Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 7


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari minggu ini,Afsheen akan pergi jalan-jalan dengan Shakeil.


"Bang Adam."Teriak Afsheen.Adam yang hanya tiduran disamping Afsheen duduk langsung terlonjak mendengar teeiakan itu.


"Pinjem motor dong bang."Pinta Afsheen.


"Motor bebek lo kemana?"Tany Adam.Ia kesal kenapa adiknya itu suka sekali teriak-teriak.


"Ya elah bang.Bosen gue pakai motor bebek mulu.Sekali-kali pengen juga gue pake motor sport lo."Sahut Afsheen.


Adam langsung melemparkan kunci motornya kearah Afsheen.Dengan sigap Afsheen langsung menangkap kunci itu.


Sebelum pergi ia terlebih dulu hendak mencium pipi Adam.Tetapi karena Adam menoleh,jadilah Afsheen menyambar bibir Adam sekilas.


Bukanlah hal baru bagi keempat anak Arka seperti itu.Bakan terkadang Agra sering hendak  mencium pipi Agam atau Adam,tetapi malah meleset kebibirnya.


"Afsheen.Milik bini gue ini."Teriak Adam.Afsheen cengengesan.


"Dadah bang Adam suyung."Pamitnya.


Ia segera kegarasi dan mengambil motor Adam.Iapun segera tancap gas menuju rumah Shakeil.


Disana Shakeil sudah siap dan menunggu Afsheen.


Shakeil sempat tak mengenali Afsheen,karena AAfsgee menggunakan motor dan helm yang berbeda.


Saat helmnya dibuka,barulah Adam tahu jika itu Afsheen.


"Tumben ganti motor?"Tanya Shakeil.


"Ngerampok milik bang Adam.Hehehe."Jawabnya."Pake ini aja ya Sha?"Tanya Afsheen.Shakeil mengangguk.


Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Shakeil,keduanya segera melajukan motor menuju ke alun-alun saja.


Suasana sangat ramai meski siang hari.Dan untuk mengawali jalan-jalan mereka hari ini,Shakeil mengajak Afsheen untuk makan diwaroeng steak yang terletak di utara kantor kabupaten Boyolali.


Afsheen selalu tersenyum saat tangannya digandeng Shakeil.Shakeil adalah pacar dan cinta pertamanya.Ia berharap tidak ada yang lain lagi setelah Shakeil.


"Kenapa sih?Senyum-senyum terus?"Tanya Shakeil.


"Ganteng banget sih Sha lo?"Jawab Afsheen jujur.Shakeil suka sekali dengan Afsheen yang blak-blak seperti ini.


"Dulu mama ngidam apa sih?Kok kamu bisa sebening ini?"Tanyanya lagi."Nggak ada bosen-bosennya buat dipandang."Lanjutnya.


Lagi Shakeil hanya tersenyum.


"Berarti kalau gue jelek nggak cinta dong?"Goda Shakeil.


"Mungkin."Jawab Afsheen.Shakeil terkejut.Seperti itukag cinta Afsheen untuknya?


"Tapi boong."Ucap Afsheen lagi.Ia tak ada bosan-bosannya buat memandang wajah Shakeil.

__ADS_1


"Pesen apa?"Tanya Shakeil.


"Steak satu.Nasi  goreng satu.Satu paket nasi+ayam bakar satu.Minumnya es teh aja 2 gelas."Jawab Afsheen.Pelayan itu terkejut mengetahui porsi makan Afsheen yang luar biasa.


"Saya satu paket steak aja."Jawab Shakeil.Ia tak memesan minum sebab sudah tersedia didalam satu paket itu.


Keduanya terus mengobrol dan bercanda.Sungguh,Afsheen tidak pernah untuk tidak tersenyum setiap berada disamping Shakeil.


Tiba-tiba ia menjadi murung teringat sang kekeasih dalam hitungan bulan akan pergi menjalani pendidikan sebagai seorang angkatan.


Shakeil yang mengetahui perubahan wajah Afsheen lantas bertanya apa yang sedang Afsheen pikirkan itu.


"Kenapa?"Tanya Shakeil.


"4 tahun nggak bentar loh Sha.Lo bakal pulang kan pas ada hari libur?"Tanya Afsheen dengan wajah sendu.


"Tenang saja.Itu pasti.Tapi elo juga kudu jaga hati dan perasaan lo ya?


Sejauh manapun gue pergi,kemanapun gue pergi,sampai dimanapun gue pergi,tempat pulang gue ya elo.Rumah gue itu elo."Jelas Shakeil mantap.


"Makin cinta."Jawab Afsheen.


Tak lama pesanan mereka datang.Dan akhirnya mereka makan terlebih dahulu.


Melihat Afsheen makan dengan lahabnya,tidak peduli jika dirinya perempuan membuat Shakeil tersenyum.


Ia merasa sangat bersyukur bisa memiliki kekasih semacam Afsheen yang tidak perlu berpura-pura ketika makan.


Melihat Shakeil yang tersenyum,Afsheen mengernyitkan dahinya.Tetapi tak lama,ia langsung melanjutkan makannya.


"Ha aa?"Tanya Afsheen.Bahkan ucapannya tidak jelas karena mulut Afsheen yang penuh dengan makanan.


Shakeil hanya tersenyum sambil menggeleng.Membuat Afsheen mengerucutkan bibirnya.Sungguh terlihat sangat menggemaskan.


"Jangan dimonyongin gitu!"Ucap Shakeil.


"Kenapa?"Tanya Afsheen bingung.


"Bawaannya pengen nyium"Goda Shakeil.


Blush


Pipi Afsheen bersemu merah.Wajahnya sudah berubah bak kepiting rebus.


60 menit berlalu keduanya sudah selesai makan.Setelahnya mereka memutuskab untuk jalan-jalan sejenak.


Sedetikpun Afsheen tak melepaskan genggaman tangan Shakeil.


Jujur saja Afsheen merasa sedih saat mengetahui jika Shakeil akan masuk keakademi militer.


Hampir 3 tahun bersama,keduanya tidak pernah sekalipun terpisah dalam waktu yang lama.


Tetapi sebagai orang yang ia cintai dan mencintainya,ia harus mendukung setiap keputusan yang diambil oleh Shakeil.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup jauh,Shakeil mengajak Afsheen untuk duduk disalah satu kursi yang terletak disepanjang pinggir jalan area alun-alun.


Ketika duduk Afsheen menyandarkan kepalanya diatas pundak sang kekasih.


Dan dikesempatan ini,Shakeil gunakan untuk membicarakan perihal kepergiannya masuk keakademi militer.


"Cenberut aja dari tadi."Tegur Shakeil.Sebenarnya ia tahu alasan sang kekasih cemberut sejak tadi apa,tetapi sengaja ia ingin Shakeil mengatakan kepada dirinya secara langsung.


"4 tahun itu lama loh Sha."Jujur Afsheen.Ia bahkan tak berani melihat kearah Shakeil.


"Ya kalau ada waktu libur gue pulang ko.Tapi ya iru,satu tahun diawal tidak boleh pulang meskipun liburan."Jelas Shakeil.


Afsheen tercengang.Tekejut akan apa yang baru saja Shakeil jelaskan.


Shakeil tersenyum.


"Kakakku sudah menjadi seorang angkatan sayang,dan gue pengen juga seperti dia."Jelas shakeil.


Afsheen kembali terdiam.Sibuk dengan pikirannya yang berkelana terlalu jauh.


Apakah bisa ia menjalani tanpa Shakeil disampingnya?


Apakah mungkin ia akan tetap baik-baik saja setelah Shakeil pergi?


Ia takut disana Shakeil terpikat perempuan lain.Sedangkan diluar sana ada begiti banyak bahka jutaan wanita yang jauh lebih luar biasa dibanding dirinya.


Seakan tahu akan kekalutan Afsheen,Shakeil berjanji akan selalu setia hanya kepada Afsheen.


"Tunggu pacarmu ini selesai pendidikan lalu pulang.Akan langsung aku lamar kamu."Ucap Shakeil.


"Janji aku Af,bakalan setia sama kamu.Cuma kamu dan selalu kamu.Kamu juga kudu belajar yang giat,biar saat aku selesai pendidikan kamu juga udah selesai kuliah.


Mungkin diluar sana kamu bukan siapa-siapa dibandingkan dengan banyak gadis yang lainnya."Ucap Shakeil.Membuat Afsheen sedikit merasakan sakit.


Tidak menyangka Shakeil akan setega itu berkata sedemikian.


"Tapi cuma kamu pemilik hati bang Shakeil."Lanjut Shakeil.Seketika membuat Afsheen tersenyum.


"Lo godain gue?"Tanya Afsheen.


"Bahasanya ganti aku kamu aja.Jangan lo gue lagi."Ucap Shakeil.Afsheen mengangguk.


"Senyum dong!"Goda Shakeil."Tenang aja aku sayangnya kekamu itu udah hak paten.Ibarat kata udah harga barang diswalayan.Pas dan tidak bisa ditawar."Shakeil terus meyakinkan Afsheen agar ia percaya.


"Iya percaya kok.Ulangi aja terus!"Sungut Afsheen.


Kini giliran Shakeil yang tertawa melihat wajah menggemaskan Afsheen.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


**PLEASE LIKA DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTSR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE JUGA.


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL**.


__ADS_2