Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 18


__ADS_3

Sabtu malam minggu ini Ave dan Shakeil sudah berjanji untuk pergi kealun-alun Boyolali.Keduanya sepakat untuk langsung bertemu saja dialun-alun.


Sebelum maghrib Ave sudah pergi dari rumah.Ia berangkat menggunakan motor sport milik Adam.Ia lebih senang memakai motor milik Adam,sebab motor itu sudah dimodif sedemikian.


Dan juga,motor itu lebih enak dibawa dibanding motornya sendiri.


Ia berjanji untuk bertemu dialun-alun saja.Dengan Ave datang lebih dulu dan menunggu didepan masjid Ageng Boyolali.


Cukup lama ia menunggu,Shakeil tak kunjung datang."Nih bocah lupa atau apa sih."Gerutu AtauPadahal ia sudah menunggu cukup lama.


Saat ia sedang mengomel karena Shakeil tak kunjung datang,Ave dihampiri oleh dua orang anak muda.


"Hai mbak.Sendiri aja?"Tanyanya dengan senyuman nakal.Dan pemuda yang satunya juga ikut tersenyum menggoda.


Ave memutar bola matanya jengah.Ia paling kesal menghadapi cowok-cowok lemes macam gini.


"Mas,nggak ada kerjaan ya?"Ucap Ave.Kedua anak muda itu mengernyitkan alis."Sorry lagi nunggu suami gue."Sahut Ave kesal.


Kedua anak muda itu langsung pergi tanpa sepatah katapun.Malu mungkin.Dalam hati Ave tertawa melihat betapa kicepnya kedua pemuda itu.


Tak lama setelah itu Shakeil datang.Meski sudah berpacaran lebih dari 3 tahun,Ave selalu dibuat malu-malu saat ditempat umum dipanggil sayang oleh Shakeil.Dan bagi Shakeil,dapat melihat wajah malu-malu Ave merupakan hal yang sangat menyenangkan.


"Sayang."Sapa Shakeil.Ave tersenyum manis."Maaf ya telat.Heheheh....Tadi kehabisan bensin."Lanjut Shakeil.Ave seketika melongo wajahnya mendengar alasan keterlambatan Shakeil.


Suasana yang ia anggap sudah mulai sedikit bagus terusak oleh penjelasan Shakeil.


"Ngerusak suasana aja lo Sha."Omel Ave.


"Ya udah jalan yuk!"Ajak Shakeil.Ave mengangguk.Ia kemudian beranjak dari motornya dn berdiri disamping Shakeil.Tersenyum manis menghadap keShakeil.


Deg


Shakeil merasakan nyeri dihatinya,ia takut jika Ave akan sedih karena keberangkatannya tingga beberapa hari lgi.


"Ayok!"Ajak Ave.Ave sudah melangkahkan kakinya terlebih dahulu.Dengan segera Shakeil mengejar langkah Ave.Menggenggam tangan Ave dan berjalan beriringan.


"Gue tidk mau berjalan dibelakang atau didepan elo Av.Gue maunya berjalan disamping elo.Biar pada tahu elo udah ada yang punya."Ucap Shakeil sambil berjalan dan menggenggam tangan Ave.


Ave selalu dibuat terasa melayang,saat mendengar gombalan-gombalan Shakeil.

__ADS_1


Suasana semakin ramai meski waktu masih menjelang malam.Lampu-lampu yang menyala sepanjang jalan-jalan dialun-alun menambah suasana yang pasti akan Shakeil rindukan.


Suasana romantis alun-alun kota Boyolali.


Dinginnya udara malam kota Boyolali.


Disana banyak pasangan muda-mudi yang sedang berjalan atau sekedar duduk bersama.Ave tersenyum,ia sadar jika waktunya bersama Shakeil tak lama lagi.Setahunya waktunya masih cukup lama,padahal tinggal beberapa hari lagi.


"Sha kita duduk disana yuk!"Ajak Ave sambil menunjuk salah satu kursi yang ada dialun-alun iu.


Shakeil mengangguk.Keduanya lantas duduk berdua dikursi itu.


Melihat setiap pasang yang berjalan bergandengan tangan,wajah Shakeil berubah menjadi sedikit sendu.'Bahkan mungkin suasana seperti ini bakal gue temuin masih 4 tahun lagi.'


"Av."Panggil Shakeil.


"Yups."Jawab Ave sambil menoleh kearah Shakeil.


"Gue berangkatnya Senin sore.Maaf tapi dari sana bilang kalau berangkatnya dimajukan."Jelas Shakeil.


Ave terkejut,sudah pasti.Ia menoleh kearah Shakeil.Shakeil menunduk tak berani menatap Ave.Ave menghela napas.Ia sudah bertekad mendukung setiap keputusan Shakeil.


Ia hembuskan napasnya berulang kali.Lalu tersenyum dan menggenggam tangan Shakeil.


Shakeil lantas menggandeng tangan Ave untuk menyusuri alun-alun malam ini.


Ketika berdua seperti ini,waktu terasa berjalan lebih cepat.Seperti baru saja beberapa menit yang lalu mereka bertemu dialun-alun ini,tapi sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 21.47.Itu sudah jam malam yang paling malam bagi Ave.


Dan ini adalah kali pertama keduanya jalan-jalan sampai selarut ini.


"Pulang ya Av.Udah malem.Nggak enak sama mama sama papa kamu."Tanya Shakeil.Meski enggan Ave mengiyakan.


Tanpa Shakeil dan Ave ketahui,jika Adam sudah menunggu Ave dirumah Shakeil.Sejak pukul 7 malam tadi,Adam sudah pergi kerumah Adam.Dengan alasan ingin pergi malam mingguan bersama Ave.


Ave meniki motornya begitu juga Shakeil yang menaiki motornya sendiri.


Shakeil mengiringi motor Ave dari samping.Keduanya sengaja membawa motornya dengan pelan.Berharap waktu tak segera berlalu.


Jarak tempuh yang biasanya hanya ditempuh kurang dari satu jam,malam ini keduanya tempuh lebih lama.Hampir 90 menit.

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya Ave saat melihat Adam sedang mengobrol dengan Andri,papanya Shakeil.


"Loh bang Adam."Ucap Ave lalu turun dari motornya.


Ave menyalami tangan Andri.Lalu duduk disamping Adam.Sedangkan Shakeil,ia mencium punggung tangan Andri juga Adam.


"Mau langsung pulang apa menghabiskan waktu dulu mumpung pujaan hati kamu belum pendidikan?"Tanya Adam sambil menggoda Ave.


"Bang Adam ih."Sahut Ave sambil menepuk pundak Adam.Shakeil tersenyum malu mendengar godaan Adam.


"Udah malem sih.Mending kita pulang.Dan kamu Shakeil,besok lebih baik kamu seharian istirahat untuk mempersiapkan diri kamu saat keberangkatan kamu.


Begitu juga Ave,biar dia bisa siap saat nganterin kamu lusa."Ucap Adam.


Ave mencebikkan bibirnya.Selalu seperti itu Adam.Memberi pertanyaan tapi belum sempat dijawab sudah memberi keputusan sendiri.


"Sha,gue balik ya.Tidur sono lo."Ucap Ave.Adam melongo mendengar ucapan Ave yang terdengar tidak ada romantis-romantisnya.


"Gue balik.Ngantuk juga sih.Bye-bye Sha."Lanjut Ave lagi.Lalu menuju motornya.


Tidak ada ciuman dikening pelukan atau apapun.Adam sendiri heran dengan gaya pacaran adik bungsunya itu.


Hampir tengah malam Ave baru sampai rumah.Ia langsung masuk kamar dan memejamkan matanya.


Keesokan harinya,


Matahari sudah menjulang tinggi,tetapi seorang gadis masih tetap betah memejamkan matanya.


Ia benar-benar menggunakan waktunya hari ini hanya untuk tidur.


Ia yakin,hari esok pasti akan menjadi hari yang melelahkan untuknya.Begitu juga hatinya.


Ia tak memperdulikan teriakan dari luar kamarnya yang menyuruhnya untuk bangun.


'Ck.Bang Agra bener-bener deh.'Gerutu Ave dalam hati.Tapi ia tetap tidak beranjak dan masih memilih bergulung dengan selimut.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2