Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 13


__ADS_3

Dikampus UMS Surakarta


Begitu tiba,Ave memilih untuk menunggu disalah satu angkringan yang terletak didepan kampus.Beruntung saat tiba tidak ada mahasiswa yang nongkrong diangkringan itu.


Ia masih mengenakan seragamnya.Sebab Agam terus saja mengingatkan pulang sekolah agar segera menjemputnya.


"Pak lemon tea es satu ya."Pesan Ave."Iya neng."Jawabnya.


Ave melihat sekeliling.Dari kejauhan ia melihat sepasang kekasih yang sedang duduk berduaan dipinggir jalan.Melihatnya membuat Ave mengulas senyum.


"Ini neng."Ucap pemilik angkringan itu.Ave tersenyum dan mengangguk.


"Eneng disini mau jemput atau mau ngapain neng?"Tanya bapak itu.Ave tersenyum tulus.


"Jemput bang Agam.Bapak kenal nhgak sama bang Agam?"Sahut Ave."Den Agam?Yang kembar itu bukan sih neng?"Tanyanya lagi.


"Iya pak.Kembaran sama bang Adam.Mereka kakak saya pak."Lanjut Ave.Bapak itu hanya mengangguk.


"Pak mahasiswa fakultas bang Agam kalau keluar jam berapa?"Tanya Ave."Ya tidak sama neng.Tapi sebentar lagi ada satu fakultas yang akan keluar.Nah itu."Tunjuk bapak pemilik angkringan.


Ave mengikuti arah pandang bapak itu.Dan ia langsung menemukan sosok Agam dari jauh.


Buru-buru Ave meminum es nya yang baru disajikan itu.Meski masih tersisa setengah Ave sudah meninggalkan angkringan itu.Tak lupa ia menyerah selembar uang dua puluh ribu tanpa mengambil kembaliannya.


Agam terlihat celingukan mencari Ave,ia bersama beberapa temannya.Ave segera menghampiri Agam menggunakam motornya.


"Hay?"Sapa Ave dengan senyum manisnya.Aldo langsung meleleh hatinya melihat senyum Ave.


Sedangkan Agam,ia curiga kepada Ave yang tumben bersikap manis sekali.


"Tumben manis banget lo."Selidik Agam.


Usai menyapa,Ave turun dan melepas helmnya.Helm belum dilepas saja sudah membuat Aldo meleleh hatinya,apalagi saat helmnya dilepas.Aldo merasa melayang.


"Lama?"Tanya Agam."Nggak."Jawab Ave.


"Nih kuncinya."Ucap Sambil melempar kunci motor pada Agam.


"Tunggu!Nama kamu siapa?Cantik banget dhek?"Tanya Aldo.Ave memutar bola matanya jengah.


"Situ kenal bang Adam?"Tanya Ave.Aldo mengangguk cepat.


"Kenalin adik bungsunya,Afsheen.Yang paling cantik."Jawab Ave.


"Cih.Bahkan Agam bilang bakal dijemput gebetannya.Halu lo Gam?"Tanya Aldo.Agam cengengesan mendengar hal itu.


"Gue kalau didunia tinggal bang Agam sama kambing,ya jelas gue pilih bang Agam."Sahut Ave santai.


Mereka lantas tertawa.


Sebelum pulang,Ave ikut nimbrung dengan teman-temsn Agam.Semua terlihat menyenangkan.Beruntung rasa tidak percaya diri Arka sewaktu muda tidak diturunkan kepada anak-anaknya.


Ave dengan mudah bisa mengakrabkan diri dengan teman-teman Agam yang sama gilanya dengan Ave.


"Afsheen,lo mau kagak jadi cewek gue?"Tanya Ade salah seorang teman Agam yang tak kalah playboy dari Agam.

__ADS_1


"Lo jadi cowok adhek gue?Langkahin dulu nyawa gue."Sahut Agam.


"Ogah gue bang.Cowok gue jauh lebih ganteng dari lo."Jawab Ave santai.


"****** lo De.Lo ditolak mentah-mentah sama bocah SMA."Ledek Risa teman Agam juga.


"Muka kek pantat panci aja ngarepi Afsheen.Dia pantesnya ma gue."Sahut Aldo.Ade memanyunkan bibirnya dikatai seperti pantat panci.


"Bang.Udah sore.Pulang yok."Ajak Ave."Ayuk."Jawab Agam.Keduanya lalu pulang.


"Main-main kerumah lah kalian teman-teman bang Agam!Pintu terbuka lebar kok."Ucap Ave sebelum pulang.


"Siap."Jawab semuanya.Termasuk para wanita.


Dilain sisi,Adam dan Meidina memutuskan untuk mampir kesalah satu rumah makan untuk makan siang.


"Pesan apa?"Tanya Adam.Meidina diam.Tak menjawab.Hanya terus melihat kearah Adam.


Adam yang tak mendapat jawaban dari Meidina lalu melihat kearah sang calon istri.Dilihatnya Meidina sedang menatap dirinya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Kamu kenapa sih Dam?Diam mulu."Tanya Meidina.Ia tak tahu mengapa semenjak mengenal Adam ia menjadi secengeng dan sepenakut ini.Penakut karena selalu takut Adam berpaling hati.Dan cengen karena rasa takut itu.


"Maaf.Aku cuma nggak suka lihat teman kamu itu menatap kamu terlalu intens.Aku calon suami kamu loh."Jelas Adam.


Meidina masih diam.Mulai terdengar suara isakan yanh ditahan.Kali ini dia menunduk.


"Maaf.Bukannya gimana-gimana.Ya gini aku kalau cemburu."Lanjut Adam."Jangan diam aja.Aku nggak bakal ngerti apa maksudt kamu Dam.Aku bukan peramal."Jawab Meidina nasih diselingi candaan.


Adam lega,Meidina sudah kembali kemood nya yang seperti biasanya.


"Apa sih Dam?"Tanya Meidina malu."Cantik banget sih kalau lagi malu gini?"Ucap  Adam.


"Gombalanmu itu loh Dam.Udah hapal aku."Jawab Meidina.


"Tapi sukakan?"Goda Adam lagi.


"Kagak.Udah ahh."Sungut Meidina.


Keduanya lantas melanjutkan acara makan mereka.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Waktu terus berlalu,tidak terasa hari ini adalah hari dimana Adam akan menikah.


Semua persiapan sudah selesai dan siap.


Acara akan dibuat semeriah mungkin.Adam bahkan harus menguras tabungannya sejak kecil dengan jumlaah yang cukup banyak untuk acara ini.


Acara ijab kabul dipagi hari dan dilanjutkan pesta resepsi disiang harinya.


Meidina yang seorang mahasiswa desaigner sudah menyiapkan baju kebaya yang sangat indah untuk dirinya.


Hari ini adalah hari terpenting dalam hidupnya.Sehingga ia pasti menyiapkan segalanya dengan sesempurna mungkin.


Nuansa serba putih susu menjadi pilihan Adam dan Meidina.Mulai dari kebaya dan setelan baju koko untuknya dan Adam.Lalu seragam untuk keluarga besar Althaf dan Arka.Dan yang pasti keluarga Verdian.

__ADS_1


Semuanya hasil karya yang indah dari tangan Meidina.


Dan saat ini Meidina sedang dirias oleh perias yang sudah terkenal akan hasilnya.


Ave sedari tadi terus menemani Adam diruangan rias.Bahkan hanya Ave tinggal untuk kekamar mandipun Adam menjadi tidak mau.


Berlebihan memang,tapi saat ini hanya Ave yang ia butuhkan untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Pukul 09.27 Adam sudah duduk dengan anteng untuk segera melaksanakan ijab.


Agam dan Agra diutus untuk menjemput Meidina dari ruangannya.


Dengan kebaya panjang berwarna putih itu Meidina sungguh terlihat mempesona.


Adam dibuat melongo karena melihat kecantikan Meidina.


"Bang inget.Ini ijab tutup mulut abang!Abang mau lalernya masuk kemulut abang?"Peringat Ave.Adam bahkan sampai tak menutup mulutnya karena terpukau akan kecantikan Meidina.


Untuk kali ini Ave masih visa menahan sikap jahilnya.Jika ini bukan acara ijab kabul,maka sudah pasti ia akan ditertawakan oleh ketiga adiknya.


"Mei lihat tuh si Adam?Mulutnya sampe kagak bisa mingkem lihat lo."Goda Agam.


"Iya mbak.Ntar kalau dia keselak laler yang masuk kemulutnya gimana?"Tanbah Agra.


Seketika Meidina menghentikan langkahnya.Membuat Agam dan Agra yang mendampinginya berjalan menjadi bingung mengapa tiba-tiba Meidina berhenti.


"Kegugupan gue hilang seketika melihat kekonyolan kalian.Ini acara sakral bentar lagi bakal jadi acara komedi."Desis Meidina.


Agam dan Agra cengengesan mendengar hal itu.


Keduanya lantas kembali menuntun Meidina untuk duduk disamping Adam.


Verdian menjabat erat tangan Adam.Adam sendiri sebisa mungkin menghilangkan rasa gugupnya.


"Adam Rayyan Atthafarizt bin Daniel Althaf Shahbaz aku nikahkan engkau dengan anak kandungku yang bernama Ratu Meidina binti Verdianto dengan mas kawin seperangkat alat sholat TUNAI."


"Saya terimah nikahnya Ratu Meidina binti Verdianto anak kandung bapak dengan mas kawin yang tersebut TUNAI."Jawab lantang Adam.


Lalu terdengar kalimat 'sah' dari para saksi dan tamu undangan yang menyaksikan acara ijab kabul.


Siang harinya,panggung sudah dihias dengan sangat indah.


Banyak tamu undangan yang datang.Begitu juga Ikhsan.Meskipun sakit hati ia tetap ingin mengucapkan selamat pada Meidina.


Acara berlangsung lama.Althaf dan Arka juga Verdian serta istrinya masih sibuk dipanggung mendampingi pengantin menyalami para tamu.


Ave sendiri memilih bergabung dengan Asen dan Azka.Alvi dan Dean sibuk dengan anak-anak mereka.


Asen dan Azka geleng-geleng melihat tingkah Afsheen yang tidak jauh beda dengan Arka dulu.Sama-sama gilanya.


PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.


JANGAN LUPA VOTE JUGA.

__ADS_1


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.


__ADS_2