
“Ave.”Teriak Dody.
Ave menoleh.Dari matanya terpancar ajan rasa sakit yang mendalam.
Tak lama Ave pingsan ditempat itu juga.
“Ave.”Teriak Amel melihat calon menantunya itu.
Tidak ada yang tahu penyebab Ave tiba-tiba pingsan.
Dody segera membopong Ave menuju kamar Shakeil.Sembari menunggu kedatangan dokter,Dody ingin bertanya pada teman-temannya apa yang sudah terjadi.
“Nggak tahu Dy.Adik kamu datang,terus berdiri disana dan tiba-tiba dia jatuhin nampan dan gelas itu.”Jelas Dimas.
“Iya Dy betul itu.Kita aja bahkan sampai kaget.”Sahut Ari teman Dody yang lain.
Dody mengusap wajahnya kasar.Lalu apa yang harus ia katakan pada keluarga Ave nanti?
“Dy,Ave tiba-tiba demam tinggi.Wajahnya penuh dengan keringat.Wajahnya seperti orang panik.Tetapi ia tidak sadar.”Ucap Andri.
“Ari siapkan mobil Lo.Dy,kita bawa adik lo kerumah sakit sekarang!”Ucap Dimas.
“Dan yang lain,mending kalian pulang! Kapan-kapan kita lanjut.”Ucap Dimas sigap.
Dody dan Dimas segera berlari kekamar Shakeil,keduanya membopong Ave untuk masuk kedalam mobil yang disiapkan Ari.
“Om sama tante temani dia bersama Ari.Saya dan Dody akan menyusul dari belakang.”Ucap Dimas.Mereka mengangguk.
Kemudian mobil yang Ari kendarai melesat menuju rumah sakit terdekat.
“Ini rumah sakit Dy.Lo pamit sama bini Lo dan anak lo nggak bisa diajak.”Ucap Dimas.
“Sudah segera susul mereka.Takut kenapa-kenapa lagi.”Sahut Hana dari dalam rumah.
Dimas bisa menyusul mobil yang Ari kendarai.Dan tak lama mereka tiba dirumah sakit.
Cukup lama mereka kudu bersabar didepan pintu UGD.Hingga dokter UGD keluar dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Bagaimana dok?”Tanya Dody cepat.
“Menilik bagaimana keadaan pasien sekarang,sepertinya pasien mengalami shock yang berat.Tubuhnya bereaksi berlebihan karena tidak siap menerima keterkejutan itu.Dan berakhirlah pasien sedemikian.
Maaf kalau boleh tahu,pasien terkejut karena hal apa?”Tanys dokter itu.
Mereka saling pandang.Karena merekapun tidak tahu kenapa Ave bisa pingsan tiba-tiba.
“Maaf kami tidak tahu dok.Karena tiba-tiba dia terduduk lalu pingsan begitu saja.”Jawab Dody.
“Apa anda orang tuanya?”Tanya dokter itu lagi.
__ADS_1
“Kami akan segera memberi tahu keluarganya.Secepatnya mereka akan menemui anda jika memang ada hal yang harus disampaikan.”Sela Dody.Dokter tersebut mengangguk.
Dilain sisi,
Saat ini Arka sedang duduk manis bersama Althaf dan anak Adam,kebetulan Adam dan Meidina sedang berkunjung kerumah Arka.
Tak lama terdengar suara ponsel Althaf berbunyi.Melihat nomor sipemanggil Althaf sempat menaikkan sebelah alisnya.
Sedikit bingung kenapa calon besannya itu tiba-tiba menelpon.
“Hallo.”Jawab Althaf.
“...”
“Apa?Baik saya akan segera kesana.”Jawab Althaf.Wajahnya langsung berubah panik dan cemas.
“Ada apa pa?”Tanya Arka.
“Ave pingsan dan sekarang dia dirumah sakit.Kita harus segera kesana.”Jawab Althaf.
“Meidina,kamu dan cucu papa dirumah saja.Adam biar menemani kami.”Titah Althaf.Meidina mengangguk paham.
Setelah menempuh perjalanan hampir 45 menit mereka sampai dirumah sakit.Mereka langsung menuju IGD.Terlihat disana Dody,Andri dan Amel sama bingung dan khawatirnya dengan kedua ornag tu Ave.
“Mas.”Panggil Arka pada Andri.
“Apa yang terjadi mbak,mas?”Tanya Arka.
Saat kami melihat Ave sudah terduduk lalu tak lama ia pingsan.”Jelas Amel dengan disertai derai air mata.
Althaf memijat pelipisnya.Cukup pusing karena satu-satunya kunci adalah Ave.
Tak lama Dimas dan Ari datang menyusul.Sebelumnya ia sedang bertemu dengan Andi salah seorang teman Dody.
“Maaf terlambat.”Ucap Dimas.
“Dy bisa ikut sebentar?”Tanya Ari hati-hati.Dody mengangguk lalu mengikuti Dimas dan Ari yang berjalan sedikit menjauh dari pintu IGD.
“Lo pernah bilang dia calon bininya adik Lo kan?”Tanya Ari.Dody mengangguk.
“Adik Lo ditugasin kemana?”Tanya Dimas.
“Lebanon.”Jawab Dody singkat.
“Maaf sebelumnya nih ya.Kayaknya calon adik ipar Lo pingsan karena mendengar kabar jika Lebanon sedang dalam masa puncaknya perang saudara itu.”Lirih Dimas sangat hati-hati.
Dody seketika menatap kearah Dimas seolah meminta penjelasan akan maksud perkataan Dimas barusan.
“Tadi Andi,sedang membuka YouTube dan kita membicarakan perihal perang saudara di Lebanon yang sedang memanas.Lalu diyoutube itu mengatakan jika banyak tentara Indonesia yang gugur.
__ADS_1
Dan mungkin karena hal itu calon adik ipar lo terkejut lalu ya itu tadi,pingsan.”Sahut Ari.
Ya itu memang benar, beberapa jam yang lalu saat ia sedang berjalan menuju ruang tamu,sayup-sayup ia mendengar suara dari ponsel salah seorang teman Dody yang ternyata sedang membuka YouTube.
Ia mendengar jika diLebanon perang saudara itu semakin memanas.Dan saat dimedan perang banyak tentara Indonesia yang gugur.
Apalagi tentara-tentara baru yang baru pertama kali tugas kesana.Sebagian besar bahkan tumbang.
Seketika tangan Ave terasa lemas.Air mata mengalir begitu saja.Lutut kakinya seakan tak bertulang.Ia terduduk lemas dilantai.
Pikirannya menerawang jauh perihal keadaan Shakeil.
Terakhir mereka komunikasi dan saling bertukar kabar adalah seminggu yang lalu.Saat Ave mengatakan jika bulan depan ia akan diwisuda.Oa juga mengatakan tanggal serta harinya.
Ave baru ngeh akan jawaban Shakeil yang sebenarnya terasa mengganjal.
“Selamat ya Av.Aku bangga banget sama kamu.Aku turut senang akan keberhasilan kamu.”Ungkapnya.Karena terlalu senang Ave tidak menyadari akan jawaban Shakeil yang tidak mengatakan apakah ia akan pulang atau tidak.
“Koas dimana?”Tanya Shakeil.
“Huh.Surabaya.Seminggu setelah wisuda gue langsung gas Surabaya.”Jelas Ave dengan disertai helaan napas yang berat.
“Sabar.Nungguin aku aja kuat.Lalu kenapa gitu aja ngeluh?”Hibur Shakeil.
Shakeil adalah manusia yang selalu bisa mengerti akan kondisi hati Ave.
“Ya udah bye.Selamata malam sayang.”Ucap Ave lalu mematikan sambungan telpon.
Dody segera kembali kedepan pintu IGD.Ia membuka YouTube dan memulai pencarian seperti yang Dimas katakan.Ternyara benar,disana sedang ada perang saudara yang sedang memanas.Sehingga banyak tentara Indonesia yang gugur.
Mendengar itu tangis Arka semakin pecah.Ia tak menyangka jika putrinya juga akan merasakan bagaimana rasa sakit saat kehilangan orang yang paling ia cintai.
Ia kira cukup dirinya saja dulu yang terluka karena harus kehilangan cintanya dengan mendadak.
Ternyata putrinya pun juga merasakan hal yang sama.
Satu hal yang membuat dada Arka semakin terasa sesak orang yang meninggalkan putrinya masih memiliki hubungan darah dengan orang yang dulu meninggalkannya.
Arka kehilangan kesadaran.Ia pingsan karena dadanya terasa semakin sesak.
“Arka,Arka.”Panggil Althaf.Dia juga ikut menangis meratapi nasib putrinya.
Ia merasa Dejavu dengan keadaan seperti ini.Ia teringat bagaimana hancurnya Arka saat dulu ia kehilangan orang yang ia cintai.
Ia juga tahu betapa hancurnya hatinya saat ia harus berjauhan dengan Arka usai melahirkan Ave.
Sejatinya berpisah dengan orang kita cintai sangatlah menyakitkan.Entah itu berpisah untuk selamanya atau hanya beberapa saat.
Cukup lama Arka pingsan.Hampir 4 jam ia baru tersadar.Tangisnya kembali terisak saat ia teringat Ave.
__ADS_1
Arka langsung beranjak dari brankar dan berlari menuju ruang rawat Ave.
Masih sama.Anak itu masih nyaman dengan tidurnya.Entah ia bermimpi apa,yang jelas wajahnya terlihat damai.