
Sungguh kebosanan yang haqiqi yang Arka rasakan saat ini.Bagaimana tidak sejak ditinggal Althaf berangkat kerja,yang dilakukan Arka hanya menonton tv dan tidur.Ia merasa bukan dirinya sekali bermalas-malasan seperti ini.
Ting
Ada pesan masuk diponsel Arka.
*Althaf*
'Gue nggak lembur.'
'Lo pasti bosen ya?'
'Pulang kita jalan-jalan.'
'Jadi lebih baik lo tidur sekarang!'
Pesan Althaf untuk Arka.Arka merasa senang karena meskipun jauh Althaf tetap saja peka terhadap apa yang ia rasakan saat ini.
Menjelang pukul 5 sore Althaf baru sampai.Jalanan yang macet membuat Althaf terlambat sampai dirumah.
Tok tok tok
Arka segera berlari membuka pintu.Senyumnya seketika mengembang saat melihat wajah sang suami.
Tetapi melihat wajah lelahnya Althaf membuat Arka merasa kasihan.
"Capek banget ya Al?"Tanya Arka.Althaf menggeleng.Ia capek bukan karena kerja,tetapi karena kemacetan yang tak pernah ia rasakan saat diBoyolali maupun diJogja dulu.
"Kita pending aja jalan-jalannya.Lo kelihata lesu gitu."Lanjut Arka.
"Lo mau tau nggak biar gue semangat lagi?"Sahut Althaf sambil tersenyum jahil.
Tiba-tiba menarik tangan Arka sehingga Arka duduk dipangkuannya.Kalau boleh jujur Arka sedikit risih dengan posisi seperti itu.
"Kiss dulu."Lanjut Althaf sambil menunjuk bibirnya.
Arka kesal karena Althaf mulai mesum lagi.Jika ia menolak ia takut dosa.Jika ia lakukan maka tidak hanya itu yang akan terjadi.
Akhirnya ia mendapat ide yang pasti bisa membuat Althaf menyetujuinya.
"Gue cium sekarang tapi ntar malem libur ya?"Bisik Arka.
"NO."Protes keras Althaf.Bahkan membuat Arka sedikit terlonjak.
Kini Arka mempunyai senjata baru untuk membuat Althaf menjadi sedikit penurut.
"Buruan sono mandi!Udah bau asem lagi."Omel Arka.Althaf buru-buru pergi kekamar mandi.
Tiba-tiba ada panggilan video call masuk dari Azka.Ia senang karena Azka masih mau menghubunginya.Ternyata panggilan itu juga tersambung dengan Asen.
Sebelum menjawab ia memberi tahu dulu kepada Althaf supaya tidak menyusulnya.Karena ia yakin sebentar lagi pasti Azka juga akan menghubungi Althaf.
*Arka*
"Hallo belahan jiwa gue.Babang Azka yang super tampan.Dan elo bontot yang paling kerrn dan gue cuyung."Sapa Arka begitu panggilan terhubung.
*Asen*
"Sialan.Otak lo kenapa sih Ar?Udah geser kedengkul?"Sahut Asen.
*Althaf*
__ADS_1
"Ba*ot lo Sen kalau ngomong asal ngejeplak aja."Althaf yang sudah terhubung ikut menimpali.
*Azka*
"Yaelah gue udah ditinggalin."Keluh Azka.
*Arka*
"Hallo bang Althaf yang super ganteng.Adhek rindu bang."Kata Althaf begitu meliat wajah segar Althaf.
*Azka*
"Jibang gue punya teman macacuyu Ar."Sahut Azka.
*Asen*
"Kan udah gue bilangin otaknya udah pindah kedengkul ini bocah."Imbuh Asen.
*Arka*
"Gue kangen lo berdua ogeb."Kata Arka tiba-tiba dengan mata berkaca-kaca.
*Althaf*
"Lah sama gue kagak?"Tanya Althaf tak terima.
Azka dan Asen lantas tertawa mendengar candaan itu.
*Arka*
"Elo?Maaf siapa ya?Kagak kenal gue."Canda Arka.Althaf melongo mendengar candaan itu.Ia yakin jika saat ini mereka sedang berkumpul pasti ketiganya sudah bertos ria.
*Arka*
*Althaf*
"Lah marah kenapa emang?"Sahut Althaf.
*Azka*
"Masih kesel sih.Tapi kita kagak bisa lama-lama marahan sama elo."Jawab Azka.
*Asen*
"Gombal mukiyo."Balas Asen.Keempatnya lalu tertawa.
Lama mereka melakukan video call itu.Hingga tak terasa sudah lewat waktu maghrib.
Arka dan Althaf memutuskan untuk tidak jadi jalan-jalan.
Mumpung ada waktu quality time seperti ini Arka berpikir untuk meminta ijin pada Althaf agar boleh kerja.Seketika Althaf dibuat marah karena pertanyaan itu.
"Lo pikir gue kagak bisa ngasih kehidupan yang layak buat elo?"Tanya Althaf.
"Lah bocah lo kenapa mikirnya gitu sih?Gue bosen kalee Al tiap lo tinggal kerja gue dirumah kagak ada kerjaan."Keluh Arka.
"Tapi gue nggak mau lo kerja.Gue maunya lo fokus buat progam kehamilan lo.Lo ngerti nggak sih?"Balas Althaf.
"Egois banget sih lo Al?"Sahut Arka lalu melangkahkan kakinya menuju kamar.
Althaf segera menyusul kekamar.Ia tidak mau masalah sesepele ini akan menjadi besar tatkala dibiarkan begitu saja.
__ADS_1
Belum genap dua bulan keduanya sudah berselisih paham.
Didalam kamar Arka masih menghindari Althaf.Saat Althaf mencoba mendekat kearahnya Arka berlalu menjauh dan keluar kamar.
Arghhh.Erangnya.
Ia tak mau jika sampai Arka lupa akan kewajibannya sebagai seorang istri.
Menjelang larut,Arka yang terbiasa begadang memilih untuk membawa bantal dan selimut ke depan tv.Ia belum mau tidur satu kamar dengan Althaf.
Dini hari saat Althaf terbangun dari tidurnya dan tak mendapati Arka disampingnya,Althaf merasa geram dengan sikap Arka yang menurutnya kekanakan.
Meskipun masih sedikit marah ia tetap mencari keberadaan sang istri.
Melihat televisi masih menyala,membuatnya yakin jika Arka berada didepan tv.
Dan benar Arka sudah tertidur diatas karpet.Althaf kembali kekamar.Lalu keluar lagi membawa bantal dan menyusul tidur disamping Arka.
Mendekap sang istri dibawah satu selimut untuk berdua.Setidaknya tidurnya terasa lebih nyenyak dibanding sebelumnya.
Karena rasa nyaman satu sama keduanya terbangun dengan posisi saling berpelukan dan berhadapan.
Arka membuka matanya saat merasa sedikit sesak karena pelukan Althaf.Matanya seketika membulat saat melihat wajah tampang sang suami tepat didepan mata.
Ia menghela napas saat teringat pertengkaran dengan Althaf semalam.Ia masih kesal karna Althaf tak mengijinkan dirinya untuk sekedar bekerja hanya demi mengisi waktu luang.
"Gue minga maaf.Bukan maksud gue mau ngelarang yang gimana-gimana.Gue cuma takut lo lupa sama kewajiban lo sebagai istri."Jelas Althaf tanpa membuka matanya.
Arka menghela napas.
"Seharusnya lo ngomong baek-baek.Kagak usah ngegas kek semalam.Lagian gue janji begitu hamil gue keluar dah dari kerjaan.Lo lupa sama ijazah gue yang cuma SMA?Paling juga cuma diswalayan."Jelas Arka.
Althaf tersenyum senang mendengar penjelasan Arka barusan.Benar kata Arka harusnya ia berbicara baik-baik semalam,bukan langsung salah paham.
"Buruan gih mandi!Sarapan nasi goreng aja ya?Udah jam segini."Ucap Arka.Althaf segera bangun dari tidurnya.
"Udah sono kedapur!Ini biar gue yang beresin."Kata Althaf.Arka segera mencuci mukanya dan bergegas kedapur tanpa mandi dulu.
1 jam berlalu Arka dan Althaf sudah siap dimeja makan.Dengan lahap Althaf memakan nasi goreng buatan Arka.
Arka senang setidaknya seperti apapun itu bentuk masakannya Althaf selalu menikmatinya.
Seperti biasa usai sarapan Arka mengantar Althaf sampai keteras rumah.
"Gue berangkat ya?"Pamit Althaf.Arka mengangguk.Ia cium punggung tangan sang suami sebelum suaminya berangkat kerja.
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
**AYO GABUNG KEGRUB CHAT YANG ADA DI APK INI BIAR BISA SHARING DAN MENGENAL SATU SAMA LAIN.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡**
Arka setelah menikah dengan Althaf
__ADS_1