
Adam dan Meidina saling bertukar nomor telfon saat pertemuan kemarin.Keduanya memutuskan ingin saling memwngen sebelum keduanya menikah.
Adam yang memang belum pernah jatuh cinta benar-benar dibuat hampir gila dengan candaan-candan serta gombalan Meidina.
Sedangkan Meidina sendiri yang memang suka menggoda Adam tak kalah bahagia bisa bertemu laki-laki semacam Adam.
'Benar-benar polos'Pikirnya.
Sudah satu minggu berlalu sejak pertemuannya dengan Meidina.
Hari sabtu seperti ini mejadi hari yang sangat disukai oleh keempat anak Arka.Bisa rebahan dan yah bisa bersantai dirumah sepuasnya.Juga begadang sampe dini hari nanti malam.
Tanpa diketahui suami juga anaknya,Arka sudah menyiapkan acara makan-makan dirumah Azka nanti malam.
Setelah menikah Azka,Asen,dan Althaf memutuskan untuk mencari rumah disekitar perumahan yang luas.Dan berjarak tidak terlalu jauh.
Dan diwaktu siang seperti ini,Arka tiba-tiba teringat akan perjuangan dulu saat belajar berjalan.
Flashback on
Sudah hampir dua tahun Arka menjalani terapi untuk kakinya.
Dan hari ini adalah hari pertama ia akan blajar berjalan tanpa menggunakan alat bantu.
Ditemani suami,anak dan sahabat serta para istri mereka Arka menjadi lebih semangat dalam melakukan terapi.
"Al,nanti pas gue belajar jalan apapun yang terjadi lo tetep disini ya.
Asen,Azka jaga laki gue buat enggak lari kearah gue!"Ucap Arka sebelum ia berganti pakaian terapi.
"Asiap."Jawab keduanya.
"Dean,Alvi gue nitip anak-anak gue ya selama terapi."Ucapnya.Dean dan alvi lantas mengangguk.
Tak lama setelah salah seorang perawat mendorong kursi roda Arka keruang ganti.Keluarlah Arka yang sudah menggunakan pakaian khusus terapi.
Pada awalnya ia dibantu berdiri oleh 2 orang terapis yang membantu Arka selama ini.
Tetapi kemudian Arka melepaskan pegangan pada terapis itu.
Rasa sakit ia tahan sebisa mungkin.Sedikit-sedikit ia belajar berjalan.
Jika merasa tak mampu,ia akan berpegangan pada tembok.
Arka terpaksa mmnangis karena rasa sakit yang sudah tidak bisa disembunyikan.
Althaf sendiri merasa kasihan melihat wanita yang ia cintai harus menahan rasa sakit sedemikian.
Ia juga ikut meneteskan air mata.Sungguh ia tak tega melihat Arka kesakitan seperti itu.
Setelah hampir 2 jam menjalani terapi.Arka kembali didudukkan dikursi roda.
Althaf segera menghampiri dan memeluk Arka.
"Gilak sabar banget teman kamu Ka."Ucap Dean.
"Iya.Sayang banget ma bininya."Sahut Althaf.
"Gue juga seperti itu kok."Koor Asen dan Azka.Lalu berhigh five.
Alvi dan Dean mencebikkan bibirnya.Mereka merasa jengah dengan sikap percaya diri yang luar biasa pada diri suami mereka.
Keempatnya lantas ikut mendekat keArka dan Althaf.
Setelah dari tempat terapi,mereka menyempatkan untuk makan disalah satu rumah makan yang terletak tak jauh dari tempat terapi.
Banyak yang mereka obrolkan.Saling bertukar cerita saat mereka terpisah hampir 9 tahun.
"Kalian tahu,pas hamil kembar nih bocah jadiin Perdian sebagai mangsa buat ia jadi babunya 3 hari.Melakukan hal-hal aneh yang gue yakin kalau kalian ada pasti kalian ketawa sampe perut kalian sakit."Ucap Althaf.
__ADS_1
"Apa aja emang?"Sahut Azka antusias.
"Perdian diminta datang keBandung.Lah pan Klaten keBandung jauh."Jelas Althaf.
"Lalu apalagi?"Ucap Asen cepat.Kini tidak ada lagi sakit hati diantara mereka semua.Yang ada hanya rasa ingin saling membahagiakan.
"Gue sama Perdian disuruh nyolong mangga kudu nyolong.Terus yang ada diujung komplek.Dan lagi Perdian kudu manjat sendiri."Terang Althaf.Semuanya lantas tertawa.
"Pas mau balik nggak sengaja gue atau Perdian yak nginjak ranting pohon.Dan kita dikejar anjing.Jauh banget.Berasa mo putus nih napas."Lanjut Althaf.
"Lagi,pas gue kerja.Perdian disuruh beliin mie ayam yang bikin kudu Perdian sendiri.Terus entah lupa gue sama syarat yang lainnya."Jelas Althaf lagi.
"Vi besok kalau hamil minta yang aneh sama laki kita ya?"Ucap Dean.
"Kalau mau tanya yang seaneh apnpun itu,hubungin gue."Sahut Arka.
Dan benar saja Alvi dan Dean,benar-benar memita segala sesuatu yang sulit.Yang membuat keduanya jungkir balik buat menuruti mereka.
Bayangkan saja,Alvi meminta jeruk bali yang kudu dipetik dari Bali langsung.Lalu Alvi juga pernah meminta Asen untuk berlari keliling komplem menggunakan dasternya yang berwarna pink dan bergambar teddy bear.Ia harus rela ditertawakan oleh ibu-ibu komplek.
Sedangkam Dean,ia pernah meminta Azka untuk berdandan ala pengantin jawa tetapi yang mempelai perempuan.Kemudian ia harus bernyanyi mengikuti dangdut gerobak keliling komplek.Dan hal itu ia harus mendapat ijin dari penghuni komplek.
Flashback off
Arka meneteskan air mata saat mengingat seperti apa sulitnya ia berjuang kala itu.
Adam yang kebetulan lewat disamping Arka lantas mendekat kearah Arka.Bertanya apa yang tengah dirasakan sang mama.
"Ma,mama kenapa?"Tanya Adam.Arka cepat-cepat mengusap air matanya.
Arka tersenyum dan menggeleng.
Tetapi Adam adalah anak yang peka.Ia tahu mamanya tidak sedang baik-baik saja.
"Ma,Adam udah besar loh.Mama kira Adam percaya gitu kalau mama bilang nggak pa-pa padahal mama menangis?Cih."Jawab Adam.
"Mama cuma teringat saja saat mama belajar berjalan dulu.Dan teringat betapa sabarnya papa kamu terhadap mama."Jujur Arka.
Arka tersenyum lagi.Tidak menyangka anaknya sebegitu ingin tahunya kisah cintanya dulu.
"Kamu tanya papa kamu.Kalau dia nggak mau cerita bilang aja mama yang suruh."Ucap Arka.Adam mengangguk.Kemudian beranjak untuk mencari kebaradaan papanya.
Ia sudah berkeliling rumah,tetapi tak menemukan keberadaan papanya.Jujur saja ia sedikit kesal.Bagaimana tidak,ia sudah lelah berkeliling rumah tetapi papanya tidak ada.
"Ntar aja dah."Gumamnya.
Lalu ia duduk disofa yang terletak didepan televisi.
Ia menghidupkan ponselnya.Ada beberapa pesan dari Meidina.
*Meidina*
'Ternyata menahan lapar bukanlah apa-apa dibanding menahan rasa yang satu ini ya?'
Membaca pesan itu Adam mengerutkan dahinya.Ia benar-benar belumengebelum maksudt Meidina.
*Adam*
'Maksudtnya?'
*Meidina*
'Iya.Menahan lapar beratnya tidak sebanding dengan menahan rindu.'
"Njirrr.Digombalin cewek gue."Ucap Adam.Ia berpikir dengan keras bagaimana ia harus bisa membalas gombalan calon istrinya itu.
Ia yang tidak pandai menggombal harus mencari digogle untuk mendapatkan gombalan yang cocok.
Ck.Benar-benar buruk.Coba saja ia bertanya pada Agam atau Agra yang memang lebih berpengalaman.Tentu ia akan mendapatkan banyak gombalan tidak penting dari keduanya.
__ADS_1
Secara,keduanya adalah playboy yang menurun dari papanya.
*Adam*
'Gue nggak butuh dan nggak suka yang basa-basi.'
Kali ini Meidina yang dibuat kelabakan untuk mencari maksudt dari pesan Adam
Menyerah.Dan akhirnya ia bertanya apa maksudtnya.
*Meidina*
'Apa sih Dam?'
*Adam*
'Karena gue maunya cepat-cepat resepsi.'
Membaca pesan itu Meidina guling-guling sendiri diatas kasurnya.Huh rasanya sungguh bahagia.
*Meidina*
'Belajar ngegombal dari mana pak?'
*Adam*
'Dari yang bertanya.'
'Gimana gue nggak gombal coba,tiap hari gue digombalin sama calon istri.'
*Meidina*
'Jangan cuma belajar ngegombal.'
'Belajar cintai gue juga mungkin?'
*Adam*
'Ogah.'
'Guue maunya belajar kalimat kabul didepan penghulu kelak seperti apa.'
Sifat jahil Adam mulai keluar terhadap Meidina.
Meidina sendiri membaca pesan terakhir Adam terus melongo.Tak percaya jika Adam bisa sereceh itu dalam ngegombal.
*Meidina*
'Gombalanmu Dam.Receh banget.'
*Adam*
'Biar.Yang penting perasaan gue ke elo nggak sereceh itu.'
Adam terus melontarkan kalimat-kalimat yang membuat Meidina bingung sendiri harus membalas seperti apa.
Dan Adam,ia puas bisa membalas Meidina.
Setiap berkirim pesan dengan Meidina,Adam selalu senyum-senyum sendiri.Afsheen sudah memperhatikan kakak sulungnya itu beberapa hari.Dan memang ada yang aneh dari Adam beberapa hari ini.
"Kesambet lo bang?"Tanya Afsheen.Sibuk berkirim pesan dengan Meidina,ia tak menyadari Afsheen sudah duduk disampingnya sejak tadi.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
NGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
__ADS_1
LOPES KALIAN SEMUA