
Bukan hal baru ia dimarahi kedua orang tuanya.Rasanya telinganya sudah kebal dengan berbagai macam omelan dari kedua orang tuanya.
“Kalau gue masih bolos,bisa dijadikan rendang ntar.”Gumamnya.Saat ini dikelas hanya ia sendiri.
“Kagak bisa lihat wajah ganteng pak Dedy lagi dong.”Candanya pada diri sendiri tanpa sadar.
“Eh kenapa jadi mikirin pak Dedy ya?Jadi rindu.”Racaunya sambil senyum-senyum tidak jelas.
Diluar kelas wajah lesu dan putus asa terlihat dari ketiga murid itu.Mereka benar terlihat kacau karena kehilangan Arka.
Mereka rindu Arka,rasanya sangat tidak menyenangkan tanpa Arka,mereka yakin hal yang sama Arka rasakan saat diabaikan oleh mereka.
Dan mereka menyesal karena sempat mengabaikan Arka.
Dengan malas mereka memasuki kelas.Ini adalah hari kelima mereka terlihat menyedihkan jika hari ini Arka masih tetap tidak masuk sekolah.
Betapa senangnya mereka bertiga saat melihat Arka lagi.Seperti baru saja mendapat lotre,mereka langsung memeluk Arka erat.Membuat Arka bingung sendiri.
"Kalian kenapa sih?Sakit?Salah minum obat?Atau kesambet?"Jengah Arka dengan sikap ketiganya yang tiba-tiba saja memeluknya.Bahkan untuk bernapaspun tadi ia sempat susah.
"Lo kemana aja sih?Kita dah kayak orang ucul tau nyari lo.Bahkan si Asen nyari lo sampe Arab."Canda Althaf.
"Dipikir gue onta nyarinya sampe ke Arab?Hah."Omel Arka.
"Gue kangen sama lo."Ucap Azka tiba-tiba.Bahkan bulir bening menetes dipipinya.
"Wadidaw.Sejak kapan woy lo jadi cengeng gini?Hah."Tanya Arka bingung.
"Sejak kapan sih kalian jadi mellow gini?"Tanya Arka lagi.
"Kita khawatir sama lo ya.Ekh elo malah becanda sekenanya gitu.Onta lo."Omel Azka lagi.
Arka justru tertawa lepas.Ia benar-benat tak percaya dengan tingkah unik sahabat-sahabatnya itu.Ternyata banyak yang berubah dari mereka setelah tidak bertemu 4 hari.
4 hari tak bertemu Arka sadar,jika dunia ketiga temannya tidak melulu berputar akan dirinya.Mereka juga butuh dunia percintaan sendiri.
Mereka juga mempunyai kehidupan masing-masing disamping kesibukannya dengan Arka.
Dia tidak boleh egois dengan cemburu akan teman-temannya yang memang kini sedikit mengurangi waktu bersama mereka.
Dia juga sadar,ternyata dia hanya belum siap untuk ditinggal oleh teman-temannya dengan kesibukan dan dunia mereka.
Dan ia belajar hal itu tentu dari Dedy.
Beberapa malam yang lalu Dedy memberinya nasehat meski pesannya tidak dibalas oleh Arka.
*Dedy*
‘Kamu harus bisa merenungkan semua ini Arka.Kamu tidak bisa mengikat mereka untuk selalu berada dismaping kamu.Mereka juga butuh kebebasan.Mereka tidak mungkin melupakan kamu.Kamu harus tahu itu!Biarkan mereka mempunyai dunia yang hanya diisi oleh mereka!Saya yakin,sebagai apapun kamu,kamu sudha mempunyai tempat dan porsi tersendiri didalam hati dan hidup mereka.Pikirkan soal hal ini!’
Dan setelah membaca pesan itu,Arka merenungkan nasehat tersebut.
"Sekarang gue tanya 4 hari kemana aja lo?"Selidik Althaf.
"Kantin dululah.Traktir gue.Laper nih."Pinta Arka.
Tanpa babibu Asen langsung menarik Arka kekantin.Ia sangat ingin tahu kemana saja Arka 4 hari ini.
Hal seperti inilah yang membuatnya cemburu saat mereka lupa akan Arka dengan segala kegiatan baru mereka.
"Bu soto jumbo satu ya."Teriak Arka.
"Cepet ceritain!"Pinta Althaf lagi.
"Emang mama nggak cerita sama lo Al?"Arka justru ganti bertanya.Sedang yang ditanya hanya menggelengkan kepala.
"Hari pertama gue tidur diatap sekolah bahkan kesorean gue pulangnya.Pulangnya jalan kaki gue.Terus tiga hari lainnya kerumah lo Al."Jelas Arka.
Ya,mereka berempat memang akrab dengan orang tua mereka satu sama lainnya.
"Kagak mungkin dihari pertama lo diatap sekolah.Kita aja bolak balik nyariin lo kesana."Sahut Azka cepat.
__ADS_1
"Kalian aja yang nggak liat gue."Balas Arka santai.
"Lah.Mama kok nggak cerita."Gumam Althaf.
"Ya sudahlah kan yang penting gue dah berangkat."Sahut Arka.
"Gue tuh curiga sama elo Ar."Asen justru memulai topik baru.
"Hah?"
"Kok pas hari pertama kunci lo bisa dibangku pak Dedy.Dan gue yakin yang telfon pak Dedy waktu itu elo."Tuduh Asen lagi.
"Iya.Lo pacaran sama dia?"Imbuh Azka memanas-manasi suasana.
"Ck.Hahahahha gue?Gue sadar status kita."Sahut Arka santai."Langit bumi woy."Imbuhnya.Mengucapkan kalimat itu hatinya berdenyut nyeri.Tetapi ia tepis jika hatinya sakit saat ia berkilah perihal perasaannya terhadap Dedy.
"Dahlah.Nggak ada apa-apa.Jangan ngelamun lo Althaf.Kesambet tau rasa lo."Ucap Arka.
“Ar.Please kali ini dengerin gue!”
“Elo kalau mau buka hati Lo,lo pikir-pikir dulu kedepannya bakal gimana!Oke?”Ucap Althaf.
Arka hanya mengangguk.Wajahnya berubah sedikit suram.Tetapi ia tutupi dengan senyum cerianya.
‘Gue bahkan sepertinya sudah ngebuka hati gue buat orang yang sangat tidak mungkin Al.’Ucap Arka dalam hati.
......
Tidak terasa kini Arka dkk sudah kelas XII.Diam-diam Arka dan Dedy terus bertukar pikiran melalui aplikasi chatting.
Ya seperti itulah Arka,masih mudah untuk diketuk pintu hatinya.
Masih seperti sebelumnya,ia menyembunyikan hal ini dari ketiga sahabatnya.
Seperti malam ini.Meski waktu sudah menunjukkan pukul 23.23 ia masih setia berbalas pesan dengan Dedy.
Bahkan saking senangnya ia sampai guling-guling diatas kasur.
*Dedy*
*Arka*
'Lah kan nggak ada yang tahu pak.Ya sekiranya bapak nggak nyaman ya sudah kita akhir chating kita sampai disini.Besok-besok nggak usah hubungi saya lagi.'
'Lagian,pan bapak dulu yang chat saya'
*Dedy*
'Lah kok kamu malah ngambek?'
'Jangan panggil pak napa sih?Kak gitu aja.Biar tidak terlalu formal'
*Arka*
'Ya bapak gitu.Nyebelin.Dulu siapa yang bilang tidak apa-apa'
'Maunya sih manggil sayang.Wkwkwk'
'Canda kak*.'
*Dedy*
'Iya maaf.Jangan marah lagi ya.Nggak sanggup saya kalau kamu marah.Heheheh'
'Kamu menggodaku?'
'Beneran juga boleh kok Ar'
"Gila-gila ini guru kok gombal banget sih."Ucap Arka saat membaca pesan itu.Bisa terbang gue lama-lama.
*Arka*
__ADS_1
'Yang ada saya mati diabetes kalau bapak kek gini sering-sering'
*Dedy*
'Loh kok bisa?Kalau kamu mati saya menduda sebelum nikah donk?'
"Setdah.Beneran gila gue kalau seperti ini."Ucap Arka lagi.
*Arka*
'Kakak gombalin aku terus sih.'
'Lah emang bisa menduda sebelum nikah?Alay juga bapak mah.'
"Benar-benar luar biasa anak ini.Bisa membuatku merasa puber lagi."Gumam Dedy sambil tersenyum.
*Dedy*
'Makanya jangan mati dulu.Kamu malah membunuh saya lebih kejam.'
Dedy mulai mencari topik baru.Agar chatingnya tetap berlanjut.
*Arka*
'Maksudtnya?'Emang aku apain kakak?
*Dedy*
'Kamu suka bikin saya jantungan kalau dekat-dekat kamu disekolah*'
"Beneran stress ini guru."Arka bahkan sampai membanting hpnya kekasur.
Tapi tak lama ia membalas pesan itu.
*Arka*
'Haduh bapak.Bisa mati muda beneran dengar gombalan bapak tiap hari.’
*Dedy*
‘Bisa aja kamu ini.’.’
'Ar,malam Minggu kita jalan bisa?’
“Waduh.Nekat juga nih orang.”Gumam Arka.Bingung?Jelas.Ia bingung haru memberikan jawaban apa.
*Arka*
‘Kakak nggak takut kalau sampai ketahuan murid yang lain?’
*Dedy*
‘Kalau kamu mau semua bisa diatur.’
Jelas Arka bahagia untuk hal ini.
*Arka*
'Ok deh.Tapi jangan malam-malam ya kak pulangnya.’
*Dedy*
‘Siap.’
‘Ya sudah kamu tidur gih!Sudah malam.’
Arka tidak membalas pesan itu.Ia langsung tidur karena esok masih harus sekolah.
(Sumpah author tuh pas nulis cerita ini sampai guling-guling sendiri.Ngebayangin ada diposisi Arka.)
Dilain sisi Dedy juga senyum-senyum sendiri.Ia tak pernah menyangka akan sejatuh cinta ini pada salah satu muridnya.Yang bahkan bisa dibilang biasa saja murid itu.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU