
Ceklek
Ave membuka pintu.Dilihatnya Amel,dan juga Dody masih berdiri didepan pintu.
Ia tersenyum kikuk melihat calon abang dan calon mertuanya itu.Sungguh,kejadian terburuk dah kayaknya.
Meskipun sedikit malu,tapi rasa malu itu ia singkirkan jauh-jauh.
"Mama,bang Dody.Maaf ya anak prawan mama baru bangun."Ucap Ave sambil cengengesan seakan tak punya dosa.Padahal mah,Ave dosanya banyak batt dah.Hehehe😇😇
"Kenapa nggak ngomong kalau mau datang sih?Kan malu tadi ave kacau banget."Lanjut Ave masih menunduk malu.
Amel tersenyum.Membelai lembut kepala Ave.
"Kan ceritanya kejutan."Jawab Amel lembut.
"Lo juga jadi calon adik ipar kebangeten,mentang-mentah Shakeil kagak ada terus kagak pernah majn kerumah.Gaya banget lo."Omel Dody.Lagi Ave hanya tersenyum.
Ave sendiri segera meminta mereka berdua masuk.Duduk diruang tamu,sedangkan ia kearah dapur sebentar untuk membuatkan teh dan mengambil camilan.
Sepeninggalan Ave,Arka dan Althaf langsung menghampiri tamunya diruang tamu.Tak lama setelahmya,Adam,Agam,dan Agra juga menyalami tamu.
Agra dibuat sangat terkejut saat melihat yang datang kakak dan mamanya Shakeil.
"Kak Dody.Tante Amel.Kok pagi-pagi udah disini?"Tanya Agra lalu ia duduk disamping Agam.
Belum sempat Amel atau Dody menjawab,Ave sudah datang membawa beberapa cangkir teh dan kue yang dibuat Arka kemarin lusa.
"Diminum bang,ma."Ucap Ave.Agra semakin dibuat terkejut saat mendengar panggilan Ave pada keluarga Shakeil.
Amel dan Dody mengangguk.
"Papa nggak ikut?"Tanya Ave lagi.
"Tidak sayang.Mama kesini cuma mau bilang,malam minggu nanti mama sama papa ingin mengundang kamu dan sekeluarga untuk makan malam direstoran keluarga kami.Supaya lebih saling mengenal saja."Jawan Amel.
Ave terlihat sangat senang.Sudah beberapa lama ini ia tidak berkunjung kerumah Shakeil.
"Bagaimana kedua orang tuanya Ave bisa?"Tanya Amel.
Arka dan Althaf saling pandang.Mereka tak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi secepat ini.
Cukup lama keduanya hanya diam.Hingga Ave memanggil keduanya.
"Ma,pa.Bisa?"Tanya Ave pelan.
"Iya.Kami akan datang.Tapi bisakah diundur minggu depan.Maaf malam minggu ini kami harus menghadiri acara 4 bulanan menantu kami."Jawab Althaf.
Amel dan Dody terlihat berpikir.Kemudian keduanya mengangguk.
Ave langsung terlihat girang.
"Av,kamu ada hubungan apa sama Agra teman Shakeil?"Tanya Dody akhirnya.
Ave menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Ia sudah menduga jika hal ini pasti akan terjadi.
"Dia abang gue bang.Heheheh."Jawan Ave sambil cengengesan.
"Abang?"Tanya Dody lagi.
__ADS_1
"Lo sendiri ada hubungan apa sama itu bocah?Juga lo panggil kak Dody dan tante Amel dengan panggilan kayak tadi?"Tanya Agra beruntun dengan penuh rasa curiga.
"Ave calon mantu kami Gra."Sahut Amel.
Arka,Althaf,Adam dan Agam dibuat melongo mendengar ucapan Amel yang terdengar sangat yakin jika Ave akan menjadi menantunya.
Tidak lama keduanya memutuskan pulang.Karena memang itu tujuan mereka.
Semua mengantar Amel dan Dody hingga kedepan pintu.
"Sering-sering lo maen kerumah.Gaya banget,mentang-mengtan tuh bocah kagak ada.Lo lupa sama kita."Ucap Dody sambil mengacak rambut.
"Bang Dody ih."Kesal Ave.Bibirnya mengerucut memperlihatkan betapa terkejutnya dia..Lalu menyingkirkan tangan Dody dengan paksa.
Setelah kepergian Dody dan Amel,Ave langsung kekamar karena ingin melanjutkan tidurnya.
♡♡♡
Keesokan harinya,Arka dan Althaf memutuskan untuk berkumpul dengan Asen dan Azka.Mereka sepakat untuk berkumpul ditempat tongkrongan mereka saat masih sekolah dulu.
Mereka ingin bernostalgia masa-masa SMA mereka.
Bersamaan dengan itu,guru yang dulu menjadi langganan keempat murid itu juga sedang berkunjung kesekolah itu.
"Pak Diaz."Sapa Arka.Ia lalu mencium tangan mantan guru BK nya itu.Guru yang dulu galak dan suka menghukum mereka kini terlihat sudah berumur.
Wajahnya yang dulu menyiratkan ketegasan kini sudah sangat terlihat lemah dan rapuh.Kulitnya yang dulu kencang sekarang sudah mulai mengeriput.Badannya juga tidak setmengeripu,kini terlihat sedikit membungkuk.
Maklum umurnya bahkan sudah lebih dari 3/4 abad.90 tahun mungkin.
"Anak-anak nakal."Jawab pak Diaz.Keempatnya terkekeh mendengar pak Diaz yang masih mengingat kenakalan mereka.
"Sudah mempunyai anak berapa kalian?"Tanya pak Diaz.
"Tuhan percayain ke saya cuma atu pak."Jawab Azka.Wajahnya sedikit terlihat sendu.
"Kalau saya dua.Satu cewek satu cowok."Imbuh Asen.
"Saya dan Arka 4 pak.2 kembar laki-laki,anak ketiga laki-laki lagi.Dan yang bungsu perempuan."Ucap Althaf dengan disertai cengirannya.
"Kamu dan Arka?Kalian menikah?"Tanya pak Diaz.keduanya mengangguk kompak.Membuat pak Diaz terkejut.
Dia sebagai guru BK tahu persis sepak muridnya kenakalan keempat mantan muridnya itu.Terutama Althaf dan Arka.
Tapi dia juga tidak pernah berpikir jika keduanya pada akhirnya akan menikah.
Sungguh,jodoh memang tidak ada yang tahu.Pikir pak Diaz.
"Heh.Ternyata ini hasil dari usaha kamu yang selalu berusaha menjaga Arka,Al?"Tanya pak Diaz.Althaf mengangguk.
"Setidaknya membuahkan hasil gituloh.Bukan kamu cuma jagain jodohnya orang."Lanjut pak Diaz lagi dengan sedikit meledek.
"Yaaah si bapak.Masih aja suka ngeledek saya."Ucap Althaf.Semuanya lantas tertawa.
Dulu padahal mereka tak sedekat ini anatara guru dengan murid.Meskipun mereka dulu langganan ruang BK.
Mereka terus mengobrol hingga tak terasa matahari sudah ada diatas kepala.Itu artinya hari sudah siang.
"Bapak pulang dulu.Bapak sudah tua tidak sekuat dan segalak dulu."Ucap pak Diaz.Ia lalu berdiri dan menyalami satu persatu mantan mantan muridnya itu.
__ADS_1
"Mau main sama cucu."Lanjut pak Diaz disertai senyum bahagianya.
Usai kepergian pak Diaz,Asen dan Azka juga ikut pulang.Tapi lain halnya dengan Arka dan Althaf.
Althaf mengajak Arka untuk pergi kesuatu tempat.Tempat dimana dulu mereka sering datangi.Dan yang pasti sudah lama sekali tak mereka datangi.
Ya,bukit Klangon yang terletak diKalitengah Lor, Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tempat dulu keempatnya sering menghabiskan waktu bersama.Meski jaraknya cukup jauh,tetapi mereka menyukai tempat itu.
Tempat wisata sederhana yang menyuguhkan pemandangan indahnya gunung merapi.Terbayang kan jika datang pas musim kemarau.Meski panas,tetapi gunung merapi terlihat lebih indah.
Perjalanan mereka tempuh lebih dari 90 menit.Sengaja tidak terlalu cepat karena memang ingin menghabiskan waktu berdua.Mencoba mengulang kenangan pas masa muda mungkin kata yang tepat.
Dan menikmsti keindahan pemandangan pedesaan disepanjang jalan.Sekilas tak ada yang spesial,tapi entah mengapa mereka sangat menyukai tempat itu.
Arka ingat betul,dulu ia sempat ketempat itu hanya berdua dengn Dedy.Tanpa diketahui oleh sahabat-sahabatnya.
Ia tersenyum kecut mengingat kenangan itu.
Saat sampai,kini segalanya sudah berubah.Bangunannya kini sudah lebih modern.Lebih maju.
Tidak seperti dulu.Wajar sih,sekarang sudah mendapat perhatian dari pemerintah.Sedangkan dulu,hanya dari dana desa dan pendapatan para pengunjung.
Arka dan Althaf selalu bergandengan tangan selama disana.Berkeliling menyusuri setiap pijakan yang ada.
Keduanya tak banyak bicara.Hanya berjalan dan bergandengan tangan,sesekali merek mengobrol.Itupun tak banyak.
Lama keduanya bertahan dengan posisi sedemikian.Hingga Arka mengajak Althaf untuk pulang saja.Ia merinduka rumah dan anak-anaknya.
Senyaman apapun suatu tempat,bagi Arka,rumah adalah tempat ternyaman untuknya merilekskan segala pikiran karena beban kehidupan.
Bersama keluarga semua akan terlewati lebih mudah.
Layaknya penggalan sebuah lagu.
'Harta yang paling berharga
Adalah keluarga
Istana yang paling indah
Adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna
Adalah keluarga
Mutiara tiada tara
Adalah keluarga'
Bukankah lirik lagu diatas benar?Ya,Arka sangat meyakini itu.
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
__ADS_1
LOPES KALIAN SEMUA