Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
40


__ADS_3

Setelah melewati perdebatan cukup sengit,antara keluarga Arka dan Althaf,juga Asen serta Azka.Akhirnya Arka mau mengikuti kemauan mereka semua untuk keluarga menjalani terapi.


Sebenarnya ia juga sangat ingin bisa berjalan lagi,tapi mengingat begitu banyaknya biaya yang harus mereka keluarkan membuat Arka selalu menolak usul itu.


Ia tak mau menjadi beban yang lebih lagi untuk Althaf.Meski sebenarnya Althaf tak pernah merasa sedemikian.


Dan ia memutuskan untuk mengikuti saran mereka setelah mendapat dukungan dari ketiga anaknya.Terutama Agra,anak yang paling manja dan rewel dibanding mereka semua.Memang dibanding anak yang lain mereka masih lebih mandiri,tetapi diantara 4 bersaudara itu,Agralah yang lebih manja.


Agra ikut menyumbangkan suara agar sang mama bisa berjalan lagi.Ditambah semangat dari keluarga dan sahabat yang berjanji akan membantu biaya terapi.


"Agra ingin main lagi dengan mama."Ucapnya."Mama mau ya?"Tanyanya.Akhirnya Arka mengangguk.


4 hari dalam seminggu Arka akan menjalani  terapi.Siapa yang akan menemani bahkan sudah terjadwal sebelum Arka menyetujui akan hal ini.


Benar-benar luar biasa mereka.


Asen dan Azka tidak akan pernah lepas dari terapi itu.Satu orang mendapat jatah satu hari.Dan diluar dugaan,Alvi dan Dean bahkan menyumbang satu hari untuk menemani terapi Arka.Dan satu harinya lagi sudah jelas akan ditemani Althaf.


Sebagai bentuk permintaan maaf,Asen dan Azka akan membantu biaya terapi itu semampu mereka.Dan itu semua sudah jelas dengan sepengetahuan Alvi dan Dean.


Diam-diam,selama ini Arka menjalani bisnis online shop.Ya memang untungnya tidak sebesar gaji Altaf.Tapi setidaknya bisa ia pakaia buat tabungan.


Memang,akhir-akhir ini Arka sudah dapat merasakan adanya sentuhan dibeberapa titik.Dan itu membuatnya semakin semangat.


Hari ini,adalah hari pertama Arka akan menjalani terapi.Anak-anak sudah ia titipkan kepada keluarga Arka.Sebab keluarga Althaf sedang sibuk mengurus bayi Satya yang lahir beberapa hari yang lalu.


Ternyata menjalani terapi semacam ini sangat sulit.Beberapa kali Arka merasa kesulitan.Althaf sendiri yang melihat ikut menangis,ia bahkan tak mengerti seperti apa rasa sakitnya.


Jika bisa,ia ingin menggantikan posisi Arks saat itu.


"Kuat ya Ar?Demi anak-anak."Ucap Althaf agar Arka tetap bertahan.


Arka mengangguk meski air mata tetap menetes.


"Sakit Al.Sakit."Keluh Arka.


"Ingat anak-anak.Gue janji,apapun yang elo minta bakal gue turuti."Ucap Althaf.


Arka menggeleng.Ia tak mau apa-apa.Hanya satu,kebahagiaan keluarganya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hari-hari terus ia jalani.Masih sabar menjalani terapi itu.


Bukanlah uang yang sedikit yang harus mereka keluarkan.Sehingga Arka terus menyemangati dirinya agar cepat sembuh.


Dan tanpa diketahui siapapun,Althaf terpaksa harus meminjam uang kepada bank.Sebab uang tabungan yang ia miliki benar-benar sudah terkuras habis.


Ia tak menyesal karena pengobatan ini sudah menghabiskan uang banyak.Baginya sembuhnya Arka sudah lebih cukup.Sudah lebih dari segalanya.


Dan siang ini,Althaf dibuat terkejut dengan Arka yang menyerahkan buku tabungan yang berisi saldo yang banyak.


Selama ini,Arka menjalankan online shop meski ia tak bisa berjalan.Segalanya ia jalankan melalui ponselnya.


"Gue tahu,lo pinjam uang kebank kan?"Tanyanya lembut.

__ADS_1


Althaf jelas terkejut,sebab ia sudah menyimpannya rapat-rapat.Tetapi mengapa Arka bisa mengetahuinya?


"Gue ini istri lo.Satu-satunya cewek yang deket sama lo sejak jaman lo madih ingusan.Lo lupa,gue adalah orang yang paling ngerti siapa elo?


Ini buat tambah biaya terapi.Nggak banyak.Tapi semoga bisa sedikit membantu.Gue sayang sama elo Al."Ucap Arka tulus.


Althaf langsung memeluk Arka.Ia menangis sambil memeluk sang istri.Ternyata Arka adalah istri yang luar biasa.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


6 bulan berlalu.


Tiba sudah hari dimana Asen dan Azka akan menikah.Seperti cita-cita mereka yang ingin menikah bareng,mulai dari ijab kabul hingga resepsi semua dilakukan dalam satu tempat.


Dengan segala kekurangan Arka,keduanya tetap menempatkan perempuan itu dideretan orang penting dalam hidupnya.


Yang pertama akan menjalani ijab ialah Asen dulu.Lucu,beberapa menit yang lalu saat penghulu bertanya siapa dulu yang akan ijab kabul,keduanya saling lempar jawaban.


Membuat tawa para tamu undangan.Begitu pula kedua pengantin perempuan.


"Suit dah suit aja!"Usul Althaf akhirnya.


Dan yangbkalah Asen,maka dia dulu yang akan mengucap kalimat ijab.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Alviana Andreas binti Andreas Hendrawan dengan mas kawin tersebut TUNAI."Jawabnya lantang.


Dan dalam satu kali tarikan napas kalimat kabul terucap.Dan akhirnya mereka sah juga.


Kebih lucu lagi saat Azka menhawab kalimat ijab.


"Saya nikahkan engkau Muhammad Rafa Azka Putra bin Anto Gunawan dengan Deana Larasati binti Andi Prasetyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar TUNAI."Ucap penghulu.


Sontak membuat semuanta tertawa.Tak terkecuali Dean yang sedikit malu akan tingkah konyol calon suaminya itu.


"Lo jawab dulu Ka pak penghulunya jangan asal SAH aja."Celetuk Arka.Ia terpingkal-pingkal mendengar jawabab Azka barusan.


"Hehe hehe grogi."Jawabnya cengengesan.


"Kita ulangi lagi.Jawab kalimat ijabnya ya mas.Jangan buru-buru langsung SAH aja!"Ucap penghulu.


"Saya nikahkan engkau Muhammad Rafa Azka Putra bin Anto Gunawan dengan Deana Larasati binti Andi Prasetyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar TUNAI."Ucap penghulu.


"Alhamdulilah."Celetuk Azka.


Seluruh tamu undangan benar-benar dibuat sakit perut karena tertawa oleh tingkah Azka.


"Elo belum jawab kalimat ijabnya ogeb udah alhamdulillah aja.Emang lo udah sah?Hem?"Tanya Althaf.Ia juga sedikit geram dengan satu sahabatnya ini yang sulit untuk serius.


Pak penghulupun kelihatan cukup kesal dengan mempelai pria yang satu ini.


Mungkin dalam hidupnya baru kali ini menemui manusia jenis Azka.


Dengan kesal ia memberi peringatan kepada Azka.


"Mas udah dua kali gagal ya,tinggal sekali loh.Kalau gagal lagi nunggu satu tahun."Ancam penghulu itu.

__ADS_1


"Lah kok setahun pak?"Tanya Azka bingung.


"Bisa pecah kepala saya kalau besok masih harus nikahin kamu lagi."Jelas pak penghulu.Terlihat sekali wajah frustasinya.


Azka tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.


Pak penghulu itupun kembali mengucap kalimat ijab.Berharap Azka tidak salah lagi.


"Saya terimah nikahnya dan kawinnya Deana larasati binti Andi Prasetyo dengan mas kawin yang tersebut TUNAI."Jawab Azka.Akhirnya ini tidak salah.


"Bagaimana sah?Sah?"Tanya penghulu itu.


"SAH."Jawab Para tamu yang ada.


"Hore."Seru keempatnya begitu Azka dinyatakan sah.


Para tamu undangan sungguh tidak menyangka dengan sikap ajaib keempat orang itu.


Acara resepsi dilangsungkan usai ijab kabul.


Sehingga saat ini,Asen dan Alvi juga Azka dengan Dean sudah dipajang diatas panggung.


Rasa syukut terus Arka ucapkan tatkala dapat menyaksikan pernikahan kedua sahabatnya itu.


"Keren ya Al resepsi mereka?"Tanya Arka yang duduk dikursi roda disamping Althaf.


"Lo pengen?"Tanya Althaf.Cepat-cepat Arka menggeleng.Baginya apa yang sudah Althaf lakukan selama ini,tidak akan bisa dibandingkan dengan apapun.


"Itu kurai yang ditengah untuk siapa yak?"Celetuk Arka.


Tiba-tiba Althaf menutup Arka menggunakan kain hitam.Lalu mendorong kursi roda Arka menuju atas panggung.


Dipindahkannya Arka kekursi pelaminan yang ada ditengah-tengah Asen dan Azka.


Banyak sekali bahkan hampir seluruh tamu undangan menyaksikan bagaimana seorang Althaf dengan sabar membantu Arka berpindah kekursi pelaminan.


Dan yang lebih indah lagi,disamping kanan kirinya mading-mading terdapat 2 buah kursi kecil,ternyata itu untuk keempat anak Arka.


Air mata membanjiri wajah cantik Arka melihat bagaimana sang suami mempersembahkan ini semua untuknya.


"Sesuai impian kamu kan?Ngadain resepsi bareng kita bertiga."Ucap Althaf.Saat ini ia sedang berlutut dihadapan Arka yang sudah terduduk dikursi pelaminan.


Arka mengangguk.Bahagia,ia sangat bahagia.


'Terimakasih tuan atas segala nikmat semua ini.'Ucapnya dalam hati.


Acara resepsi berlangsung hingga sore hari.


Benar-benar hari yang melelahkan.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2