Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 61


__ADS_3

Dan sekarang setelah hampir 6 tahun berlalu,Afsheen masih belum bisa menghilangkan perasaannya pada Shakeil.Entah dia harus bagaimana lagi agar bisa melupakan Shakeil.


Tak jarang Gala,atau Sogala memberikan wejangan pada Afsheen untuk berusaha mengikhlaskan masa lalu mereka.Ia tahu itu tidak mudah,karena ia juga pernah mengalami.


Tetapi kehadiran Tiwi dihidupnya membuatnya benar-benar melupakan rasaya pada Afsheen.


Dulu ia juga sulit untuk membuka hatinya pada gadis lain,tetapi jika tidak ia coba ia tidak akan menemukan kebahagiaan.Sedangkan setahu Gala,Afsheen sudah bahagia dengan Shakeil.


Tetapi sudahlah.Lupakan Sogala dan kembali fokus keAfsheen.


∆∆∆


Diruangan Afsheen,ia terbangun dengan peluh keringat yang banyak diwajahnya.Lagi,ia bermimpi buruk.Mimpi dimana ia menyaksikan Shakeil sedang bermesraan dengan Isma 6 tahun yang lalu.


“Sialan.Mimpir buruk lagi gue.”Gerutu Afsheen.Ia segera kekamar mandi untuk sekadar mencuci wajahnya.


Usai memncuci wajah,ia kembali kekursinya.Menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.


Mimpi buruk itu selalu hadir dalam tidurnya setiap Afsheen merasa lelah dan kacau pikirannya.


“Kapan gue bisa berdamai dengan masa lalu sih?”Gumam Afsheen.


Tok tok tok


Lamunan Afsheen buyar karena suara ketukan pintu ruangannya.


“Masuk!”Jawabnya.


Masuklah salah seorang suster yang tadi bertugas diruang IGD.


“Dok,pasien kecelakaan tadi sudah dipindahkan.Tapi bukan keruang perawatan melainkan keruang ICU.”Jelas suster tersebut.Afsheen langsung berdiri dan keluar ruangan.Bahkan suster tadi ia tinggalkan.


Ia berlari kencang menuju ruang ICU.Entah kenapa,untuk pasien yang ini ia merasa sangat khawatir.


Saat sampai didepan ruang ICU,nafasnya terdengar ngos-ngosan.Dokter lain yang menangani orang tersebut terlihat heran melihat Afsheen yang berdiri didepan ruang ICU dan ngos-ngosan.


“Bagaimana...keadaannya...dok?”Tanya Afsheen.Ucapannya terputus-putus karena nafasnya belum teratur.


“Apa dokter Afsheen mengenal pasien yang ada didalam?”Tanya dokter itu.


Dokter tersebut bernama Boby,satu-satunya dokter laki-laki yang cukup dekat dengan Afsheen.Mungkin hanya dia yang berpeluang untuk bisa menjadi bagian dari masa depan Afsheen.


“Se...per...tinya.Huh...huh...huuh...”Jawabnya.


“Luka-luka ditubuhnya memang tidak terlalu parah.Tetapi benturan keras dikepalanyalah yang membuat ia harus dipindahkan kesini.”Jelas dokter Boby.Afhseen hanya mengangguk.


Ia kemudian berjalan kealmari tempat meletakkan baju khusus untuk masuk keruang ICU.


Setelahnya ia masuk.


Matanya membulat sempurna.Hatinya bergetar seketika saat melihat wajahnya.Air mata langsung membasahi wajahnya.


Keterkejutan ini sungguh luar biasa.Kekuasaan Allah juga sangat luar biasa.


Untuk mendekatkan langkahnya saja terasa sulit.Afsheen menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


'Apa ini mimpi ya Allah?'Ucap Afhseen dalam hati.


Bersamaan dengan langkahnya yang semakin terdengar alat pendeteksi jantung berbunyi tanda pasien semakin berada dikeadaan kritis.Afsheen berlari keluar memanggil dokter Boby.


Tak lama beberapa suster masuk kedalam.Afsheen sendiri tidak bisa diam,ia juga ikut menangani laki-laki itu.

__ADS_1


“Please.Bertahan buat gue!”Ucap Afsheen disela ia ikut menangani pasien tersebut.Air mata masih saja menetes.


“Please.Gue mohon.”Ucapnya lagi.


Dokter Boby dan para suster sempat terkejut karena ini kali pertama mereka melihat seorang dokter Afsheen menangis karena laki-laki.


Selama ini mereka mengenal dokter Afsheen sebagai dokter yang dingin jika dengan laki-laki yang mencoba mendekatinya.


Tiiiiiiiiittttttttttttt


Alat pendeteksi jantung itu berbunyi panjang.Afsheen seketika terduduk kelantai.Tangisnya semakin pecah.Ia sungguh tidak mau ini terjadi.


“Please.Kembali lagi!”Lirihnya.”Gue mohon!”Lanjutnya.


Dokter Boby beberapa kali menggunakan alat kejut jantung kepada pasien itu berharap detak jantungnya bisa kembali.


Doa Afsheen dikabulkan,terdengar kembali detak jantung pasien itu meski masih belum stabil.


Meski masih menangis,Afhseen bisa bernapas sedikit lega.Doanya terkabul.Tangisannya tidak sia-sia.


“Luar biasa.Dia kembali.”Ucap dokter Boby.Afsheen segera berdiri.Ia tersenyum sambil menatap laki-laki itu.


“Thank’s.”Lirih Afsheen.


“Dokter,saya mau keluar dulu!”Pamit Afsheen.Dokter Boby mengangguk.


Afsheen berjalan menuju taman.Mengambil ponselnya dan menghubungi Gala.


Terdengar nada sambung saat ia menghubungi Gala.


“Hallo.”Ucap Gala diseberang sana.


Ia langsung mematikan sambungan telponnya.Duduk dikursi taman.Memandang langit biru yang bersih sekali.Tidak terlihat awan yang dilangit.


Afsheen memejamkan matanya.Meniati hembusan angin yang selalu menyejukkan.Entah dimusim kemarau atau penghujan,udara disana selalu terasa sejuk.


Ponselnya tiba-tiba berbunyi.Tertera nomor asing diponselnya.Meski ragu ia tetap menjawab panggilan itu.


“Hallo.”Ucap Afsheen hati-hati.


“Mama sakit,kamu mau pulang atau mau dengar mama tinggal nama?”Tanya seseorang dari seberang sana.


Dari suaranya,Afsheen tahu betul jika ini suara Arka.Meski sudah sangat lama tidak mendengarnya,tetapi ia masih bisa mengingat suara mamanya.


“M...m...mama.”Jawab Afsheen.


“Dalam bulan ini kamu tidak pulang.Siap-siap dapat kabar kematian!”Ketus Arka.


Sudah 4 tahun,Afsheen kabur dari keluarganya.Keluarganya tidak tahu persis keberadaan Afsheen.Agra hanya mengatakan jika Afsheen baik-baik saja.


“Ma,ngurus cuti nggak semudah itu.”Keluh Afsheen dengan suara manjanya.


4 tahun memang Afsheen kabur dari keluarganya, tetapi beberapa kali mereka berkomunikasi melalui sambungan telepon.


“Mama nggak peduli.”Tegas Arka.Ia sudah cukup sabar menghadapi Afsheen yang bahkan tidak pernah pulang sekalipun selama 6 tahun ini.2 tahun diSurabaya,beberapa kali Althaf dan Arka masih bisa mengunjungi anaknya itu.Tetapi semenjak diWonosobo,Althaf dan Arka bahkan tidak mengetahui keberadaan Afsheen.


“Ma,ini udah hampir akhir bulan.Mama mau Afsheen dipecat karena tidak profesional?”Tanya Afsheen mencoba bernegosiasi.


“Lalu apa kamu mau mama tinggal nama?”Tanya balik Arka yang membuat Afsheen diam seketika.


“Ma,setidaknya beri aku waktu paling lama sebulan.Mama pikir ini rumah sakit Afsheen,bisa seenaknya ngajuin cuti lalu kudu disetujui?”Kekuh Afsheen.

__ADS_1


“Baik.Kamu bilang sebulan.Ingat sebulan.Tidak lebih.”Jawab Arka akhirnya.


Afsheen menghembuskan napasnya lega.Setidaknya ia masih memiliki waktu satu bulan untuk memohon mengajukan cuti atau surat pindah ke kota tempat tinggalnya dulu.


“Bodo amat lah.Yang penting gue kudu dapat surat pindah tugas.Bisa dicoret dari KK beneran gue.”Gumam Afsheen lagi.


Saya ia ingin beranjak,tiba-tiba dokter Boby sudah berada disampingnya.


“Eh dok.”Ucap Afsheen.


“Sudah waktunya makan siang.Bagaimana kalau kita makan siang bareng?”Tanya dokter Boby.


“Oke.Mumpung suasana hati saya sedang bagus ini.”Jawab Afsheen.Keduanya lantas berjalan menuju kantin rumah sakit.


“Dok,saya mau mengajukan surat pindah.”Curhat Afsheen.


Pernyataan Afsheen cukup membuat dokter Boby terkejut.Pindah?Bahkan ia belum sempat untuk mengatakan perasaannya,tetapi Afsheen sudah hendak pindah.


“Mama minta saya harus cepat balik.Atau saya akan dicoret dari daftar KK.Ck.Mama saya emang sepeti itu.Heheheh.”Ucap Afsheen lagi.


“Padahal,saya masih dalam proses meyakinkan hati saya untuk kamu.”Jujur dokter Boby.Afsheen terkejut mendengar kejujuran dokter Boby.


“Ma...ma...maksud dokter?”Tanya Afsheen tergagap.


“Saya suka sama dokter Afsheen.Eh dokter malah mau pulang.”Jujurnya.


“Sa...sa...saya?”


Dokter Boby tersenyum lalu mengangguk.Sedangkan Afsheen ia tersenyum kecut saat mendengar pengakuan dokter Boby.


Ia masih bel bisa percaya dengan yang namanya laki-laki.Ditambah,sungguh perasaannya masih sama.Utuh untuk Shakeil sepenuhnya.Goyah pun tidak.


“Hayoloh..Dua-duaan mulu.Makin lengket aja nih.”Sahut Tiwi yang baru saja tiba langsung bergabung dan menggoda Afsheen.


“Kagak lucu.”Ketus Afsheen.Ia langsung berdiri.Menarik tangan Gala untuk mengikutinya.


Sedangkan Tiwi ia merasa tidak enak karena ia tahu,Afsheen langsung bersikap ketus artinya Afsheen kesal.


“Dokter Tiwi,kenapa dokter Afsheen seolah menarik diri dari yang namanya laki-laki?”Tanya dokter Boby.”Tetapi untuk pasien tadi,dia bahkan sampai menangis dan berdoa.”Lanjut dokter Boby.


Mata Tiwi membulat sempurna.Pikirannya melayang jauh langsung keShakeil laki-laki yang dokter Boby maksud.


“Permisi dok.Saya harus menyusul dokter Afsheen.”Pamit Tiwi.


Dengan setengah berlari ia pergi menyusul Afsheen dan Gala.Tadi Gala sudah bercerita jika orang yang Afsheen maksudt berada diruang ICU.


Dilain sisi,Afsheen dengan semangat terus menarik tangan Gala menuju ruang ICU.


“Af,siapa sih orangnya? Bikin gue penasaran aja?”Tanya Gala.


“Diem bae napa sih bang.”Omel Afsheen.Gala memutar matanya jengah karena Omelan Afsheen.


“Nih pakai baju ini dulu.Taati peraturan!”Titah Afsheen.Gala hanya menuruti.Malas saja ia berdebat dengan Afsheen.


Keduanya langsung masuk begitu memakai baju khusus untuk masuk keruang ICU.


Saat melihat laki-laki yang terbaring diruangan itu mata Gala membulat sempurna.Ia juga langsung meneteskan air mata.


Entah rasa apa yang sebenarnya ia rasakan.Ia bingun harus senang atau sedih.


Ia mendekat,air mata semakin mengalir deras saat melihat laki-laki itu yang tertidur dengan damai.Sepertinya.

__ADS_1


__ADS_2