
Sore harinya,usai pembelajaran Shakeil pergi kekamar untuk mengistirahatkan badannya.Pembelajaran hari ini cukup melelahkan.Dan itu menguras tenaga.
30 menit berlalu,Shakeil langsung mengambil baju gantinya dan bergegas mandi.Badannya terasa lengket.
Usai mandi,ia langsung mengaktifkan ponselnya.Ya,dulu keduanya memang sepakat untuk berkomunikasi dimalam hari saja,nyatanya hanya sebentar tetapi mereka tidak betah.
Ia tersenyum mendapati ada pesan dari Ave.Ia langsung membukanya.Senyumnya seakan menghilang begitu melihat Ave yang sedang berselfie dengan temannya.
Ia lantas dengan segera menghubungi Ave.
Meski sudah berulang kali menelfon tetap tidak ada jawaban dari Ave.Membuat Shakeil semakin berpikir yang tidak-tidak.
Dia hanya ketakutan jika Ave bermain api dibelakangnya.Meskipun itu sangat tidak mungkin.
Akhirnya ia memilih untuk menunggu kabar dari Ave,meski dengan perasaan yang sedikit dongkol.
Karena sudah cukup lama dan tetap tak ada kabarnya,Shakeil memutuskan untuk menunggu Ave sambil menelfon kedua orang tuanya.
“Hallo pa.Assalamuakaikum.”Sapa Shakeil begitu panggilan terhubung.
“Walaikumsalam nak.Tumben telfon jam segini?Ini om dan tante kamu ada disini.Calon mantu papa juga disini.”Jawab Andri.
Shakeil terkejut mendengar Ave datang kerumahnya.Ia menyesal sudah mempunyai perasaan yang buruk terhadap Ave.
“Enggak kok pa.Kangen aja sama papa sama mama.”Kilah Shakeil.
“Nak maaf tapi kita lanjut nanti malam saja ya?Papa tidak enak dengan mereka semua kalau papa tinggal telponan sama kamu..”Lirih Andri.
“Iya pa.”Jawab Shakeil.Ia langsung menutup panggilan dengan Andri.
∆∆∆
Dilain sisi,saat ini Agam dan Kanaya sudah berada disalah satu tempat makan yang terkenal dikota itu.
Sedari tadi Kanaya selalu tersenyum.Dan hal itu menular keAgam.Ada sedikit rasa bersalah dihati Agam karena ia tidak bisa memberikan hatinya sepenuhnya untuk kekasihnya itu.Tapi mau dikata apa lagi,bukankah sejak awal Kanaya juga sudah tahu akan hal ini?
“Kenapa sih senyum-senyum Mulu?”Tanya Agam.Sembari menunggu pesanan mereka datang keduanya memilih mengobrol saja.
“Kanaya seneng bang.Bisa jadi pacarnya bang Agam.”Jawab Kanaya.
“Sebegitu bahagianya kamukah Kay karena status ini?Sungguh dosa besar gue kalau sampai kelak gue tetap nyakitin elo.”Pikir Agam.
“Abang seneng kalau kamu bahagia Kay.”Jawab Agam sambil mengusap kepala Kanaya lembut.
Ting
Tanda ada pesan masuk dihp Agam.Agam langsung membuka pesan itu.Sebab nomor pengirim pesan itu tidak tersimpan dihp Agam.
**085xxxxxxxxx*
'Kak Agam kemana?Aku tadi mencari kakak.Mau ngomong penting.
Kirana*'
'Shiit.Kenapa pas gue udah terlanjur nerima Kanaya,Kirana’ malah hubungin gue sih?’Umpat Agam dalam hati.
“Siapa bang?”Tanya Kanaya begitu melihat perubahan raut wajah Agam.
__ADS_1
“Tidak.Hanya teman kampus.Nanti ngajak ketemuan.”Kilah Agam.Tidak mungkin jika ia berkata jujur pada Kanaya.
Tak lama pesanan mereka datang.Dan keduanya lebih memilih fokus pada makanan mereka.Tentunya dengan pikiran masing-masing.
PikiranAgam masih dipenuhi dengan isi pesan dari Kirana beberapa menit yang lalu.
Meski keduanya sudah berstatuskan pacaran,tetapi tetap saja seakan ada benang merah yang membuat Kanaya tidak bisa benar-benar memiliki Agam seutuhnya.
Selesai makan,Agam langsung mengantarksn Kanaya pulang.Dengan alasan teman kampusnya ingin bertemu,Kanaya tak menaruh curiga sedikitpun.
Usai mengantar Kanaya Agam segera melesat ketempat dimana ia sudah membuat janji dengan Kirana.
Sesampainya di sana,ternyata Kirana sudah sampai.Membuat Agam sedikit tidak enak hati.Ini adalah kali pertama keduanya bertemu hanya berdua saja.
“Maaf ya telat?Tadi ada urusan sebentar.”Kilah Agam lembut.
Inilah salahnya dan busuknya Agam,dengan Kanaya ia berkata A sedang dengan Kirana ia sudah beralasan lain hal lagi.
Kirana mengangguk.Sungguh,ia sendiri gugup mengingat hal yang akan ia sampaikan.
Jam lalu,Kirana merasakan sesak di dadanya saat melihat Agam pergi dengan Kanaya.
Setahunya,kedekatan Agam dan Kanaya hanya seperti ia dekat dengan Agra.Jadi menurutnya tidak salah jika ia mulai membuka hati untuk Agam.
“Kak,maafin Kirana selama ini ya?Kirana salah karena nggak pernah menghargai usaha kak Agam selama ini.Tapi sekarang Kirana sadar,Kirana nggak mau kehilangan kak Agam.”Ucap Kirana
Deg
Jantung Agam berdetak lebih kencang.Ia bingung kenapa semua terjadi setelah ia menjalin hubungan dengan Kanaya.
Sungguh,membayangkan saja ia tak Sudi,berada diposisi sedemikian ini.
"Kak?"Panggil Kirana sambil menggenggam tangan Agam.
Mendapati itu Agam seperti tersengat listrik.
Ia beranikan diri menatap manik mata Kirana.Kirana tersenyum tulus.Sana tulusnya dengan senyuman Kanaya.Yang berbeda hanyalah,ia lebih suka melihat senyum Kirana dibanding Kanaya.
Tanpa sadar Agam mengangguk.Membalas genggaman tangan Kirana.Dan Kirana langsung tersenyum bahagia.
∆∆∆
Malam hari dirumah Althaf
Ave baru saja pulang dari rumah Shakeil,dan ia pulang diantarkan Dody.Sejak makan malam di restoran waktu itu,dua keluarga itu kini semakin dekat.Ditambah hubungan baik keduanya.
Saat samai dirumah ia langsung menuju kamarnya.Badannya terasa lebih lelah.Tadi saat dirumah Andri,ia bermain dengan Alfa dan Delta beserta anak-anak mereka.
Setelahandi ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya.Kasur dengan bad cover bergambar club sepak bola favorite Shakeil.
Ia mengambil ponselnya yang sedari tadi ia simpan didalam tas kecilnya.Karena ia atur dalam mode silent,Ave tak mendengar saat Shakeil menghubunginya tadi.
Dan ia dikejutkan dengan banyaknya telpon dan juga pesan dari Shakeil.
Ia terkikik geli membaca pesan Shakeil yang mengomentari fotonya dengan Eshan pagi tadi.
'Ceh.Jelas-jelas gantengan calon imam kamu yang masih berjuang untuk masa depan ini dibanding cowok disamping kamu.Aku cemburu loh AV.😡😡'
__ADS_1
Sungguh seperti anak kecil saja.
Ave langsung menelpon Shakeil melalui video call.Dan begitu melihat wajah cemberut Shakeil,Ave langsung terbahak-bahak.
"Kagak usah manyun-manyun.Udah jelek tambah jelek nanti."Goda Ave.
"Heleh.Jelek-jelek gini juga pacar kamu."Jawab Shakeil santai.
"Pantesan disisir.Orang manyun gitu."Ledek Ave lagi.Ia tak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Shakeil lebih cemberut lagi.
"Hey sayang.Becanda ihh.Aku juga nggak suka kamu disosor sama cewek itu.Coba aja itu cewek didepan aku,udah lewat dia."Ucap Ave berapi-api.
"Jangan sadis-sadis ihh.Av,kangen tauk."Ucap Shakeil.
"Gue juga kalee Sha.Setahun nggak ketemu rasanya dah kek seabad."Canda Ave
Ia tidak berbohong jika ia sangat merindukan Shakeil.
"Gombal ya Av kamu sekrang."Jawab Shakeil.
"Ceh.Belajar dari kamu kan.Hehehe...Ohh ya tadi aku kerumah,disana bertemu sama om Alfa sama om Delta.Tante Intan juga."Jelas Ave.
Shakeil mengerutkan dahinya.Tumben tantenya ikut kumpul.Biasanya juga,kalau bukan dirumah neneknya,Intan tidak pernah mau ikut bergabung.
"Terus gimana reaksi mereka pas lihat kamu pertama kali?"Selidik Shakeil.Shakeil tahu betul jika omnya itu selalu saja bertindak tanpa berpikir jika sudah emlihat wanita cantik.
"Om Alfa apa om Delta ya tadi mau meluk aku.Tapi aku langsung sembunyi dibelakang bang Dody.Hiii aku masih sayang nyawa Sha."Jelas Ave.
Shakeil bernapas lega karena pacarnya itu menolak untuk dipeluk salah satu dari omnya.
"Sha,kapan bisa pulang?"Tanya Ave tiba-tiba.
"Kenapa?"
"Pengen ketemu aja.Kangen."
"Sama Av.Aku juga kangen sama kamu.Sabar ya,begitu ada waktu buat cuti langsung pulang aku."Ucap Shakeil.
Dengan semangat Ave mengangguk dan mengiyakan ucapan Shakeil.
"Udah malem kamu tidur gih.Persiapin diri buat nyari kampus yang bener-bener berkualitas yaa?"Ucap Shakeil.
"Iya.Calon bu dokter mah kudu belajar terus.Heheh."Canda Ave.
"Met malam sayang.Love you.Muach."Ave berpamitan pada Shakeil.
"Malam juga sayang.Love you too.Sweet dream ya."Jawab Shakeil.
Panggilan telpon terputus.
Baik Ave maupun Shakeil sama-sama segera tidur.
MAAF YA DUA HARI NGGAK UP.HP AUTHOR RUSAK.JADI NGGAK BISA UP.
JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR,DAN LIKE YA.DITUNGGU DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR.
SALAM LOPHES DARI AUTHOR
__ADS_1