Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 12


__ADS_3

"Agra tadi siapa?"Tanya Clara sambil berusaha mengejar Agra."Lalu 6 dan 2 itu apa?"Tanya ya lagi.


"6 nilai lo dari dia untuk lo.Dan 2 nilai dari gue buat lo.Karena gue rasa 6 itu terlalu tinggi"Jawab Agra santai."Lo pacar gue Gra.Harusnya tadi lo belain gue dari bocah ingusan tadi."Jawab Clara.Bahkan ia masih sempat-sempatnya menghina Ave.Agra memutar bola matanya jengah.


Gadis didepannya ini,selalu saja menghina orang yang tidak ia suka.


"Lalu dia siapa elo?Kok bawa motor lo?"Ulangnya lagi."Lo selingkuh Gra?"Tanyanya.


Belum sempat Agra menjawab,Shakeil sudah tertawa terbahak-bahak mendengar tuduhan Clara.Ia tidak berkaca pada dirinya sendiri saat menuduh Agra.


"Sorry bro bukan maksudt gue ngetawain elo."Ucap Shakeil saat mendapat tatapan tajam dari Agra.


"Kalau Agra sama adheknya yang lo bilang selingkuh.Lalu apa kabarnya elo yang saban hari sosor-sosoran dibelakang gedung sekolah?Hah?Gue nggak yakin lo masih tersegel."Ledek Shakeil sambil terus menahan tawanya.


Pletak


Agra memukul kepala Shakeil.


"Lo kira botol mineral masih segel?"Sahut Agra."Udah ya Clar.Kita putus.Gue jijik lihat muka lo."Ucap Agra.Lalu keduanya meninggalkan Calara yang masih mematung usai diputus Agra.


Sedangkan disekolah Ave.


Saat motor modifikasi karya tangan Agra sendiri masuk kearea sekolah,banyak pasang mata yang melihat motor itu.


Motor Agra sebenarnya hanya motor sederhana.Hanya saja tangannya dapat membuat karya seni bernilai tinggi.Sehingga motor itu setelah dimodif terlihat seperti motor mahal.


Saat Ave membuka helmnya,bahkan helm yang ia pakaipun milik Agra,banyak mata terkejut karena ternyata itu Ave yang mengendarai.


Ia bergegas pergi dari area parkiran itu.Ternyaya dua sahabatnya sudah menunggu tak jauh dari pintu parkiran.


"Masuk yuks."Ajak Ave.


"Motor sapa?"Tanya Gita.


"Motor colongan."Jawab Ave santai.


"Afsheen.Lo serius?"Sahut Amanda."Ave aja sih ya."Jawab Afsheen.


"Itu motor abang gue sayang-sayangku.Gue bosen sama motor gue.Makanya gue bawa motor abang  gue."Jelas Ave.


"Ave?Sapa yang kasih nama panggilan itu?"Kini giliran Gita yang bertanya.Teman Ave yang satu ini tingkat keponya memang tinggi.


"Pacar guelah."Jawab Ave santai.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Saat jam pembelajaran sedang berlangsung,Verdian terus mengganggu Adam dengan berulang kali menelfon Adam.


Adam sempat kesal dengan calon mertuanya yang terkadang menyebalkan itu.


Beruntung ponselnya ia atur mode silent.Sehingga panggilan beruntun dari Verdian tidak mengganggu mahasiswa lain.


Seusai jam kuliahnya selesai,Adam segera menghubungi Verdian.Ia yakin calon mertuanya itu pasti sudah mencak-mencak dirumah karena telponnya tak Adam angkat.


"Calon mantu durhakan ya Dam kamu."Teriak Verdian begitu panggilan terhubung.Bahkan Adam harus sedikit menjauhksn ponselnya dari telinga,karena teriaksn Verdian membuat telinganya terasa sakit.

__ADS_1


"Yaelah.Lagian jam kuliah nelpon mulu."Jawab Adam santai.


"Hari ini jam setengah 12 jemput Meidina dikampusnya.Nanti ayah kirim lokasinya."Perintah Verdian.Ia langsung mematikan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban Adam.


Adam berdecih kesal dengan Verdian yang selalu seperti itu.


Mengingat jika jarak kampusnya dengan kampus Meidina jauh.Membutuhkan waktu lebih dari satu jam,Adam segera berangkat menjemput calon istrinya.


Tetapi sebelumnya,ia harus menemui Agam dulu agar ia nebeng salah satu temannya.Sebab tadi mereka berangkat bersama.


Memasuki area fakultas tempat Agam,Adam menjadi perhatian beberapa mahasiswa.Sikap dinginnya membuat kaum hawa tertarik pada Adam.


"Do Agam mana?"Tanya Adam datar."Cih.Bisa tanya orang juga lo?"Sindir Aldo teman satu fakultas Agam.


Adam tak menjawab.Dikampus dia memeng terkenal dingin dengan orang yang tidak akrab dengannya.


"Ada apa Dam?"Tanya Agam begitu sampai disamping Adam.


"Gue harus keJogja.Lo nebeng temen lo aja.Atau suruh Agra jemput lo."Ucap Adam."Pan motor Agra dibawa Ave.Dan Agra disuruh nganterin Ave Dam tadi pagi."Jawab Agam."Lagian lo keJogja mau ngapa?"Tanya Agam.


"Jemput Meidina.Tadi gue disuruh ayah Perdian.Ya lo bisa naik taksi atau apa gitu.Gue buru-buru.Bye."Jawab Adam santai.


"Sodara durhaka lo Dam."Teriak Agam.Tetapi Adam tak peduli dan hanya melambaikan tangan tanpa membalikkan badan.


"Gue kagak bisa nebengin elo."Ucap Aldo saat Agam baru melihatnya.


"Gue kagak nebeng elo.Gue mau suruh jemput gebetan gue yang cantik.Biar nyesel lo nggak lihat dia entar."Sahut Agam.


Agam lantas segera menghubungi Ave.Ave sendiri kebetulan sedang istirahat dan bercengkrama dengan Gita dan Amanda.


'Bang Agam?'Ucap Ave dalam hati.


"Hem."Jawab Ave."Ntar lo pulang jam berapa?"Tanya Agam.


"Langsung aja napa sih?Mau nyuruh jemput?Gue pulang kek biasanya."Jawab Ave seakan mengerti maksudt Agam menghubunginya.


"Ok gue tunggu sayang.Muach muach."Ucap Agam.Sengaja ia buat semanja dan semanis mungkin biar Aldo penasaran.


"Gila lo."Teriak Ave kesal.Lalu menutup panggilan secara sepihak.


'Bang.Ntar lo suruh anterin temen lo.Gue mau jemput abang lo yang sok kecakepan itu.'


Pesan Ave pada Agra.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Dikampus Meidina,


Adam sudah tiba sebelum Meidina selesai jam kuliahnya.Ia bertanya pada satpam bisakah ia menunggu diparkiran.Dengan menyerahkan kartu mahasiswanya ia diperbolehkan.


Ia sengaja tak memberitahu Meidina karena ingin memberi kejutan pada Meidina.


15 menit menunggu akhirnya kelas Meidina selesai.Dan dari kejauhan Adam melihat Meidina sedang berjalan menuju parkiran.


Adam berdiri jauh didepan Meidina.Dan melambaikan tangan kearah Meidina.

__ADS_1


'Adam?Gue ngimpi atau kangen kebangeten sih?Sampai-sampai bayangan Adam ada disini.'Ucap Meidina dalam hati.


Adam tersenyum dan melambaikan tangannya.Meidina terkejut dan membulatkan matanya.


"Adam."Teriak Meidina.Ia segera berlari kearah Adam.


"Hay?"Sapa Adam begitu Meidina sampai didepan matanya."Ini beneran Adam kan?"Tanya Meidina lagi.Adam mengangguk.


Lalu Meidina melompat kepelukan Adam.Pemandandang itu tidak lepas dari pandangan anak-anak kampus Meidina.


Selama ini Meidina jarang terlihat dekat dengan pria,jangankan bergandengan tangan,ngobrolpun jarang.Dan sekarang,Meidina berlari kepelukan seorang laki-laki.


"Kok bisa kesini?"Tanya Meidina begitu melepas pelukannya.


Menyadari tatapan aneh dari mahasiswa lain,Meidina memasang senyum semanis mungkin.


"Nggak usah ngumbar senyum."Tegur Adam.Meidina langsung mengerucutkan bibirnya.


Meidina menggandeng tangan Adam menuju kedua teman-temannya.


"Siapa?"Tanya Ikhsan teman satu kelas Meidina.


"Calon suami aku."Pamer Meidina sambil memamerkan cincin dari Adam dijari manisnya.


"Calon suami?"Tanya mereka serempak.Wajah Ikhsan tiba-tiba beruabah pias.


Terkejut?Sudah pasti.


"Jadi ini alasan lo nggak pernah nanggepin gue?"Tanya Ikhsan.Lo bilang lo nggak ada cowok yang dekat sama lo."Tuntut Ikhsan lagi.


Adam masih diam.Ini urusan pribadi Meidina.Dia memang calon suaminya.Tapi bukan berarti bisa menguasai semua kehidupan Meidina.Jika memang sudah saatnya ia dibutuhkan makan Adam akan bertindak.


Meidina tidak menjawab.Menatap Adam yang memasang wajah datarnya.


Adam hanya mengangguk.


"Gue menolak semua laki-laki yang coba deketin gue karena gue udah ada calon suami.Makanya elo juga gue tolak."Jelas Meidina.


"Cih.Bisa banget ya lo.Gue bilang suka sama lo sejak awal masuk kuliah Mei."Kekeuh Ikhsan.


"Sayangnya dia jadi calon istri gue sejak ia lahir."Sahut Adam datar.Semua terkejut.Apalagi mendengar suara Adam yang terkesan dingin.


"Kami pulang dulu.Permisi."Ucap Adam.Sebenarnya ia sudah sangat tidak nyaman saat Ikhsan menatapnya dengan pandangan membenci.Ternyata itu alasannya.


Adam menarik tangan Meidina untuk menjauh dan meninggalkan kampus Meidina.


Tak ada pembicaraan antar Adam dan Meidina sepanjang perjalanan pulang.Hanya rasa canggung dan tidak enak hati.


PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.


JANGAN LUPA VOTE JUGA.


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.

__ADS_1


__ADS_2