Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 37


__ADS_3

Baik Soga maupun Theo mengira jika mereka akan diajak kesuatu tempat yang indah.Eh,nggak tahunya kerumah Shakeil.


“Lo pacarannya dimana dah Sha kalau elo ngajak kita pulang kerumah lo?”Tanya Soga.


“Ya ngobrol aja diteras atau diruang tamu.”Jawab Shakeil santai.


Keempatnya memilih menggunakan taksi online untuk mereka pulang.Karena Eshan sudah pulang duluan.


“CK.Kagak romantis amat Lo pacaran dirumah.Gue tebak,pasti dikamar juga kan?”Tuduh Soga.


“Pikiran Lo ngeres Mulu sii.Bahkan sejauh ini paling banter gue cuma peluk dia.Itu juga ada keluarga gue.Gue sama cewek gue,kalau dirumah kagak ada orang lebih milih ngobrol diteras lalu pintunya gue buka lebar-lebar.”Jelas Shakeil.


“Berarti Dinda kemarin nyolong start dong.”Sahut Theo.


Ave dan Shakeil lantas menengok kearah Theo.Terlihat perubahan raut wajah Ave.Shakeil menatap tajam kearah Theo.Sedang Theo ia merasa tidak enak hati karena sudah membahas hal itu lagi.


Ia takut bakal ada perang dunia ketiga dimobil inii.


“Dia saja yang murahan asal nyosor pacar orang.Kalau dia punya harga diri pasti dia bakal menjaga apa yang ia punya.Terbukti dia main nyosor-nyosor aja.Jadi dia nggak punya harga diri.


Jangan karena dia seorang taruni terus dia terlihat lebih terhormat.ENGGAK.


Harusnya bisa dong dia tahan diri dia.Gue aja yang pacaran udah masuk tahun ke-5 kagak pernah tuh berani buat kek gitu.”Jawab Ave santai.Tapi penuh penekanan.


Shakeil dan Theo sama-sama diam.Merasa canggung karena ucapan Theo yang salah.


“Bener.Gue juga setuju mbak.”Imbuh Soga.


“Gue bukan mbak Lo ya.Tuaan Lo juga.”Sarkas Ave ketus.


“Dibelain juga.”Sungut Soga.


“Kagak butuh pembelaan dari elo.”Jawab Ave.


BAMMM


Karena kebetulan mereka sudah sampai,Ave langsung keluar dan menutup pintu dengan sangat keras.


Ave mendengus kesal karena itu.


“Lo kalau ngomong didepan cewek gue dijaga dikit napa sih?”Omel Shakeil."Dia itu jarang marah,jarang cemburuan,sekalinya cemburu pasti lama.Semoga saja kali ini enggak."Lanjut Shakeil kesal.


“Sorry Sha.Kelepasan.”Jawab Theo.


“Keluar!Buruan masuk!”Ucap Shakeil.


Ave sudah berada didalam rumah.Didalam ada Dody dan Hana yang sedang mengobrol.


Dia langsung menubruk Hana dan memeluknya.Jarang sekali Ave akan memeluk Hana.Biasanya juga ia lebih memilih memeluk Dody.


“Ada apa?Hem?”Tanya Hana.


Ave menggeleng.Melihat itu,Dody lantas menarik Ave untuk ia peluk.


“Hibur dia.Tanyakan baik-baik.Dia lebih terbuka sama kamu mas.Aku mau lihat anak kita dulu.”Ucap Hana.Dody pun mengangguk.


Ia tak langsung bertanya,ia lebih membiarkan Ave menangis sepuasnya lalu setelah tenang dia juga pasti aka bercerita.


Lalu masuklah Shakeil dan kedua temannya.Dody sendiri juga merasa terkejut dengan kepulangan adiknya itu.


“Sha.”Panggil Dody.Shakeil mendekat.Lantas mencium punggung tangan Dody.


Theo dan Soga juga mengikuti apa yang dilakukan Shakeil.Saat melihat Ave yang sedang dipeluk Dody,membuat keduanya berpikir terlalu jauh.


"Kagak usah mikir yang aneh-aneh tentang cewek gue."Peringat Shakeil.


“Mama dan papa ada dibelakang.Lagi ngadem.Sana gih temuin dulu.Urusan Ave serahin sama abangmu ini.”Ucap Dody.Shakeil mengangguk.


Ia meletakkan tasnya disalah satu sofa.Ia juga mengajak Theo dan Soga untuk menemui kedua orang tuanya.


“Ma,pa.”Sapa Shakeil.Kedua orang tua itupun membalikkan badan mereka.Sama dengan Dody,mereka juga terkejut karena kepulangan Shakeil yang tanpa kabar.


“Nak.”Jawab Amel.Shakeil langsung mencium punggung tangan Andri dan Amel.

__ADS_1


“Ini Theo sama Soga teman satu kamar Shakeil ma,pa.Katanya mereka pengen tahu kota Boyolali seperti apa.”Ucap Shakeil.


“Theo om,Tante.”Ucap Theo sebelum mencium punggung tangan keduanya.


“Soga yang gantengnya paripurna om,Tan.”Ucap Soga.


Shakeil dan Theo mencebikkan bibirnya mendengar ucapan Soga.


"Panggil mama sama papa saja.Seprtti Shakeil."Sahut Andri.


Keduanya mengangguk.


Didalam rumah.Ave sudah puas menangis dan membasahi baju Dody.


“ Kenapa?”Tanya Dody.


“Salah nggak sih bang kalau Ave cemburu karena disana,Shakeil sudah pernah dicium salah seorang taruni yang terus mengejarnya.


Ave yang pacarannya tahun ini masuk tahun ke-5 saja tidak sampai seperti itu.


Ave marah bang karena apa yang milik Shakeil selama ini Ave jaga,justru sudah didahului orang lain.”Jelas Ave.


“Enggak salah kamu.Itu yang nyium cewek itu atau adiknya Abang?”Tanya Dody.


“Cewek murahan itu bang.Dia ngakunya taruni,tapi kenapa dia main nyoso-nyosor pacar aku.”Ucap Ave lagi sambil memonyongkan bibirnya karena kesal.


“Selama Shakeil tidak memberi balasan perasaan atau harapan pada gadis itu,itu artinya hati Shakeil masih milik kamu.


Terbukti dia bercerita sama kamu kan?Dia takut kamu sampai salah paham.Yakin saja,dia tidak akan mengkhianatimu.”Jelas Dody.


Ave mengangguk.Meskipun selama ini dia terlihat diam dan cuek,bukan berarti dia tidak peduli.Dia hanya tak mau menunjukkan kepada orang lain saja.


Keesokan harinya,


Hari ini,Ave dan Shakeil berjanji untuk pergi ketempat wisata dengan Shakeil serta kedua temannya.


“Pa,Ave bawa mobil papa ya?”Ucap Ave memohon pada Althaf.


“Mau kemana anak papa pagi-pagi?”Tanya Althaf.


Althaf melihat hal itu juga ikut tersenyum.


“Jangan pulang malam-malam!”Pesan Althaf.Ave mengangguk.


Dengan semangat 45 Ave melajukan mobil milik papanya menuju rumah Shakeil.


Sesampainya dirumah Shakeil,Ave sedikit kesal karena Shakeil belum juga bangun.


“Maling-maling.”Teriak Ave sangat keras.


Dan dengan teriakan sekeras toa masjid itu bisa membuat tiga sekawan itu kalang kabut karena mengira ada maling sungguhan.


Tetapi mereka tak menemui maling itu,yang mereka temui hanya Ave yang sedang bersedekap tangan didepan dadanya dengan tatapan tajam.


“30 menit gue tunggu diluar bareng papa dan mama.”Ucap Ave tegas.


Shakeil menyadari hal itu langsung segera mencari handuknya dan berlari kekamar mandi.Beruntung dirumah itu kamar mandinya bukan hanya satu.


Mendapati kedua temannya tak kunjung tersadar,Shakeil langsung berteriak tepat disamping telinga keduanya.


“Woy.Buruan mandi!Atau gue tinggal ntar.”Teriak Shakeil.


Theo juga Soga ikut kalang kabut untuk mandi.


Sudah hampir 60 menit Ave menunggu diruang tamu bersama Andri dan Amel.Ave sudah memasang wajah cemberutnya karena ketiga manusia itu belum juga selesai untuk bersiap.


“Ck.Gue aja kagak gini-gini amat dah siap-siapnya tadi.Mereka mau jalan-jalan atau mangkal di perempatan sih.Lama amat.”Omel Ave kesal.


“Kamu panggil lagi aja nak!”Usul Andri.


“Ogah banget.”Sungut Ave.


“Lo kayak kagak tahu Shakeil kalau mau pergi aja Av.Udah kek cewek mau jalan sama gebetannya.Lama banget dandannya.”Sahut Dody.

__ADS_1


Ave tak menjawab.Ia terus menekuk wajahnya karena kesal.


Tak lama munculah tiga pemuda yang terlihat keren.Meskipun Soga tetap kalah tampan bila dibandingkan dengan Shakeil dan Theo.Tapi cara berpakaiannya yang modis dapat menutupi kekurangannya itu.


Mendapati wajah sang kekasih yang terlihat kesal,Shakeil langsung mendekat dan mencium pipi Ave.


Hal yang baru pertama kali Shakeil lakukan selama mereka pacaran.


Ave membulatkan matanya mendapat perlakuan sedemikian.Dalam bayangan pun ia tak pernah membayangkan.


Wajah Ave seketika terasa panas dan berubah menjadi merah karena perlakuan Shakeil.


“Maaf ya lama.Nyari baju yang couplean sama milik kamu ini.”Ucao Shakeil.


Ya,alasan mereka bertiga tekat keluar kamar karena Shakeil yang mencari kaos couple dengan Ave.


“Iya,sampe baju satu lemari bajunya elo keluarin semua.”Sahut Soga.


Amel,ibunya Shakeil langsung menatap tajam sang anak.Shakeil sendiri hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Huh.Untung mama lagi baik.Jadi nanti biar mama yang rapihin.”Ucap Amel sambil menghela napas.


Pasalnya ia tahu betul,Shakeil jika sudah mengobrak-abrik isi lemarinya,maka isi dalam kamar itu akan berpindah tempat semua.


“Yuk ahh.”Ajak Ave.Sebelum berangkat,mereka mencium punggung tangan ketiga orang yang lebih tua dari mereka itu.


Shakeil berada didepan sebagai pengemudi,ditemani Ave dikursi sampingnya.


Sedangkan Soga dan Theo mereka dibelakang.


“Bang Soga,bang Theo asli mana?”Tanya Ave.


“Aku orang Batak.”Jawab Soga.


“Gue orang Lampung.”Imbuh Theo.


“Kok pada bisa nyasar ke Magelang?”Tanya Ave lagi.


“Dipikir kita orang ucul kalee Ga.”Jawab Theo.


"Lah iya.Dikira kita burung apa."Tambah Soga.


“Sha,elo berteman sama mereka lebih dari dua tahun aja.Gue jamin...”Ucap Ave menggantung.


“Jamin apaan?”Tanya Shakeil cepat.


“Gue jamin sama gilanya.”Jawab Ave santai.


“Somgongnya nggak usah kebangeten mbak.”Sungut Soga.


“Lo kira gue embak Lo?”Sahut Ave kethus.


“Cantik banget sih kalau lagi ngambek?”Goda Soga.


Ckkkkiiiiiiiiiiiiitttttttt


Shakeil ngerem mendadak hanya karena mendengar godaan dari Soga barusan.


“Lo kalau ngegombal jangan sama cewek gue juga.”Omel Shakeil.


“Lo kalau lagi mati lampu juga nggak kelihatan.”Jawab Ave santai.


Mendengar itu Theo langsung terbahak-bahak.Ia sampai memukul-mukul paha Soga karena ejekan dari Ave.


“Lo kalau ngomong suka bener.”Sahut Theo.


Sedang Soga,ia memasang wajah cemberut karena Ave benar-benar membuatnya tidak berharga.


Shakeil sendiri ia merasa senang,karena pacar juga teman-temannya bisa akrab secepat ini.


Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam,mereka sampai dikawasan pantai.


JANGAN LUPA VOTE,KIMENTAR,DAN LIKE YA

__ADS_1


SALAM LOPHES AUTHOR


__ADS_2