
Hari ini akan diadakan acara perpisahan sekolah untuk angkatan Arka dkk. Dan di hari ini Arka akan menyumbang lagu.
"Ok penampilan terakhir di acara perpisahan kelas XII kali ini akan ditutup dengan penampilan salah seorang murid yang sebenarnya suaranya biasa saja." Canda Bayu yang berperan sebagai pembaca susunan acara. Ya memang seperti itu skenario yang Arka tulis untuk dibaca oleh Bayu.
Mereka sudah mengadakan acara perpisahan, itu artinya mereka akan segera lulus. Lulus SMA, lalu memulai hidup yang sesungguhnya.
Dunia luar yang pasti akan sangat jauh dibanding ketika mereka masih SMA.
Dunia luar yang pastinya akan membutuhkan perjuangan yang jauh lebih sulit dibanding masa SMA.
Ini bukan akhir, melainkan awal yang baru dimulai.
"Tapi kalau milih lagu beuh, suka yang jahat banget maknanya. nggak kira-kira dalemnya. Sakit saudara-saudara semua. Dan itu pasti ngena di hati kita. Tapi dia sudah berubah menjadi pribadi yang lain. Kami rindu kamu yang dulu teman." Kali ini adalah rangkaian yang Bayu susun sendiri.
Arka sedikit terkejut mendengar tambahan rangkaian kata dari Bayu. Ia tak menyangka, sipendiam yang pendiamnya melebihi Asen ternyata juga merasakan akan perubahan sikap seorang Arka.
Meski satu angkatan mereka bahkan hanya saling mengenal nama satu sama lain.
Arka duduk dengan memangku gitar, sendiri itu adalah pilihannya. Sedang Althaf, ia diminta untuk menghandel laptop yang sudah tersambung dengan proyektor. Yang akan menampilkan beberapa slide foto.
Video yang ia buat sudah lama sekali. Yang memang sengaja ia buat untuk acara perpisahan ini.
"Maaf ganggu waktunya sebentar ya, saya di sini cuma mau menyampaikan beberapa pendapat saya tentang cinta dan kebersamaan. Jagalah mereka ketika masih ada di samping kita. Sebab kalian tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya, tatkala dia sudah tidak di sampingmu. Menyakitkan, bahkan sangat.
Satu hal yang selalu saya percaya yakni ' Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang'.Dan lagu ini untuk kalian semua yang merindukan seseorang." Kata Arka.
“Rindu?Heh,satu kata yang mampu membuat siapapun jatuh bangun saat merasakannya. Ungkapkan jika memang kamu merindukan seseorang! Jangan sampai menyesal karena tidak mendapat kesempatan waktu lagi.”
“Rindu satu kata dalam doa. Doakan dia, yang tidak ada di sampingmu!”
“Obat terbaik bagi sebuah rasa rindu adalah perjumpaan, lalu aku mau bertanya, bagaiman jika kita merindukan seseorang yang sudah berbeda kehidupan? Hanya melalui doa kita bisa mengungkapkan rindu itu.”
Lalu ia segera memainkan petikan gitar. Arka terus memejamkan matanya, tak berani menatap ke arah para tamu undangan. Takut jika ia sampai tak mampu menyelesaikan lagunya.
Karena sudah pasti, air mata akan luruh seiring lagu yang akan ia nyanyikan.
'Saat ku sendiri, ku lihat foto dan video
Bersamamu yang telah lama ku simpan
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
__ADS_1
Yang tak bisa, ku ulang kembali'
Memori kebahagiannya beberapa waktu yang lalu terlukis jelas di pikirannya. Seulas senyum terbit di kedua sudut bibir Arka. Namun sayang, hanya sepersekian detik, setelahnya sneyum itu hilang lagi.
Di belakang Althaf sedang memutar video yang menampilkan gerbang sekolah mereka. Sekilas tak ada yang menarik, tetapi jika diamati lebih teliti jauh di sana berdiri seseorang. Seorang guru yang sudah mengikat hati muridnya
Seseorang yang berdiri tegap dengan kedua tangannya yang ia masukkan ke dalam kantong celananya.
'Ku ingin saat ini, engkau ada di sini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu'
Senyum itu, suara itu, genggaman itu, mengingatnya hanya membuat Arka kembali terluka. Ia masih bisa mengingat betul bagaimana hangatnya genggaman tangannya. Bagaimana senyum itu bisa membuat hatinya berbunga-bunga. Bagaimana suar itu saat mengungkapkan cinta.
Ungkapan cinta itu membuatnya seolah tidak bisa membuatnya beranjak. Yang membuatnya lumpuh untuk bisa bangkit. Yang membuatnya terus terjatuh tanpa bisa bangkit.
Suaranya terdengar mencekat d ulu hati. Membuat siapa saja yang mendengarnya seolah ikut merasakan sakit.
Lalu berubah menjadi foto tangan yang saling menggenggam. Kenangan saat kedua insan manusia itu sedang pergi ke pantai.
Terlihat jelas itu merupakan tangan seorang laki-laki dan perempuan.
'Segala cara telah kucoba
Agar aku bisa tanpa dirimu,
Ho-oh
Namun semua, berbeda
Sulitku menghapus kenangan bersamamu'
Kali ini tangisnya sudah pecah. Bahkan kata yang ia nyanyikan sudah terpotong karena sesegukan. Suaranya sudah tidak terdengar jelas, hanya isakan yang terdengar jelas.
Tetapi ia tetap berusaha menyelesaikan lagunya. Ia usai air matanya.
__ADS_1
Hatinya terlalu terluka mengingat hal itu. Ia belum siap kehilangan. Sampai saat ini, ia bahkan belum bisa menerima kenyataan itu.
Tak hanya Arka, bahkan mereka yang menyaksikan penampilan Arka menjadi ikut menangis. Meski mereka tidak paham betul atas luka yang Arka rasakan.
Tidak ada yang paham akan siapa orang yang Arka maksud. Dan luka seperti apa yang Arka rasakan. Tetapi mereka ikut menangis saat mendengar suara hati Arka yang terluka.
Slide foto sudah berganti dengan foto saat ia tersenyum bahagia bersama seorang laki-laki yang sangat ia cintai. Selamanya nama itu akan memiliki ruang tersendiri di sudut hatinya.
Di mana di foto itu, sang lelaki sedang memeluknya dengan wajah menghadap ke belakang dan yang terlibat hanya wajah bahagia Arka.
'Ku ingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar,
Tuhan
Tolong kabulkanlah
Bukan diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu,
Ho oh
Hanya rindu
Ho-oh'
Arka bernyanyi penuh emosi. Seolah ia meluapkan isi hatinya yang saat ini sedang terluka.
Ia marah, ia kesal,ia benci dengan keadaan ini. Keadaan di mana ujian ini harus ia lewati. Keadaan di mana ia harus mendapat cobaan semacam ini. Sungguh ia ingin mengatakan pada semua orang jika ia sudah tidak mampu lagi.
Video terus berputar diiringi petikan gitar dari Arka, hingga terakhir adalah foto Arka dan seseorang yang dulu ia gunakan untuk foto walpaper ponselnya, tetapi tidak untuk sekarang. Foto di mana Arka mencium pipi seorang lelaki dan laki-laki itu tertawa lepas.
Lalu berganti foto saat dirinya sengaja mengecup bibir lelaki itu tetapi dari samping sengaja bagian bibir ditutup menggunakan sebuah daun.
Dan itu sukses membuat banyak orang tercengang.
Meski masih sesegukan, Arka mencoba bernyanyi satu lagu lagi.
__ADS_1
“Percayalah, jika kita benar-benar mencintainya, ada ataupun tidak dia di samping kita. Namanya akan bersemayam indah di hati kita.”
MENYEMBUHKAN LUKA KEHILANGAN TIDAK SEMUDAH JATUH CINTA