Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 17


__ADS_3

Keputusan terakhir ia menghubungi Shakeil,beruntung panggilan dengan cepat dijawab oleh Shakeil.


Ave :"Sha bantuin aku.Orang rumah nggak ada yang bisa dihubungi.Aku harus menghadirkan wali karena ada masalah dan aku dirusng BK."Jelas Ave.


Sakeil :"Apa?"Jawab Shakeil.Ia terkejut,seumur-umur berpacaran,ini adalah kali pertama Ave masuk keruang BK.Bahkan harus menghadirkan wali.


Shakeil :"Aku suruh bang Dody aja ya,soalnya aku lagi nggak ada dirumah.Dia udah pulang kok.Ok!"Lanjut Shakeil.


Ave mengiyakan pasrah akan hal itu.


Shakeil :"Bang,Ave ada masalah.Dia ditahan diruang BK.Anggota keluarganya kagak ada yang bisa dihubungi.Abang datang ya kesekolahnya."Pinta Shakeil.


Dody :"Ok.Mumpung gue masih dijalan dekat sekolahnya ."Jawab Dody.


Shakeil :"Abang belom nyampe rumah?Langsung aja bang jsngan pulang dulu!"Tanya Shakeil.


Dody :"Belum.Ya udah biar gue langsung kesana.Kelamaan juga kalau pulang dulu."Jawab Dody.


Shakaeil :"Ok.Hati-hati ya bang."


Shakeil menutup sambungan telponnya.


Disekolah,Ave harap-harap cemas menunggu kabar dari ShakeilhIa terus mondar-mandir menunggu pesan dari Shakeil.


*Shakaeil*


'Sayang.Bang Dody langsung otw kesitu ya.'


Ave merasa sangat lega mendapat pesan dari Shakeil.


Tak lama wali dari Isma datang.Seorang bapak-bapak bertubuh besar dengan kumis yang bertengger dibawah hidungnya.Membuat siapa saja yang melihat pasti akan merasa ketakutan.


Ave sendiri menelan salivanya susah payah melihat perawakan wali Isma.


Isma tersenyum meledek pada Ave.


Ave memang pemberani,tapi tidak begini juga.Apslagu berhadapan dengan orang seperti papanya Isma,ia yakin jika pria itu tidak segan memukul wanita.


Guru BK segera memanggil keduanya.Dan menanyakan keberadaan wali Ave yang tak kunjung datang.


"Maaf pak kira-kira datang tidak ini walinya ya?"Tanya papanya Isma dengan nada sedikit meninggi.


"Ave?"Tanya guru BK itu.


"Masih perjalanan pak."Jawab Ave pelan.


"Waktu saya harus sia-sia disini.Saya itu masih banyak pekerjaan."Sahut papanya Isma.


Ceklek


Suara pintu dibuka dari luar.Ternyata Dody yang datang.Dody datang masih menggunakan seragam dinasnya.

__ADS_1


Membuatnya terlihat sangat gagah.


"Maaf pak saya terlambat."Ucap Dody.


Papanya Isma terlihat terkejut,ia tidak menyangka jika walinya Ave adalah Dody.


Melihat Dody saja papanya Isma sudah kalang kabut.Sebab ia tahu Dody orang yang tegas terhadap kesalahan bawahannya.


Dan papanya Isma salah satu bawahan Dody.


Lantas mereka berdiskusi perihal kejadian antara Isma dan Ave barusan.


"Pak.Isma dulu yang bikin masalah sama saya.Masa' iya kolong meja saya diberi sampah banyak banget.Nggak terima dong saya.Lah dia malah jambak saya."Bela Ave.


"Dia dulu pak yang dulu bikin masalah sama kakak saya."Bela Isma.


Ave menghembuskan napas kasar.Ia menyerah.Ia pasrah.Dipertahankan pendapatnya seperti apapun guru itu pasti akan semakin pusing.


Tetapi Dodylah yang tidak terima.Ia mempertahankan agar Isma mendapat hukuman yang sesuai.


"Dahlah bang.Ini kalau kita terusin kita juga yang gila."Sungut Ave pasrah.


"Terserah bapak mau hukum saya seperti apa."Lanjut Ave.


"O o o tidak bisa.Sangat tidak bisa.Hukum ya hukum,jika sekolah tidak bisa bertindak adil.Maka saya akan bawa masalah ini kemeja hijau."Gertak Dody.


Srmua terlonjak mendengar penuturan Dody.


"Begini saja,Isma kamu minta maaf sama Ave.Lalu masalah dianggap selesai.Hampir 3 tahun sekolah disini,ini adalah kali pertama Ave masuk ruang BK."Ucap guru BK itu.


Isma sempat menolak.Tetapi dipaksa oleh papanya.Saat melihat wali dari Ave,bapak itu terlihat terkejut.Dan ia menuruti apapaun saran dari guru BK.


Setelah keduanya berjabat tangan,Ave keluar dari ruangan guru BK bersama Dody.


Dody yang masih memakai seragam dinasnya sebagai seorang tentara terlihat lebih tampan.Badannya yang tinggi,tubuhnya yang tegap dan wajahnya yang memancarkan aura ketegasan membuat ia lebih enak dipandang ketika memakai seragam dinasnya.


Banyak yang memperhatikan Dody dengan tatapan memuja.Tanpa mereka ketahui jika Dody kini sudah menikah.


Dody mengantar Ave hingga sampai kedepan kelas.Meskipun Ave menolak,Dody bersikekeuh untuk tetap mengantar Ave sampai kedepan kelasnya.


Dan Dody menjadi pusat perhatian penghuni kelas Ave.


"Sono lu bang.Gue bilangin mbak Hana lo."Kata Ave.Dody tersenyum.Dan ia langsung pulang setelahnya.


Ia tahu jika Ave kesal karena saat ini keduanya banyak yang melihat.


Sebelum pulang,Dody mengacak rambut Ave.Membuat Ave berdecih kesal.


Bel tanda pulang sekolah berbungi,Ave lantas berjalan menuju parkiran.Dia melajukan motornya menuju rumahnya.


Dilain sisi,Shakeil dibuat sibuk setelah semalam ia mendapat kabar jika keberangkatan pendidikannya akan dipercepat menjadi minggu depan.

__ADS_1


Ditambah,keluarga tidak bisa mengantar sampai tempat pendidikan.


Alhasil,sejak pagi ia sudah pergi bersama kedua orang tuanya untuk melengkapi keperluan selama ia disana.


Dan itu artinya,malam minggu ini,akan menjadi malam minggu terakhir sebelum ia ditinggal pendidikan.


Entahlah ia juga bingung bagaimana ia akan berbicara tentang hal ini kepada Ave.


Saat mengetahui jika ia akan masuk keakmil saja ia sudah terkejut,lalu entah akan seperti apa terkejutnya saat keberangkatannya akan dimajukan menjadi seminggu lagi.


Ditambah,ia hanya bisa mengantar sampai bandara.


"Sumpah pusing bat dah."Gumam Shakeil.Menjelang sore ia baru selesai membeli segala perlengkapan yang akan ia bawa.


Dan disinilah dia sekarang,sedang duduk diteras rumah,melamunkan bagaimana caranya memberi tahu Ave.


Ia tak menyadari jika Dody dan Hana sudah duduk disampingnya.Ia terlalu memikirkan Ave.


"Ngelamun aja kamu Sha."Tegur Hana."Eh mbak Hana.Kapan duduk disitu mbak?"Tanya Shakeil.


"Lo aja yang kebanyakan ngelamun sampai kagak sadar kalau kita udah duduk disini."Sahit Dody.


"Oh ya gimana tadi bang?"Tanya Shakeil.Melihat kakaknya ia teringat jika tadi siang ia sempat ditelfon Ave.


"Sempat dijambak dia.Lalu kolong mejanya dikasih sampah banyak gitu katanya."Jelas Dody.Shakeil terkejut.


Selama ini Ave selalu cerita jika ia mempunyai musuh.Dan ia tidak bercerita apapun.Lalu,siapa yang cari masalah dengan Ave?


Shakeil terus berpikir.Hingga ia kembali dikejutkan dengan teguran dari Hana.


"Jangan kebanyakan ngelamun kamu Sha."Ucap Hana.Shakeil kembali tersadar.Ia tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.


"Bang gimana cara ngomongnya sama Ave?"Tanya Shakeil mencoba peruntungan dengan bertanya pada Dody.Berharap mendapat jawaban yang memuaskan.


"Ngomong ya tinggal ngomong.Susah amat."Jawab Dody santai.


Shakeil mencebikkan bibirnya.Ia tak menjawab ucapan abangnya dan berlalu masuk kedalam rumah.


Ia masuk kekamar dan bergegas mandi.30 menit berlalu Shakeil sudah keluar denga pakaian santainya.


Mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan untuk pujaan hatinya.


Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan hal yang lainnya.


PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.


JANGAN LUPA VOTE JUGA.


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL

__ADS_1


__ADS_2