Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 5


__ADS_3

Dan hanya pada Afsheen,Adam tidak mampu berbohong.


"Kagak."Kilahnya."Sejak kapan lo disini?Udah kayak setan aja lo tiba-tiba nongol."Tanya Adam.


"Sialan lo bang.Adhek sendiri dikatain setan."Sungutnya.


"Lo nya aja yang sibuk sama calon bini lo.Sampe kagak sadar adek lo yang cantik luar biasa ini udah ikut baca pesan lo dari tadi."Jawab santai Afsheen.


"Dhek,lo tau gue di..."Tanya Adam.Belum selesai sudah dipotong oleh Afsheen.


"Taulah."Jawabnya."Lo bakalan tetep sayang sama gue kan bang?Meski elo udah ada bini?Gue mau cerita sedikit sih bang."Curhatnya.


"Elo itu adhek gue.Selamanya.Mau gue udah ada keluarga gue bakalan tetep sayang sama lo.Cerita apa?Perihal lo sama cowok lo yang saban hari nungguin lo didekat gapura?Lo lupa hubungan batin kita berdua?Yang luar biasa ini?Hehehehe."Tanya Adam langsung pada intinya.


Afsheen terkejut karena ternyata abang sulungnya sudah mengetahuinya.


Ya memang benar,hubungan batin Adam dan Afsheen lebih dekat dibanding dengan Agam dan Agra.Padahal yang saudar kembar Adam adalah Agam.


Ia cengengesan sambil melihat abangnya.


"Dia teman satu sekolah Agra kan?"Tanya Adam.Lalu Afsheen mengangguk."Dan Agra nggak tahu perihal hubungan kalian?"Lanjutnya.Afsheen mengangguk lagi.


"Kebanyakan mengangguk lo udah kayak boneka emoji sama persis yang ada dimobil papa."Canda Adam.Afsheen langsung memasang wajah cemberut.


"Kemarin,satu minggu yang lalu Afsheen kena gampar kakak kelas bang.Afsheen dituduh jadi orang ketiga dalam hubungan mereka.Padahal nih ya bang,cowok itu saja yang sudah lama suka sama Afsheen.Tapi pan hati Afsheen buat Shakeil seorang."Jelas Afsheen.


Mendengar adiknya kena tampar Adam langsung berdiri.Ia tak terima adiknya diperlakukan seperti itu.


Keluarganya saja sangat menyayangi Afsheen yang notabenenya satu-satunya anak perempuan dikeluarga itu.


Lalu apa hak orang itu sehingga berani-beraninya menampar Afsheen.


Afsheen sendiri yang melihat gelagat kemarahan dari sang kakak,langsung menariknya untuk duduk kembali.Ia tak mau kakaknya langsung membuat perhitungan kepada murid itu.


"Sudahlah bang.Afsheen sudah dibelain kok sama Shakeil."Ucap Afsheen malu-malu.


"Sejak kapan sih kalian pacaran?"Tanya Adam.


"Hem.Sejak Afsheen naik kekelas IX."Jawabnya lirih.Adam membelalakkan matanya.Ia tak percaya adik bungsunya bisa berpacaran meski ia masih kelas IX.Dan ia bertahan hampir memasuki 3 tahun?


Luar biasa.Sungguh sulit dipercaya.


"Njiir adhek gue udah kenal pacaran sejak SMP.Lah gue ampe segede eini kagak kenala paan tuh cintong."Celetuk Adam.


Tiba-tiba Agam datang.Wajahnya ditekut.Ia terlihat kesal sekali.


Tidak sepeti biasanya ia merasa kesal.


"Kenapa mas?"Tanya Afsheen.Seperti itulah Afsheen.Tidak pasti memanggil kakaknya dengan satu sebutan.


"Baru putus gue."Ucapnya.


Adam dan Afsheen tertawa mendengar Agam baru putus cinta.Padahal biasanya ia juga tidak seserius ini dalam hubungan percintaan.


"Karma itu mah."Sahut Agra yang baru tiba.


"Kebanyakan nyakitin cewek lo mas kayaknya."Tambah Afsheen.

__ADS_1


"Kalau ngumpul sama kalian tuh obrolannya cinta-cintaan mulu."Sahut Adam heran.Sebab ketika berkumpul pasti perihal asmara yang mereka bicarakan.


Dan jika sudah berkumpul seperti ini.Keakraban mereka akan membuat siapa saja merasa iri.


"Kalau gue pacari Kirana atau Kanaya gimana ya?"Gumam Agra.Tapi masih bisa didengar oleh ketiga saudaranya."Lucu kalee ya,papa sama mama besanan sama ayah."Lanjutnua sambil menatap langit-langit ruang tv.


"Buset.Dia masih bocah banget bang.Dia masih SMP dah."Sahut Afsheen


"Ya tinggal gue tunggu rada besar dikit."Ucapnya asal.


"Apanya yang besar?"Kini Althaf yang ikut nimbrung dalam obrolan anak-anaknya.


Agra segera mengisyaratkan kepada saudara-saudaranya untuk diam


Dan mereka mengangguk.Tanpa Agra tahu ada maksudt tersembunyi dari anggukan adiknya.


"Ma,bang Agra mau pacarin Kirana atau Kanaya.Katanya pengen mama sama papa besanan sama salah satu dari mereka."Ungkap Afsheen begitu Arka sudah dekat dengan mereka.


"Njirrr lo ember juga depan papa mama."Omel Agra.Ia segera menutup mulut Afsheen dengan kedua tangannya.


Sedangkan Afsheen terus berusaha melepaskan.


Melihat tingkah Afsheen dan Agra semuanya tertawa lepas.


Sungguh kebahagiaan yang hakiki.


Dan dikesempatan ini,Adam memutuskan untuk bertanya pada papanya perihal kisah cinta kedua orang tuanya dimasa lalu.


"Pa,papa sama mama dulu gimana dih?"Tanya Adam tiba-tiba."Kisah cinta papa sama mama juga persahabatan kalian bersama ayah Asen dan ayah Azka."Lanjut Adam.


Pertanyaan itu membuat ketiga anaknya yang laun ikut menatap kearah Althaf berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Ok.Papa cerita.Tapi jangan dijeda ya?"Ucapnya.


"Nggak janji."Sahut Afsheen dan Agam bersamaan.Lalu keduanya berhigh five.


"Benar-benar turunan mamamu kalian ini."Sungut Althaf.


Semuanya duduk diatas karpet.Duduk dengan posisi melingkar.


Dan Althaf sudah bersiap akan bercerita perihal masa lalunya.


"Dam kamu disamping mama.Jaga-jaga kalau mama kamu bakal nangis bombay."Ledek Althaf.


Arka tak menampik.Althaf belum mulai bercerita saja,hatinya sudah merasakan sakit.Seketika ia teringat akan Dedy.


"*Mama dan papa itu sudah berteman sejak kami masuk kesekolah dasar.Berlanjut hingga SMP kami memutuskan untuk masuk keSMP yang sama.Lalu diSMA pun kami masuk keSMA yang sama pula.


DiSMA itu,mama sama papa bertemu dengan ayah Asen dan ayah Azka.Kami berteman baik.Kami terkenal sebagai 4 sahabat yang nakal dan sulit diatur.


Masuk keruang BK sudah menjadi langganan kami.Itu kami anggap sebagai kenangan bukan aib.


Papa terkenal sebagai playboy dimasa itu.Dan mama kalian beberapa kali disakiti teman satu angkatan kami.


Hingga mamamu jatuh cinta pada salah satu guru kami.Mama kalian menyembunyikan kedekatannya dari kami.


Hingga nenek dan kakek kalian dari mama kalian mengetahui kedekatan mama kalian dengan guru itu dan melarang mama untuk menjalin hubungan dengan guru itu*."Jelas Althaf.Penjelasannya terhenti karena Afsheen sudah memotongnya.

__ADS_1


"Terus guru itu dimana ma,pa?"Tanyanya.


"Dengerin dulu!"Sahut Agam.Jangan ditanya Arka sedari tadi sudah menundukkan wajahnya didalam pelukan Adam.


"*Mama baru bercerita kepada papa,tetapi tidak kepada kedua ayah kalian.Ia berkilah belum siap ayah Asen dan ayah Azka mengetahuinya.


Guru itu bernama pak Dedy.Pak Dedy sendiri tidak memberikan kejelasan hubungan dengan mama kalian karena keduanya terlibat dalam satu lingkup sekolah.


Keduanya sama-sama mengetahui saling mencintai.Tetapi tidak terikat dalam status hubungan.


Hingga suatu hari,pak Dedy mengenalkan mama pada keluarganya.Dan mengatakan mama adalah wanita yang ia cintai.


Usai dari rumah pak Dedy,keduanya pergi untuk menghabiskan hari bersama-sama.Hingga malam keduanya pergi bersama.


Dan dimalam itu,mama harus kehilangan laki-laki yang amat ia cintai.Padahal malam itu pak Dedy menyatakan cinta dan melamar mama kalian.


Keesokan harinya,mama kalian baru mengetahui kecelakaan yang menimpa pak Dedy.


Begitu tahu mama langsung pergi kerumah pak Dedy.


Mama kalian begitu shyok dan kalian tahu bahkan mama kalian berubah 180 derajat sikapnya.Ia berubah menjadi pribadi yang tertutup dan dingin.


Perasaan mama tidak hilang meski kami sudah lulus.


Papa dan kedua ayah kalian memutuskan untuk kuliah,tetapi tidak dengan mama.Mama memutuskan untuk membantu nenek dan kakek dipasar.Dan dipasar itu mama bertemu dengan ayah Perdian.


Pertemanan mama dan papa berlanjut hingga kami lulus kuliah.Bahkan hingga saat itu perasaan mama kaliab madih untuk pak Dedy.


Dan saat sudah lulus papa mendapat tawaran untuk bekerja diBandung.Dilain sisi kedua orang tua ayah Perdian sebenarnya meminta kepada nenek untuk menjodohkan mama dengan ayah Perdian.Tetapi nenek sudah lebih dulu menjodohkan mama dengan papa.


Mama dan papa melakukan acara ijab kabul sehari sebelum papa pergi keBandung.


Mama dan papa bahkan tahu jika dijodohkan saat hari dimana ijab kabul itu.Kami tidak sempat memberi tahu kedua ayah kalian.


Setahun berlalu.Mama dan papa memutuskan untuk memberi tahu kedua ayah kalian usai lahiran bang Adam dan bang Agam.


Jelas keduanya marah.Dan kemarahan mereka berlanjut hingga 9 tahun.Sebab mama sama papa kudu pindah keluar Jawa.


9 tahun papa kudu bertahan menanti mama membalas cinta papa.Dan papa bersyukur karena akhirnya mama bisa mencintai papa.


Dan perlu kalian ketahui jika papa sudah sepakat menjodohkan bang Adam dengan kak Meidina*."Jelas Althaf panjang lebar.


Arka sedari tadi sudah sesegukan menangis dipelukan Adam.


"Mama luar biasa ya pa."Ucap Afsheen.Althaf tersenyum.Ia bersyukur anak-anaknya tidak ada yang marah.


"Berarti jiwa palyboy pada diri mas Agam dan bang Agra turunan dari papa dong."Celetuk Afsheen lagi.


"Ma,sudah ya?Om Dedy pasti sedih lihat mama seperti ini."Jelas Afsheen lagi.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.

__ADS_1


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2