Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 24


__ADS_3

Boyolali,14 September 2014


ARKA POV


Tidak pernah terpikir dalam benak dan pikiranku jika aku akan mempunyai kenangan seindah ini.Layaknya sebuah mimpi,aku bisa berjalan bersama seseorang yang sudah mendominasi ruang hatiku yang sudah dipenuhi dengan dirinya.


Setelah sekian kali aku terus disakiti,akhirnya aku bisa menggenggam erat tangan laki-laki yang aku cintai.Dan yang pasti juga mencintaiku


Dan diepan kedua orang tuanya,dia mengatakan jika aku adalah perempuan yang ada dihatinya.Perempuan yang akan ada dimasa depannya.Yang akan hidup dengannya selamanya.


Ternyata ini cara dia untuk membuktikan jika ia serius terhadapku.Ia ingin membuktikan jika memang situasi yang tidak mendukung untuk mereka memiliki hubungan.Bukankahbyang terpenting hati kami saling terikat?Itu yang ia ucapkan pada kami.


Bukankah itu luar biasa?Bahkan dia sesungguhnya terlalu sempurna untukku yang tidak ada apa-apanya dibanding diriku.


Sore hari,kak Dedy sudah menerorku dengan puluhan pesan darinya,hanya karena pesan darinya belum sempat aku balas.Itu bukanlah hal baru.Karena memang kebiasaannya adalah menerorku dengan ratusan pesan darinya.


Terkadang jika mengingat sifat posesifnya itu membuatku senyum-senyum sendiri.Bagaimana tidak,begitu cintaku terbalas.Balasan yang ia berikan sungguh luar biasa.


*Dedy*


16.35 : 'Arka apa kamu sudah sampai dirumah?'


16.47 : 'Arka kamu dimana?'


16.59 : 'Arka.Jawab pesan saya!'


17.08 : 'Apa perlu saya kerumah kamu sekarang?'


17.17 : 'Ayolah Arka.Jangan buat saya khawatir!'


17.23 : 'Arkadewi Fajarina'


17.27 : 'Please Arka.Jawab pesan saya.Saya benar-benar khawatir.'


Dan masih banyak pesan lainnya yang tidak mungkin aku tulis semuanya.


"Ya allah kak Dedy.Baru juga tadi jam 16.00 ketemu sekarang dah berisik aja."Omelku.


*Arka*


'Kak baru juga tadi jam 16.00 ketemu pas pulang sekolah.Masa' iya sekarang kakak sudah seperti setahun tidak bertemu.Aku capek banget tadi.Aku lagi tidur pak.Nanti aku hubungi lagi.'


Balasan dariku.Aku bangun dan segera mandi.Badanku terasa lelah dan lengket karena kegiatan pembelajaran hari ini hingga sore.


Pukul 19.00 aku memilih untuk makan malam terlebih dahulu,lalu aku mengurung diri dikamar.Rencananya seperti itu.Tetapi bapak mengajakku ngobrol dahulu sehingga membuat niatku untuk segera masuk kamar harus tertunda.


“Sini ngobrol sama bapak!”Ajak bapak.’Tumben?’Pikirku.Karena memang tidak biasanya bapak mengajakku berbicara seperti ini.Apalagi setelah kejadian bapak nampar aku karena kedekatan aku dengan kak Dedy.Kami menjadi seperti orang asing.


“Gimana sekolah kamu?”Tanya bapak.Aku menyengir kuda.


“Ada keinginan kuliah setelah selesai?”Tanyanya lagi.”Pengen sih pak.Tapi aku udah males mikir.Gimana dong?”Jawabku.


“Mana ada mau kuliah tapi males mikir.Kamu pikir kampus bapakmu apa.”Omel bapak.Aku lantas tertawa melihat wajah kesal bapak.


“Buat Miya ajalah pak.Aku mau cari duit aja yang buanyak.Sapa tahu bisa bantuin Miya biaya kuliah.Hehehe.”Putusku akhirnya.Ya,aku memang sudah malas memikirkan pelajaran.Rasanya kepalaku mau meledak jika mengingat pelajaran.


“Ya sudah kalau gitu.”Jawab bapak akhirnya.”Aku kekamar ya pak?Masih ada tugas.Mau nyalin punyanya Asen.”Pamitku dan bapak mengangguk.Ssbenarnya itu hanya alasan agar aku bisa segera masuk kamar.


Karena besok ada ulangan Sejarah.Aku menghafal setiap materi yang sudah diajarkan oleh pak Sidik.


Menghafal adalah kemampuanku.Aku bisa menghafal sama persis yang tertulis dibuku.Apalagi itu pelajaran Sejarah.


Tetapi aku sudah angkat tangan jika sudah berurusan dengan angka dan rumus.Rasanya banyak sekali burung yang terbang diatas kepalaku.Pusing euy.


Pukul 21.17 kuhentikan aktifitas menghafalku.Ditemani suara radio yang sedang memutar musik bergenre lagu pop,aku ingin mengirim kabar kepada pujaan hatiku.


Kuhidupkan ponselku dan tak ada pesan satupun dari pak Dedy.


Kucoba mengirimkan pesan padanya.


Belum sempat kukirim,ia sudah mengirimkan pesan padaku.


*Dedy*


'Besok kan malam minggu.Kakak ajak kamu jalan-jalan ya.Tapi sampai malam.'

__ADS_1


Aku senyum-senyum sendiri membaca ajakannya itu.


*Arka*


'Dari pagi aja kak.Kan setelahnya saya sibuk terus.Bolos gak pa-pa kalee kak sekali-sekali'


Pintaku.


*Arka*


'Ekh nggak denk.Besok saya ada ulangan sejarah.'


*Dedy*


'Pulang sekolah saja.'


'Ar kok kakak kangen banget ya sama kamu?'


Membaca pesannya aku geleng-geleng kepala.Kak Dedy selalu saja bisa membuat merasa terbang karena gombalannya.


*Arka*


'Kak please.Gombalan kakak tuh bikin aku meleleh.


*Dedy*


'Serius Arka.Tidak ada yang menggombal.’


.*Arka*


‘Tadi juga habis ketemu.Saban hari juga ketemu.Bisa aja kakak.”


*Dedy*


‘Karena terlalu cinta mungkin.’


*Arka*


‘Elah bisa aja ih.’


*Dedy*


Deg


Melihat emoticon dipesan kak Dedy entah kenapa hatiku terasa sakit sekali.Entah karena apa.Akupun juga tidak terlalu paham.


*Arka*


‘Kak,besok aku ada ulangan.Tidur aja yuk.Udah malem.See you.Have a nice dream my dear.’


Aku langsung mematikan ponselku dan tak mau menanggapi gombalannya itu.Bisa-bisa benar-nenar diabetes membaca gombalannya terus.


Arka POV end


AUTHOR POV


Pukul 06.30 Arka sudah siap didepan rumah.Ia menunggu Asen yang sudah berjanji akan menjemputnya.Bosan setiap hari minta dijemput Althaf,hari ini ia ingin dijemput Asen.Sesekali ganti jemputan lah.Pikirnya.j


Tin tin


"Tumben udah siap aja?"Tanya Asen tanpa turun dari motornya.


"Gue telat salah.Gue rajin masih salah.Pengen gue tampol tuh mulut pake sepatu kuda."Omel Arka.


"Yuk.Buruan!"Ajak Asen.


Arka segera naik keatas motor Kawasaki Ninja 250 ABS milik Asen.Asen tergolong keluarga yang diatas rata-rata.Bagi orang desa seperti mereka,memiliki motor jenis itu tidak sembarang orang dan tergolong keluarga kaya.Apalagi mengingat harganya yang mahal bagi orang desa.


Karena jarak yang memang dekat,tak sampai 10 menit keduanya sudah sampai disekolah.


Pukul 07.20 bel berbunyi,Arka sudah sangat semangat mengikuti ulangan itu.


'Ulangan kali ini gue kudu dapet 100.Bakal gue persembahin nih nilai buat kak Dedy.'Ucap Arka dalam hati.


Ulangan berlangsung selama hampir 45 menit.

__ADS_1


Dan diakhir jam pelajaran,diumumkan jika Arka mendapat nilai sempurna.


"Nggak percuma gue hapalin tuh materi semaleman."Ucapnya senang dengan sedikit keras.


Pukul 15.37 Dedy tak kunjung datang.Entahlah,bahkan ia tak memberi kabar sama sekali.


Arka menunggu hingga pukul 16.55,dan belum ada kabar dari Dedy.


Ting


Terdengar ponsel Arka berbunyi tanda ada pesan masuk.


*Dedy*


'Maaf Ka,ibunya kakak sakit.Kita undur besok saja ya.'


Dedy mengirimkan pesan untuk Arka.


"Huh.Bilang kek dari tadi."Gerutu Arka.Wajahnya terlihat kesal karena sudah terlalu lama menunggu tetapi tidak ada hasilnya


Hari minggu,pukul 07.33 Arka sudah dijemput Althaf.Karena ia akan jalan-jalan dengan Dedy.Dijemputnya ia oleh Althaf membuat keluarganya tak merasa curiga.


Dedy sudah nunggu Arka disebuah jalan dekat rumah Althaf.Dan Arka segera diantar oleh Althaf ketempat Dedy menunggu.


"Lama?"Tanya Arka.Ia langsung menghampiri Dedy yang sedang berdiri di pintu mobil.


"10 menit lah.Jangankan 10 menit.Sampai kapanpun juga saya tunggu.”Gombal Dedy.


“Receh banget pak gombalannya.”Sahut Althaf.Ia sebenarnya geli mendengar gombalan Dedy.


“Sirik aja kamu Al.”Sungut Dedy.


“Kita kerumah kakak dulu ya?"Ajak pak Dedy.


"Bapak jangan macam-macam ya!"Ucap Arka penuh tuduhan.


“Kamu jangan mikir yang buruk.Kakak itu mau membuktikan kekamu soal janji kakak wkatu diatap sekolah.”Jelas Dedy.


"Pak nitip Arka.Kadang suka ganas dia."Canda Althaf.


"Anjay.Teman laknat lo."Omel Arka.”Minggat Sono!”Usir Arka.


“Wah dasar bocah.”


Dedy hanya tersenyum melihat interaksi dua orang itu.Ia sudah biasa melihat interaksi Althaf dan Arka yang selalu seperti itu


Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam,mereka sudah sampai dirumah Dedy.


Dedy menggenggam tangan Arka erat.Lalu masuk kedalam rumah dengan perasaan penuh bahagia.Dengan senyum penuh kebahagiaan,ia mengajak Arka untuk dikenalkan orang tua dan saudara-saudaranya.


Lain halnya dengan Arka yang deg-degan.Ia takut keluarga Dedy menolaknya dan tidak merestui mereka.


Disana terdapat ayah,ibu,kedua kakak Dedy dan kedua adik Dedy.Ya,mereka 5 bersaudara.


"Buk pak,ini Arka.Arka kenalin ini ibuk aku."Ucap pak Dedy.Arka terkejut,tak menyangka jika Dedy akan secepat ini membawanya kepada keluarganya.


Arka langsung mencium punggung tangan kedua orang tua Dedy.Lalu bersalaman dengan kedua kakak dan adik Dedy.


"Yang sering kakak ceritakan sama kak Intan kan?"Sahut Alfa adik Dedy,sekaligus kakak kembar Delta.


"Hus kamu sering nguping mas Dedy lagi ngobrol sama mbak?"Tanya Intan yang senang memanggil dirinya dengan sebutan 'mbak'.


"Yang fotonya dimeja samping tempat tidur kakak kan?"Imbuh Delta yang senang sekali menjahili kakaknya.


“Iya yang buanyak banget fotonya dialbum kamar kakak.”Timpal Alfa lagi.


Arka membelalakkan matanya mendengar penuturan adik-adik dari gurunya itu.Ia tak menyangka gurunya akan segila itu.


Arka melirik kearah Dedy,seulas senyum ia paksakan usai rahasia konyolnya dibongkar si kembar.


"Nak,Dedy itu sudah dewasa lho.Apa kamu tidak masalah dengan perbedaan umur kalian?Ibu lihat kamu masih sangat muda.”Tanya ibu Dedy.


Arka merasa kikuk mendengar ucapan ibunya Dedy.Rasanya ia belum siap akan pertanyaan macam itu.Tetapi ia tak mau membuat kecewa seorang Dedy.


"Selama ini,hingga usianya 27 tahun,kamu adalah satu-satunya yang ia bawa pulang.Sebelum kamu,kami hanya mengetahui satu masa lalu Dedy.Tapi itu semua sudah berakhir.Dan setelah sekian lama tiba-tiba dia mengenalkan kamu kepada kami."Timpal ayah Dedy.

__ADS_1


Arka menghela napas pelan.Sesaat ia pejamkan matanya,lalu menatap Dedy sekilas.Dedy memberi isyarat menganggukkan kepala tanda ia meminta Arka menjawab ucapan kedua orang tuanya


__ADS_2