
Semakin hari Rhandra dan Kay terlihat semakin dekat dan lengket.Pulang pergi sekolah selalu bersama.Disekolah selalu bersama.Dimana ada Kay disitu ada Rhandra.
Sudah seperti lem dan perangko saja.
Bahkan Rhandra tak pernah memberikan penjelasan apapun sampai sekarang kepada Arka.Dan hal itu sukses membuat Arka sedikit menyimpan dendam.
Tetapi ia juga tidak mau terlalu larut terjebak disebuah penyesalan karena sudah sempat membuka hatinya untuk Rhandra.
Siang hari diSMA Nusa Bangsa
Arka dan ketiga temannya sedang duduk didepan kelas.Sambil memainkan gitar milik Azka,Arka mencoba memainkan beberapa tangga nada.
Ya,beberapa hari yang lalu,Azka meminta kepada ibunya agar dibelikan gitar.Saat melihat Arka yang faseh memainkan gitar,Azka menjadi ingin belajar memainkan gitar.
Hingga tiba-tiba munculah seorang guru muda yang terkenal kiler yang tampannya luar biasa.
"Boleh bapak gabung?"Tanya Dedy.Ya,dia Dedy guru fisika mereka.
“Astagfirullah.”Ucap Arka sambil mengusap dadanya karena terkejut.Ia sedang melamun,dan tiba-tiba Dedy mengangetkan ya.
“Dipikir saya hantu?”Tanya Dedy sedikit kesal.
“Kalau hantunya macam pak Dedy mah,saya takut mati muda.”Canda Arka.
“Lah bocah,kenapa dah?”Sahut Azka bingung.
“Ganteng banget.Bikin deg-degan mulu.”Ucap Arka.Ia serius untuk jawabannya kali ini
Althaf,Azka dan Asen terbengong mendengar jawaban Arka.Entah sejak kapan Arka berubah menjadi seberani ini menggoda gurunya.
"Ehm...Bagaimana?"Dedy berdeham untuk menyadarkan mereka dari lamunan.
"Eh...Boleh pak.Silahkan."Ucap Azka.
Hingga tiba-tiba entah apa yang dipikirkan Arka,tiba-tiba dia duduk tepat disamping Dedy dan meminta Dedy untuk bermain gitar dan ia yang akan bernyanyi.
“Pak duet sama dedek Arka yuk?”Ajak Arka.
Ketiga temannya menggelengkan kepalanya karena tingkah absurd Arka.
“Bapak bisa main gitar?”Tanya Arka.Dedy mengangguk.
Arka lantas berlari kedalam kelas meminjam gitarnya Dewi.
"Woy Rhandra gue punya lagu buat elo."Teriak Arka keras setelah menyerahkan satu lembar kertas bertuliskan kunci gitar dan lagu yang akan ia nyanyikan.
Terlihat ekspresi wajah terkejut tercetak diwajah ketiga temannya.
"Lo apaan sih Ar."Tanya Althaf.
"Ntar gue jelasin."Jawab Arka acuh.
"Kita featering an ya pak.Biar kelihatan serasi gitu."Ucap Arka sambil menaik turunkan kedua alisnya.”Bapak bisa nyanyi lagu ini?”Tanya Arka.
“Bisa sedikit-sedikit.”Jawab Dedy dengan muka datar.
“Pak bisa ngga sih senyum dikit aja.Jangan kek tembok gitu.”Tutur Arka.
"Wah Ar lo kelewat berani Lo.?"Sahut Asen.
"Nggak pa-pa ya pak?Hehehe."Arka menanggapi dengan cengengesan.
Keduanya mulai memetik gitar-gitar masing.
__ADS_1
MENEPI
‘Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi'
Matanya terus menatap kearah Rhandra dan Kay yang mungkin saat ini mereka sedang berpacaran.Karena saat ini Rhandra sedang duduk dengan Kay.Dan terdengar betapa putus asanya seorang Arka karena hal ini.
‘Kau yang pernah Singgah disini
Dan cerita yang dulu engkau ingatkan kembali
Tak mampu aku tuk mengenang lagi
Biarlah kenangan kita pupus di hati
Tak ada waktu kembali
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu di awal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Kali ini Dedy yang bersuara.Suaranya yang indah mampu menghipnotis banyak siswa.Bahkan seorang Arka seketika menghentikan permainan gitarnya karena terbuai akan permainan gitar dan suara Dedy.
Bisik-bisik dari para siswa mulai terdengar.Apalagi saat ini Dedy terlihat bernyanyi sangat menghayati.
‘Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi'
Dedy bernyanyi penuh penghayatan.Seolah ia juga sedang merasakan sakit hati.
Padahal ia hanya ingin menyampaikan apa yang sedang dirasakan oleh Arka.
“Bagaimana?”Tanya Dedy.
“Luar biasa.”Jawab Arka sambil mengacungkan dua jempolnya.
Saat lagu sudah selesai,Arka langsung cengengesan melihat wajah keempat orang didepannya.
“Kenapa?”Tanya Arka mencoba terlihat baik-baik saja.
Tak lama Rhandra dan Kay mendekat.Dan Arka mendapat sebuah tamparan dipipi dari Kay.Kay sendiri juga tidak peduli keberadaan sang guru disana.
__ADS_1
"Anying."Umpat Arka.Ia tak peduli akan keberadaan Dedy disampingnya.
"Kenapa?Patah hati?Sadar!"Ucap Rhandra sarkas disertai senyum mengejek.
Arka menarik nafasnya panjang lalu ia hembuskan.
Ingin sekali ia meninju wajah Rhandra,tetapi ia urungkan karena didepannya masih ada guru.Ia tak mau bermasalah dengan guru.
"Enggak sekarang pengecut."Sahut Arka pelan tetapi penekanan.
Rhandra segera menarik tangan Kay untuk pergi dari sana.
"Hus-hus sono jauh-jauh!Najong.”Ucap Arka.
"Saya balik kekantor.Kurangi kebiasaan mengumpat kalian!"Peringat Dedy.
“Pak.”Panggil Arka.Dedy menengok kearah Arka.
“Masalah tadi jangan sampai keguru ya?”Mohon Arka.Dedy mengangguk.Dan itu membuat Arka bernapas lega.
Usai kepergian Dedy,Azka segera angkat bicara.
"Kenapa lagu tadi lo nyanyiin buat Rhandra sih?"Tanya Azka.
"Tunggu ntar pulang sekolah."Jawab Arka santai.Lalu ia juga pergi kekelas.
“Teman Lo rada-rada.”Gumam Azka.
“Temen Lo juga.”Jawab Asen.
“Lo juga.”Imbuh Althaf.
Siang hari setelah jam pelajaran usai,Arka menanti Rhandra didepan gerbang.Ia sudah sangat ingin membalaskan dendamnya pada Rhandra secepat mungkin.
"Rhandra."Panggil Arka.
"Apalagi?Lo masih ngarepin gue?"Jawabnya.
Bugh
Tepat dihidung Rhandra,Arka meninjunya.
"Auwww."Pekik Rhandra.
Sakit?Jelas,apalagi pukulan itu dari cewek.Untuk ukuran seorang Rhandra mungkin sakit ya tidak seberapa.Tetapi rasa malunya yang luar biasa.
"Buat semuanya selama ini.Inget lo nggak lebih dari seorang pengecut.Lo kira gue nggak tahu alasan dibalik lo deketin gue?Beruntung cuma tangan gue yang nyentuh wajah lo.Bisa lo bayangin sendiri jika yang mukul lo tangan Azka dan Althaf jadi seperti apa.Ruang ICU
adalah pilihan terbaik.Thank's buat lukanya.Luar biasa."Desis Arka.
"Karena ini urusan lo sama Arka,jadi gue sama Azka ogah ngotorin tangan kita.Dan ditambah gue yakin pasti itu lebih sakit.Soal bercampur malu."Sahut Althaf.
PLAKKK
Suara tamparan dipipi Kay.
"Buat elo yang pagi tadi udah nyentuh wajah gue."Sambung Arka.
“Jangan Lo kira gue nggak berani.Tadi gue diem karena gue masih menghargai ada pak Dedy disana.Coba aja tidak ada beliau,habis Lo ditangan gue anak manja.”Lanjut Arka.
Kay terlihat kesal karena sudah dipermalukan oleh Arka didepan banyak murid.Padahal selama ini tidak ada murid yang sampai seberani Arka saat melawannya.
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU...
__ADS_1