
DANIEL ALTHAF SHAHBAZ
Daniel Althaf Shahbaz.Sewaktu kecil orang sering memanggilku Daniel,tetapi semua berubah saat salah satu teman sekolah dasarku memanggil namaku dengan Althaf.
Dan sejak saat itu juga aku lebih senang dipanggil Althaf.
Namanya Arka.Arkadewi Fajarina.Jika aku sudah memanggil nama lengkapnya,maka itu artinya aku sudah berada dalam mode serius.Begitupun sebaliknya,jika Arka sudah memanggilku Daniel,maka ia sedang berada dalam mode serius pula.
Masih teringat jelas dalam benakku akan apa yang sudah aku sumpahkan dalam hati ketika aku masih ingusan dulu 'Dimanapun kapanpun maka akulah orang pertama yang akan membelamu.'
Dan itu aku buktikan,jika ada seseorang yang membully maka aku akan menjadi tameng pertama kali untuknya.
Sejak lulus sekolah dasar,aku dan Arka selalu mencari sekolah ditempat yang sama.Makanya kami menjadi sahabat yang sudah seperti saudara.
Bahkan keluargaku dan keluarganya sudah saling mengenal dan sangat dekat.
Papa,mama,kakak,dan adiku sudah menganggap Arka seperti anak perempuannya karena dirumah tidak ada anak perempuan.Dan akupun sudah dianggap layaknya anak laki-laki dikeluarganya.
Mama bahkan sering mengajak Arka belanja bulanan.Katanya biar merasa punya anak perawan.
Satu-satunya hal yang aku sayangkan dari diriku adalah tingkat kepekaanku terhadap Arka yang buruk.Padahal dengan orang lain rasa pekaku tidak seburuk itu.Sehingga sering kali Arka merasa geram sendiri padaku jika aku tidak segera peka akan maunya.
Tetapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri,untuk belajar lebih peka terhadap Arka.Tidak buruk hasilnya,rasa pekaku sudah berubah banyak.
Saat lulus SMP aku dan Arka memilih untuk masuk ke SMA Nusa Bangsa.Hanya SMA biasa dengan kualitas pendidikan jauh bila dibandingkan dengan sekolah yang ada dikota.
Tetapi tidak menjadi masalah bagi kami,dimana pun kami bersekolah asal masih bersama itu akan tetap menyenangkan.
Aku heran,bahkan sangat heran terhadap Arka.Apa dulu pas dikandungan saat pembagian percaya diri dia nggak datang ya?Jadi pas udah gede gini gak ada rasa percaya dirinya.
Sulit sekali menimbulkan rasa percaya dirinya.
Rasanya pengeng gue tenggelim keempang milik tetangga.Keluhku.
Saking sayangnya sama tuh bocah,kadang ada rasa ingin memiliki pendamping seperti dia.Tapi tak pernah terpikir dalam benakku untuk jatuh cinta padanya.
Cih.Cinta?Tak akan aku biarkan satu kata itu dapat membuat jarak antara aku dengan Arka.Aku tidak mau persahabatanku terusik oleh satu kata sakral itu.
Menjadi playboy adalah pilihanku tatkala aku pernah benar-benar jatuh cinta pada seorang murid,tetapi dia tak pernah menghargaiku.
__ADS_1
Dan hal itu terjadi saat SMP dulu.Tak pernah aku ceritakan hal itu pada Arka.Sehingga yang ia tahu alasanku yang sebenarnya jadi playboy karena aku tak berani menyatakan cinta pada Cindy.Gadis yang orang-orang anggap cupu.Tetapi mampu menggerakkan hatiku.
Usai kegiatan MOS dan kami ditempatkan dikelas X3.Disana bertambah satu orang teman diantara aku dan Arka.Namanya Muhammad Rafa Azka Putra,biasa disapa Azka.
Beberapa hari kami berteman ternyata dia termasuk dalam golongan makhluk yang gokil.Dia ternyata sama gilanya denganku dan Arka jika sudah bersama.
Sikap konyolnya membuat dia lebih mudah beradaptasi denganku dan Arka.
Satu semester kami berteman bertiga,ada seorang murid golongan cupu yang berkata ingin berteman dengan kami,3 murid bandel dengan otak dibawah standar.Sedangkan dia,dia sangat pandai.Ulangan selalu mendapat nilai sempurna.Tetapi ingin bergabung dengan kami.Seperti sebuah mimpi
Ia bernama Asen Asoka Januari,panggil saja Asen.
Bergabungnya dia dengan kami membuatnya mendapat bullyan.Tapi dia tidak peduli,dan terus membela kami.
Satu kali aku merasa gagal menjadi sahabat Arka.
Saat kami duduk dikelas X,saat kegiatan pramuka berlangsung.Arka dapat bullyan yang luar biasa.
Aku merasa hancur.Tetapi sekalipun tak aku tunjukkan pada Arka.
Aku merasa jika tidak berguna untuknya.Apalagi mengingat alasan dibalik mereka membully Arka,rasanya pengen gue pukul itu orang-orang.
Tetapi setidaknya karena hal itu,Arka lebih berani dan percaya diri.
Aku mempunyai pacar bernama Cindy,teman satu angkatan berbeda jurusan.
Meskipun aku dan ketiga temanku masuk dalam daftar murid tak pandai,tetapi setidaknya kami bisa masuk jurusan IPA semua kami lakukan demi Asen.Agar kami tetap satu jurusan dan satu kelas.
Cindy adalah gadis yang sudah lama aku sukai,aku merasa sangat lega saat bisa menjadikannya kekasihku.
Dari sekian banyak perempuan dia yang paling lama denganku.
Hingga suatu masalah tiba dan membuat hubungan kami berakhir.
"Al,kok kamu sekarang beda sih?Lebih mentingin Arka dan kedua teman kamu itu ketimbang aku."Keluhnya.
Ya aku akui,ada yang beda dariku usai menghilangnya Arka dari kami bertiga.
Bagaimana tidak,dia bolos sekolah dan menghilang dari kami 4 hari.
__ADS_1
Aku sudah seperti orang yang tak mempunyai semangat hidup saat tak mendapati dia tak didepanku.
"Kamu sendiri kenapa sekarang jadi menuntut supaya aku lebih fokus kekamu?"Jawabku santai.
"Ya kan kemarin-kemarin kamu selalu ada buat aku?"Katanya lagi.
"Justru karena kemarin-kemarin itu aku hampir kehilangan Arka.Tentu kamu tahu bukan jika Arka akan selalu yang pertama bagiku."Balasku.
Aku memang paling malas melanjutkan hubungan dengan mereka yang sudah mempermasalahkan persahabatan kami.Mereka hanya segelintir orang-orang baru dalam persahabatan kami.
Aku sangat tidak mau kejadian kemarin terulang lagi.Bahkan Asen yang kalempun sampai memukul ku dan Azka.Itu artinya kami sudah benar-benar salah.
"Ya gini aja ya Al,kamu pilih aku atau ketiga teman kamu itu?Sorry aku nggak bisa berbagi.Kalau aku ya aku,kalau mereka ya mereka."Jelasnya.Aku tau itu hanya triknya agar aku bingung dan memilihnya.Karena dia tahu aku benar-benar mencintainya.Jadi dia berpikir jika aku akan memilihnya.
"Ck.Kamu sendiri yang memberi pilihan,dan kamu tahu aku sudah pasti memilih mereka."Jawabku.
Kulihat raut wajah terkejut diwajahnya.
"Al kok kamu pilih mereka sih?Kamu bilang kamu cinta sama aku?"Ucapnya masih menuntut penjelasan.
"Aku pergi Cind.Kita sudah tidak memiliki hak untuk ingin tahu urusanku ataupun urusanmu."Balasku lalu pergi.
Kupikir Cindy gadis yang berbeda.Mau menerima persahabatanku dengan ketiga temanku.Tetapi nyatanya dia sama saja.
Suka menuntut dan mengekang saat aku sudah menjadi pacarnya.
Sebulan putus dengan Cindy,aku berpacaran dengan teman satu juran Cindy bernama Andriani.Tak lama,tak lebih dari sebulan,dia menduakanku.Tak ada rasa sakit hati karena kami pacaran tanpa dasar cinta.
Disamping dia menduakanku,aku juga sedang fokus dalam membantu kedekatan Arka dengan salah seorang guruku.Ya,dia pak Dedy.
Bahkan saat aku mengetahui perihal kedekatan merekapun aku sangat terkejut.Seorang Arka yang tidak terlalu suka dengan guru yang satu itu ternyata diam-diam menjalin kedekatan.Ck.Nggak nyangka.
Ia hanya menceritakan padaku,ia belum siap jika harus bercerita pada Asen dan Azka untuk saat ini.
Karena perbedaan status,Arka mendapat hambatan dari kedua orang tua Arka.Pak Dedy yang seorang guru dan derajat sosialnya lebih tinggi,sedang Arka seorang murid yang derajat sosialnya jauh dari keluarga pak Dedy.
Nasibmu Ar,begitu cintamu terbalas ada saja halangannya.
Dan lewat akulah hubungan itu sedikit terselamatkan dan mengalami kemajuan.
__ADS_1
Karena kedua orang tua Arka sudah sangat percaya padaku.Sehingga apapun yang aku ucapkan mereka percayai