
“Ceh.Kagak bisa diganti lagi ya tempat kamu bertugas?”Tanya Ave lagi.Entah kalimat itu berao kali Ave tanyakan pada Shakeil.
Dan Shakeil tidak ada bosannya menjawab pertanyaan yang
sama dari kekasihnya itu.
Saat ini ia sedang berada di bandara bersama keluarga Shakeil,Theo dan keluarganya juga Soga tidak lupa.
Seperti yang sudah dikatakan,Shakeil akan bertugas keLebanon bersama Theo.Dan Soga sangat beruntung karena ia ditugaskan dikota tempat tinggal Shakeil.
Akhirnya,Soga diminta untuk tinggal dirumah Shakeil jika tidak sedang jadwal jaga dikantor tugasnya.
Cup
Shakeil mengecup pipi Ave.Semenjak ia melamar Ave,Shakeil kini lebih berani dengan Ave didepan orang banyak.
Tetapi beraninya ia masih berada di batasan wajar.
“Kenapa?Nggak rela?”Tanya Shakeil lembut.
“Banget.”Jawab Ave.
Shakeil tersenyum.Inilah yang Shakeil sukai dari Ave,teramat mencintainya.
“Sha.Aku takut disana kamu kenapa-kenapa tau.”Lirih Ave.
“Tenang.Kita bahkan sudah pernah menjalani selama 4 tahun.Aku janji,pulang dari sana dan kamu selesai koas kita langsung nikah.”Ucap Shakeil.
“Tapi kita masih bisa bertemu saat kamu libur Sha.Sekarang beda.Jauh banget.Ini daerah rawan.”Jelas Ave.
“Sha.Jangan kepincut cewek sana ya?”Pinta Ave tulus.Tapi ekspresi wajahnya justru seperti anak kecil yang sedang meminta permen.
“Buat apa nyari yang jauh,kalau disini aja udah ada yang nunggu.”Jawab Shakeil seraya tersenyum manis.
“Kuliah yang pinter!Cepet lulus,biar segera koas.Nggak usah ditunda.
Pulang tugas kita nikah.”Ucap Shakeil.
“Huh.Ok.”Hanya itu yang Ave katakan.
“Bang Theo,mana tunangannya tadi?”Tanya Ave pada Theo yang sedang duduk dibelakang Ave.
“Kamar mandi.”Jawab Theo singkat.Ave mengernyit heran dengan sikap Theo kali ini.
Bukan hanya Ave,Shakeil dan Sogapun juga merasa ada yang aneh.Hanya saja untuk menanyakan hal itu mereka merasa tidak enak hati.
Tanpa ada yang tahu,saat Theo kembali ke kampung halamannya.Ia dan tunangannya terlibat pertengkaran yang cukup sengit karena keakraban Theo dan Ave.
Tunangan Theo mengira Theo ada rasa dengan Ave.Padahal,Theo mencintainya dengan tulus,meskipun dulu ia terpaksa dijodohkan.
Tetapi saat ini perasaannya tulus dan benar adanya.
Dan saat pertengkaran itu,tunangannya meminta agar Theo menjauhi Ave.Meskipun terpaksa,Theo menurutinya.Karena ia tak mau kehilangan tunangannya.
“Bang nanti nitip Shakeil ya.”Ucao Ave lagi.Ia masih penasaran,tadi apa benar Theo bersikap ketus atau hanya perasaannya saja.
“Pacar lo udah gede.Kenapa mesti gue jagaian?Kerjaan gue nggak cuma ngurusin pacar lo.”Jawab Theo lagi.
Bahkan pandangannya tidak teralihkan dari benda pipih itu.
Ave hanya mengangguk.Ia sudah yakin jika Theo memang berbeda dengan saat terakhir kali mereka bertemu.
“Ikut gue sekarang!”Ucap Soga sambil menarik Theo untuk mengikutinya.
Kebetulan mereka memang berangkat lebih awal agar bisa sekadar mengobrol dulu dibandara.Dan juga tidak terlalu tergesa saat sampai dibandara.
Soga membawa Theo cukup jauh dari rombongan yang mengantar Theo dan Shakeil.
Ia hanya ingin menanyakan ada apa dengan sahabatnya itu.Kenapa setelah pulang kampung dia terlihat berbeda.
“Lo kenapa?”Tanya Soga langaung pada intinya.
“Gue?Heh.Gue kenapa?Gue nggak pa-pa.”Jawab Theo.
__ADS_1
Suaranya tetap terdengar tenang.Tpi nyatanya ia tak berani menatap Soga.
”Kita bersama cukup lama.Jadi lo mau bohong sama gue?”Tanya Soga lagi.
“Vira nuduh gue suka sama Ave.Ck.Padahal gue dan Ave sama kayak elo ke dia.”Jelasnya akhirnya.
“Eh tidak.Tidak seperti elo keAve.Karena Lo kan suka sama dia.Gue kagak.Gue cuma sayang sama Vira.”Lanjut Theo lagi.
“Dasar cewek.Ribet amat.”Gumam Soga.
“Lo cukup yakinin tunangan Lo.Gue tadi lihat gimana Ave terkejutnya mendengar jawaban ketus lo.”Ucap Soga.
"Gue yakin dia pasti kecewa."Lanjut Soga.
“Sudahlah.Ntar gue juga bakal ngomong sama dia.DiLebanon kalian bisa saling berkomunikasi,bukan maksud membohongi tunangan lo.
Lo sendiri juga kudu ngomong sama Shakeil.”Usul Soga.
“Gue juga sudah bicara sama Shakeil kalau gue suka ngerasain rasa aneh pada Ave.Dan Lo tahu jawabannya?”Tanya Soga.
Theo menggeleng.
“Silahkan kalau memang Ave mau membalas perasaan lo.”
Ucap Soga menirukan jawaban Shakeil dulu.
“Sadis banget.”Jelas Soga.
“Sudahlah.Kita balik.Bentar lagi pesawat berangkat.”Ucap Theo.
Dan benar saja.Tak lama suara panggilan agar penumpang pesawat tujuan Lebanon segera naik ke pesawat
“Aku berangkat.Jaga diri jaga hati!Tunggu aku pulang.”Ucap Shakeil lalu mencium kening Ave cukup lama.
“Ma,pa.Shakeil berangkat.Doakan selalu untuk keselamatan Shakeil!”Pamit Shakeil lalu tak lupa mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
“Gue titipin cewek gue ke elo.Inget jangan sampai Lo beneran suka sama dia!”Ucap Shakeil pada Soga.Soga mendengus kesal mendengar petuah sahabatnya itu.
Untuk kali ini Soga mengangguk pasti.
“Vir,aku berangkat dulu.Kamu baik-baik disini.Sekali lagi aku mau jelasin sama kamu.Aku dan Ave hubungannya hanya sepeti Soga dan Ave.Kita hanya berteman.
Buang jauh-jauh pikiran kotormu jika aku akan mengkhianatimu.Tidak.Tidak akan.”Ucap Soga.Vira mengangguk.
Kemudian keduanya melangkahkan kaki menuju kepesawat.
“Mengantarmu tugas seperti ini memang impianku Sha.Tapi tidak dengan tujuan kesana.”Lirih Ave.Setelah sosok kekasihnya menghilang.Ave langsung balik kanan dan keluar dari bandara.
Ia masuk kedalam mobilnya sendiri.Mobil hasil pemberian Agra.Meskipun masih nyicil,tetapi Agra tetap membelikan mobil itu untuk Ave.
Didalam mobil,saat melihat sebuah pesawat lepas landas,Ave mengarahkan pandangannya kepeswat itu.
Ia tersenyum getir saat mengingat betapa tidak mudahnya menjadi pendamping seorang angkatan.
Tapi ia juga sadar memang seperti ini adanya,ia harus siap setiap saat ditinggal Shakeil.
*Ave*
'Bang buruan!Gue mau kesuatu tempat dah.’
Ave mengirimkan pesan pada Soga.
*Soga*
'Etdah Lo mau kemana sih?Nih gue lagi ngecengin cewek cantik.’
Balasnya.Ave mencebikkan bibirnya membaca balasan dari Soga.
*Ave*
'Satu'
‘Dua’
__ADS_1
Pesan dari Ave lagi.Soga langsung berlari mendapati pesan dari Ave.
Ia tahu Ave tidak pernah main-main dengan ucapannya.Bisa-bisa ia ditinggal disini.Meskipun masih ada keluarga yang lain,Soga lebih merasa nyaman jika satu mobil dengan Ave.
Ave melihat Soga berlari kencang justru tertawa terbahak-bahak.Ancamannya ternyata dipercaya oleh Soga.
Ceklek
Bammmm
Soga menutup pintu mobil dengan keras.Napasnya terdengar ngos-ngosan.
“Lo keterlaluan.”Ucap Soga.Ia lalu mengalihkan pandangannya dari Ave.
“Hahahahha....”Tawa Ave terdengar menggelegar.
Ave lantas menghidupkan mobilnya.Melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang selalu membuatnya tenang.
Tempat yang sangat asri dipenuhi pepohonan hijau disekitarnya.
Disinilah Ave setiap kali pikirannya terasa kacau.Dulu ia menemukan tempat sedemikian secara tidak sengaja.Saat ia sedang pulang dari tempat kostnya,ia sengaja berhenti dipinggir jalan untuk istirahat sejenak.
Lalu tak sengaja matanya melihat tempat yang sangat menenangkan ini.
“Shakeil bahkan belom pernah gue ajak.Elo the one and only bang.”Ucap Ave.Ia merentangkan kedua tangannya sambil mendongakkan kepalanya.
Soga lantas berdiri tepat didepan Ave.Menatap wajah cantik Ave.Meskioun ia terlihat tenang sekilas,jika diperhatikan dengan jelas,terlihat jika Ave sedang menyimpan suatu rahasia.
Memang benar adanya,Soga adalah orang pertama yang ia ajak ketempat ini.Dan hanya akan Soga yang ia beritahu perihal tempat ini.
“Lo serius?”Tanya Soga tak percaya.
“Terserah lo mau percaya atau tidak.Tapi kebenarannya memang demikian.”Jawab Ave.Ia belum mau membuka matanya.
Dengan segala keberaniannya,Soga mendekat kearah Ave dan memeluk Ave.
Ave sendiri terkejut mendapat perlakuan yang sedemikian dari Soga.
Selain kakak dan papanya.Hanya Shakeil,Dody dan Andri laki-laki yang berani memeluknya.
Eshan pun bahkan tidak berani untuk memeluk Ave seintim ini.
Ave menguatkan hatinya untuk tidak terlena dengan Soga.Ia sudah bertahan selama ini.Ia tak mau menghancurkan semua begitu saja.
Terlalu sia-sia jika sampai ia terlena dengan hal yang baru ini.
“Please.Sebentar saja.”Lirihnya.
“Bang.Inget kita salah jika seperti ini.”Ucap Ave.
Soga sadar betul akan hal itu,tapi ini adalah kali pertama ia mempunyai kesempatan untuk memeluk Ave.
“Bang.Please jangan!”Mohon Ave.Soga memejamkan matanya,sungguh ia masih ingin memeluk Ave barang sejenak saja.
Tetapi mendengar ucapan Ave,Soga melepaskan pelukannya.
“Maaf.”Ucap Soga.
Ave merasa bersalah dalam hati.Ia ingin sekali menceritakan hal ini pada Shakeil.
Dulu saat Shakeil dicium salah seorang taruni saja,ia menceritakan semua pada Ave.Lalu,jika ia menceritakan hal ini apakah hubungan ketiga orang ini masih akan baik-baik saja?
“Kita pulang.”Ucap Ave.
Soga mengambil alih kemudi.
“Bang.Ave mohon,buang jauh-jauh rasa itu.”Mohon Ave.
“Tenang!Akan Abang usahakan.”Jawab Soga.
JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKE.EASE TINGGALIN JEJAK KALIAN...
SALAM LOPHES AUTHOR
__ADS_1