
Sudah sebulan berlalu semenjak Shakeil berangkat tugas keLebanon.
Cinta Ave untuk kali ini diuji lebih besar lagi.
Datangnya Soga dihidup Ave yang mempunyai peluang lebih besar,untuk mengusik hubungan Shakeil dan Soga.
Ditambah,Soga yang sudah memantapkan untuk memperjuangkan perasaannya pada Ave.
Tanpa Ave ketahui,Soga mengatakan itu semua pada Shakeil.
Shakeil menjawabnya dengan tertawa keras.Juga kalimat-kalimat yang seharusnya membuat Soga sadar diri.Bukan tawa yang sebenarnya,melainkan hanya agar Shakeil terlihat baik-baik saja.
'*Kami sudah bersama sejak nol.Dan saat ini kami sudah hampir sampai dipuncak.Dan rintangan apa juga sudah pernah kami lewati.
Elo mengenal dia ketika dia sudah hampir sampai puncaknya.Tentu elo tahu apa maksudt gue bukan?
Berjuanglah!Jika memang ia bisa membuka hatinya,itu artinya cintanya memang mudah digoyahkan.Tapi mundurlah jika memang ia tidak bisa menerimamu lebih dari sekadar sahabat.
Karena gue nggak mau,persahabatan gue elo Theo dan yeah Ave hancur.’
Itulah wejangan panjang dari Shakeil.
Sejenak setelah mendengar ucapan itu Soga sempat berpikir lebih baik mundur.Daripada kedepannya akan ada yang lebih banyak tersakiti.
Tanpa Soga tahu,Shakeil langsung dibuat khawatir karena perkataan Soga yang mengatakan meminta izin untuk memperjuangkan perasaannya.
‘**Maaf Sha.Tapi gue nggak bisa membohongi perasaan gue.Gue tahu ini salah,tapi seiring kekrabsn gue sama Ave cewek lo,gue semakin sayang.
Please,izinin gue buat berjuang untuk hal ini.Gue janji,seandainya Ave nggak mau nanggepin gue,gue mundur.’
Seperti itulah ucapan Soga saat meminta izin pada Shakeil.Dapat Shakeil ingat betul ucapan itu.Setiap kata dan penekanan yang Soga ucapkan.
Dan setelahnya,Shakeil langsung menghubungi Ave.Karena kebetulan saat ini sedang jamnya yang kosong.
“Hallo sayang.”Jawab Ave begitu panggilan ia jawab.
Shakeil tersenyum senang.Ia berharap jika Ave akan setia selamanya.
“Kangen.”Jawab Shakeil.
“Aish.Nggak usah ngomongin kangen.”Jawab Ave ketus.
“Kenapa?”Tanya Shakeil bingung.Ia bahkan sudah berpikir terlalu jauh.
“Nggak usah bilang juga sudah tahu kalau kangen.”Jawab Ave lirih."Bahkan aku lebih dari itu."Lanjutnya.
Hatinya merasa sakit karena rasa rindunya pada Shakeil.
Ditambah Shakeil disana sampai kapan juga tidak tahu.Ia terlalu takut jika Shakeil berpaling hati.
Sedangkan bagi Shakeil,ia merasa takut jika sampai Ave berpaling karena Soga.
“Kirain.”Jawab Shakeil menggantung dan diakhiri tawa kecil.
“Ceh.Sorry.Keturunan mama Arka setianya kebangeten ya.Sudah terbukti mama dulu gimana.”Jawab Ave santai.
“Bang Agam?”Goda Shakeil.
Ya,Shakeil tentu tahu betul seperti apa kisah kelam yang terjadi pada keluarga sang kekasih.
Ave seketika diam.Mengingat bagaimana kesalahan Agam yang memang sangat sulit untuk ditolerir.
Dari sekian banyak orang,Agra membagikan kisah bagaimana bejatnya Agam hanya pada Ave dan Enggar.Tetapi Agra tak sampai bercerita perihal keberadaan Kanaya saat ini.
__ADS_1
“Av?Sorry.Aku hanya becanda.”Sesal Shakeil.Ia merasa sudah salah berbicara.
“No problem.”Jawab Ave yang sudah kembali kemode semula.
“Sha.”Panggil Ave.
“Ya.”
“Bang Soga bilang bakal perjuangin perasaannya.Kamu tahu?Rasanya lebih tidak nyaman saat kak Angga mengejarku dulu.
Aku menyukai bang Soga sebagai sahabat seperti bang Theo.Tidak mungkin bakal lebih.”Ucap Ave panjang.
Terdengar Shakeil menghela napas.Sejujurnya ia sangat tidak rela tunangannya sedang diperjuangkan oleh orang lain.
“Lalu bagaimana?”Tanya Shakeil bingung.
“Entahlah.Biar waktu yang menjawab.Tapi percaya sama aku ya Sha.”Ucap Ave.
“Iya.Ya sudah,ini sudah malam.Selamat istirahat sayang.”Ucap Shakeil.
“Iya.Good night sayang.”Jawab Ave.
Satu minggu berlalu
Sabtu ini Ave akan pulang.Sudah beberapa Minggu ia tak pulang kerumah.Selain tugas kuliah yang banyak karena ia sudah mulai mengajukan skripsi,ia juga sedang mencoba menghindari Soga.
Meskipun keduanya berada ditempat yang berbeda dan cukup jauh,diwaktu senggang Soga sering kali datang ketempat kost Ave.
Seperti beberapa waktu yang lalu,saat Ave sedang duduk berkumpul bersama dengan teman-teman kostnya.Tiba-tiba Soga datang.
Awalnya saat teman-temannya pada tersenyum dan sedikit heboh karena kedatangan seseorang Ave tidak peduli.
Tetapi atensinya teralih saat mendengar suara yang menanyakan namanya.
Semua mata lantas beralih kearah Ave yang masih melongo karena kedatangan Soga.
‘Ganteng banget.’
‘Manis banget sih?’
‘Keren’
‘Mau dong jadi pacarnya.’
Beberapa celotehan teman-teman Ave.Meskipun kulitnya tidak seputih Shakeil dan Theo,tetapi Soga juga tergolong cowok tampan.
“Abang ngapain disini?”Tanya Ave.
“Abang?”Sahut salah seorang penghuni kost.
“Dia kakak lo Av?”Sahut yang lainnya.
“Kok nggak pernah ngomong punya kakak sekece ini sih?”Imbuh yang lainnya lagi.
"Bukan."Jawab Ave santai.
“Sini mas gabung sama kita.Tapi ya gini,lesehan.Apa adanya kalau anak kost mah.”Ajak Tiwi yang sedari tadi sudah terpesona akan Soga.
“Sebentar.”Jawabnya.Ia lalu kembali membuka pintu mobil.
Mengambil beberapa kotak makanan dan membawanya ketempat Ave dan penghuni kost lainnya sedang duduk.
“Sedikit makanan.Belum makan kan?”Tanya Soga lembut pada Ave.
__ADS_1
“Ck.Kayak nggak ada kerjaan lo bang.Selesai dinas langsung kesini.”Jawab Ave sambil membuka kotak makanan itu.
“Tahu aja belum makan.”Celetuk Ave.Soga tersenyum mendengar ucapan Ave barusan.
"Lo juga mau kan?"Sahut Tiwi.
“Numpang kamar mandi ya?”Ucap Soga.
Ave dan yang lain mengangguk.”Dimana?”Tanya ya lagi.
“Yulus belok anan ntar ada tuisan kamar andi.”Jawab Ave tidak jelas karena mulutnya masih penuh dengan makanan.
“Ok.”Jawab Soga.Ia lalu melangkahkan kaki kearah yang ditunjukan Ave.
“Lo jaga image dikit Napa sih jadi cewek?Telen dulu tuh makanan baru jawab tuh pertanyaan.Bikin cowok ilfil aja.”Tegur Tiwi.
“Kagak takut apa tuh cowok berpaling kecewek lain kalau lihat Lo yang kayak tadi?”Tambah Andin satu teman lainnya.
Ave segera menekan makanan yang ada di mulutnya.
“Lo berdua suka sama dia?”Tanya Ave.
“Siapa juga yang nggak suka sama cowok sekeren dia.Memang sih,kulitnya tidak putih tapi dia keren dan uuuu sexy pokoknya.”Jawab Tiwi menggebu-gebu.
“Ceh.Lo berdua lihat calon laki gue pasti bakal langsung pingsan.”Ucap Ave percaya diri.
Ia mengeluarkan ponsel dalam sakunya.Membuka galery hpnya dan mencari fotonya bersama Shakeil saat dibandara.
“Nih.”Tunjuk Ave pada teman-temannya.
Semuanya melongo melihat senyum manisnya Shakeil.Ditambah pose fotonya yang terlihat sangat mesra dengan Ave.
“Gila,ganteng banget.”Celetuk Mela salah satu penghuni kost.
“Bening coeg.”Sahut yang lainnya.
“Kalian pengen tahu berapa lama kami pacaran?”Tanya Ave.Semuanya menggeleng.
“Hampir 7 tahun.”
Bukan Ave yang menjawab.Melainkan Soga.Ave bahkan baru bersiap membuka mulutnya.
“Sini bang!Makan!”Ajak Ave.
Sekedar basa-basi,tidak mungkinkan dia akan bersikap ketus pada Soga yang sudah jauh-jauh datang kesini membawakan makan.
Soga mendekat.Memilih tempat duduk tepat disamping Ave.
Malam itu mereka menikmati makan malam bersama-sama dengan sederhana.
***MAAF YA BARU UPDATE.SOALNYA KEMARIN AUTHOR TIBA-TIBA KEHABISAN IDE AJA BUAT ALUR CERITANYA.MAAF BANGET YAAAA
Bang Shakeil***
***l
Bang Theo***
Bang Soga
__ADS_1