
8 bulan sudah berlalu.Tidak terasa sudah selama itu keduanya menjalani kehidupan pernikahan.
Althaf yang memang sangat ingin segera mempunyai anak meski usianya masih sangat muda tidak juga terlalu menekan Arka untuk segera memberinya anak.
Ia takut jika ia terlalu memaksa Aenekhal itu justru bisa membuat Arka stres.Ditambah bukankah itu semua kehendak yang kuasa?
Yang terpenting doa dan usaha tetap mereka lakukan setiap hari.Perihal hasil mereka serahkan pada yang kuasa.
Arka memutuskan untuk tidak jadi bekerja.Mengisi waktu luangnya untuk menulis novel online.
Bukan pendapatannya yang ia incar,ia hanya ingin menyibukkan diri diwaktu luang.
Hubungan persahabatan mereka dengan Asen dan Azka masih berjalan lancar dan baik.Begitu juga dengan Verdian.Seringnya komunikasi membuat kerukunan itu tetap ada.
Disisi lain menyadari mereka yang tak bisa hidup hanya berdua mencoba untuk beradaptasi dengan kegiatan sekitar komplek.
Meskipun awalnya cukup sulit,tetapi semakin kesini hubungan sosial mereka dengan keadaan sekitar semakin membaik.
Hari ini adalah hari minggu.Akan diadakan kerja bakti untuk seluruh warga.Begitu pula Arka dan Althaf.
Pukul setengah 7 keduanya keluar rumah untuk melihat keadaan sekitar.Sudah ada beberapa warga yang keluar.
Arka segera bergabung dengan para ibu-ibu.Namanya juga ibu-ibu setiap berkumpul sudah pasti ngegosip ataupun bergunjing yang dilakukan.
"Eh jeng denger-denger ya itu siRahma mau dicerai sama suaminya."Kata seorang ibu-ibu.
"Masa sih jeng.Bukannya terlihat adem ayem ya rumah tangganya?"Sahut ibu-ibu lainnya.
"Adem ayem kalau diluar.Dalemnya mana kita tahu.Gimana nggak dicerai nikah hampir 3 tahun nggak hamil-hamil.Ya sudah pasti bosan suaminya."Tambah ibu-ibu lainnya.
"Eh mbak Arka gimana udah isi belum?"Tanya ibu-ibu yang tadi memulai acara bergosip itu.
"Belum dipercaya buk."Sahut Arka yang masih mencoba tenang.
"Mbak kudu hati-hati hlo.Pelakor dimana-mana."Tambah seorang ibu-ibu lagi.
Arka menghela napasnya pelan.Kalau saja yang berbicara seperti itu Azka,Asen,ataupun Verdian mungkin sudah ia tinju saat itu juga eajahnya.
Karena enggan menjawab Arka hanya tersenyum manis.
Pukul 09.03 kegiatan selesai.Dan semua warga pulang kerumah masing-masing.
"Njirrr bisa gila gue gabung sama mereka lama-lama."Omel Arka begitu sampai dirumahnya.
"Bocah lo napa dah?Pulang-pulang dah kayak kompor meleduk aja."Sahut Althaf.
__ADS_1
"Emang bener ya Al gosip itu makin digosok makin sip."Jawab Arka yang belum hilang rasa kesalnya.
"Heh maksudt lo apa dah?"Tanya Althaf lagi.
"Auk ah Al pusing gue."Sahut Arka lalu pergi dari sana.
Althaf jelas saja melongo melihat kelakuan Arka yang aneh itu.
Menjelang siang hari Arka merengek untuk diajak jalan-jalan dan jajan diluar.Ia berkata ingin menghilangkan rasa bosan dan penatnya karena peristiwa pagi tadi.
Arka akhirnya memilih warung makan seafood pinggir jalan.
Melihat begitu banyaknya menu yang Arka pesan membuat Althaf benar-benar terkejut.Bahkan lebih biasa dari biasanya.
"Ar lo makan banyak banget dah?Bukan maksudt apa-apa sih.Tapi lihat dong tuh badan udan mulai melar."Peringat Althaf.
Arka seketika melihat bentuk badannya yang benar saja mulai terlihat gemuk.
"Gue nggak ngelarang.Mau gimana body lo gue juga nggak akan berpaling.Gue cuma ingetin."Lanjut Althaf begitu melihat raut wajah Arka yang berubah sendu.
Keduanya lantas segera menyelesaikan acara makan itu.
Usai makan Althaf mengajak Arka untuk jalan-jalan sejenak kesebuah taman.
45 menit berlalu Arka sudah merasa lelah,dan meminta Althaf untuk membelikannya minumn dingin.
"Daniel."Panggil Arka.Mendengar panggilan dari Arka yang tumben berbeda membuat Althaf mengerutkan keningnya.Ia yakin ada hal penting yang akan dikatakan Arka saat ini.
"Gue belum bisa lupain kak Dedy.Namanya masih terukir jelas dalam hati gue Al.Gue tahu gue udah salah dan dosa sama lo.Tapi buat nyimpan hal ini lama-lama gue juga bisa gila Al.Maaf.Maafin gue."Ucap Arka.Terdengar suara isakan dari diri Arka.
"Belum saja itu Ar.Gue yakin kok suatu saat elo pasti bakal ngelepasin perasan itu.Lo mau tau sebenarnya apa yang gue rasa saat lo bilang kayak gitu?Gue sakit hatilah Ar.Lo istri gue.Tapi hati lo masih untuk orang lain yang bahkan sudah tiada.Tapi bisa apa gue Ar.Ini urusan hati.Nggak bisa dipaksain.Mungkin kelak jika ada peran baru dalam rumah tangga kita lo bisa ngelepas rasa itu."Jelas Althaf.
Ia sendiri juga tak mau menutupi apa yang ia rasakan saat ini.
Arka memeluk Althaf erat.Ia tak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada Althaf yang sudah berbesar hati menyikapi hal ini.
"Bantu gue buat itu Al."Pinta Arka.Althaf mengangguk paham.
Arka masih terus menangis hingga tak sadar ia pingsan.
Rasa khawatir mendera diri Althaf.Meskipun sedikit terasa lebih berlo saat menggendong Arka,ia tetap menggendong Arka sampai kemobil.
Dengan segera ia membawa Arka kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Arka langsung ditangani dokter yang berjaga diUGD.
__ADS_1
30 menit berlalu munculah seoramg dokter perempuan yang justru tersenyum terhadap Althaf.
"Anda suaminya?"Tanya dokter itu,Althaf mengangguk.
"Maaf silahkan ikut saya sebentar."Perintah dokter itu.Akthaf hanya mengekor dibelakang.
Sesampainya diruangan dokter itu Althaf diminta untuk duduk dikursi tepat diseberang sang dokter.
Lagi dokter tersebut tersenyum lagi.
"Maaf sudah berapa lama kalian menikah?"Tanya dokter itu.
"9 bulan dok."Jawab AlthaArTerlihat dokter itu cukup terkejut dengan jawab Althaf.
"Bapak ini bagaimana sih?Istri hamil sudah masuk bulan ke 4,kok ndak tahu.Bisa-bisanya anda ini.Apa istri anda tidak berbicara apapun?"Jelas dokter itu.
Untuk sesat Althaf masih terdiam mencerna berita dari dokter yang mengatakan jika Arka hamil.
"Pak."Panggil dokter itu lagi.
Althaf segera tersadar dari lamunannya.
"Lah dok orang istri saya saja juga nggak ngerti kok kalau dia hamil."Jawab Arka.
"Hah?"
Seketika dokter itu yang giliran melongo.Tak percaya akan pasangan ini.
"Segera periksakan kespesialis kandungan ya pak!Soalnya ada yang beda dengan kehamilan istri anda."Lanjut dokter itu lagi.
Althaf berdiri,menjabat tangan dokter itu lalu keluar.Aura kebahagiaan terpancar jelas diwajah Althaf.
Ia segera menghampiri Arka yang ternyata sudah tersadar dari pingsannya.Dengan cepat Althaf menjelaskan keadaan Arka yang sedang hamil masuk bulan ke6.
"Pantesan perut gue buncitan."Jelas Arlua
"Pantesan lo terlihat leboh seksi dan menggoda."Bisik Althaf dengan suara menggodanya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
__ADS_1
LOPES KALIAN SEMUA