Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 19


__ADS_3

Tiba sudah hari dimana Shakeil akan berangkat pendidikan.Meskipun ia akan berangkat sore hari,Ave sudah stay dirumah Shakeil sejak pagi.Ia bahkan rela bolos sekolah hanya untuk hari ini.


Sedari pagi,ia sudah membantu Shakeil dalam mengepak segala keperluannya.Berulang kali Ave melontarkan pertanyaan yang sama pada Shakeil,membuat Shakeil merasa jengah sendiri.


Sedangkan Ave,dia cekikikan karena tingkah konyolnya.Terkadang ia sengaja menanyakan pertanyaan yang sama agar Shakeil kesal,dan setelah itu Ave akan terbahak-bahak.


Hal itu membuat kedua orang tua Shakeil,Dody serta Hana tertawa.


"Sha,jaga kesehatan!Jangan suka keluar malam!Jangan suka mandi malam-malam!Pokoknya jauhi apapun itu yang sekiranya bakal membuat elo sakit.


Kan nggak lucu kalau kita,datang kesana hanya karena elo masuk angin.Hahahaha."Peringat Ave.Shakeil mengusap wajahnya kasar.Sedari pagi Ave terlihat lebih menyebalkan.


Shakeil menghela napasnya.Lalu memaksakan senyumnya.


"Sha ikut gue bentar yuk!"Ajak Ave.Tanpa menunggu jawaban dari Shakeil,Ave sudah menarik tangan Shakeil.


Ave menarik Shakeil untuk duduk diteras rumah.Kemudian dia berlari menuju mobilnya.Ia kembali dengan menenteng sebuah paperbag bergambar batik.


Ia tersenyum pada Shakeil,lalu menyerahkan paperbag itu pada Shakeil.Shakeil mengernyitkan kedua alisnya.


"Apa?"Tanyanya."Buka aja."Sahut sang kekasih.


Shakeil lantas membuka paperbag itu.Ada dua buah kotak.Satu kecil,satunya sedikit besar.Membuat Shakeil semakin penasaran.


Ia membuka kotak yang kecil terlebih dahulu.Ia cukup terkejut dengan isi kotak itu.Belum mengerti maksudt Ave.Lalu ia membuka kotak yang lebih besar.Ia semakin tak mengerti apa maksudt Ave.


Ave berdecih kesal.Ia tak menyayangkan Shakeil yang cerdas luar biasa bisa gitu ya nggak ngeh perihal hadiah seperti itu.


"Nggak romantis banget sih Sha lo?"Gerutu Ave.


"Itu jam maksudtnya biar elo selalu ingat sama gue.Pake setiap hari!Biar inget disini ada yang nungguin.Dan juga jangan lupa sholat 5 waktu lo!Terus itu pigura yang ada fotonya kita buat obat kalau-kalau elo kangen sama gue.Heheheh."Jelas Ave diakhiri senyum pepsodentnya.


Shakeil ikut tersenyum.Tidak menyangka Ave bisa sebegitu cinta dan takutnya ia lupa pada dirinya.


Shakeil mengusap pucuk kepala Ave pelan.Lalu perlahan menariknya kedalam pelukannya.Seketika air mata yang sejatinya Ave tahan luluh juga.

__ADS_1


Ia tak mau Shakeil melihat air matanya.Tapi nyatanya,saat dipeluk oleh laki-laki yang amat ia cintai itu,air matanya luluh juga.


"Kan dihp banyak Av foto kita.Foto elo aja hampir memenuhi galery ponsel gue.Tapi makasih buat dua benda ini Bakal gue inget semua pesan lo.


Tenang,gue janji sama elo.Perjuangan gue ini cuma buat ngepantasin diri gue sama elo.Lo yang sabar aja nungguin guenya."Ucap Shakeil lalu mencium pucuk kepala Ave.Ave mengangguk.


Saat hari menjelang sore,semuanya berangkat menggunakan mobil Dody yang memang lebih besar.Paling depan Dody duduk sebagai sopir,dengn disampingnya  Hana menemani.


Lalu ditengah ada kedua orang tua Shakeil.Dan yang paling belakang,Shakeil duduk berdua dengan Ave.


Perjalanan hampir 90 menit akhirnya mereka sampai distasiun Solo Balapan.


Masih ada waktu sekitar 45 menit sebelum kereta berangkat.


Shakeil saat ini sedang duduk bersama kedua orang tuanya juga Dody.Ia mendapat banyak wejangan dari keluarganya.Sedangkan Ave,ia saat ini masih ditoilet.


"Jaga kesehatan nak!Jangan sampai mama dengar kamu sakit disana!Disana jauh dari orang tua,jaga diri baik-baik!"Ucap mamanya Shakeil.


"Iya,papa mau kamu lulus dengan hasil yang membanggakan.Melebihi abang kamu."Sahut Andri tertawa.Dody mencebikkan bibirnya.


Jaga hati jaga mata!Kagak usah nengok cewek kanan kiri.Disana banyak cewek yang jauh lebih dari Ave.Tapi belom tentu sesabar dan sekuat Ave."Pesan Dody.


"Iya Sha,mbak aja heran hlo sama dia.Masih sekolah tapi udah mau mikirin setia nunggu kamu.Kebanyakan nih ya,mereka yang masih sekolah pasti lebih memilih untuk nyari yang lain.Tapi dia enggak.Jangan sampai buat di menangis!"Tambah Hana.


Shakeil mengangguk pasti.


"Bang nitip Ave ya.Tolong jagain dia!Anggap ia seperti adik abang sendiri!"Pesan Shakeil.Dody tersenyum dan mengangguk pasti.


"Mbak Hana jangan cemburu ya kalau bang Dody perhatian sama pacar aku."Lanjut Shakeil.Hana memelototkan matanya tak percaya dengan ucapan adik iparnya itu.


"Cih.Dasar adiknya mas Dody."Sahut Hana kesal.


Tak lama Ave kembali.Ia duduk disamping Shakeil.Terus menggenggam tangan Shakeil erat.Tapi tak berani menatap mata Shakeil.


Shakeil sendiri yang mengerti akan situasi itu hanya diam dan beberapa kali menghela napas.Ia tak pernah menyangka akan dihadapkan pada situasi dan kondisi yang sedemikian.

__ADS_1


Terdengar panggilan jika kereta dengan tujuan Magelang akan segera berangkat.Shakeil segera berdiri.Mencium punggung kedua orang tuanya.Dan sejenak berpelukan.Lalu mencium tangan Dody juga Hana,sama juga sejenak berpelukan.


Terakhir ia menatap wajah kekasihnya.Ave tersenyum manis.Senyum tulus untuk mengantar kekasihnya dalam mulai berjuang.


Melihat senyum Ave,Shakeil justru semakin tidak tega meninggalkan kekasihnya.


"Udah sono lo.Ntar ketinggalan loh.Kan ada bang Dody,mbak Hana,mama sama papa juga.Jangan khawatir!Cukup ingat pesan gue!"Ucap Ave tenang.


Bukan tenang yang sesungguhnya,tetapi tenang yang ia buat agar Shakeil berangkat tanpa melihat beban dirinya menangis.


"Aku berangkat ya?Baik-baik disini!Ingat jaga hati jaga mata!Aku berjuang buat kamu "Ucap Shakeil dengan suara bergetar.


"Iya-iya Sha.Yang ada elo tuh yang kudu jaga mata.Pan disana pasti banyak cewek yang lebih dari gue."Sahut Ave pura-pura kesal.


Sejatinya ia tahu jika kekasihnya itu tidak akan berpaling darinya.


Shakeil mengangguk.Mencium kening Ave cukup lama.Lalu melepaskan dan segera naik kekereta.Shakeil melambaikan tangan pada semuanya.Begitu juga mereka,juga melambaikan tangan pada Shakeil.


Perlahan kereta itu semakin menjauh.Sedikit demi sedikit wajah Shakeil sudah hilang dari jangkauan mata Ave.


Ave menghela napas.Is lega bisa mengantar kekasihnya tanpa drama air mata.


"Go kita pulang.Capek gue bang."Ucap Ave lalu pergi meninggalkan Dody dan yang lainnya.


Mereka cukup terkejut dengan sikap Ave yang sepertinya tidak ada sedih-sedihnya ditinggal pergi Shakeil.


Padahal tanpa mereka ketahui,Ave hanya ingin segera pulang dan mengunci dirinya dikamar lalu menangis sepuasnya.


Sepanjang perjalanan pulang tidak ada pembicaraan.Ave terlihat tertidur.Ia sebenarnya hanya pura-pura tidur.Sebab ia tak mau ditanya perihal Shakeil terlebih dahulu.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.

__ADS_1


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2