemaren sudah membuatnya sakit hati.Tapi dengan syarat dia harus mengantar Agra kesekolah dulu.
Terpaksa Ave menghubungi Shakeil untuk langsung kesekolah saja.
Agra yang biasa berangkat mepet waktu masuk harus mau berangkat lebih awal.
Agra menghentikan motornya tepat dihalaman sekolahnya.Membuat Ave mencebikkan bibirnya kesal.
"Sengaja banget sih?"Omel Ave.Ave membuka helmnya merapikan penampilan.
Wajah cantiknya membuat sebagian murid sekolah disekolah Agra takjub.
"Bang.Teman-teman lo pada ngiler lama-lama."Ledek Ave sambil cengengesan."Sialan lo."Sahut Agra.
Saat ia mau memakai helmnya lagi,tiba-tiba dia didatangi seorangurid perempuan.Dia Clara.Gadis yang masih berstatus pacarnya Agra,tapi sudah tak Agra anggap pacarnya.
"Lo siapa?Kenapa boncengan sama cowok gue?"Tanya Clara ketus.
Ave menatap Clara dari atas kebawah berulanh kali.
"6 kali yang Gra?"Sahut Ave."Ketinggian.2 juga udah cukup.Sana buruan berangkat!Maua tebar pesona lo?"Tanya Agra ketus.
"Tunggu!"Cegah Clara."Jangan pernah gangguin Agra.Dia cowok gue."Lanjut Clara.
"Ck.Lo lihat nih motor siapa?"Tanya Ave.Clara terkejut melihat Ave menaiki motor yang biasa Agra bawa kesekolah."Motornya gue bawa.Otomatis entar gue pulangnya kerumah dia."Lanjut Ave.Clara membelalakan matanya mendengar ucapan Ave.
Ave mencium pipi Agra lalu meninggalkan sekolah Agra.
Agra hanya diam.Mungkin adiknya bisa ia gunakan untuk membalas Clara.
Tak lama setelahnya,Shakeil datang.Dan langsung menghampiri Shakeil.
Ia sedikit bingung karena tak melihat motor Agra.
"Dibawa adhek gue."Jelas Agra.Lalu keduanya masuk kearea sekolah bersama.
PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.
ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.
JANGAN LUPA VOTE JUGA.
BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.
AVE
SHAKEIL
__ADS_1