Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 8


__ADS_3

Didalam kesendirian,Arka duduk ditaman kecil yang terletak dibelakang rumah.Yang dulu sengaja Althaf buat khusus buat anak-anaknya.Duduk sendiri diatas ayunan panjang yang berada ditaman itu.


Membayangkan serta meratapi setiap dosa dan kesalahan yang telah ia buat dan ia lakukan dengan sadar terhadap Althaf,suaminya selama ini.


Ia tahu jika ia salah.Tetapi ia juga sudah berusaha untuk menghilangkan bayang-bayang Dedy yang terkadang masih muncul dibenaknya.


Jika diperbolehkan,bolehkah ia bertanya?Bertanya bagaimana caranya agar ia bisa menghilangkan bayang-bayang itu?Sungguh ia sangat ingin melakukannya.


Ya benar memang,Althaf adalah satu-satunya laki-laki yang amat sangat ia cintai.Tetapi,Dedy adalah laki-laki yang jauh lebih dulu mengisi hati Arka dalam waktu yang lama.Buka sehari dua haru.Atau sebulan dua bulan.Melainkan lebih dari 6 tahun.


Hampir 6 tahun Arka bertahan mencintai Dedy meskipun sudah ditingagalkan untuk selamanya.Dan itu artinya,6 tahun lebih ia mencintai Dedy.Sebab saat Dedy masih hiduppun,Arka sudah mencintainya.


Dan kini,jika bayangan itu kembali,apakah salah Arka juga?


Bukankah memanglah Dedy yang sudah lebih dulu tinggal disudut ruang hati Arka?


Ini tentang hati.Tentang perasaan yang tidak bisa senaknya diatur harus sedemikian.


Ia bahkan juga sadar,akan terasa sangat menyakitkan bagi Althaf saat mengetahui jika istrinya,wanita yang ia cintai belum bisa menghilangkan sepenuhnya bayangan masa lalunya.


Sudah sejak para penghuni rumah keluar dengan keperluan masing-masing Arka duduk diatas ayunan itu.


Jujur saja hatinya lelah.Begitu pula jiwanya.Lelah karena rasa bersalah terhadap suaminya.


Jika boleh memilih,ia akan lebih memilih untuk hilang ingatan segalanya saja.Daripada harus tersiksa karena rasa bersalahnya.


Terlalu lama duduk dan berpikir,membuat kepala Arka merasakan pusing.


Tak mau beranjak dari tempat itu ia berbaring dan tanpa sadar matanya terpejam.


Dilain sisi,Althaf saat ini sedang berada dirumah Alvi.Bersama Azka yang sudah ia beritahu supaya datang kerumah Asen hari ini.


Setelah lama berada disana dan banyak membicarakan segala hal,Althaf akhirnya menceritakan perihal Arka yang kemarin menangis saat dirinya menceritakan masa lalunya kepada anak-anaknya.


Alvi yang kala itu ikut mendengarkan cerita Althaf sengaja diam terlebih dahulu,apakah mereka para pria bisa mendapat jawaban atau tidak.Dan nyatanya tak ada jawaban yang mereka temukan.


Melihat hal itu Alvi tersenyum sinis.Lantas langsung menyahut saat suaminya baru ingin memberikan usul.


"Pernah nggak sih kalian berpikir seperti apa dulu sakitnya mbak Arka saat kehilangan kak Dedy?


Dia kehilangan orang yang ia cintai saat ia berada dipuncak sayangnya terhadap orang itu.


Dia ditinggalkan saat ia pertama kali merasakan rasanya dicintai dengan tulus.Saat ia baru saja dikenalkan dengan kedua orang tua kak Dedy.Lalu yang lebih menyakitkan malam itubia baru saja dilamar.


Bahkankak Dedy ingin mbak Arka menjawabnya saat disekolah keesokan harinya,tetapi ia justru ditinggalkan untuk selamanya.Ingat selamanya!"Sahut Alvi.Belum seberapa ia sudah menangis.

__ADS_1


"Apa kalian tahu seperti apa usaha mbak Arka dalam melupakannya?


Ia bahkan pernah berkata padaku jika ia lebih memilih mati daripada harus dihantui dengan rasa bersalah terhadap anak dan suaminya.


Sungguh bayangan akan kak Dedy sudah hilang.Ia sudah tak memiliki rasa.Tapi memang kak Dedy sudah tinggal disudut ruang hati mbak Arka.Bukankah dia yang lebih dulu tinggal dihati mbak Arka?


Bukan dia bermaksud egois Al.Please ngertiin dia.


Perempuan mana yang tak menangis saat masalalu yang sangat menyedihkan itu harus diceritakan didepan matanya.


Mungkin kalau gue yang ada diposisi mbak Arka sudah lain ceritanya."Lanjut Alvi.


Althaf,Asen dan Azka diam.Meresapi setiap ucapan Alvi.


Dirumah,Adam baru saja tiba setelah pergi dari rumah Meidina.


Ia sedikit merasa aneh saat mendengar suara orang ditaman belakang.Dan ia perlahan mendekat.Ia terkejut saat ternyata itu suara sang mama.


Arka terus memanggil nama Althaf dalam tidurnya.Bahkan ia juga menangis.


Ia coba membangunkan Arka tapi tidak bisa.Dia coba menelpon Althaf tapi tidak ada jawaban


"Shit.Dimana sih papa?"Umpat Adam


"Bentar ya ma Adam nyari papa dulu."Ucap Adam.


Harapan terakhirnua ialah.Dean.


"Bu ayah dimana?"Tanya Adam langsung pada intinya.


"Dia dirumah Asen,Dam.Ada apa?"Jawab Dean.


"Ibu kerumah sekarang ya?Mama lagi nggak enak badan.Adam mau nyari papa dulu.Sekarang ya buk!"Ucap Adam.Tanpa menunggu persetujuan Dean,ia langsung mematikan sambungan telponnya.


Dean bergegas pergi kerumah Arka.


Adam sendiri ia keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki apapun.Ia berlari menuju rumah Asen.


Ia tidak peduli tatapan aneh orang-orang.


"Papa."Teriak Adam begitu sampai didepan rumah Asen.Ia terus menggedor pintu rumah Asen dengan keras.


Althaf dan yang lainnya yang mendengar teriakan Adam langsung berlari menuju pintu.


Mereka terkejut melihat Althaf yang terlihat seperti udai berlari marathon.

__ADS_1


Wajahnya dipenuhi peluh keringat.Napasnya terdengar ngos-ngosan.Dan telapak kakinya terlihat berdarah.


Bagaimana tidak,ia berlari dari rumahnya hingga kerumah Asen tanpa alas kaki.Tak jarang ia menginjak kerikil yang lancip.


"Pa,mama."Ucap Adam ditengah napasnya yang terengah-engah.


Althaf sendiri langsung berlari pulang kerumah.Pikirannya dipenuhi pikiran buruk tentang istrinya.


"Ka,elo sama Adam susul Althaf pake motor itu bocah.Gue sama bini gue biar pake motor gue."Ucap Asen.


Begitu mendengar ucapan Asen,Adam sudah duduk diatas motor.


Dirumah,saat Althaf sampai dirumah,Arka sudah sadar ditemani Dean yang duduk disampingnya.


Terlihat jelas jika Arka usai menangis.


Althaf segera mendekat kearah istrinya.Arka sendiri begitu melihat Althaf segera berlari memeluknya.


Menumpahkan tangisannya dipelukan suami tercinta.


"Kenapa sih?"Tanya Althaf.Arka menggeleng.Tetapi tangisannya belum berhenti.


"Al maafin aku.Hiks...hiks...hiks...Please jangan tinggalin aku demi mereka.Hiks...hiks...aku sayang sam kamu.Aku cinta sama kamu.Aku nggak mau kehilangan kamu."Ucapnya setelah puas menangis.Itupun ia iasih sesegukan.


"Mereka siapa?"Tanya Althaf bingung.


"Perempuan yang kamu pilih daripada aku."Jujur Arka.Althaf tersenyum lebar.


Sungguh,istrinya itunterlihat sangat lucu ketika merasa takut.


"Althafmu ini ya cuma milik kamu.Nggak bakalan pundah kelain hati.Anak-anak udah gede juga.Udah saatnya punya cucu masa iya masih mau nyari daun muda.


Kalaupun mereka mau,aku yang nggak mau.Malu lah sama anak-anak."Jawab Althaf sekenanya.


Ia lantas mengecup sejenak bibir istrinya.Ia tak peduli jika saat ini disekitarnya ada anak dan juga sahabat-sahabatnya.


"Untung Afsheen belom pulang.Bisa ternoda tuh mata."Celetuk Adam.


Althaf cengengesan.


**PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.


JANGAN LUPA VOTE JUGA.

__ADS_1


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL**.


__ADS_2