Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 41


__ADS_3

Disaat Andri dan keluarganya hendak pulang,saat itu pula Arka datang bersama keluarganya.Tentunya minus Ave karena saat ini ia sudah berada distasiun untuk mencari tiket.


“Mas Andri.Mbak Amel.”Sapa Arka.Mereka pantas saling bersalaman satu sama lain.


“Kamu telat Ar,baru saja calon mantu kamu pergi dari sini.”Ucap Andri.


Sayang sekali,Arka kurang cepat.Sehingga ia tidak sempat bertemu dengan Shakeil yang baru pergi belum ada satu menit yang lalu.


Entah kenapa ada rasa kecewa dihati Arka.Tapi ia tak mau menunjukkan itu semua didepan keluarganya dan keluarga Andri.Ia tetap tersenyum dan memberi alasan selogis mungkin.


“Belum waktunya bertemu mungkin mas.Mas habis ziarah juga?”Tanya Arka lagi disertai senyum kecutnya.


Andri mengangguk.Begitu juga Amel dan Dody.


"Dedy juga?"Tanya Andri.Dan Arka mengangguk.


“Ya sudah kami ziarah dulu ya mas?”Pamit Arka.


“Papa yakin,kalau Arka ketemu Shakeil dia bakal langsung pingsan.Huft.”Gumam Andri."Nggak tahu gimana jadinya entar semisal tahu gimana wajah calon mantunya itu."Lanjut Andri lagi.


“Belum saatnya pa.Mungkin tuhan lebih memilih ini untuk menjadikan itu semua sebuah rahasia terlebih dahulu.Lebih baik kita pulang saja.”Ucap Amel.Andri dan Dodypun segera melangkahkan kaki mereka menuju mobil yang tadi mereka pakai.


Beberapa menit sebelum Arka datang,Shakeil mendapat telpon dari Ave jika ia sudah mendapatkan tiket.Masih ada dua lagi keberangkatan menuju Magelang.


Yang satu pukul 17.00 dan yang satu pukul 21.00.


Dan Shakeil memilih yang pukul 17.00 agar saat sampai disana tidak terlalu larut.


Sebab esok mereka harus langsung mengikuti kegiatan pembelajaran.


Shakeil,Theo dan Soga tiba distasiun 30 menit sebelum waktu berangkat.Karena jalanan yang ramai membuat mereka harus menghabiskan waktu dijalan cukup lama.


“Hallo Av.”Panggil Shakeil.Ave seketika menoleh kearah sumber suara.


Melihat wajah kekasihnya,ia tersenyum manis.Dan melihat senyum itu membuat Shakeil ada rasa enggan untuk kembali ke Magelang.


Senyum yang selalu Shakeil rindukan.Senyum yang selalu membuatnya merasa tak ada beban masalah.Dan senyum yang bisa membuat pikirannya kembali membaik jika ia sedang tidak baik-baik saja.


“Av please jangan senyum kek gitu.”Ucap Soga saat mereka sudah dekat.


“Loh kenapa?Kan gue senyumnya sama cowok gue bang.”Jawab Ave bingung.


“Takut diabetes aku.Manis banget senyum kamu.Cantiknya paripurna.”Gombalnya sambil menarik pelan hidung Ave.(Gombalannya hampir sama gombalan Arka pada Dedy diepisode awal-awal pas Arka dihukum sama Dedy☺️☺️)


“Gombalanmu Sha,tak berfaedah sekali.Bohongnya kelewatan.”Ucap Ave.


“Bang Theo diem bae.”Tegur Ave saat melihat Theo yang diam-diam saja dari tadi.


“Rindu pacar Av.”Ucap Theo.


“Emang Lo laku?”Sahut Soga.Theo mendelik tajam kearah Soga.


“Biasa aja keles liatnya.Nggak takut tuh mata ntar keluar?”Ucap sebenarnya ia cukup takut tadi saat melihat tatapan tajam mata Theo.


“Gue bukan elo yang kagak ada laku-lakunya.”Ejek Theo.Seketika Soga diam.


Soga memang tipe laki-laki yang suka becanda dan terlihat tidak bisa serius.Tetapi ia juga akan merasa tersinggung setiap ada orang yang mengatakan dirinya tidak laku.


Suasana tiba-tiba jadi canggung.Soga terus saja diam meski sudah Ave bujuk.


“Bang Soga.Ave janji kalau bang Soga udah jadi tentara nih ya,Ave bakal kenalin sama teman Ave yang cantik.”Bujuk Ave.Soga masih saja diam.


Bugh


Ave meninju perut Theo dengan cukup keras tanpa aba-aba.


“Auw.”Ringis Theo.Ia benar-benar merasa kesakitan karena ia tak menyangka akan mendapat tinju dari gadis didepannya ini.


"Cewek Lo kayak Tarzan Sha."Gerutu Theo lagi.


“Salah lo sendiri.Ada kalanya seorang seperti bang Soga marah karena terus-terusan dihina.”Ketus Ave.


Soga tersenyum.Senyum tulus bukan senyum cengengesan yang selama ini selalu ia tunjukkan.

__ADS_1


“Thank’s ya.Setidaknya harga diri anak ini terlihat lebih rendah karena yang memukulnya seorang perempuan bukan seorang taruna semacam abang.”Jelas Soga.


Ave mengangguk.


"Lebay Lo berdua."Ucap Shakeil melihat keduanya yang berlagak sok manis.


Setelah mengorbol cukup lama tiba sudah waktu ya mereka naik kereta.


“Sudah sana!”Ucap Ave.Bukan ia mengusir,ia hanya tak mau terlihat sedih karena ditinggal Shakeil lagi.


“Abang naik dulu ya Av.”Pamit Theo sambil mengacak rambut Ave.


“Tenang ada bang Soga yang jagain pacar kamu ini.”Ucap Soga.


Ia juga tak lupa mengusap pucuk kepala Ave.Ave mengangguk lagi.


“Iya.Makasih yang bang.”Jawab Ave.


Kini giliran Shakeil berpamitan.Sebenarnya ia masih sangat merindukan Ave.Hanya saja kewajibannya sebagai seorang pelajar kudu ia patuhi.


“Aku berangkat.Baik-baik disini!Kuliah yang bener!Biar nanti jadi bu dokter.”Ucap Shakeil.


Sambil tersenyum,Ave mengangguk.Kini rasanya sudah tidak seberat dulu saat ia pertama kali melepas Shakeil pergi pendidikan.


Shakeil segera masuk kedalam kereta.Keretapun berjalan.Semakin lama lambaian tangan Shakeil semakin tidak terlihat.


Dengan langkah lesu,Ave berjalan menuju parkiran stasiun.


Ia duduk diatas bangku taman sekitar stasiun.


“Algis Shakeil Alvredo.”Gumam Ave sambil menatap walpaper ponselnya yang merupakan foto Shakeil.


Iseng-iseng ia membuka akun sosial media instagramnya.Ia cukup terkejut karena banyaknya pemberitahuan berupa komentar pada foto yang menandai dirinya.


Penasaran foto apa Ave mencoba membukanya.Ia sangat terkejut saat melihat fotonya bersama Shakeil saat diatas bukit dipantai Indrayanti.


Ia bahkan tak tahu jika Theo dan Soga mengabadikan moment itu.


Wajahnya tiva-tiba memerah karena mengingat kejadian dimana ia mengecup sekilas bibir Shakeil.


“Hallo sayang.Kangen?”UcapShakeil langsung pada intinya.


“Kirimin nomernya bang Soga sama bang Theo dong!”Pintanya.


“Buat apa?”Tanya Shakeil sedikit heran.


“Kenapa nggak boleh?”Ave justru ganti bertanya.


“Ya udah aku kirimin.”Jawab Shakeil mengalah.


“Makasih sayang.Coba kamu buka IG kamu ya!”Pesan Ave disertai tawa tak jelas diakhirnya.


Shakeil langsung mengirim nomor Theo dan Soga.


Tak berapa lama,terdengar suara telpon berbunyi.


Soga langsung saja mengangkat telpon itu.Sebab jarang-jarang ia akan mendapat telpon dari seseorang.


“Hall...”Jawab Soga.Tetapi belum selesai sudah terpotong karena teriakan seseorang dari seberang sana.


“Bang Sogaaaaa....”Teriak Ave diseberang sana.


Soga bahkan kudu menjauhkam ponsel itu dari telinganya karena teriakan Ave membuat telinganya terasa pengang.


“Woy gue kagak budek.”Teriak Soga tak kalah keras.Ia tak peduli jika saat ini ia sedang berada didalam kereta.Dan teriakannya membuat banyak pasang mata melihat kearahnya.


“Lo diam-diam fotoin gue sama Shakeil kan?Gue juga yakin pasti pas gue sama Shakeil emmm...itu.. anu...emm...itu...pokoknya itulah.Pasti juga lo fotoin.Iya kan?”Tanya Ave bertubi.


Sejujurnya ia gugup saat ingin menyebut kata mencium Shakeil.Sehingga ia hanya berkata seperti itu.


“Hahahahahha....”Tawa Soga terdengar menggelegar.


Ia masih tak peduli dengan tatapan aneh dari para pengguna kereta itu juga.

__ADS_1


“Kenapa Lo malu mau bilang kalimat um...gue sebutin kagak ya.”Gida Soga.


“Mau Lo gue sunat yang kedua kalinya?”Ancam Ave.


Soga seketika menutupi aset berharganya itu dengan tangan sebelah yang tidak memegang ponsel.


“Hahahahha gue yakin Lo sekarang pasti lagi melindungi aset berharga lo itu.”Tawa Ave tak kalah ikut menggelegar.


“Sialan lo.Sumpah baru kali ini gue ngadepin cewek yang bar-barnya nggak ketulungan.”Gerutu Soga.


“Terus mau Lo sekarang apa?”Tanya Soga mengalah.


“Kirimin semua foto dan video itu.Jangan sampe Shakeil tahu.Malu banget gue.Duh.”Jawab Ave sambil menepuk jidatnya.


“Dapat apa gue?”Tawar Soga.Diseberang sana Ave berdecih kesal.Manusia satu ini memang sangat menyebalkan.


Theo dan Shakeil mengernyit bingung dengan Soga yang sedang berbicara dengan seseorang ditelpon itu.Shakeil tak tahu jika itu adalah Ave.


“Gue sunatin lo yang kedua kali sampe habis.”Jawab Ave.Ia menahan tawanya agar tak terdengar.


“Gila lo.Lo mau dimasa depan kita kagak punya keturunan?”Jawab Soga kesal.


Ave melongo mendengar ucapan Soga barusan.


Masa depan kita?Kita?Kita siapa coba.Guekan masa depannya sama Shakeil.Bukan sama Soga gila.Pikir Ave dalam hati.


Pikirannya tiba-tiba ngeblank begitu saja setelah mendengar candaan Soga.


Ya,benar candaan bagi Ave.Tapi entah bagi Soga,apakah itu sebuah candaan atau bukan.


Diseberang sana,Soga tertawa puas karena sudah bisa membuat Ave kicep dan tak bisa menjawab satu patah katapun.


“Hallo...calon nyonya Soga.Kalau jadi.Hahahaha.”Canda Soga lagi.


Entah apa yang akan terjadi pada Soga jika Shakeil tahu,kekasihnya digoda sahabatnya.


Tut


Panggilan diakhiri sepihak oleh Ave.


Tak lama setelahnya,Ave menghubungi Theo.


“Hallo.Siapa?”Tanya Theo.


“Pacarnya Shakeil.”Jawab Ave datar.Berbeda dengan Soga,jika dengan Soga ia akan terlihat sama gilanya.


“Heh bocah,Lo dapat nomor gue dari sape?”Selidik Theo.


“Dari pacar guelah.”Jawab Ave santai.


“Paan Lo telpon gue?”Tanya Theo.


“Bagi foto gue sama Shakeil pas diatas bukit ya.KUDU!!!”Tegas Ave.


Tuuuut


Ave lagi-lagi memutus panggilan secara sepihak.


“Gila cewek lo.Kalau ngomong seenak udelnya sendiri.”Omel Theo.


Heran juga dengan mereka bertiga yang mudah banget akrab padahal ini baru pertemuan pertama mereka.


Tetapi keakraban mereka sudah seperti orang berteman bertahun-tajun saja.


“Ini siapa yang motoin gue sama Ave coba?”Tanya Shakeil setelah melihat akun instagramnya.


Ia melihat kearah Soga dan Theo yang terlihat cengengesan.


Maaf ya belum waktunya Arka ketemu sama babang Shakeil yang mirip buanget sama Dedy ceritanya.


Tunggu aja hingga tiba waktunya.


JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMENTAR

__ADS_1


SALAM LOPHES AUTHOR


.


__ADS_2