
Nama gue Asen Asoka Januari.Orang-orang memanggilku Asen.Tapi tidak tahu para lelembut memanggilku siapa.Heheheh.
Masa bodoh dengan itu semua,yang penting hidup gue happy.
Gue adalah bungsu dari dua bersaudara.Kakak gue perempuan,dia sudah menikah.
Sumpah dia itu cerewetnya masya allah,melebihi kereta api.
Dan kalian tahu jarak umur gue sama kakak gue?
16 tahun coeg.Gue heran,gimana ya perasaan kakak gue dulu pas tahu mama hamil.Padahal dia sudah kelas XII coeg
Apakah malu?Atau senang?Secara gitu,dulu pas kecil gue sering banget dia dandanin kek anak cewek.
Mungkin kalian akan tertawa jika kuberitahu alasan mengapa aku diberi nama tengah Asoka.
Jika Arka karena perbedaan saat usg,maka alasan mamaku lebih konyol lagi.
Jangan tertawa jika kalian sudah tahu!
Mama adalah penggemar berat Shah Rukh Khan.Setiap ada film yang dibintanginya,maka mama tidak akan beranjak dari depan televisi hingga film itu berakhir.
Tak urung hal itu sering membuat kami berebut tv,alhasil papa harus membeli tv baru untukku dan papa yang sejatinya lebih suka siaran berbau olahraga.Apapun itu.
Tetapi meskipun begitu,dia adalah wanita yang gue junjung setinggi mungkin kehormatannya.Baru kemudian Arka menduduki tempat kedua.
Saat aku diberitahu mama akan alasannya memberi nama Asoka,gue langsung tertawa hingga perut gue terasa sangat sakit.
Siang itu,mama yang hamil tua sedang menyaksikan film india yang dibintangi oleh Sha Rukh Khan dan Kareena Kapoor yang berjudul Asoka.
Dan ditengag acara,mama merasakan mules yang luar biasa.Papapun segera membawa mama kerumah sakit.
Saat ditanya,anaknya akan diberi nama siapa mama menjawab Asen Asoka Januari.
"Asen Asoka Januari.Soalnya tadi pas mules lagi nonton film Asoka,jadi aku beri nama Asoka."Kata mama menirukan ucapannya dulu.
SudahlagaTidaka akan ada habisnya bila menceritakan seperti apa emak gue.
Singkat cerita gue sudah duduk dibangku SMA.Gue berpenampilan sangat cupu.Banyak mereka yang memandangku sebelah mata.Kalaupun ada yang mau berteman itu hanya topeng untuk memanfaatkan keenceran otak gua.Tetapi tidak bagi seorang gadis bernama Arka.
Saat gue bilang jika gue ingin berteman sama mereka,ia justru berkata jika ia akan mendapat bullyan karena berteman dengannya.
Entah apa yang ada dipikiran mereka-mereka yang suka membully atau merendahkan Arka.Apa sih yang salah dari anak itu?Sehingga mereka memandang rendah Arka.
__ADS_1
Tetapi gue tak peduli.Gue sudah mantab berteman dengannya.
Benar saja,banyak bullyan yang gue dapatkan.Tapi ketulusan Arka,Azka dan Althaf membuat gue tak gentar mendengar kalimat bullyan itu.
Saat kelas XII gue memutuskan untuk menjalin hubungan dengan salah seorang gadis yang gue kenal saat gue mengikuti olimpiade.
Tak ada yang gue bagi tahu.Bahkan Arka sekalipun.
Menjalani hubungan diam-diam itu tidak mudah.Awalnya ia juga tak bisa menerima keakraban gue sama Arka.
Tapi pelan-pelan gue jelasin gimana persahabatan kami itu.Dan di menerima.
Gue tidak seperti Althaf,begitu pacarnya protes akan persahabatannya denga Arka,maka putus adalah keputusan mutlak.
Sedangkn gue,gue lebih seneng ngejelasin semua pelan-pelan.
Gue itu orangnya tidak mudah jatuh cinta.Tapi sekalinya cinta,,ya gitu bakalan lama move onnya.
Saat melihat Arka terpuruk karena kepergian orang ia cintai,gue sadar cinta memang sangat berpengaruh terhadap seseorang.Begitu juga terhadap sahabat gue itu.
Dia yang awalnya ceria berubah menjadi pribadi yang tertutup.Meskipun tidak selamanya seperti itu,tetapi selama Arka bersikap seperti itu.Arka sudah seperti mayat hidup.
Melihatnya terluka,gue juga merasa terluka.Dia itu beberapa bulan lebih tua darikm gue,sikap gilanya membuat gue terkadang berpikir asyik juga mempunyai kakak macam dia.
Ketiga teman gue sangat akrab dengan kedua orang tua gue.Begitu juga sebaliknya,gue juga sangat dekat terhadap keluarga mereka.
Usai kelulusan Arka memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah.Meskipun sudah lama,ternyata ia belum bisa melupakan pak Dedy.
Meskipun gue,Azka sama Althaf kuliah dan Arka tidak.Persahabatan kami tidak ada yang berubah.Kami tetap sering kumpul sesibuk apapun itu.
4 tahun kuliah,gue sama Azka mendapat pekerjaan yang menjanjikan diSolo.
Sedang Althaf,dia direkrut oleh perusaahan diBandung.Dan untuk Arka,ia masih stay dirumah bantuin bapak sama ibuk.Paling teman mainnya siPerapuna
Laki-laki yang ia temui tatkala ia membantu ibunya dipasar.
Awalnya Arka juga kesl sama Perdian yang terua saja mmenganggunya.Tapi lama-lama dia terima juga siPerdia jadi temannya.Kata dia seperti itu
Ini adalah cobaan persahabatan terbesar yang kita terima.Saling jauh dalam waktu yang entah sampai kapan.
Semua harus kami lakukan demi masa depan masing-masing.Meskipun tahu,semua tidak mudah.
Hingga suatu hari,Arka mengatakan jika ia bekerja keBandung karena ikut omnya.Gue sama Azka bahkan tak ingat sedikitpun jika Althaf juga diBandung dan menaruh curiga terhadap dua orang itu.
__ADS_1
Lagi,untuk kedua kalinya dia berbohong pada kami.
Untuk hal ini meskipun gue sama Azka kecewa ok lah kita maklumi.
Tapi tidak dengan kebohongannya yang ketiga ini.Terlalu besar masalah yang ia sembunyikan dari kami.
Gue kecewa,bagaimana tidak.Gue pikir dia tidak akan pernah berbuat segila ini.Nyatanya,dia menghancurkan kepercayaan persahabatan kami.
Jika alasan mereka tak memberitahu kami adalah pernikahan yang dilangsungkan secara dadakan,kenapa esok harinya mereka tidak segera memberitahu kami.
Mungkin masih bisa kami maafkan.Sedang ini,ini bahkan sudah satu tahun lebih.Dan mereka baru memberi tahu?
Entahlah,persahabatan kami masih bisa dilanjutkan atau tidak.
Mungkin mereka menganggap terlalu remeh kami.
Dan mungkin persahabatan itu tak bisa dilanjutkan lagi.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hari Senin setelah peristiwa yang sangat menyedihkan menurut gue,pagi-pagi notifikasi ponsel gue tanda ada pesan masuk berbunyi.
Pesan dari Arka digrup 4A.
Tertulis nama Arka dinomor itu.Meskipun enggan,tetap gue buka apa isi pesannya.
Foto.Arka dan Althaf yan sedang memangku anak mereka masing-masing.
'Selamat pagi ayah Asen' dan ayah Azka.
'Aku Adam dan adikku Agam.'
Sedikit senyum tersungging dibibirku.Tetapi kembali mengingat video call kami kemarin membuatku enggan membalas pesan itu.
Kumatikan ponselku lalu membangunkan Azka agar segera bersiap-siap kerja.
Biarlah seperti ini dulu.Biar mereka sadar,kebohongan itu sangt menyakitkan.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA