
Satu bulan berlalu,Ave sudah diterima di fakultas kedokteran di Universitas Gajah Mada.Bukanlah perihal yang mudah ia bisa diterima dikampus bergengsi itu.
Ia harus rajin belajar siang dan malam meskipun ia sudah lulus sekolah.Tetapi buah dari hal itu sangatlah memuaskan.Terbukti,bulan depan ia sudah bisa memulai kuliahnya.
Eshan menepati janjinya,ia mengikuti Ave untuk kuliah diUGM.Hanya saja ia memilih fakultas yang berbeda.
Ia merasa dunia kedokteran bukanlah dunianya.Ia sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau jarum suntik.
Eshan memilih fakultas teknik.Meskipun tidak satu fakultas,setidaknya mereka masih satu kampus.
Segala hal yang ia lakukan bersama dengan Eshan selalu Ave ceritakan pada Shakeil.Dicemburui Shakeil bukanlah hal yang mudah.Ia akan merajuk seperti anak kecil.Dan itu membuat Ave merasa sangat pusing.
Disisi lain,Shakeil kini sudah lebih sibuk dengan pembelajaran.Apalagi masuk tahun kedua,mereka harus berpindah tempat latihan.Theo dan Soga memilih pilihan yang sama dengan Shakeil.
Sedangkan Dinda,ia masih saja berusaha untuk mengikuti kemanapun Shakeil memilih langkahnya.
Satu tahun lebih ia tidak pernah bertemu dengan Ave.Dan ia sudah menyusun sebuah kejutan kecil untuk Ave saat ia pulang nanti.
Theo dan Soga memilih untuk ikut Shakeil pulang,kampung halaman mereka yang jauh membuat mereka merasa hanya akan sia-sia pulang kampung.Sebab waktu liburnya hanya akan habis diperjalanan.Dan itu pasti sangat melelahkan
Meskipun awalnya Shakeil tolak,tetapi ia tetap setuju karena melihat wajah memelas kedua sahabatnya.
Dan rencananya,lusa ia akan pulang.Ia berhasil mengajukan cuti selama 4 hari.Meskipun tidak sesuai keinginannya yang mengajukan satu Minggu,ia tetap bersyukur pengajuan cutinya disetujui.
Disini,Shakeil sudah membeli sebuah kado kecil untuk Ave.Beberapa bulan yang lalu saat Ave ulang tahun,ia tak bisa menemani kekasihnya.
Dan ia anggap ini sebagai kado ulang tahun yang tertunda.
Dikamar yang berisi tiga orang itu,Shakeil sudah mengemasi beberapa barang yang akan ia bawa pulang.
Meskipun tidak banyak,ia tak mau ada yang tertinggal.
“Ga,kita bisa ngirup udara Boyolali bro.”Ucap Theo girang.Sungguh ia terlihat seperti anak kecil yang terlihat sangat senang saat diajak untuk pergi main.
“Katrok loTheo.Sumpah memalukan.”Desis Soga sambil mencebikkan bibirnya.
“Ceh.Bodo amat.Sirik aja Lo.”Sahut Theo.
Soga mengusap wajah Theo kasar.Ia kesal setiap kali berdebat dengan Theo,anak itu selalu saja maunya menang sendiri.
Dan hari ini,usai pembelajaran tiga serangkai itu memilih untuk berjalan-jalan disekitar asrama saja.
Ketiganya berjalan diiringi candaan yang selalu membuat Soga mencebikkan bibirnya.Soga sendiri heran,kenapa ia bisa tergabung dengan dua makhluk yang terbilang sempurna itu.
Sangat jauh dengan dirinya.
Theo dan Shakeil berkulit putih,berwajah tampan.Berbadan tinggi,dan dapat memikat wanita mana saja.
Berbeda dengan dirinya,keturunan asli Batak yang berkulit sawo matang tapi cenderung kehitam.Wajah yang pas-pasan dan tinggi yang hanya sebatas syarat menjadi seorang angkatan.
Tetapi ia tetap bersyukur,meski suka saling meledek tetapi pertemanan ketiganya sudah diakui pihak sekolah itu.
“Sha,ntar kalau cewek Lo naksir gue gimana dah?Gue kagak mau ngorbanin persahabatan kita ya.”Canda Soga penuh percaya diri.
__ADS_1
“Yang ada cewek gue langsung mules lihat wajah serem Lo.”Sahut Shakeil setengah meledek Soga.
“Sialan lo.Kagak Sudi gue besok-besok nerima kalian jadi temen gue.Apalagi kalau gue udah jadi artis.Gue nggak akan mengakui Lo berdua sebagai temen gue.”Jawab Soga semakin ngelantur.
“Sebelum Lo jadi artis?Gue sama Shakeil udah jadi orang sukses duluan.Dan elo,jadi remahan rengginang aja sono!”Theo kini ikut-ikutan meledek Soga.
“Temen-temen biadab emang Lo berdua.Anjiirr banget.”Umpat Soga kesal.
Theo dan Shakeil tertawa,keduanya memang suka sekali membuat Soga kesal.
∆∆∆
Satu bulan sudah Kanaya menjalin hubungan dengan Agam.Tidak banyak yang Kanaya tuntut.Karena Kanaya memang bukanlah gadis yang suka mengekang seseorang.
'Dunia bang Agam bukan hanya tentang gue doang.Dia juga punya dunia bareng teman sama keluarganya.Sedangkan gue?Gue masih sekadar pacarnya,yang bahkan hatinya saja belum gue miliki sepenuhnya Jadi nggak sepantasnya gue ngekang bang Agam.’Pikir Kanaya.
Berarti sudah sebulan juga,Kirana membuka hatinya untuk Agam.Agam sendiri selalu menjadikan Kirana sebagai prioritasnya dibandingkan Kanaya.
Sangat rapih Agam menyembunyikan kedekatannya dengan Kirana.Kirana sendiri juga tidak tahu,jika Agam sudah berstatuskan kekasih Kanaya.
Karena sejauh ini keduanya terlihat biasa saja saat bertemu.Tidak menunjukkan jika keduanya menjalin hubungan.
Untuk Agra,jangan ditanya.Tanpa diberitahupun ia tahu jika Kanaya berpacaran dengan Agam.
Sakit memang rasanya.Apalagi mengingat saingannya adalah kakak kandungnya sendiri.Tidak mungkin jika ia mengorbankan hubungan persaudaraan mereka hanya karena cinta.
Setidaknya selama Agam masih belum menyakiti Kanaya secara gamblang,ia akan tetap berpura-pura untuk tidak tahu.Tapi akan lain ceritanya jika Agam sudah menyakiti Kanaya secara gamblang.
Pagi-pagi Agam sudah nangkring dirumah Azka.Srbenarnya Azka menaruh curiga pada kedua remaja yang akhir-akhir ini terlihat lebih dekat.
Sebab ia sendiri hapal betul dengan Kanaya yang tidak pernah membawa satupun teman laki-lakinya kerumah.
Satu-satunya laki-laki yang main kerumah ya hanya Agam itu.Awalnya Azka mengira jika hubungan keduanya hanya sebatas hubungan seperti persaudaraan.Tetapi makin kesini,keduanya terlihat semakin berbeda.Apalagi Kanaya yang matanya selalu terlihat berbinar setiap Agam datang kerumah.
“Mau pergi kemana?”Tanya Azka.Agam tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Azka.
“Jalan-jalan keluar yah.Nggak tahu nanti,yang penting keluar dulu.”Jawab Agam.
Azka mengangguk.
“Ck.Dasar anaknya Althaf.Kagak ada bedanya.”Ucap Azka santai.
“Jagain Kanaya!Awas sampai dia terluka sedikit aja.Ayah emang nggak tahu kalian ada hubungan apa,tapi kalau sampai Kanaya kenapa-kenapa urusannya bakal sama orang tua kamu juga.”Peringat Azka
Deg
Deg
Deg
Jantung Agam berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan Azka barusan.Hatinya merasa tertohok karena diam-diam dia sudah menyakiti Kanaya.
Bagaimana mungkin ia akan berkata iya,sedangkan saat ini ia sudah mulai menoreh luka itu.
__ADS_1
“Agam.”Panggil Azka lagi.Sebagai mantan playboy yang berpengalaman,ia dapat melihat gelagat aneh dari Agam.Tapi mengingat kedua orang tua Agam adalah orang yang baik,ia tak mau berburuk sangka pada Agam.
“Agam usahan yah.Janji harus ditepati.Sedangkan setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.”Jawab Agam.Sebenarnya ia sedikit gugup mengatakan hal itu.
“Ok.Ayah pegang omongan kamu.”Jawab Azka santai.
Tak lama Kanaya keluar dari kamarnya.Kanaya adalah tipe gadis yang tomboi,berbeda dengan Kirana yang cenderung lebih feminim dan lemah lembut.
“Yuk bang.!”Ajak Kanaya.Kanaya tak segan menggandeng tangan Agam meski didepan Azka.Sebab,Kanaya memang sudah biasa seperti itu.
“Hati-hati!”Pesan Azka.
“Siap.”Serempak keduanya.
Agam dan Kanaya memilih untuk pergi kesalah satu destinasi wisata yang ada didekat gunung merapi.
Tempat ya indah.Sejuk.Asri dan pasti udaranya menyejukkan hati.
Butuh waktu perjalanan lebih kurang 90 menit untuk sampai tempat wisata itu.
Dan Kanaya terpesona akan pemandangan alam yang Tuhan ciptakan untuk seluruh umatnya.
Begitu saja masih banyak manusia yang tetap merusak alam.
“Wah indah banget bang.”Ucap Kanaya sambil merentangkan kedua tangannya dan mendongakkan kepalanya.Dengan menutup matanya,Kanaya menghirup udara disana dalam-dakam lalu menghembuskannya.
Tidak ada jawaban dari Agam, Kanaya menoleh kearah Agam.Tetnyata Agam diam-diam sedang memotret Kanaya dari jarak yang cukup jauh.
“Bang Agam ihh.”Panggil Kanaya setelah mendapati dirinya usai difoto Agam.
“Buat obat rindu.”Canda Agam.
Blushhh
Wajah Kanaya seketika memerah karena tersipu.
“Kay.”Panggil Agam.Saat ini Agam sedang berdiri dibelakang Kanaya,sehingga ia dengan mudah bisa memeluk Kanaya dari belakang.Agam juga menggenggam tangan Kanaya.
“Ya bang.”Jawab Kanaya.
“Abang menyayangimu Kay.”Lirih Agam.Ya,dia memang sayang terhadap Kanaya.Tetapi bukan cinta.
Ia baru sadar jika rasa sayangnya terhadap Kanaya sama seperti rasa sayangnya terhadap Ave.
“Aku juga bang.”Jawab Kanaya senang.
Saat mendengar jawaban Kanaya,Agam kembali merasakan rasa bersalah.Ingin sekali ia berkata jujur,tetapi ia tak sanggup setiap melihat mata penuh cinta dari Kanaya.
JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR,DAN LIKENYA YA,,,,,
***SALAM LOPHES DARI AUTHOR
😍😍😍😍😍😍***
__ADS_1