Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 31


__ADS_3

Tak lama Shakeil sudah berada didalam ruangan pelatihnya.Ia tahu ia akan mendapatkam hukuman.Tapi setidaknya ia juga punya alasan untuk membela. dirinya sendiri.


"Shakeil,apa-apaan ini?Saya mendapat laporan jika kamu menampar salah satu taruni tadi.Apa benar?"Tanya pelatih itu.


"Ya siap benar."Jawab Shakeil lantang.Sebagai calon abdi negara,tak mungkin bukan jika ia berbohong.


"Ada pembelaan?"Tanya pelatih itu lagi.Pelatih tersebut mendapat laporan sedemikian tak langsung percaya sepenuhnya.Ia yakin Shakeil pasti punya alasan sendiri mengapa melakukan hal itu.Karena ia tahu Shakeil adalah taruna yangajarang sekali berbuat kesalahan.


"Ya benar.Dinda sudah berani mencium bibir saya.Dan saya tidak terima itu.Reflek saya menampar Dinda pak."Jawab Shakeil.


"Duduk kamu.Kita mengobrol lebih santai."Kata pelatihnya lagi.Shakeil pun duduk dikursi yang ada didepan meja kerja pelatihnya.


 "Mencium?Lalu kenapa kamu tidak suka?Bukannya biasanya para lelaki suka dicium duluan sama perempuan?"Tanya pelatih yang bernama Bagas itu.


"Panggil bang Bagas aja kalau lagi santai gini!"Imbuhnya.


Seketika tubuh Shakeil melorot kesandaran kursi.Ia memijat pelipisnya.Mengingat kejadian tadi kepalanya langsung terasa pusing.


Bagas yang memihat ekspresi Shakeil ikut mengerutkan keningnya.


"Hah.Saya merasa mengkhianati pacar saya bang.Dia disana setia,Lah disini saya main disosor cewek lain."Keluhnya.


 "Pacar?"Tanya Bagas lagi.Shakeil mengangguk pasti.


"Tapi bukan berarti kamu bisa menampar dia kan?Bicara baik-baik."Sarannya.


"Dia kagak mau ngerti.Makanya dia langsung cium saya itu."Sahut Shakeil.


"Hukuman tetap hukuman,kamu tetap saya hukum.Setelah dari sini kamu lari keliling lapangan 100 kali.Nanti Dinda juga akan saya hukum."Bagas memberikan keputusan.


"Siap.Permisi bang."Ucap Shakeil.Sebelum keluar,Shakeil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


Ditengah jalan,ia berpapasan dengan Theo dan Soga.Keduanya terlihat khawatir kalau sampai Shakeil berbuat kesalahan.


Dan mendengar penjelasan Shakeil.Baik Theo maupun Soga berjanji tidak akan pernah membantu Dinda lagi.Dan tidak akan pernah menerima titipan barang untuk Shakeil lagi.


Keduanya juga ikut menemani Shakeil lari keliling lapangan.


Anggap saja olahraga siang.Cari keringetlah.Pikir Soga.


Dan sambil berjalan Shakeil mengirimkan pesan pada Ave.


*Shakeil*


'Lari keliling lapangan 100 kali Av.😔'


Setelahnya ia memasukkan ponselnya kedalam saku celana.


Aksi berlari ketiganya menjadi tontonan para taruna taruni.Meskipun kesal,mereka tetap melanjutkan hukuman itu.


Dilain sisi,saat ini Dinda sedang berada diruangan Bagas.


"Apa kamu sebagai taruni tidak bisa mempertahankan harga diri seorang taruni?Hanya karena ditolak secara halus lalu menciumnya berharap Shakeil mau menerima kamu?"Ucap Bagas tepat sasaran.

__ADS_1


Dinda terlihat sedikit takut karena Bagas pimpinan pelatih tahu akan maksudtnya pada Shakeil.


"Mengecewakan.Lari keliling lapangan seperti Shakeil 100 kali!"Bagas memberi hukuman yang sama kepada Dinda.


Dinda terkejut.100 kali?Huh kejam sekali.


"Bukan dunia militer jika tidak kejam."Sarkas Bagas seakan tahu apa yang dipikirkan Dinda.


"Shakeil aja ditemani Theo dan Soga.Lalu saya sendiri pak?"Tanya Dinda.


"Itu pribadi mereka.Yang penting Shakeil tetap menjalankan hukumannya."Jelas Bagas.


Akhirnya Dindapun juga berjalan menuju tempat Shakeil menjalankan hukumannya.


Cukup lama Shakeil sudah menyelesaikan hukumannya.


Karena hari ini dibebaskan pembelajaran.Shakeil dan dua temannya memutuskan untuk keluar membeli sesuatu.


Kesempatan untuk keluar dari tempat pelatihan hanya 2 minggu sekali.Makanya selalu mereka gunakan dengan sebaik mungkin.


Shakeil sudah siap dengan bawahan celana chinos berwarna krem.Lalu atasannya ia menggunakan kaos berwarna putih dan luarnya menggunakan jaket berwarna navy.Juga sepatu yang berwarna senada dengan jaketnya.Tak lupa jam tangan pemberian Ave.Juga headphone putih kesayangannya sudah nangkring dilehernya.


Ia terlihat begitu tampan dengan gaya pakaian seperti itu.


Sedangkan Theo,ia menggunakan kaos oblong berwarna hitam dan luarnya menggunakdn jaket berwarna hitam pula.Juga celana jeans berwarna coklat abu-abu.Lalu sepatu berwarna hitam pula.Ya,Theo adalah penggemar warna hitam.


Sedangkan Soga.Ia menggunakan kemeja berwarna hitam juga celana jeans berwarna biru dongker dan sepatu dengan warna yang senada dengan celananya.


Saat melewati area mess taruni,ketiga taruna itu menjadi pusat perhatian karena ketampanan mereka.


Setelah menempuh perjalanan hampir 45 menit.Mereka sampai disebuah salah satu pusat perbelanjaan daerah sekitar.


Yang dituju Shakeil pertama kali ialah stand penjualan boneka.


Saat melihat boneka angry bird berwarna merah berukuran besar itu ia langsung meminta penjaga toko untuk membungkus boneka itu.Tak lupa ia juga meminta mereka untuk mengirim kealamat rumah Ave.Ia juga memberikan sebuah note kecil pada boneka itu.


Setelah selesai melakukan pembayaran,mereka berjalan menyusuri tempat penjualan baju.


"Gue tunggu disana aja ya?"Ucapnya sambil menunjuk salah saru kursi kusus pengunjung.


"Heem.Daripada ikut ntar ngomel kek emak-emak ditagih cicilan panci."Jawab Soga.


Shakeil lantas langsung duduk dikursi itu.


♡♡♡


Dilain sisi,Ave saat ini sedang duduk dengan Agra.Meskipun tadi pagi mereka bertengkar,saat ini keduanya sedang duduk berdua digazebo taman belakang rumah.


Keduanya membicarakan keputusan Agra kedepannya akan kuliah dimana.Sebab Agra sudah memutuskan untuk menunda waktu kuliahnya selama setahun.


Dan tahun ini,ia akan masuk kuliah bareng dengan Ave dikampus yang sama.Tetapi untuk jurusan belum Agra putuskan.


Untuk Ave ia akan mengambil fakultas kedokteran.Sedangkan Agra,ia sangat benci dengan berbau tentang kedokteran.

__ADS_1


Disaat mereka sedang asiik mengobrol,datanglah Kanaya bersama dengan Azka dan Dean.Melihat Azka,Ave langsung berlari memeluk Azka.


Dibanding dengan Asen dan Verdian,Ave memang lebih dekat dengan Azka.


"Ayah."Teriak Ave.Azka lantas menengok kearah Ave.


Ave sendiri langsung menabrak tubuh Azka untuk ia peluk.


"Ayah Azka saja yang dipeluk?"Suara bariton Asen terdengar dari belakang Azka.


Dari celah lengan dan tubuh Azka,ia melihat Asen sedang berdiri dengan kedua anaknya juga Alvi.


"Ayah Asen."Ucap Ave lalu memeluk Asen pula.


"Mama,papa dimana?"Tanta Asen.


"Ngurung mama dikamar.Bikinin Ave adik mungkin."Ceketuk Ave asal.


"Emang kamu mau punya adik lagi?"Sahut Dean.


"Kagaklah.Masa iya,umur Daffa sama om nya tuaan Daffa.Malu keles."Jawab Ave.


"Laku kenapa kamu bilang orang tuamu bikinin kamu adik?"Alvi ikut angkat bicara.


"Dari pagi sejak Ave marah-marah mereka langsung ngunci diri dikamar."Jelas Ave tanpa ada yang ditutupi."Apalagi kalau bukan bikinin Ave adik."Gerutu Ave lagi.


"Dasar anak durhaka kamu.Kayak gitu diceritain sama orang lain."Tak jauh dari mereka terdengar Althat ikut berbicara.


Melihat papanya akan ikut bergabung Ave lalu meninggalkan mereka.


Ave memilih untuk masuk kekamarnya.Ia ingin pergi dengan Eshan.Sebab Ave tadi melihat Kanaya sudah duduk disamping Agra.


Jangan ditanya,Agam sudah pasti sedang mengobrol dengan Kirana.


Hari ini Ave berencana untuk mencari pakaian yang akan ia gunakan saat acara perpisahan nanti.Dan tentunya dengan Eshan.


60 menit berlalu Eshan sudah sampai dirumah Ave.


Oleh pembantu Eshan diminta masuk terlebih dahulu.


Ave yang belum sempat bercerita dengan Azka dan Asen kini keduanya sama-sama terkejut melihat rupa Eshan yang bak fotocopynya Arga.


"Arga."Ucap Asen Azka.Eshan yang merasa nama bapaknya disebut langsung menoleh.


Ia mendekat,mencium punggung tangan Ave dan Althaf.Saat tiba giliran Asen,Asen sedikit ragu.Ia masih menganggap jika itu Arga.


"Ga ini gue teman SMA lo.Lo lupa sama gue?"Tanya Asen.


"Iya.Dan lagi napa dah lo pake acara cium tangan kita-kita juga."Imbuh Azka.


Belum sempat Eshan menjawab,Ave sudah berteriak memanggil Eshan.


"Eshan.Buruan kuy.Keburu sore."Ajak Ave."Bye papa,mama ayah ibu.Ave berangkat."Ucap Ave lagi.Ia lalu menarik tangan Eshan untuk segera pergi.

__ADS_1


***JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKE YA.


SALAM LOPES AUTHOR***


__ADS_2