Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 45


__ADS_3

Sore harinya dirumah Ave,


Ave sangat heran dengan sikap Arka yang sedari tadi melarangnya keluar kamar.


Ia bahkan diminta untuk memakai pakaian yang sebenarnya tidak cocok untuk sekadar dirumah.


Berulang kali bertanya,tetapi Arka tak pernah memberikan jawaban yang memuaskan.


Menjelang waktu Maghrib,Arka yang sudah mandi terlebih dahulu bersamaan dengan Ave mandi tadi langsung mendandani Ave.


Ave diminta menggunakan kebaya berwarna biru dongker dengan rok batik yang hampir senada warnanya.


Tentunya,rok batik itu warnanya sama dengan baju batik yang nanti akan Shakeil pakai.


Dengan hijab berwarna senada Ave terlihat sangat cantik.


Untuk Arka sendiri,entah mengapa ia juga ikut merasakan deg-deg an yang teramat.


Padahal yang dilamar Ave,tapi Arka juga ikut merasa resah.


Tepat pukul 20.00 Agra masuk kedalam kamar Ave.Melihat Ave yang masih bingung,Agra meminta izin untuk berbicara dengan Ave dibalkon kamar sebentar.


“Bang ada apaan sih?Kita mau kekondangan?”Tanya Ave.Agra menggeleng.Ia usap kepala adiknya itu.Lalu mencium kening Ave lama.


“Jaga cinta itu ya Av?Jangan sampai cinta kalian ada orang ketiga.”Ucao Agra.Hal itu semakin membuat Ave bingung.


“Kok mama resah gini ya?”Tanya Arka saat ia sudah sampai dibalkon kamar Ave.


“Lah,mama ada-ada aja deh.Mending kita keluar sekarang aja.”Ucap Agra.


"Lo disini ditemani mbak Meidina."Titah Agra.


Arka dan Agra lantas keluar kamar.Membiarkan Ave berada dikamar ditemani Meidina terlebih dahulu.


Tak jauh dari mereka berdirilah seorang laki-laki yang memakai baju batik sama dengan roknya Ave.


Lalu terlihat juga Andri dan Amel serta Dody juga Hana duduk disofa ruang tamu.Tak lupa kakek dan nenek Shakeil juga.


Bahkan Sogapun juga ada disana.


‘Ada apa sih ini?’Ucapnya dalam hati begitu mama dan kakaknya itu keluar lalu digantikan sang kakak ipar.


Diruang tamu saat ini Agra sudah berdiri dibelakang Shakeil ditemani kedua orang tuanya.


“Sha.”Panggil Agra.Shakeil pun membalikkan badannya lalu tersenyum manis kearah Arka dan Althaf selaku calon mertuanya...


Melihat Shakeil,Arka merasa jantungnya berhenti berdetak.


Mimpi apa ini.Kenapa ia bertemu dengan sosok itu lagi?


Matanya tak berkedip menatap ciptaan tuhan yang satu ini.


“Kak Dedy.”Lirih Arka.


Tanpa permisi,air mata mengalir begitu saja.


Ia bahkan melangkah mundur beberapa langkah karena merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Rindu?Bukan hanya sekadar kata sederhana itu.Entahlah seperti apa yang cocok untuk rasa yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


Ia bahkan tak pernah berpikir jika kekasih dari putrinya sangat mirip dengan masa lalu yang sangat mencintainya,tetapi juga menancapkan luka paling dalam.


Arka menutup mulutnya dengan tangannya.


Althaf tahu pasti apa yang Arka rasakan saat ini.


“Ar.”Lirih Althaf.Arka menggeleng.


“Peluk dia jika kamu merindukan sosok itu.”Ucap Althaf.Arka menggeleng lagi.


Seketika Arka menatap Althaf dengan tatapan yang sulit diartikan.


Dari pihak Shakeil,ia bingung dengan sikap calon ibu mertuanya itu.


'Ibunya Ave kenapa ya?Lihat gue kok kayak lihat hantu gitu?'Ucap Shakeil dalam hati.


Andripun ikut mendekat kearah Arka.


“Lepaskan apa yang selama ini ada dihati kamu.Peluk dia dan menangis lah sepuasmu!”Ucap Andri.


“Shakeil.Kemari nak!”Panggil Andri.Shakeil mendekat.Ia berdiri tepat didepan Arka.


Lagi Arka menatap mata Shakeil dalam.Shakeil tersenyum manis.


Sungguh,sama persis dengan senyuman seorang Dedy.


Arka langsung memeluk Shakeil.Menumpahkan air matanya pada pelukan laki-laki yang sangat mirip dengan Dedy itu.


Cukup lama Arka menangis setelah merasa baikan ia melepas pelukan itu.


“Kamu mirip sekali nak.”Kalimat pertama yang muncul dari mulut Arka.


Arka tersenyum.Ia bahagia,anaknya bisa mendapatkan laki-lali yang sangat tampan dan sepertinya baik.


“Maafkan ibu nak.”Ucap Arka lagi.Shakeil mengangguk.


“Ave mana buk?”Tanyaya.


“Biar ibu panggilkan.Kamu duduk disana!”Perintah Arka.Shakeil menuruti apa kata Arka.


Tak lama keluarlah Arka dengan penampilan super cantiknya.


Soga yang ikut diacara itupun bahkan sampai tak mengedipkan matanya melihat betao cantiknya Ave.


“Gila.Beneran bisa cinta gue kalau dia kayak gitu.”Gumam Soga lirih sekali.


Ave lalu duduk didampingi kedua orang tuanya.


Shakeil sendiri merasa terpesona dengan Ave malam ini.Ia bahkan sampai lupa untuk segera mengatakan niatnya datang kemari.


“Sha.”Tegur Amel.Shakeil jadi malu sendiri karena kedapatan melamun setelah melihat kecantikan Ave.


“Eh.Maaf.”Ucapnya.


“Begini Ar,Al.Kedatangan kami satu keluarga malam ini karena ingin meminang Ave untuk anak kami Shakeil.


Sebelum Shakeil ditugaskan entah kemana,alangkah baiknya jika mereka berdua sudah ditunangkan.”Ucap Andri.


Shakeil sedikit merasa takut bagaimana nanti jika Ave tahu kalau dia ditugaskan keLebanon entah sampai kapan.

__ADS_1


Ave membulatkan matanya tak percaya.Tunangan?Jadi malam ini dia dilamar?Ck.Menggelikan.Bahkan acara sepenting ini menjadi kejutan dari sang kekasih.


“Av.”Panggil Althaf.Ave langsung menoleh kearah sang papa.


“Jawaban ada dikamu sayang.Kamu siap atau tidak jika diikat satu langkah lebih jauh dengan Shakeil.”Ucap Althaf.


Ave menatap kearah sang mama,seolah meminta persetujuan.Dan Arka sama halnya dengan Althaf.Menyerahkan semua keputusan terhadap dirinya.


“Kok nggak ngomong dulu sih Sha?”Tanya Ave dengan wajah cemberutnya.


Shakeil menahan tawa melihat Ave yang sepertinya kesal karena tidka diberitahu hal ini.


“Kejutan sayang.”Jawab Shakeil.Seketika wajah Ave memerah karena malu dipanggil sayang didepan semua anggota keluarganya.


“Gimana ya Sha.Dadakan sih.Jadi mikirnya lama juga.”Canda Ave.Shakelil melongo mendengar jawaban Ave yang sama sekali tidak sama dengan bayangannya.


Wajah mereka berubah serius.Takut jika Ave menolak lamaran itu.


“Ave mau dong.Masa nggak mau.”Jawab Ave disertai senyum bahagianya.


Semua bernapas lega mendengar jawaban Ave.


Lantas keduanya saling bertukar cincin dari Shakeil.


“Indah banget Sha.”Ucap Ave.


“Pilihan pacar kamu terbaiklah.”Jawab Shakeil.


“Ck.Sombong.”Jawab Ave.


"Harus.Kan pacarnya Ave."


"Kagak ada sejarahnya sombong patut dibanggakan."


Keduanya terus becanda tanpa peduli jika mereka sekarang berada diacara yang penting.


“Jaga adhek gue Sha.Urusannya sama gue sampai Lo sakitin adhek gue.Kita temen,tapi Ave adalah adhek gue.”Ucap Agra.


Ia hanya tak mau,adiknya merasakan sakit seperti apa yang ia rasakan.


Shakeil mengangguk pasti kearah Agra.


Usai lamaran,kedua orang tua Andri menemui Arka.Mereka mengobrol dan sekadar melepas rindu.


"Maaf ya Bu,lama sekali kita tidak bertemu."Ucap Arka sopan.Ibunua Andri mengangguk dan tersenyum.


"Kamu sudah dewasa ternyata.Tidak sepeti saat terakhir kali bertemu.Masih suka becanda."Jawabnya.


"Hehehe bahkan saya sudah punya cucu buk."Jawab Arka.


"Nggak nyangka ya nak,cucu ibu bakal jadi mantu kamu."Ucapnya.


Arka mengangguk.Benar memang hal itu.


Waktu hampir tengah malam,dan keluarga Shakeil memutuskan untuk segera pulang saja.


YUKS JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMENTAR


TINGGALIN JEJAK KALIAN YAA

__ADS_1


SALAM LOPHES AUTHOR


__ADS_2