
Keesokan harinya
Arka lagi-lagi bangun kesiangan.Pukul 06.27 ia baru bangun.Buru-buru ia menelfon Althaf untuk menjemputnya.Dia pikir jika nanti ia telat,maka tidak hanya dia yang akan dihukum.Melainkan juga Althaf.
Setidaknya ada Althaf untuk teman dihukum.Pikirnya.
Ia teringat kejadian dimana ia diserang Kay dkk hanya karena ia datang bersama dengan Rhandra.Membayangkannya saja membuatnya begidik ngeri.
Dengan secepat kilat,ia hanya mandi bebek.Yang penting basah dan terkena air.
Suasana semakin runyam tatkala Althaf sudah nangkring diatas jok motornya didepan rumah tetapi Arka belum juga selesai mencari atribut sekolahnya.Padahal jam sudah menunjukkan pukul 06.55.
"Mbak Nana lihat dasi gue kagak?"Teriak Arka dari ruang tamu.
"Cari aja dimeja ruang keluarga."Teriak Nana dari arah dapur.
"Mana sih."Gerutu Arka sambil mengobrak abrik meja.Ia tak peduli jika nanti Nana akan marah karena ruang keluarga sudah ia buat seperti kapal pecah.
Althaf sendiri yang mendengar suara teriakan Arka memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
"Mbak sepatu gue dimana?"Teriak Arka lagi.
Tak ada jawaban dari Nana.Ia berteriak lagi.
"Mbak Nana dimana sepatu hitam gue?"Tanya Arka lagi.
"Noh yang didepan pintu warnanya lecek banget kek muka lo sepatu sapa?"Sahut Althaf.
Ya seperti itulah Arka,hampir setiap hari ia kebingungan mencari atribut sekolahnya.
Bahkan Althaf sendiri sangat hafal dengan kebiasaan buruk Arka.
"Anjay.Pake apa coba gue."Gerutu Arka.
Tak lama ia berlari kekamar kakaknya.Buru-buru ia pakai sepatu milik kakaknya itu.
Ia juga asal memasukkan buku entah itu jadwal hari ini atau bukan.Bodo amat.Pikirnya.
"Sono lo idupin motor lo dulu!"Ucap Arka.Althaf hanya nurut.Dan saat motor udah nyala,baru Arka berteriak pamit sekolah.
"Mbak Nana gue pake sepatu lo yang dikamar warna putih.Gue berangkat dulu.Udah telat.Assalamualaikum."Teriak Arka.Ia langsung berlari dan meminta Althaf segera tancap gas.
"Dasar bocah gemblung.Selalu seperti.Udah gede tiap hari ribut perlengkapan sekolah."Omel Nana sambil geleng-geleng kepala.
Sesampainya disekolah,sebenarnya keduanya sudah telat.Beruntung gerbang belum ditutup.
Althaf segera memarkirkan motor kesayangannya diparkiran khusus murid.
Sayang,dewi fortuna tidak berpihak pada keduanya.Pagi-pagi mereka sudah harus bertatap muka dengan pak Diaz guru BK yang galaknya alay banget.Keduanya bertemu dengan pak Diaz saat berjalan menuju kelas.
"Kalian telat lagi?"Tanya pak Diaz.
"Kalo nggak telat nggak mungkin kita bertemu sama bapak."Sahut Althaf.
"Iya bapak lupa.Kan udah langganan ya."Imbuh pak Diaz.
"Arka kenapa sepatu kamu?Basah?"Tanyanya lagi.Pak Diaz memang terkenal sebagai guru yang senang banget nyari ketidak tertiban muridnya.
"Iya pak basah.Hehehe."Alasan Arka.
__ADS_1
"Bapak tau aja.Bapak cenayang ya?"Lanjut Arka.
"Bukan cenayang,tapi bapak sudah hapal dengan satu-satunya alasan yang selalu kamu ucapkan itu."Balas pak Diaz.”Memangnya pernah kamu punya alasan yang lain?”Lanjut pak Diaz dan Arka hanya menggeleng.Mau bagaimana lagi,memang yang diucapkan gurunya benar.
"Kamu tahu aturan sekolah ini kan?"Tanya pak Diaz.
Arka hanya mengangguk pasrah.Sama aja ini mah,pinjem sepatu milik Nana atau tidak.Ujung-ujungnya nyeker juga dia.
"Lepas sepatu kamu!Ambil nanti pulang sekolah!"Perintah pak Diaz tegas.
"Nyeker donk pak saya?"Tanya Arka.
"Atau mau sepatu kamu saya sita sampai lulus?"Ancam pak Diaz.
"Ntar kalau kakak saya tanya dimana sepatunya jawab apa donk?"Jawab Arka cengengesan.”Masa princes nyeker.Nggak elit banget.”Lanjutnya.
“Ya terserah kamu.”
Althaf hanya jadi pendengar setia perdebatan guru dan murid itu.Perdebatan yang tidak penting kalau dipikir-pikir.
Dengan terpaksa Arka melepas sepatu itu.Untung saja mereka tidak dihukum karena telat.
"Masa' iya gue nyeker gini."Omel Arka.
"Hahaha ngenez lo Ka hari ini."Sahut Althaf.
“Gue duluan ya Al.”Arka langsung berlari menuju kelasnya dan meninggalkan Althaf.
Malu sekali rasanya sekolah nyeker seperti ini.
Dikelas ia tetap saja mendapat ejekan dari teman sekelasnya.
"Berisik lo."Balas Arka malas.
"Ada ayam sekolah dah."Sahut salah satu murid.
"Kalau nggak punya sepatu ya nggak usah sekolah"Timpal Kay dengan wajah angkuhnya.
Meski sedikit marah,Arka membiarkan mereka terus mengoceh.Prinsipnya jika lelah pasti berhenti juga..
Ia juga sedang tidak ingin berdebat.
Saat istirahat tiba,Arka sebenarnya enggan keluar kelas.Tetapi karena kondisinya yang kelaparan memaksanya pergi kekantin dengan keadaan tanpa sepatu.
"Gaes kantin yok.Kelaparan gue.Tadi nggak sarapan."Ajak Arka.
"Nyeker lo?"Tanya Asen.
"Kepaksa.Yang penting tetep cantik."Balas Arka alay.
"Yok."Sahut Azka cepat.Ia sudah malas mendengar celotehan nggak penting Arka.
Sepanjang koridor Arka menjadi pusat perhatian para siswa.Beberapa ada yang bisik-bisik tetangga lalu tersenyum.
"Orang cantik mah lewat aja yang liatin banyak ya."Ucap Arja kePeDean.
"Asli.Malu gue jalan bareng lo Ar kalau kayak gini."Canda Azka.
Pletak
__ADS_1
"Hus hus sono jauh-jauh!"Gerutu Arka.
Dibelakang Arka,jauh disana Dedy yang berdiri diambang pintu kantor terkejut melihat gadis pujaannya berjalan tanpa sepatu.
“Anak itu.Kenapa lagi?”Gumamnya sambil menggelengkan kepala.Ia segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan keArka.
Sesampainya dikantin Arka langsung memesan makanan tanpa menunggu ketiga temannya.
"Buk mie ayam bakso tapi baksonya yang jumbo yak.Minumnya es teh sama lemon tea.Sama gorengan lima ribu."Teriak Arka.
"Lo laper apa doyan sii Ka?Nih ya,biasa cewek-cewek itu kalau makan sedikit.Katanya takut gemuk.Lah elo.Makan dah kayak buldozer gitu."Tanya Azka.
"Itukan mereka bukan gue."Sahut Arka santai.
"Emang beda teman kita ini."Tambah Azka lagi.
"Tuh ponsel bisa diem nggak sih?"Sungut Asen.
"Cih.Gebetan baru paling."Imbuh Azka.
“Cepat juga Lo Ar dapat gebetan.”Canda Althaf setengah meledek.
Arka tak menggubris semua ucapan teman-temannya.
Saat membuka pesan,tiba-tiba Arka senyum-senyum sendiri.Pesan itu dari pak Dedy.
*Dedy*
'Sepatu kemana?'
'Kok nyeker?'
'Disita pak Diaz?'
'Ka?'
'Kenapa tidak dibales?'
'Arkadewi Fajarina'
Begitu banyak pesan dari pak Dedy yang dikirimkan untuk Arka.
"Orang gila baru."Ledek Althaf.
"Cih.Kesambet lo?"Tanya Asen.
"Mulai nggak waras nih bocah."Imbuh Azka.
"Sirik aja lihat teman seneng."Ucap Arka pelan.
Arka masih tak peduli.Ia sibuk membalas pesan itu.
*Arka*
‘Hu'um disita sama pak Diaz.Soalnya tadi nyolong sepatau mbak Nana warna putih.Sepatu saya yang warna hitam lecek banget kek muka saya'
Balasnya.
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU...
__ADS_1