Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 46


__ADS_3

“Jadi ini alasan kamu ngelamar aku mendadak?”Tanya Ave.Dari nada bicaranya terdengar jelas jika Ave sedang kecewa.


Bagaimana tidak.Lagi,ia harus ditinggal oleh kekasihnya.Tidak,tunangannya yang benar.


Beberapa menit yang lalu Shakeil menjelaskan jika kurang dari setengah bulan ia akan bertugas ketempat yang cukup jauh.


Dan hal itu langsung membuat Ave naik darah.


“Kemana?”Tanya Ave lagi.


Shakeil menghela napas pelan.Untuk mengucapkan dimana pastinya ia ditugaskan rasanya sungguh sangat sulit.


Tadi ia hanya mengatakan jika ia akan ditugaskan ditempat yang 'cukupbjauh’.Entah apa pendapat Ave jika mendengar nama kota tempat Shakeil akan ditugaskan.


“Bang Soga atau bang Theo?”Tanyanya lagi.


“Theo.Makanya aku nitipin kamu keSoga disini.”Jawab Shakeil lirih.


“Tunangan kok dititipin keteman.Yang ada ntar temen kamu itu bakal suka sama tunangan kamu.Atau tunangan kamu yang bakal suka ketemen kamu.Kamu mau?”Ucap Ave.


Kini pandangannya sudah tidak kearah Shakeil lagi.


Shakeil menggeleng dengan cepat.Mana mau dia kehilangan gadis ini.Gadis yang sudah menemaninya sejak nol.


“Tapi aku percaya sama dia.”


Ucapnya.


“Lalu kalau aku yang nggak bisa dipercaya?Bagaimana?”


Seketika Shakeil terdiam mendengar pernyataan Ave.


“Aku sudah bertahan 4 tahun.Ketemu juga belom ada sebulan.Kamunya sudah tugas jauh.”Ucap Ave benar adanya.


“Kemana?”Ulang Ave.Sedari tadi Shakeil hanya diam mendengar setiap ocehan Ave.


“Um...itu. anu...em....emm...”Shakeil bahkan tergagap untuk mengatakannya.


“Sha?”Panggil Ave lembut.


“Lebanon.”Pasrah Shakeil.


JEDUERRRR


Lebanon?Sejauh itu?Lagi?Terpisah jauh?Tidak tahu sampai kapan pula.


Ave hanya diam.Ini yang Shakeil takutkan.Diamnya Ave bukanlah sebuah hal yang bagus.Ia lebih suka diomeli daripada didiamkan.


“Aku pulang dulu.”Pamit Ave.Tanpa menunggu jawaban Shakeil,Ave langsung meninggalkan rumah itu.


Shakeil segera berdiri dan hendak mengejar Ave.Tetapi dicegah oleh Soga yang kebetulan mendengar pembicaraan keduanya.


“Beri dia waktu buat menenangkan pikirannya dulu!”Ucap Soga.Shakeil kembali duduk.


Ave yang keluar dari rumah Shakeil langsung melajukan motornya pulang ke rumah.


Tidak ada yang ingin ia lakukan selain menangis.Ingin sekali dia mengadu pada Agra.

__ADS_1


Ya,semenjak Adam menikah.Ave lebih dekat dengan Agra.Ditambah saat ini Agam dan Meidina tinggal dirumah Verdian.


Semenjak kepergian istri Verdian karena kecelakaan,Adam dan Meidina memutuskan untuk tinggal dirumah Verdian.Meskipun awalnya Arka tolak keras,mengingat Verdian masih mempunyai anak yang butuh akan kasih sayang dan butuh diurus akhirnya Arka mengizinkan.


Begitu sampai rumah,Ave langsung menuju kamarnya.Mengunci diri dikamar.Sama seperti beberapa tahun yang lalu saat Shakeil memutuskan untuk mengambil pendidikan di Magelang.


Drtttt Drtttt Drrtttt


Ponsel Ave bergetar terus menerus.Tetapi tidak ada jawaban karena Ave tak sengaja tertidur setelah menangis lama.


Shakeil semakin merasa gelisah tatkala ponsel Ave tidak ada jawaban saat dihubungi.


Waktunya dirumah tidak lama lagi.Kurang dari setengah bulan.Dan ia tak mau sebelum ia pergi,ia dan Ave bertengkar.


Menjelang malam Ave baru terbangun dari tidurnya.


Ia langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai,ia keluar kamar dengan mata bengkak karena menangis lama dan langsung tidur.


Ia tidak tahu jika disaat itu Shakeil dan Soga sedang kerumahnya untuk memberi penjelasan.


Mata Shakeil membulat sempurna saat melihat penampilan Ave.


Hotpants dan kaos putih yang ketat ditubuhnya.Memperlihatkan lekuk tubuh Ave dengan jelas.


Ia melirik kearah Soga yang tidak berkedip.Shakeil segera berdiri,melepas jaketnya lalu menghampiri Ave yang masih belum sadar akan kedatangannya.


Jaket itu langsung Shakeil pakaikan keAve.Lalu menuntun Ave untuk kembali kekamar lagi.


“Ganti bajumu sebelum Soga meneteskan air liurnya setelah melihat kamu!”Perintah Shakeil sambil mendorong Ave masuk kedalam kamar.


Diluar kamar, Shakeil meerasa sangat kesal dan Soga.


“Sekali lagi Lo liatin calon bini gue kayak giti,gue potong barang berharga lo untuk masa depan Lo itu.”Bisik Shakeil.


Soga seketika menutupi barang berharganya dengan kedua tangannya.


“Dasar gila.”Ucap Soga.


Tak lama keluarlah Ave dari kamar.


“Ada apa kesini?”Tanya Ave dingin.Bukan hanya Shakeil,Soga juga menghela napasnya mendengar ucapan Ave.


“Lo udah tahu alasan Shakeil memilih ditugaskan di Lebanon?”Tanya Soga.


Ave mengernyitkan dahinya.Memilih?Jadi dia sendiri yang memilih.


“Itu karena setelah dari Lebanon dia kagak mau dikirim keperbatasan lagi.”Jelas Soga.


Ave menghembuskan napasnya kasar.Ia selalu menjadi pihak yang tersudutkan setiap kali ia marah jika harus menjalani hubungan jarak jauh ini.


“Karena Lo nggak pernah tahu gimana rasanya jauh dari orang yang paling Lo sayang bang.


Indonesia-Lebanon.Lo tahu seberapa jauh?Lo tahu seperti apa disana?


Dan Lo nggak tahu gimana rasanya nahan rindu pengen ketemu tapi kagak bisa.

__ADS_1


Ya,gue emang egois.Gue terima kalau mau dikatakan egois.Gue nggak berkilah.


Ok.Mau gue nolak sekeras apapun bukankah Lo bakal tetap berangkat kesana kan Sha?


Gue kasih restu.Baik-baik disana dan jaga diri baik-baik!Gue nggak mau nyuruh Lo jaga hati lo,disana jauh.Gue sendiri bahkan nggak bisa memastikan apa gue bisa jaga hati gue kalau orang yang gue sayang selalu saja jauh.”Jawab Ave.Ia lalu berdiri dan keluar dari rumah.


Ia menangis sejadi-jadinya ditaman depan rumah.


Shakeil segera menyusul Ave.Ia tak mau,Ave jadi salah paham karena hal ini.


“Av.”Ucap Shakeil.


Ave tak peduli.Tangisnya tak terbendung lagi.Ia langsung memeluk Shakeil erat.


“Gue takut Sha.Disana rawan.Dan gue nggak mau elo kenapa-kenapa.Lo tahu itu?”Ucap Ave disetla tangisnya.


“Iya.Gue tahu.Tapi gue lebih memilih ini untuk pertama dan terakhir kali gue dikirim keperbatasan yang teramat jauh.Lalu setelah itu selalu ada disamping kamu.”Ucap Shakeil.


“Aku janji Av.Ini yang pertama dan terakhir.”Janji Shakeil pada Ave.


Tak jauh dari mereka,Soga menyaksikan hal itu.


Hatinya mencelos melihat kejadian itu.Ia yakin betul,kedua orang itu adalah orang yang benar-benar saling menjaga perasaan satu sama lain.


Meskipun Ave berkata tidak janji bisa menjaga hatinya,pada nyatanya hatinya memang hanya untuk Shakeil.


'Ck.Bahkan mimpipun tidak akan pernah bisa untuk sedikit masuk kedalam hidupmu Av sebagai seseorang yang lebih dari sekadar teman.’Pikirnya dalam hati.


Ia tak tahu rasa apa yang ia rasakan pada Ave.


“Sorry.Gue tadi emang rada ketus sih ngomongmya.”Sahut Soga.


“Lo kalau ngomong emang kagak difilter bang.Nggak yakin gue akan kayak gimana jadinya kalau Shakeil nitipin gue ke elo bang.”Ucap Ave.


Seletika mata Soga membulat sempurna.Bagaimana ia akan menepis rasa ini kalau ia dititipin makhluk satu ini.


“Gue takut suka sama calon bini Lo Sha.”Jujur Soga.”Bahkan gue sekarang sering rasain hal aneh kalau lihat calon bini lo.”Lanjut Soga.


Menurutnya jujur lebih baik.Daripada disembunyikan semakin menyiksa.


“Ya kalau Ave balas perasaan elo gue bisa apa?”Jawab Shakeil santai.


“Sumpah.Salah banget gue jujur sama elo kampret.”Jawab Soga kesal.


“Emang ada kemungkinan tuh bocah balas rasa gue?”Lanjut Soga.


“Kagak lah.Nama dihati gue cukup Shakeil.”Kini Ave memberi suara.


“Ya Allah.Berilab Baim kesabaran hati dalm menghadapi dua orang gila ini.”Ucap Soga sambil menengadahkan tangannya.


“Amin.”Ucapnya lagi mengamini ucapannya sendiri.


Jangan lupa vote,komentar dan like.


maaf episode ini rada gabut


hampir kehabisan ide kalau nggak up ya gimana dong.

__ADS_1


maaf ya.


__ADS_2