
Mendengar apa yang diucapkan Boby,Afsheen segera berdiri menghampiri Agra.
“Bang kunci mobil lo mana?”Tanya Afsheen.
Tak ada jawaban,Agra masih terkejut dengan berita yang mengatakan Andri terkena serangan jantung tersebut.
“Bang.”Teriak Afsheen.Seketika Agra tersadar dari lamunannya.
“Kunci mobil lo mana?”Tanyanya lagi.Air mata sudah tidak mampu ia bendung lagi.
"Kunci mobil?"Ulang Agra.Terlihat Afsheen mngeram kesal dengan kebodohan Agra saat ini.
Perlahan Boby mendekat.
“Ini,pakai kunci mobil aku!Ayo,aku antarkan.”Usul Boby.Afsheen mengangguk.Ia cukup bingung dengan segala sesuatu yang terjadi hari ini.
“Tan bilang mama sama papa dan yang lain acaranya gagal.Kami harus segera kerumah sakit.”Pamit Boby pada Arka.Arka hanya bisa mengangguk.
Setelah berada didalam mobil,Boby meminta Afsheen untuk menghubungi Shakeil menggunakan nomornya saja.
“OmAndri dirawat dimana kak?”Tanya Dody saat sambungan telponnya dengan Dody sudah terhubung.
“Ini siapa?”Tanya Dody.
“Dirawat dimana?”Kali ini Boby yang mengambil alih panggilan itu.
“Rumah Sakit Bayangkari yang paling dekat dengan batalyon infanteri.”Jawab Dody.Boby langsung mematikan sambungan telponnya.
“Rumah sakit Bayangkari yang dekat dengan Batalyon infanteri.Kamu tahu alamatnya?”Tanya Boby Afsheen mengangguk.
Jalanan tidak terlalu ramai karena kebetulan ini masih jam kerja,sehingga kendaraan belum turun kejalan.
Setelah hampir 45 menit,mereka sampai dirumah sakit itu.Boby menuntun Afsheen untuk berjalan menuju ruang ICU.Sebab tadi ia sempat mendengar ucapan Shakeil yang mengatakan Andri saat ini ada diruang ICU.
Didepan ruang ICU,dilihatnya Dody,Amel dan Shakeil sedang menunggu disana.
Shakeil,masih menggunakan pakaian yang sama saat ia datang kerumahnya tadi.Masih sama kacaunya.
Meski ragu Afsheen langsung berlari dan memeluk Dody.Seperti dulu,ia memang suka sekali memeluk Dody.
Dody sendiri sangat terkejut karena Afsheen yang tiba-tiba berlari dan memeluknya.
Afsheen menangis tersedu-sedu dipelukan Dody.
__ADS_1
Ia sendiri ikut menyesali dengan keadaan Andri yang sampai sedemikian.Ia merasa jika karena dirinyalah Andri mendapat serangan jantung.
Shakeil menatap nanar gadis yang berstatus mantan tunangannya itu.Matanya tak sedikitpun berkedip melihat Afsheen yang saat ini sedang menangis dipelukan sang abang.
Boby mendekat kearah Shakeil.Menepuk pundak Shakeil yang tak sadar akan kedatangan Boby.
“Ikut saya sebentar!”Ucap Boby.
Boby langsung melangkah tanpa peduli Shakeil akan mengikutinya ataupun tidak.
Boby berhenti tepat disebuah kursi taman rumah sakit.Tak lama setelahnya Shakeil sampai.Ternyata dia mengikuti apa yang Boby ucapkan.Keduanya duduk disalah satu kursi taman yang ada.
“Ada apa?”Tanya Shakeil dingin.
Boby tersenyum kecut mendengar pertanyaan Shakeil yang terdengar sangat dingin.
Dia yang berkorban dan yang menjadi korban,tetapi mengapa ia mendapat perlakuan yang ketus?
“Hah.Tidak ada.”Jawab Boby santai.Ia lalu berdiri.Memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya.
Shakeil tak bergeming.Bahkan menatap Boby pun tidak.Tetapi dari matanya ia terlihat kesal dengan sikap Boby.
“Harusnya kamu malu dengan keadaan kamu yang sedemikian?Apa kamu sadar kondisi kamu tidak kalah dengan para gembel jalanan?”Tanya Boby terdengar pedas sekali.
"Astagah.Saya heran kenapa perempuan sesempurna Afsheen harus mencintai dan dicintai laki-laki macam kamu.Ck.Kasihan Afsheen."Ledek Boby.
Shakeil memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Boby yang terus saja meledeknya.
“Saya sudah melepaskan Afsheen untuk kembali kekamu.Itu semua karena saya sadar,cinta Afsheen hanya untuk kamu.Ingat!Jangan pernah sakiti dia!Jangan pernah buat ia menangis lagi,atau saya akan mengmablik dia dari kamu dan tidak akan pernah mengembalikan dia pada kamu.”Jelas Boby.Matanya terus menatap lurus kedepan,berharap ada kekuatan untuk membantunya tetap tegar untuk semua ini.
Sejujurnya hatinya merasa sakit mengucapkan kalimat yang menyatakan ia melepaskan Afsheen.Nyatanya hatinya berkata lain.Hatinya berkata ingin mempertahankan Afsheen.Tapi disisi lain,ia tidak tega menghancurkan banyak orang jika ia tetap melanjutkan niatnya itu.
Boby membalikkan badannya menghadap Shakeil.
“Saya pergi.Nanti pas kalian menikah saya akan datang untuk menyaksikan pernikahan kalian.Permisi.Sampaikan salam saya pada Afsheen.”Ucap Boby lagi.Ia segera melangkahkan kakinya menuju parkiran rumah sakit sebelum ia berubah pikiran.Atau ia akan mencabut semua ucapannya.
Shakeil masih terdiam mencerna setiap kata yang Boby ucapkan padanya.
Melepaskan? Afsheen?Itu artinya mereka tidak jadi menikah? Afsheen akan kembali padanya? Benarkah?Kalimat-kalimat yang berpitar-putar dikepala Shakeil.
Disi lain,Dody segera mengajak Afsheen duduk.
“Maaf bang.”Lirih Afsheen.
__ADS_1
Dody mengusap lembut kepala Afsheen sambil tersenyum.
“Bukan salah kamu dek.”Jawab Dody.
“Afsheen yang salah bang.”Kekeuh Afsheen.Amel mendekat.Lalu memeluk Afsheen.
“Semua takdir nak.Coba nanti kamu temui papanya Dody,siapa tahu ia mau mendengar ucapanmu dan lalu bangun.”Sahut Amel.
Afsheen mengangguk.Ia melepaskan pelukannya dari Dody,lalu menatap Amel.Amel tersenyum manis apda Afsheen.Senyum itu masih sama seperti dulu.
“Ma.”Panggil Afsheen lalu memeluk Amel.
Amel sempat terkejut mendengar panggilan Afsheen yang memanggilnya mama.
"Sudah tidak usah menangis.Nanti setelah dokter keluar,kamu boleh masuk menemui papanya Dody."Ucap Amel menenangkan Afsheen.
Benar saja.Tak lama dokter keluar.Dody langsung mendekat kearah dokter tersebut.
"Bagaimana dok keadaan papa saya?"Tanya Dody.Doktwr tersebut tersenyum.
"Luar biasa,beliau langsung melewati masa kritisnya.Meski belum sadar."Jelas dokter tersebut.
Semuanya bernapas lega mendengar penjelasan dokter tersebut.
"Dok bisa bicara sebentar?"Tanya Afsheen.Dokter tersebut mengangguk.
"Pengobatan seperti apa yang bisa dilakukan untuk papa saya dok?Maksudt saya bukankah seseorang yang mengalami serangan jantung ada beberapa cara pengobatan?Lalu papa saya kedepannya akan menggunakan pengobatan yang seperti apa?"Tanya Afsheen.
"Operasi atau pemasangan ring jantung mungkin?"Tanya Afsheen.Foktwr tersebut tersenyum,ia tahu jika gadis didepannya ini juga merupakan seorang dokter.
Dody dan Amel tersenyum melihat serta mendengar penuturan Afsheen.Ternyata Afsheen adalah seorang dokter yang patut dibanggakan.
"Kita patut bersyukur karena serangan jantung yang dialami pak Andri tidak terlalu berat.Meskipun tadi sempat kritis.Beliau cukup mengkonsumsi obat yang nanti akan saya tulis resepnya."Jelas dokter tersebut.
"Tidak usah sampai oprasi atau bahkan pasang ring.Kondisi pak Andri belum separah itu."Ucapnya lagi.
"Baik dok.Kedepannya kami juga akan memperhatikan proses pemulihan kesehatan papa."Ucap Afsheen.
"Harus itu."Sahut dokter cepat.
"Lalu apa boleh kami melihat papa?"Tanya Afsheen."Tentu.Tapi jaga kenyamanan istirahat pasien,!"Pesan dokter itu.Afsheen mengangguk.
__ADS_1
YA AMPYUN BANG SHAKEIL,SUKA GAK KUAT IH LIAT BENINGNYA BANG SHAKEIL.