Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
23


__ADS_3

3 tahun sudah berlalu.


Althaf,Asen dan Azka lulus sesuai target mereka.Yakni mengambil strata satu dalam 4 tahun.


Dan mereka tinggal menunggu untuk wisuda.Althaf sudah mendapat pekerjaan tetapi ia harus keluar kota.Demi masa depan ia menerima tawaran itu.


Asen dan Azka mendapat pekerjaan menjadi staff disalah saru kantor pabrik garment diSolo.


Arka masih dengan dunianya bersama Verdian.Laki-laki yang selalu membuatnya tertawa setiap saat.


Tetapi biar begitu sosok Dedy masih menjadi satu-satunya laki-laki yang masih ia cintai dan memenuhi ruang hatinya.


"Arka."Panggil Verdian.


"Apaan sih Per.Berisik amat lo."Omel Arka.


"Ntar jalan yuk!Suntuk gue dirumah."Ajak Verdian.


"Hari ini tanggal berapa?"Tanya Arka.


"26 September."Jawab Verdian yang masih belum mengerti akan maksudt Arka.


"Ntar lo kerumah gue aja.Mau gue ajak kesuatu tempat."Ucap Arka.


"Woke.Gue balik dulu."Jawab Verdian.


Siang harinya Verdian sudah sampai dirumah Arka.Dan disana sudah ada Althaf,Asen dan Azka.


Ya selalu seperti itu setiap tanggal 26 September ia akan datang kemakan Dedy.


Bedanya tahun ini tambah Verdian yang menemaninya.


Sempat bingung saat Arka membawanya pergi kemakam.Hingga ia sadar saat melihat batu nisan bertuliskan nama Dedy itu.


'Dedy?Whahyudha Firdaus?'Tanya Verdian dalam hati.


Mereka mendoakan Dedy sebentar.Dengan Arka membawa bunga mawar untuk makam Dedy.


'*Aku datang kak.Kenalin ini Verdian.Salah satu dari mereka yang bisa membuatku tertawa.


Aku masih sama sangat mencintai dan merindukanmu.Kuharap kakak bahagia disana*.'Ucap Arka dalam hati.


Isak tangis mulai terdengar.


Seakan mengerti jika ia sudah tak mampu menahan tubuhnya Arka langsung memeluk Althaf.


Tangisnya masih pecah meski tak bersuara.


"Relain dia!Kalau kayak gini kasihan dia.Gue emang nggak tahu jelas seperti apa kisah lo Ar.Tapi  gue tahu elo bisa melewati ini semua."Kata Verdian tulus.


"Iya Perdian benar Ar.Lo harus bangkit!"Sambung Asen.


"Ada kita yang bakal bantuin elo."Imbuh Azka.


"Relain dan ikhlasin dia!Maka hati dan perasaan lo bakal lebih tenang."Sahut Althaf.


Walau bagaimana Dedy adalah laki-laki luar biasa yang mau menerima Arka apa adanya.


Arka masih menangis dipelukan Althaf.

__ADS_1


"Kita kerumah ibu.Ok."Putus Althaf.Arka hanya mengangguk.


Sesampainya dirumah orang tua Dedy,Arka disambut sikembar Alfa dan Delta yang sudah menginjak dewasa didepan rumah.


Keduanya terlihat semakin tampan,tapi tetap saja Dedy yang paling tampan menurut Arka.


Verdian enggan masuk ia akan merasa canggung berada diantara orang-orang yang tidak terlalu ia kenal.Bisa berada disini saja karena Arka yang mengajaknya.


Dan ia memilih menemani sikembar untuk bermain di halaman depan.


"Buk.Yah."Sapa Arka pada kedua orang tua DedifLalu ia mencium punggung tangan orang tua Dedy.


"Nak."Jawab mereka bersamaan.


Althaf,Asen dan Azka juga ikut bersalaman mencium punggung tangan kedua orang tua itu.


"Kenapa yang satu tidak diajak masuk,hem?"Tanya ayah Dedy.


"Nggak mau dia yah."Jawab Arka lembut.


Lantas semuanya berbincang-bincang membahas kesibukan masing-masing.Hingga Andri kakak Dedy datang bersama istri dan anaknya.


"Uluh-uluh ganteng banget sih?"Ucap Arka sambil mencubit pipi anaknya Andri.


"Kakak cantik."Jawab anak itu.


"Kamu masih kecil udah pinter gombal.Jangan kayak om kamu dhek."Sahut Althaf yang tahu betul seperti apa Dedy terhadap Arka.


"Hahahahahahhah."Bukannya sedih Arka justru tertawa keras.


"Maaf maaf."Lanjut Arka masih dengan tawanya.


"Lo pikir gue gila?"Sahut Arka kesal.


"Ya dari tadi lo ketawa mulu dah."Imbuh Asen.


"Hah.Althaf nih biang keroknya.Masa' dia bilang jangan kayak omnya.Hadeh."Jawab Arka sambul menepuk keningnya.


"Ganteng kalau udah besar mau ya kakak nikahin sama anaknya kakak?"Tanya Arka sudah mulai ngelantur dianya.


Pletak


"Lo mikirnya kejauhan."Bisik Althaf tetapi masih bisa didengar semuanya.


"Boleh tuh Ar kita jadi besan."Sahut Andri.


"Tidak jadi Arka,anaknyapun bisa."Tambah ibu Dedy.


Semuanya tertawa mendengar candaan itu.


Hingga sore mereka berada ditempat itu.Verdian masih sibuk dengan dunianya dan sikembar dihalaman.


"Buk kita balik ya?Udah sore ini."Pamit Arka.


"Hati-hati!"Pesannya.


Verdian juga ikut beramitan pada kedua orang tua Dedy.


♡♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


"Mas bagaimana kalau Verdian dan Arka kita jodohkan?Toh mereka juga bersahabat lama."Tanya ibu Verdian pada ayah Arka.


Ayah Arka belum bisa memberikan jawaban.


"Maaf mbak walau bagaimanapun itu harus saya bicarakan dulu dengan ibunya Arka.Nanti secepatnya saya beritahu."Jawab ayah Arka.


Meskipun sedikit kecewa ibunya Verdian tetap menunggu jawaban dari keluarga Arka.


Seringnya Arka datang kerumah Verdian membuat kedua orang tua Verdian ingin agar Arka menjadi menantu mereka.


Disisi lain,


Meskipun sudah ditolak oleh Althaf,bukannya mundur Vita malah semakin gencar mendekati Althaf.


Melalui keluarga Althaf Vita masih berharap bisa bersama Althaf.


Dan karena hal itu justru membuat mama Althaf sedikiy risih.Dan untuk Azfer dia sudah mengibarkan bendera penolakan untuk Vita.Bahkan sejak awal ia tahu Vita menyimpan rasa untuk kakaknya.


"Ma,pokoknya Azfer mengibarkan bendera penolakan ya buat Vita.Nggak sudi gue punya kakak sejenis dia."Omel Azfer.


Pletak


Suara sendok mendarat dikepala Azfer.


"Bang Satya ih.Suka banget kdrt sama gue."Keluh Azfer sambil mengusap-usap kepalanya.


"Lo kalau ngomong juga asal.Jangan karena nggak suka terus lo bilang sejenis dia.Ya allah dhek."Jelas Satya.


"Nggak mukul kepala gue juga kalee."Jawab Azfer."Ntar kalau gue nggak ganteng lagi terus cewek gue minta putus gimana?Emang gue kayak elo?Jomblo ngenes."Ejek Azfer.


"***** lo Azfer."Sahut Satya lalu menguyel-uyel kepala sang adik.


Suasana makan malam hari itupun berubah menjadi ramai hanya karena Azfer protes perihal Vita.


"Mama juga nggak suka.Risih mama lama-lama."Jawab mamanya Althaf.


"Hore mama dipihak gue.Pa,dipihak Azfer juga kan?"Tanya Azfer.


"Papa ada dipihak kak Althaf.Sudah cepat selesaikan!Papa sudah punya calon sendiri untuk Althaf."Jawab papa Althaf.


"APA?"Kompak ketiganya menjawab.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


"Buk ibunya Verdian ngomong jika pengen jodohin Verdian sama Arka."Kata ayahnya Arka.


"Bapak jawab apa?"Tanya ibunya Arka cepat.


"Ya bilang mau dibicarain dulu sama ibuk."Jawab ayahnya Arka.


Ibu Arka hanya manggut-manggut saja.Tidak memberi jawaban yang pasti.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA

__ADS_1


__ADS_2