Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
37


__ADS_3

Keempat pemuda itu melongo mendengar penuturan Adam.


"Heh,kulkas.Kenapa nggak bilang dari tadi sih?"Tanya Edo kesal.


"Emang tadi ada yang tanya Adam?"Jawabnya ketus.


"Pengen gue pites nih bocah."Gumam Edo.


"Ya udah kita pesan lagi aja."Usul Nathan.


"Kagak usah,mereka juga nggak akan makan.Mereka sudah ingin es krim.Adik-adik ayo buruan."Ajak Adam.


Ketiga adiknya mengikuti Adam.Azfer segera menyuruh Edo untuk membayar dulu,dan nanti akan ia ganti.Sebab,Azfer harus buru-buru mengejar 4 kurcaci itu.


"Dam kita kerjain om Azfer gimana?"Tanya Agam.


"Boleh.Agra,Afsheen ayo kita sembunyi.Biar om Azfer bingung."Ajak Adam.Sejak hari itu,Adampun berubah menjadi anak yang tak kalah jahil dibanding Agam dan Agra.


Azfer mulai merasakan sesuatu yang tidak baik sedang terjadi,dia sudah berkeliling distand penjual es krim.Tetapi keempat anak itu tak kunjung ditemukan.


Bahkan saat ketiga temannya datangpun masih ada yang menemukan anak-anak itu.


Dilain sisi,keempat anak itu mulai bingung karena mereka nyasar.Afsheen sudah berkaca-kaca melihat kebingungan diwajah sang ketiga kakaknya.


Mereka terus berjalan berharap bertemu dengan sang om.Mereka menyesal telah berbuat sedemikian.


"Tenang.Biar bang Adam nanti yang tanggung jawab.Yang penting kalian jangan nangis ya!"Ucapnya mencoba menenangkan.


"Hey,kenapa kalian menangis anak-anak?"Tanya salah seorang pengunjung.


Tak ada yang menjawab.Keempatnya hanya saling pandang.


Mereka teringat akan ucapan Arka yang mengatakan jika mereka tidak boleh berbicara pada orang asing.


"Lah mereka diem bae.Dikira kita penculik kalee ya Sen."Ucap Azka.Ya,mereka ialah Azka dan Asen.


"Kita orang baik.Masa' mau nyulik ditempat rame.Bisa metong dong kita."Canda Azka.


"Bahasa lo bahasa anak kecil aja.Mana ngerti mereka kata metong ogeb."Bisik Asen.Azka hanya cengengesan.


"Kalian kesini sama siapa?"Tanya Asen lembut.


"Sama om Azfel om."Jawab Afsheen akhirnya.Azka dan Asen bernapas lega,setidaknya ada yang menjawab pertanyaannya.


"Tadi kalian bilang mau kemana?Kok bisa pisah."Tanya Asen lagi.


"Beli el clim."Jawab Afsheen.


"Apa?"Ulang Azka.


"El clim."Jawab Afsheen polos.


"El clim apaan dah.Kok gue mendadak jadi be*o ya."Guman Azka.


"Es krim om.Ish om ini.Orang gede tapi nggak pinter."Cibir Agra.


Entahlah,seperti ada benang yang menghubungkan  mereka,Azka dan Asen tidak marah dan kesal mendengar ucapan anak-anak itu.

__ADS_1


"Om beliin es krim dong."Pinta Agam akhirnya.Ia sudah tidak bisa mwnahan keinginannya untuk makan ice cream.


"Lah bocah,kenal juga kagak.Udah minta beliin es krim."Sungut Azka.


Pukkkk


"Nangis tau rasa ntar lo."Bisik Asen.Adam yang mendengar langsung pura-pura menangis dengan keras.Dan hal itu membuat Azka dan Asen kelabakan.


Keempat bocah itu tidak ada yang merasa takut terhadap Asen dan Azka.Padahal mereka baru pertama bertemu.


"Kok nangis?"Tanya Asen.


"Om jahat.Huaaaaaa."Jerit Adam.


Agam dan Agra seakan mengerti maksudt Adam,mereka juga ikut berpura-pura mmwnangi.Bahkan lebih kencang.Sedang Afsheen dia melongo melihat akting kakak-kakaknya.


Banyak pengunjung yang menatap sinis terhadap Azka dan Asen.Mereka mengira jika Asen dan Azkalah yang membuat anak-anak itu menangis.


"Ok ok.Kita beliin es krim.Ikut om!"Putus Azka akhirnya.


"Kalian mau rasa apa?"Tanya Asen.


"Vanila sama strowberry om."Jawab Adam.


"Coklat susu om."Jawab Agam.


"Coklat sama vanila om."Imbuh Agra.


"Lalu kamu cantik?"Tanya Asen.


"Jangan kaget om.Princes Afsheen emang banyak kalau makan.Kayak mama.Hihihi."Ucap Adam.


Deg


Deg


Ada rasa aneh dihati Azka dan Asen saat mendengar Afsheen makannya banyak seperti mamanya.Seketika mereka teringat akan Arka,yang sampai kini tak mereka ketahui keberadaannya.


Wajah keduanya seketika pucat mengingat persahabatan gila mereka yang kini tak tahu statusnya seperti apa.Mereka merindukan kebersamaan bersama Arka dan Althaf.Tapi mereka tak tahu dimana Arka dan Althaf sekarang.Sudah lama sekali mereka tak berkomunikasi.


Terakhir sebelum ponsel Asen dan Azka dijambret swcara bersamaan saat masih ada diSolo.


"Om kok melamun sih?"Tanya Agra.


"Tidak,tidak.Kita tunggu pesanan kita datang aja."Kilah Asen.


Setelah hampir 45 menit mereka baru selesai menyantao es krim mereka.


Dan tak lama datanglah Azfer yang baru menemukan mereka.


Lamanya tidak bertemu dan perubahan penampilan masing-masing membuat mereka tidak saling mengenali satu sama lain.


"Kalian ini.Mau bikin om mati digantung sama papa kalian?"Ucap Azfer.Ia marah karena kali ini kejahilan mereka sudah diluar batas.


"Pulang sekarang!"Titahnya.


Keempat anak itu segera beranjak dari kursi.Tetapi sebelumnya mereka berterimakasih dulu kepada Asen dan Azka.

__ADS_1


"Makasih om."Ucap Adam,Agam dan Agra.Asen dan Azka tersenyum.


"Maacih om."Ucap Afsheen pada keduanya.Dia juga mencium pipi Azka dan Asen karena ia duduk diantara Asen dan Azka.Meski ia harus berdiri diatas kursi terlebih dahulu.


"Afsheen.Pulang nggak?"Teriak Azfer.Afsheen pun segera berlari mengejar ketiga kakaknya.Ia bahkan masih sempat melambaikan tangan pada Asen dan Azka.


"Gue kangen Arka sama Althaf."Ucap Asen.


"Sama.Gimana kabarnya tuh anak."Sendu Azka.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


"Om tidak akan bilang tentang kejahilan kalian.Tapi kalian juga harus tutup mulut.Ok?"Ucap Azfer.Ia hanya tak mau mendapat omelan yang masya allah pedas dan panjang dari Arka.


"Siap om."Jawab mereka serempak.


Ketiga teman Azfer sudah ia suruh pulang duluan begitu ia menemukan ponakan-ponakannya.


Sesampainya dirumah,mereka sudah disambut oleh keluarga mereka.


"Ma obok."Ucap Afsheen.


Althaf segera mengangkat Afsheen dan meletakkan diapangkuan Arka.


Berutungnya Arka,anak bungsunya ini sangatlah tidak rewel.Seakan anak itu mengerti akan kondisi sang mama saat ini.


Tak berselang lama,Afsheen sudah tertidur.


"Al pindahin kekamar kita aja.Kembar dan Agra biar tidur dikamar tamu."Ucap Arka.


Althaf segera meraih tubuh putri bungsunya dang mengajak anak-anak yang lain untuk segera tidur.


Mereka bukanlah anak-anak manja yang harus dibacakan dongeng terlebih dahulu sebelum tidur.Jika mereka mengantuk,maka mereka akan segera tiduran dikasur dan tak lama akan tertidur.


Bukan juga anak-anak yang biasa minum susu sebelum tidur.Mau dipaksa seperti apapun juka mereka tidak ingin minum susu,maka tidak akan mau minum susu.


Setelahnya,Althaf kembali keruang tamu.


"Ma,rencana kita bakal nyari satu baby sitter untuk Afsheen.Dan menjaga yang lain.Kasihan Arka jika harus menjaga sendirian."Jelas Althaf.


"Mama tidak masalah,mama sadar mama dan papa juga sudah tua.Rasanya tidak sanggup jika harus mengasuh anak-anak kalian yang luar biasa aktif."Sahut mama Althaf.


"Maafin Arka ya ma,pa Arka cuma bikin repot."Ucap Arka sedih.


"Tidak sayang.Kamu tidak salah.Lebih baik sekarang kita tidur.Sudah cukup malam.Yuk pa."Ajak sang mama.


"Mama sama papa duluan aja."Jawab Althaf.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA

__ADS_1


__ADS_2