
Namaku Dedy Whahyudha Firdaus.Guru fisika disalah satu SMA di Boyolali.Ini adalah tahun kelima aku mengajar disekolah itu.Meski banyak siswa ataupun guru yang menunjukkam ketertarikan mereka padaku,satupun tak ada yang membuatku sreg.
Semenjak kejadian dimana seorang perempuan meyakitiku aku langsung menutup hatiku rapat-rapat.
Aku memiliki sifat yang dingin terhadap ornag luar,galak terhadap murid dan tidak mudah mengizinkan orang asing masuk kedalam hidupku.
Satu kali patah hati membuatku sangat hati-hati dalam mengenal perempuan.Aku tidak mau lagi mengulangi hal yang sama,disakiti perempuan.
Usiaku sudah hampir 27 tahun,single tetapi aku cukup menikmati statusku ini.Setidaknya sampai saat ini semua masih berjalan sesuai jalannya
Tetapi ada yang berbeda pada diriku akhir-akhir ini.Ada salah seorang siswi yang menarik perhatianku.Dan diam-diam jika ada waktu aku selalu memperhatikannya.
Aku merasa sudah seperti seorang penguntit saja.Diam-diam mengambil fotonya dan menyimpan fotonya diponselku.Ck.Menggelikan sekali.Entahlah bagaiman penilaian murid-muridku jika mengetahui hal ini.
Saat ini aku baru saja keluar dari kantor untuk melepas penat setelah mengajar dari pagi.Dan tak sengaja aku melihat seorang siswa yang sedang duduk dikursi pinggir lapangan basket.
Tak ada yang spesial darinya.Siswi bandel yang seluruh antero sekolah mengenalnya.Meskipun rasa kepercayaan dirinya tidak terlalu tinggi.
Siswi bandel yang luar biasa selalu membuat kepalaku serasa mau pecah.
Tetapi juga membuat jantung serasa maraton setiap melihat tawanya.
Kulihat dia sedikit murung.Akhirnya kuputuskan mendekat dan duduk disampingnya.
"Eh."Ucapnya.Sepertinya dia terkejut atas kehadiranku.
"Dua kali saya duduk dikursi ini karena alasan yang sama.Dulu Arga,sekarang siapa?"Tanyaku padanya.Ya,aku tahu betul dia dekat dengan siapa saja.Apapun tentang dia jelas aku tahu.
"Bapak mah sok tau."Kilahnya tanpa menatapku.Aku tersenyum.Entahlah,bersama murid ini,aku menjadi lebih sering tersenyum.
"Ck.Kamu meragukan saya?Kamu bisa bercerita kepada saya dan anggap saya seperti kakak kamu.Bukan guru kamu jika sedang snatai seperti ini.Saya tidak sekaku yang kamu pikirkan."Ucapku lagi.Entah dorongan darimana,aku ingin peduli pada muridku yang satu ini.
"Saya heran saja kok saya gampang banget yak baper.2 bulan lalu sibrengsek Arga.Saat ini si bastard Rhandra.Hati saya yang terlalu mudah diketuk atau memang mereka yang terlalu pintar membuat saya baper.Huh."Arka menjelaskan isi hatinya.”Atau memang saya segoblok itu sampai-sampai mengalami sakit hati lagi.”Lanjutnya.
Mendengar penjelasannya aku sedikit terkejut.Lagi dia sakit hati?
"Maaf jika mungkin kata-kata saya terlalu kasar untuk bapak."Lanjutnya lagi.
"Bukan keduanya.Tapi karena kamu yang terlalu bodoh menjaga hati kamu.Pikirkan!Jangan mudah menyerah dalam bab mempertahankan hati.Jangan mudah membukakan pintu hatimu ketika ada orang yang iseng mengetuknya.Siapa tahu dia cuma maling yang lalu pergi setelah mendapat apa yang dia mau.Tetapi jangan terlalu rapat menguncinya.Sebab jika kamu terlalu rapat menguncinya kamu akan kehilangan seseorang yamg benar-benar tulus ingin tinggal dihati kamu."Jelasku padanya.
Dan kulihat dia menghela napas pelan.Terlukis jelas wajah sendunya.Mungkin kali ini,dia benar-benar terluka.
Jika bisa ingin sekali aku menghiburnya.Mengembalikan senyumnya.
Entahlah dari mana kudapat kalimat bijak itu.
Semua terucap begitu saja dari mulutku.
“Semua tidak semudah itu pak.Perempuan kalau dibaperin saban hari pasti juga bakal leleh pak.”Kekuhnya.
“Kalau begitu belajar untuk tidak semudah itu!”Tuturku.
Ia mendelik melihat kearah ku.Meski aku sedang tidak melihat kearahnya,aku dapat melihat ia menatapku melalui ekor mataku.
Sepertinya dia cukup kesal dengan usulku.Karena memang semua tidak semudah itu.
“Ar.”Panggilku.
“Hm.”Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
“Nggak ada.”Ucapku.”Ck.Dasar si bapak.Ngerjain saya aja.”Jawabnya sedikit tersenyum.
“Pak.”Panggilnya.
__ADS_1
“Ya.”
“Rasanya jadi orang ganteng kek gimana sih pak?”Tanyanya.Aku mengernyitkan kening ku bingung dengan maksudnya.
“Canda pak.Tapi bapak benar-benar ganteng loh.”Ucapnya lagi.Aku merasa diatas angin mendapat pujian darinya.”Kalau tidak mana mungkin Bu Sulis suka sama bapak.Hahahahah...”Tawanya menggelegar.
“Kamu enggak?”Godaku.Seketika tawanya terhenti.Kini giliran aku yang tertawa puas.
Hanya sebatas itu awal kedekatan kami.
Waktu terus berjalan.Dia,Arka siswi perempuan yang selalu bertingkah.Dan aku selalu mengawasinya diam-diam.Aku tertarik padanya saat begitu banyak murid yang membullynya.
Aku bahkan kagum akan persahabatannya dengan ketiga murid laki-laki itu.Dan bodohnya,aku terkadang cemburu dengan kedekatannya dengan ketiga sahabatnya.Sungguh,sangat konyol.
Hingga suatu hari aku melihat mereka berempat sedang duduk didepan kelas.Kuberanikan diri untuk bergabung dengan mereka.
"Bapak boleh gabung?"Tanyaku.
Mereka melihatku heran.Wajar.Aku terkenal sebagai guru yang judes,galak dan jarang bersosialisasi dengan para penghuni sekolah.Tetapi kini aku ingin untuk duduk bersama dengan genk anak nakal disekolah ini.
"Ehm..."Aku berdeham untuk menyadarkan mereka dari lamunan.
"Eh...Boleh pak.Silahkan."Ucap Azka.
Hingga tiba-tiba entah apa yang dipikirkan gadis itu,tiba-tiba dia duduk disampingku dan memintaku untuk bermain gitar dan ia yang akan bernyanyi.
"Woy Rhandra gue punya lagu buat elo."Teriak Arka.
Kulihat wajah terkejut juga tercetak diwajah ketiga temannya.
Lalu ia menyodorkan sebuah kertas bertuliskan lirik lagu beserta kunci gitar.
Sempat ia masuk kekelas dan keluar membawa gitar.
"Nggak sekalian biar sweet?"Sahut Asen.
"Boleh kayaknya.Hehehe."Arka menanggapi dengan cengengesan.
Dia memintaku untuk ikut menyanyikan lagu tersebut.
Dari caranya bernyanyi dan suaranya yang sedikit bergetar aku tahu,dia teramat terluka.
Hingga dipart kedua sampai akhir aku yang bernyanyi.Aku bernyanyi seolah mewakili Arka yang sedang sakit hati.
Setelah lagu selesai,aku dapat melihat buliran bening dikedua sudut matanya.Aku tahu dia baru saja terluka kembali.
Setelah itu dia tetap berusaha tersenyum dan menunjukkan senyumnya.
"Gimana suara gue?Beuh kerenkan?Nggak heran sih ya."Ucap Arka mulai akut tingkat percaya dirinya
"Makan noh keren."Sahut Althaf sambil mengusap wajah Arka.
"Woy tangan lo bau terasi anjay."Omel Arka.
"Ganteng-ganteng bau terasi.Sono lo pulang ganti daster bantuin mama bikin sambel!"Sahut Azka.
"Ck! Dia habis jualan terasi ****.Lo semua pada nggak tahu?"Imbuh Asen.
"Sialan lo semua.Dasar ****** onta lo semua."Sahut Althaf.
"Eh Asen noh tadi gue ketemu sama emak lo."Ucap Arka lagi.
"Terus?"Tanya Asen penasaran.
__ADS_1
"Emak lo bilang suruh pulang ngangetin sayur.Hahaha."Tawa Arka menggelegar.Seakan ia lupa akan lagu yang baru ia nyanyikan.
"Anjay lo Arkadewi Fajarina.****** lo sono!Huh.Hu.Huh"Teriak Asen.
Jika sudah seperti ini mereka seakan lupa dengan orang yang ada disekitar mereka.Seperti sekarang.Mereka lupa aka keberadaanku.
"Ehm."Aku berdeham untuk menghentikan perdebatan tak bermutu mereka.
Seketika keempatnya diam tak bersuara sedikitpun.
"Maepkeun kita ya pak.Suka khilap kalo udah kek tadi mah."Ucap Arka .
"Saya balik kekantor dulu.Kurangi kebiasaan mengumpat kalian!"Aku memberi nasihat pada mereka.
Waktu terus berlalu.
Dan lagi suatu siang aku mendapati Arka sedang duduk didepan kelas.Tetapi kali ini dia hanya sendiri.Kuputuskan untuk duduk disampingnya.
Aku merasa teramat bahagia bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk mengobrol berdua dengannya.
"Huh.Sendiri lagi gue."Gumam Arka lirih.Tetapi aku masih dapat mendengarnya.
"Kenapa?Cemburu?"Sahutku yang sudah duduk disamping Arka.
"Bapak lagi."Sahut Arka cengengesan."Cemburu?Jelas.Setiap hari biasanya mereka sama saya.Sesibuk apapun.Kecuali Asen.Kalau diamah sudah biasa bagi saya.Tapi saya juga sadar saya tidak berhak egois dengan cemburu terhadap mereka."Jelas Arka.
Kulihat sorot matanya menyiratkan akan kekosongan dalam hatinya.Mungkin dia yang sudah terbiasa berempat merasa ada yang hilang saat ia hanya sendiri seperti ini.
"Setidaknya kamu sudah sedikit lebih dewasa."Sahutku.Setidaknya itu mungkin bisa membuatnya lebih baik.
"Bapak tuh ya kalau ngomong kek gini adem banget didengar.Tapi kalau dikelas beuh nyeremin.Kek kucing beranak galaknya."Jelasnya.Seketika aku membulatkan mata mendengar ucapannya itu.
Bagaimana tidak dia berkata seperti itu didepanku.
Astagah.
"Memang pernah kamu lihat kucing beranak?Ngintip kamu pas kucing itu lagi ngeden?"Tanyaku yang masih sedikit kesal dengan ucapannya tadi.
Sontak membuat Arka tertawa lepas.Tawa yang jujur saja membuatku jatuh cinta.Tawa yang membuat jantungku berasa maraton.
Yang sangat tidak bagus untuk kesehatan jantungku.
Ya,aku mencintai muridku sendiri.Tetapi aku masih ingat batasan akan status kami.
Aku menaruh hati padanya saat ia baru saja terluka untuk yang kesekian kalinya.
Tetapi aku bisa apa?Keadaan yang membuatku tidak bisa mengungkapkan isi hatiku.
Keberadaan kami disatu lingkup sekolah,membuatku benar-benar tidak bisa mengatakan isi hatiku.
"Ya kalee saya ngintip.Yang ada ntar bintitan saya mah.Hahaha."Arka masih terus tertawa.Dan tanpa sengaja aku juga ikut tertawa.
"Ikhlas banget kamu tertawanya Arkadewi.Kade lebih bagus kayaknya panggilan buat kamu."Ucapku langsung membuat tawa Arka diam.Ya,aku memberinya nama panggilan yang berbeda saat berdua seperti ini.
"Kade?Itu panggilan khusus buat saya?Cie si bapak mah gitu. Kode kayaknya ini mah."Sahut Arka yang nilai kepercayaan dirinya mulai over.
"Kode?Kode apa?"Aku benar-benar tidak mengerti.
"Kode kalau bapak suka saya.Duluan ya pak.Bye-bye."Bisik Arka padaku sambil tertawa lalu kabur meninggalkan aku yang memasang wajah cengo.
Dan ta lama aku tersenyum.
"Dasar bocah."Gumamku.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDWKAHBPOINNYA JUGA DITUNGGU