
"Mas lo kenapa?Lo sakit?"Tanya Ave.Ia bingung dengan sikap Agra yang tumben motor kesayangannya itu dengan senang hati dipinjamkan sama Ave.
Padahal kasus terakhir dan belum lama ini,Ave nyungsep bareng motor itu.Dan hasilnya Agra ngomel-ngomel sepanjang hari.
Agra kini berubah menjadi sebal.Ia berusaha agar adiknya tidak marah lagi,ekh malah ngira kalau dia sakit.
Kan anjay.
"Lo kira gue sakit apaan?Hah?"Jawab Agra sewot.
"Yeee biasa aja itu bibir kagak usah dimonyong-monyongin juga.Pengen gue kucir rasanya.Hahahahah"Ave tertawa puas setelah mengatakan hal itu.
4 bersaudara itu selalu dengan mudah lupa akan pertengkaran mereka beberapa saat yang lalu.
Bagi mereka yang sudah berlalu ya sudah.Lupakan saja.
"Lo udah kagak marah sama gue?"Tanya Agra.
"Marah kenapa?"Sahut Arka yang sedari tadi sudah menyaksikan obrolan keduanya.
"Tauk tuh ma.Perasaan nih ya ma,Ave kagak pernah marah sama mas Agra.Apa mungkin tadi dia ngimpi kalau Ave marah sma dia ya ma.Haduh mas,mas.
Ekh bentar,jangan bilang ini soal semalam?"Tanya Ave
Agra mengangguk.
"Semalam kenapa?"Kini giliran Althaf yang bertanya.
Ave menarik napasnya dalam-dalam.Ia sangat tidak bisa menjelaskan hal semacam itu pada kedua orang tuanya.
Sehingga ia bersiap-siap untuk kabur dan segera pergi dari rumah.
"Ave berangkat ya ma,pa.Tanya aja sama mas Agra.Bye bye sayang-sayangkuh."Ucap Ave lalu berlari meninggalkan mereka.
Pandangan Arka dan Althaf beralih keAgra.Agra sendiri hanya bisa cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang bahkan tidak gatal.
"Tidak boleh kabur."Peringat Althaf saat Agra hendak melangkahkan kakinya.Agra menghela napas pasrah.
Adam dan Agam juga Meidina tertawa melihat bagaimana Ave meninggalkan Agra begitu saja dan terpaksa kini Agra harus berhadapan langsung dengan kedua orang tuanya.
"Sarapan dulu pa,ma.Takutnya nanti Agra nggak kuat pas cerita karena belom sarapan.Heheheh"Bujuk Agra.
"Agra-Agra,kenapa kamu menuruni sifat papa kamu yang selalu saja mencari alasana ketika ditanya orang tua sih?"Sahut Arka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kok aku sih ma?"Tanya Althaf.Kini Arka dan Alrhaf sepakat mengganti panggilan mereka dengan 'mama-papa'.
"Hla siapa lagi?Orang kamu papanya kok."Jawab Arka ketus."Tapi papa nggak kayak gitu ma.Papa itu baik dan tidak sombong."Bangga Althaf.
"Tapi playboy,dan itu semua papa turunkan sama Agam dan Agra.Beruntung Ave yang perempuan menuruni sifat setia mama.Begitu juga Adam."Jelas Arka.
Kini justru Arka dan Althaf yang terlibat pergengkaran.
__ADS_1
Anak-anak dan menantunya selalu merasa heran kenapa kedua orang tua itu selalu saja bertengkar seperti pengantin baru.
Tapi justru iulah yang membuat mereka bisa saling menjaga perasaan masing-masing.
"Hya saking setianya si Ave masih SMP sudah kenal pacaran dan bertahan sampai sekarang."Sungut Althaf."Loh bagus dong.Daripada sejak kecil sudah jadi playboy.Wlek."Arka akhiri dengan memeletkan lidahnya.Membuat Althaf benar-benar kesal.Lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Dam,mama sama papa lucu ya romantisnya."Ucap Meidinya.Adam memincingkan mata mendengar ucapan Meidina.Romantid dari hongkong?Saban hari berantem kek gitu juga dibilang
romantis.
"Dam,aku mau buah durian tapi yang durinya ganjil."Ucap Meidina tiba-tiba.Adam merasa shock mendengar permintaan aneh itu.
"Mei,harus gitu dihiting durinya?"Tanya Adam pasrah.
"Iya.Didepan aku ngitungnya."Jawab Meidina antusias.
Seketika Adam meluruhkan badannya dan terduduk dilantai.Akhir-akhir ini Meidina sering sekali minta hal-hal yang aneh.
"Ini itu bukan musim durian,dan lagi selesai ngitungnya sampai kapan coba Mei."Jawab Adam.
Meidina mengerucutkan bibirnya.Lalu meninggalkan Adam begitu saja.
Adam guling-guling dilantai karena sikap Meidina itu.
"Adam kamu kenapa?"Tanya Arka yang kebetulan lewat.
"Ma,masa' Meidina minta durian yang durinya ganjil."Keluh Adam.Aka tertawa mendengar ngidam menantunya itu.
Adam semakin kesal.Bukannya dibantu ia malah semakin diejek.
Adam lalu mengahampiri papanya.Berniat meminjam mobil milik Althaf.
"Semangat aja.Ini juga demi anak kamu."Ucap Althaf sebelum menyerahkan kunci mobil pada Adam.
Adam segera tancap gas untuk mencari durian ditoko buah.Akan menjadi hari yang melelahkan baginya.
Disekolah Ave,
Sejak pagi hingga isturahat kedua ini Ave dibuat badmood karena pagi tadi dikolong mejanya dipenuhi sampah plastik dan kertas entah milik siapa.Tak tanggung-tanggung ia harus mengambil beberapa kantong plastik untuk membuang sampah-sampah itu.
Brakkkkkkk
Ave menggebrak mejanya keras.Dan menjadi pusat perhatian semua penghuni kelas.
"Kalau ada yang kasih tahu siapa yang naroh sampah dikolong meja gue....."Ucap Arka menggantung sambil menarik napas dalam.
"Satu minggu makan gratis dikantin gue yang bayarin."Ucap Ave.Semua diam,tetapi hanya beberapa detik.
Detik berikutnya,mereka sudah berebut untuk memberitahu ssipa pelakunya.
"STOPPPP.Giliran makan aja cepet-cepetan.Ok.Karena kalian berebut besok satu kelas gue traktir dikantin.Dan bilang siapa orangnya!"Ucap Ave menggebu-gebu.
__ADS_1
"Isma.Anak kelas X tepatnya X3 dan setahu gue dia adiknya Irma."Sahut salah seorang teman sekelas Ave yang bahkan tidak pernah peduli tentang urusan orang lain.
BRAKKKKKK
Ave menggebrak meja lagi.Kali ini leboh kerainDan membuat banyak murid yang kaget terlonjak.
"Gita,Manda ikut gue."Ucap Ave.Keduanya mengikuti langkah kaki Ave.
Gita dan Manda memberi kode pada teman sekelasnya untuk ikut membantu Ave.Akhirnya beberapa dari mereka semua berjalan menuju kelas Isma.
Ave berjalan dengan tatapan penuh kekesalan.Hampir 3 tahun bersekolah disana ini adalah kali pertama Ave mendapat perlakuan sedemikian.Sungguh,penghinaan.
Ave berulang kali menghirup napas dalam-dalam berusahan agar ia tidak terpancing emosi.
Ceklek
Ave membuak pintu kelas.Terlihat Isma sedang duduk bercengkrama dengan seorang siswa laki-laki disampingnya.Ave berjalan menuju meja Isma.Ia tersenyum kecut melihat Isma yang berusaha tenang.
"Lo Isma?"Tanya Ave dengan suara yang sangat dingin.Anak itu mengangguk.
"Punya masalah apa lo sama gue?Lo bosan sekolah disini?Lo baru ya disini,masih kelas X.Tapi lagak lo udah kayak senior aja."Ucap Ave.Emosi yang coba ia tahan akhirnya perlahan keluar juga.
"Gue nggak punya masalah sama lo.Tapi pacar kakak gue pernah lo rebut dari dia.Dia sedih sampai sekarang.Makanya gue pengen balas dendam sama lo."Jawabnya enteng.
BRAKKKKKKKK
Ini sudah ketiga kalinya dalam sehari Ave menggebrak meja.
Isma sedikit terlonjak karena terkejut.
"Pacar kakak lo yang bilang kalau dia suka sama gue.Peduli apa gue sama tuh cowok banci.Cowok gue jauh lebih diatas dari cowok banci itu.Gue peringatin,elo cari masalah lagi.Lo lihat perhitunamgan dari gue.NGERTI!"Bentak Ave keras.
Isma sontak menjambak rambut Ave.Ave tak terima ikut menjambak Isma.Benar-benar seperti anak TK keduanya.
Bukannya dilerai mereka-mereka yang melihat justru bersorak-sorak.Bak melihat tontonan gratis.
Kebetulan guru lewat,ia menegur Ave dan Isma.Keduanya dibawa guru itu keruang BK.
Dan diruang BK mereka saling membela hingga membuat guru BK mereka menjadi pusing sendiri.
"STOP!"Teriak guru BK itu.Keduanya lantas diam."Kalian harus memanggil wali kalian sekarang.Pusing bapak mikirnya."Ucap guru itu.
Ave dengan cepat menghubungi kakak-kakaknya tetapi satupun tidak ada yang bisa dihubungi.Ia mendengus kesal.Ditambah saat ini Isma sudah bisa menghunungi papanya,dan secepatnya bakal datang kesekolah.
Dengan takut ia bergantian menghubungi kedua orang tuanya.Dan hasilnya,mereka juga tidak bisa dihubungi.
***PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.
ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.
JANGAN LUPA VOTE JUGA.
__ADS_1
BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL***.