
"Mbak saya ingin berbicara sama mbak secara langsung jika saya ingin menjodohkan Arka dengan Verdian mbak.Bagaimana?"Tanya ibu Verdian.
"Saya bicarakan kepada Arka dulu ya mbak?"Jawab ibunya Arka.
Ibu Verdian memang sangat ingin menjadikan Arka sebagai menantunya.
Sore hari ibunya Arka membicarakan keinginan ibunya Verdian tadi pagi.
Jelas Arka sangat terkejut.Tapi ia ia pasrahkan semua pada ibunya.
"Arka sini!"Kata ibunya.Arka menurut saja dan duduk disamping ibunya.
"Tadi pagi ibunya Verdia bilang ingin menjodohkan kamu dengan Verdian.Gimana nak?"Tanya ibunya.
"Ibuk serius?Aku sama Verdian?"Sahut Arka tak percaya.
"Iya.Ibu juga belum memberi jawaban.Ibu bilang mau ngomong dulu sama kamu.Kan kamu yang jalani rumah tangga nantinya."Jelas ibunya.
"Terserah ibu sajalah.Aku ngikut siapa yang bakal jadi jodoh aku."Pasrah Arka.
Ibunya hanya tersenyum saja.Ia senang Arka menurut apa yang akan ia putuskan.
♡♡♡♡♡♡♡♡
"Saya terima nikah dan kawinnya Arkadewi Fajarina Binti Hajar Asegaf dengan maskawinnya yang tersebut diatas TUNAI."
Terlihat Verdian tersenyum dan menghela napasnya setelah kalimat kabul terucap jelas.
Dalam satu kali tarikan napas kalimat kabul itu terucap dengan lancar dan benar tanpa halangan apapaun.
Dalam suasana pernikahan yang khidmat,acara ijab kabul terlaksana tanpa suatu halangan.Sesuai dengan segala yang direncanan.
Usai ijab kabul penghulu membacakan doa dan memberikan beberapa pesan kepada kedua mempelai.
Lalu Arka mencium tangan sang suami,dan sang suami mencium kening Arka lama.
Kedua saling pandang lalu tertawa tak percaya akan permainan takdir ini.
Lantas keduanya bertukar cincin.Desain cincin impian yang hanya diketahui oleh Verdian.
"Hormati dia suamimu nak!Turuti dan ikuti apa yang ia katakan jika itu benar dan dalam kebaikan.Ingatkan dia tatkala dia salah!"Pesan penghulu kepada Arka.Arka mengangguk.
"Hargai dia sebagai wanita yang mulia.Kelak dia yang akan bertaruh nyawa untuk anak-anakmu.Jangan sampai kamu sakiti hatinya!Istri itu pakaian suami.Begitu sebaliknya."Pesan penghulu kepada mempelai pria.Mempelai pria juga mengangguk.
Acara yang hanya dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak memang sengaja mereka inginkan karena setelah ini mereka harus segera pergi dari kota itu.Sebab sang suami mendapat pekerjaan yang menjanjikan disana.
Sengaja tak mengadakan pesta karena memang pernikahan hasil perjodohan ini karena keduanya baru bertemu saat ijab kabul ini.
Keesokan harinya
"Lah bocah lo napa dah pagi-pagi udah dirumah gue?"Tanya sang suami saat mendapati Arka berada dirumahnya.
Arka memasang wajah cengo karena pertanyaan itu.Keluarganyapun tersenyum mendengar pertanyaan bodoh itu.
Malam pertama yang harusnya menegangkan bagi mereka yang pertama kalipun berubah konyol karena keduanya bermain kartu dan PS hingga larut diruang tamu.
"Sayang kan kemarin kalian sudah menikah."Jelas ibu mertua Arka.
__ADS_1
"Menikah?Astagah.Bisa ya gitu gue lupa kalau udah nikah."Diapun tersenyum kikuk akan kekonyolan yang baru saja ia lakukan.
"Sayang baju kamu dan suamimu sudah dipacking kan?Kan hari ini kalian harus terbang ke Bandung."Tanya ibu mertuanya.
Arka mengangguk.
Pukul 11.30 keduanya sudah berasa dibandara dan siap untuk terbang keBandung.
"Jaga mantu mama!"Pesannya pada sang putra.
"Iya ma.Yang anaknya siapa sih sebenarnya."Gerutu suami Arka.
"Kami berangkat ya ma sudah terdengar panggilan."Pamit Arka.
Kedua mertuanya mengangguk.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Flashback
Hari ini Verdian diminta menemani Arka untuk melakukan fitting kebaya ijab kabul.
Arka sendiri juga tidak tahu siapa yang akan menjadi calon suaminya.Setahunya terakhir kabar yang ia dengar dari sang ibu jika orang tua Verdian ingin menjodohkannya dengan Verdian.
Dan beberapa waktu yang lalu ibu Arka mengatakan jika Verdian yang akan menemaninya melakukan fitting baju.
"Luar biasa cantik."Puji Verdian.
"Ck.Gombal banget lo Per."Sahut Arka.
Verdian hanya tersenyum mendengar pernyataan gila sahabatnya itu.
Usai melakukan fitting baju Arka memilih untuk pergi bersama Verdian kepantai.Ia ingin mengistirahatkan sejenak pikirannya.
Hingga sore hari Arka baru diantar pulang oleh Verdian.
Satu bulan berlalu,tiba sudah waktunya ijab kabul untuk Arka.
Esok adalah hari dimana ia akan melepas status lajangnya.Sampai dengan beberapa hari yang lalu Arka masih ditemani Verdian untuk mengurus berbagai kelengkapan untuk pernikahannya.
Ia bahkan tak sempat mengundang Asen,Azka bahkan Althaf.Karen setahu dirinya mereka sudah berada diluar kota.
Usai subuh ibu Arka membangunkan Arka untuk segera mandi karena perias akan datang pukul setengah 6.Sebab ijab kabul akan dilaksanakan pukul 07.00.
Pukul setengah 6 tepat perias masuk kekamar ArkakMeskipun hatinya meraga gugup yang teramat sangat tetapi ia tetap berusaha buasa saja.Berulang kali ia menghela napas untuk mengurangi kegugupan itu.
Dengan make up khusus perias pengantin Arka terlihat sungguh mempesona.Sangat cantik.
Tak lama ibu Arka menjemput Arka untuk segera keluar agar ijab kabul segera dilakukan.
Tangan kirinya digenggam oleh sang ibu.
Deg
Hatinya bergetar.Ia merasa ada sesuatu yang dingin yang menggenggam tangan kanannya.
Seingatnya dang ibu menggenggam tangan kirinya.Lalu siapa yang menggenggam tangan kanannya.
__ADS_1
Arka menoleh kearah kanan pelan.
Entah benar stau tidak.Entah nyata atau tidak.Atau ini hanya sebuah bayangan ataupun imajinasi.Atau karena Arka terlampau rindu terhadap Dedy,Arka melihat sosok Dedy tersenyum manis kepadanya.Menggenggam tangan kanannya dan menuntunnya kepelaminan.
Air mata menetes begitu saja melihat sosok yang sedang ia rindukan itu.
Sosok utu mengangguk tanda ia merestui pernikahan Arka.
Perlahan Arka keluar kamar.
Lagi ia merasa mendapat kejutan melihat siapa yang akan menjadi suaminya beberapa menit lagi.
Rasanya ia ingin sekali tertawa lepas karena takdir lucu ini.
Arka merasakan sesuatu yang dingin menyentuh keningnya.Ternyata sosok itu belum pergi.
Sosok itu mencium kening Arka cukup lama.Meski tak ada yang tahu tetapi Arka merasakam ada disekita hawa disekitarnya.
Arka diminta duduk disamping mempelai pria.Dari sana ia melihat Verdian yang sedang tersenyum padanya.
Sebelmu ijab dimulai penghulu membaca doa terlebih dahulu.
"Saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Arkadewi Faharina binti Hajar Asegaf dengan engkau Daniel Althaf Shahbaz bin Aryaguna Hendrawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar TUNAI."Ucap lantang ayah Arka.
Ya,dengan Althaflah Arka menikah.
(Pasti pada ngira bareng Verdian kan?Wkwkwkwkwk ya nggak mungkinlah.Masa iya yang berteman dari jaman bahelak Althaf nikahnya sama Verdian.Ckckckck)
♡♡♡♡♡♡♡
Beberapa hari setelah ibu Verdian mengatakan keinginannya untuk menjodohkan Arka dengan Verdian,mamanya Althaf mengajak ibu Arka untuk bertemu mmembucaraka perihal pernikahan Arka dengan Althaf yang memang sudah dijodohkan sejak kecil.
Perihal Verdian,ia sudah diberitahu oleh ibu Arka sejak lama.Dan Verdian memang sudah membuang jauh-jauh perasaannya.
Sempat ia memiliki rasa pada Arka tetapi ia buang saat mengingat ucapan Arka yang tidak ingin merubah status mereka lebih dari sahabat.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Usai ijab kabul Arka dibawa keluarga Althaf untuk menginap dirumah Althaf.
Sepanjang perjalanan Arka dan Althaf tak henti-hentinya tertawa.Bertingkah seakan dunia hanya milik mereka berdua.
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
Babang Althaf ganteng inii
Suka nggak kuat liat senyumnya
__ADS_1