Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 24


__ADS_3

Setelah libur selama satu minggu lebih untuk tidak datang kerumah Asen,hari ini Agam menemui Asen untuk mengatakan jika ia akan memperpanjang masa ia tidak akan datang kerumah.


Ia juga menjelaskan kepada Asen perihal alasannya untuk hal itu.


Dan Asen mengiyakan segala pendapat dan jalan yang akan Agam tempuh selama itu masih berada pada batas normal.


Ia tidak bisa memaksa Agam untuk terus bersabar menghadapi Kirana,dan ia juga tidak bisa memaksa untuk menyadari perjuangan Agam.


Ia sendiri penasaran apakah Kirana akan mencarinya jika ia tidak pernah datang kerumah.Atau ia akan tetap biasa saja dan tidak merasa kehilangan karena ia tidak pernah datang lagi.


Dan juga ia ingin tahu apakah saat mungkin Kirana tidak mendatanginya,Kanaya akan menghiburnya.


Kebetulan saat ini ia sudah tidak memiliki jadwal kuliah.Sehingga ia sudah menjalani hari bebasnya.


Ia sengaja datang kerumah Asen saat Kirana masih dijam sekolahnya.Sehingga ia tidak akan bertemu dengan Kirana.


"Yah."Panggil Agam pada Asen.Asen menoleh pada sumber suara.


Setelah dekat,Agam mencium punggung tangan Asen.


"Duduk Gam!"Jawab Asen sambil menunjuk kursi kosong diaampingnya.


Agam lamgsung duduk disebelah Asen.Tak mau berbasa basi ia segera mengatakan keperluannya datang kerumah Asen.Asen sendiri yang mendengar ucapan Agam hanya bisa mengangguk.


"Ayah hanya bisa mendukunglah Gam.Kamu yang jalani.Ayah tidak bisa memaksa kamu ataupun Kirana."Jawab Asen.


Sejujurnya ia masih sangat ingin Agam untuk tetap berjuang,tetapi ia juga tahu sudah seberapa jauh Agam berjuang.


Sebab ia juga tahu betul bagaimana Kirana menolak pemuda dihadapannya itu.Dan ia juga sadar mungkin pemuda dihadapannya ini sudah mulai lelah,atau ia sudah mendapat pengganti Kirana.


Ia tidak boleh egois dengan mengharuskan Agam tetap berjuang,ia harus yakin takdir yang kuasa pasti jauh lebih baik.


Menjelang waktu dzuhur,Agam pulang dari rumah Asen.


Ia tidak langsung pulang.Ia mampir terlebih dahulu kerumah temannya.


♡♡♡♡


Disekolah Kirana sendiri sudah tampak sedikit berbeda.Ia tidak tahu mengapa akhir-akhir ini ia merasa ada yang berbeda dari hati-harinya.


Mungkinkah ia merindukan Agam?Mungkinkah ia merasa kehilangan karena Agam tak lahi terlihat?


Tidak!Tidak mungkin.


Ia menyangkal jika ia menaruh rasa pada AgaIaIa terus meyakinkan dirinya jika ia tak ada rasa pada Agam.


Saat ia duduk sendiri,Kanaya menghampirinya dan langsung duduk disampingnya.Sudah seminggu ini keduanya terlihat lebih dekat dan akrab.Tidak seperti dulu yang hanya saling mengenal.


"Kirana.Kamu kenapa?"Tanya Kanaya yang melihat wajah gusar Kirana.


"Ekh Kamu Nay.Nggak kok.Nggak pa-pa."Kilah Kirana.


"Ck.Kayak sama siapa aja sih?Cerita atuh!"Ucap Kanaya lagi.


Kirana tersenyum manis lalu menggeleng.Ia tak mau siapapun mengetahui perasaan yang masih tidak ia mengerti ini.


"Kantin yuk?"Ajak Kanaya.Ia langsung menarik tangan Kirana untuk pergi kekantin.


Diakantin,sambil menunggu pesanan Kirana terlihat sibuk dengan bukunya.Sedang Kanaya ia sibuk dengan benda ponselnya.Ternyata ia mengirimkan pesan pada Agam.

__ADS_1


*Kanaya*


"Bang Agam.Udah makan?"


Tulis Kanaya pada pesannya untuk Agam.Tetapu tidak segera ada balasan dari Agam.Membuatnya berdecak kesal.


Kanaya memang sering mengirim pesan yang sebenarnya sangat tidak penting pada Agam.


Melihat wajah kesal Kanaya,Kirana jadi penasaran apa gerangan yang membuat teman sekaligus perempuan yang sudah seperti saudaranya itu.


"Nay.Kenapa?"Tanya Kirana.Kanaya hanya tersenyum sambil memamerkan deretan gigi putihnya.


"Bang*e.Pengen gue pites lo."Prustasi Kanaya.Ia tak segan-segan membanting ponselnya itu.


Ia bahkan tak peduli jika ia akan dimarahi papanya karena ponsel barunya rusak.


Kirana sendiri hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Kanaya.


Saat pesanan sudah tiba,kekesalan Kanaya langsung hilang.Ia makan sudah seperti orang kesetanan.


♡♡♡


Usai dari rumah sahabatnya,ia jangsung pulang.Didepan rumah ia sedikit bingung dengan adanya motor asing diteras rumahnya.


Tetapi ia tidak terlalu mau peduli.Ia memilih masuk kedalam rumah saja.


"Bang Agam pulang."Teriak Agam.Tak ada Jawaban.Agam kembali melanjutkan langkahnya.Samar-samar ia mendengar obrolan seseorang.


Matanya melotor mendengar ucapan Ave yang mengatakan jika dirinya merupakan salah satu penghuni rumah sakit jiwa yang kabur.


Mana ada orang gila seganteng gue?Pikir Agam.


Samar-sama ia mendengar omelan Ave yang entah apa ia tak mau peduli.


Ia ingin merehatkan badannya sejenak.


Ia melihat ponselnya yang sejak pagi hanya ia kantongi.


Tumben cuma satu doang pesannya.Ucap Agam dalam hati.


Jujur saja ia sedikit kecewa karena yang mengirimkan pesan padanya tadi adalah Kanaya.Bukan Kirana.Tetapi meski begitu ia tetap membalas pesan itu.


*Agam*


'Sorry baru bisa bales.Baru pegang hp.'


'Udah sih tadi.'


Balasan dari Agam.


Iapun langsung memejamkan matanya.


♡♡♡


Setelah berganti pakaian Kanaya langsung pergi kerumah Agam.Entah kenapa ia ingin sekali bertemu dengan Agam.


Sesampainya dirumah Agam,Kanaya sudah disambut dengan pemandangan dimana Ave sedang mengobrol dengan Eshan.


Hal pertama yang ada dalam pikiran Kanaya,cowok itu pasti pacar Kanaya.

__ADS_1


Tetapi belum sempat ia bicara,ucapannya sudah dipotong oleh Agra yang baru saja sampai rumah.


"Bukan pacarnya bocah."Ucap Agra sambil mengacak rambut Kanaya.


"Bang Agra sialan."Teriak Kanaya kesal.Agra memilih berlalu dan tidak peduli pada Kanaya.Ia puas bisa membuat Kanaya kesal.


Sedang Ave yang mendengar teriakan Kanaya langsung melihat kearah sumber suara.


Tanpa diminta Kanaya sudah mendekat.


"Bang Agam merem Nay."Ucap Ave.Kanaya menghelas napas.Ia terlihat sedikit kecewa.


"Gue balik ya Av.Besok gue jemput atau bawa motor sendiri?"Tanya Eshan.


"Motor sendiri baelah.Mata-mata cowok gue banyak."Jawab Ave sekenanya.


Eshan yang mendengar hanya terkekeh.


Setelah menyapa Ave dan temannya,Kanaya langsung masuk kedalam rumah.Dibanding Kirana,ia lebih bebas jika sedang berada dirumah ini.


Ia langsung disuguhkan saat Agra sedang tiduran didepan tv sambil memakan camilan.Tanpa rasa canggung,Kanaya langsung gabung dan nimbrung disamping Agra.


Agra melirik Kanaya melalui ekor matanya.Matanya mendelik melihat bagaimana dengan santainya Kanaya terus memakan camilannya.


"Jatuh cinta nggak nanggung ya."Ucap Kanaya percaya diri.


Agra memasang wajah cengo dengan ucapan Kanaya barusan.


'Dasar bocah'.Ucap Agra dalam hati.


"Apa sih mas lihat-lihat mulu.Beneran jatuh cinta lo entar."Goda Kanaya.


Agra langsung menghela napasnya kesal.


Tak lama terdengar suara pintu dibuka.


Agra dan Kanaya menoleh bersamaan.Terlihat Agam baru saja membuka pintu.


Tidurnya terganggu karena suara Agra dan Kanaya yang ribut dengan suara cukup keras.


Kanaya langsung berdiri dan mendekati Agam.Wajahnya terlihat sumringah begitu melihat Agam.


Dan melihat wajah sumringah Kanaya hanya karena bertemu dengan Agam membuat rasa getir dihati Agra.


Deg


Ada rasa nyeri didada Agra bagian kanan.Sungguh,ini adalah kali pertama ia merasakan hal itu.


Sepanjang ia menjadi seorang playboy cap kaki tiga,Agra bahkan tak pernah merasakan hal sedemikian.


Cepat-cepat ia menggelengkan kepalanya.Ia tidak mau terjebak kedalam kisah yang rumit.Baginya nemikirkan masa depannya lebih penting.


Agra yang awalnya sangat ingin jadi tentara mengurungkan niatnya setelah ia membaca artikel diponselnya perihal seorang abdi negara,membatalkan niatnya.Dilain biaya yang banyak,Agra juga enggan meninggalkan saudara-saudaranya.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.

__ADS_1


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2